Memilih Cinta !?!?

Memilih Cinta !?!?
Selamat Tinggal...


__ADS_3

Pernikahan Andre dan Novita berlangsung dengan sakral dan lancar. Meskipun acara resepsi yang awalnya hendak dilaksanakan secara sederhana dan seadanya, akan tetapi pada saat terdengar berita pertunangan mereka, semua rekan bisnis Pak Jaya memberi ucapan selamat dan akan menghadiri acara pernikahan, begitu juga masyarakat yang selama ini menerima bantuan dari Pak Jaya sekeluarga. Mereka hanya ingin sekedar hadir dan memberi doa kemudian pulang, akan tetapi tentu saja Pak Jaya tidak bisa membiarkan begitu saja, apalagi maksud kedatangan mereka adalah untuk mendoakan anaknya. Alhasil pengusaha katering kecil di kota mendapat pesanan dalam jumlah besar, dan semua yang datang di sama ratakan tidak peduli status sosial mereka.


"Maaf Ayah, sekarang Ayah jadi ikut keluar biaya. Andre janji akan Andre ganti sedikit demi sedikit nanti," ucap Andre pada Ayah mertuanya. Sejak awal Andre sudah menyanggupi kalau biaya pertunangan dan pernikahan adalah tanggung jawabnya sebagai seorang pria, meskipun kalau Andre mau keluarga istrinya tidak akan menolak jika dia meminta mereka ikut membiayai.


" Iya Ndre, tapi ingat yang utama itu kebutuhan istri dan orang tuamu, baru nanti terakhir masalah hutang," sahut Pak Jaya tidak mempermasalahkan, dan beliau menghormati rasa tanggung jawab Andre.


Pak Jaya merasa lega mendapat menantu seperti Andre. Sebenarnya sosok Andre sudah diperhatikannya cukup lama. Hampir di setiap kegiatan amal yang dia adakan di kota tempatnya tinggal ini Andre ada, dan tidak seperti kebanyakan orang yang berusaha mencari nama atau mempromosikan diri, Andre benar-benar fokus pada kegiatan sosial yang di adakan. Jika yang lain selalu berusaha berada sedekat mungkin dengan dirinya untuk mengobrol, atau berfoto untuk kemudian di pameran di sosial media masing-masing, tidak begitu dengan Andre. Dari sekian banyak kegiatan amalnya yang di ikuti Andre, tidak pernah sekalipun dia berusaha mendekati Pak Jaya. Andre hanya tersenyum mengangguk dari jauh lalu melanjutkan kegiatan sukarelawan nya. Itu lah sebabnya Pak Jaya langsung memberi restu pada saat anak perempuannya memperkenalkan kekasihnya Andre. Biasanya Pak Jaya pasti menyelidiki kehidupan dan latar belakang keluarga dari kekasih anak-anaknya dan tidak segan-segan memerintahkan untuk mengakhiri hubungan mereka jika beliau tahu kalau ada niat tidak baik dan tidak tulus dalam hubungan yang seharusnya murni berasal dari rasa cinta. Sedangkan untuk kasus Andre dirinya merasa tidak perlu menyelidiki apapun karena anak seperti Andre pasti ada karena didikan orang tuanya dan ternyata itu benar. Saat keluarga kedua belah pihak bertemu, orang tua Andre menunjukkan rasa hormat dengan tetap menjaga martabat dan wibawa sebagai wali pihak laki-laki yang memang harus bertanggung jawab tidak memandang sekaya apapun pihak keluarga perempuan. Tidak sedikit pun tersirat rasa tamak dan angkuh karena keluarga mereka yang biasa saja berhasil memikat anak gadis keluarga kaya yang tersohor.


Acara resepsi pernikahan selesai, pengantin pulang ke rumah mempelai pria. Rumah sederhana yang tidak ada apa-apa nya bila di bandingkan dengan rumah mewah bak istana milik Pak Jaya.


"Nak Novi kamu mandi dulu biar seger baru istirahat ya," ucap Bu Yulia pada menantunya.


"Iya Bu, Novi buatin Andre kopi dulu baru mandi. Kalau mau Ibu mandi aja duluan, Ibu juga pasti capek. Ayah mana Bu?"


"Ayah lagi mandi di kamar mandi belakang, ya sudah kalau gitu Ibu mandi duluan ya," sahut Bu Yulia menerima tawaran Novi.


Di ruang tamu tampak Andre dan Alex sedang duduk melepas lelah sambil mengobrol, atau lebih tepatnya Alex sedang menggoda kakaknya.


" Sayang ini kopinya di minum dulu biar sakit kepalanya mendingan. " Novita datang bergabung sambil membawa secangkir kopi.


"Ciiieeehhh sayang sakit kepala yaaaaa. Duuuh jadi pengen ada yang panggil sayang..." ejek Alex.


"Hush katanya mau belajar ke luar negri ga usah sayang-sayangan belajar yang bener," tegur Andre.


"Alex nggak bisa ya berangkatnya di undur, kan baru juga Kak Novi tinggal di sini," pinta Novita sedikit merajuk pada adik iparnya.


Sebagai anak gadis satu-satunya dan memiliki dua kakak laki-laki yang selalu over protektif Novita ingin sekali memiliki saudara perempuan. Mungkin itu lah sebabnya dia cepat akrab dengan Alex padahal baru dua bulan bertemu. Meskipun sebelumnya Andre selalu menceritakan tentang adiknya pada dirinya. Dirinya ikut sedih mendengar masalah cinta Alex dan ingin menghiburnya.


" Maunya sih gitu Kak Novi, tapi nih Kak Andre nanti pikir aku merebut cinta dan perhatianmu," seloroh Alex yang di sambut serangan cubitan dari Andre.


Alex memang terlihat baik-baik saja saat ini apalagi dengan kesibukan acara pernikahan, akan tetapi jauh di hati kecilnya luka itu masih ada dan sakitnya masih terasa jelas. Dirinya yakin setelah kesehariannya kembali normal karena acara pernikahan telah selesai luka itu akan muncul ke permukaan dan menyiksanya lagi. Alex tidak mau membuat keluarganya terutama kakak iparnya khawatir, maka dari itu dirinya tetap akan berangkat tiga hari lagi, meskipun semua memintanya mengundurnya paling tidak selama sebulan.

__ADS_1


Semua orang di rumah langsung istirahat di kamar setelah mandi, termasuk Alex. Badannya sudah lelah sekali, tapi dia tidak bisa memejamkan matanya.


Kenapa tadi Chris tidak datang ke acara pernikahan ya?. Tidak mungkin dia tidak mendapat undangan. Apa karena kemarin aku menghindar saat acara pertunangan? Ataukah dia sedang sibuk di luar negri. Alex menerka-nerka sendiri. Kembali kejadian saat video panggilan terakhirnya dengan Chris muncul di benaknya. Meskipun dirinya tidak ingat lagi wajah wanita yang bersama Chris kala itu, tapi sosok sekelebat adegan saat wanita itu muncul dari balik selimut mampu membuat dada Alex sesak dan air mata mengalir begitu saja tanpa henti. Lagi-lagi malam ini dia tidur dengan mata sembab.


Tepat sehari sebelum keberangkatan Alex, dia menghubungi Chris, meminta bertemu dengannya untuk yang terakhir kalinya. Alex telah memantapkan dan menguatkan hatinya. Dia harus menghadapi Chris paling tidak untuk yang terakhir kalinya. Awalnya Alex berniat untuk mengilang begitu saja, akan tetapi dirinya lalu berpikir jika menghindar tidak akan menyelesaikan masalah. Dia harus menyelesaikan semua dan benar-benar mengucapkan selamat tinggal pada Chris.


"Wah ada apa ini, tumben adikku dandan cantik," goda Andre saat melihat Alex keluar dari kamarnya.


"Alex mau jalan-jalan Kak, untuk yang terakhir heheh," ucap Alex bohong, padahal dirinya sudah ada janji dengan Chris.


"Mau kakak antar?" tanya Andre menawarkan jasa nya.


"Nggak ah, aku ingin menikmati waktu ku sendiri kak," sahut Alex lagi-lagi berbohong. Bisa ada penganiayaan nanti kalau sampai kakaknya melihat sosok yang akan di temuinya nanti.


Alex berpamitan pada penghuni rumah yang lain karena taxi online pesanannya sudah datang.


Saat taxi Alex tiba di tempat pertemuan, Chris sudah terlihat menunggu di sana.


"Maaf membuatmu menunggu," ucap Alex berusaha tenang.


" Bagaimana kalau kita mengobrol sambil minum di sana, mereka menjual es krim juga," saran Chris sambil menunjuk kedai kecil di seberang Taman tempat mereka janjian.


Alex mengangguk setuju, dan kemudian mereka berdua berjalan menuju kedai tersebut. Saat menyebrang jalan tangan Alex secara otomatis meraih tangan Chris karena dia takut menyebrang saat kendaraan sedang ramai. Saat kecil Alex pernah terseret sepeda motor karena saat menyebrang ada pengendara sepeda yang mengebut dan terlalu dekat dengannya, kerah bajunya menyangkut di setir sepeda motor dan dia terseret. Meskipun tidak jauh dan hanya beberapa Jari kaki yang lecet, tapi sampai sekarang dia selalu panik jika harus menyebrang jalanan saat lalu lintas sedang ramai.


Chris yang merasakan tangan Alex langsung menggenggam nya erat, dadanya berdetak cepat merasakan lembut dan mungilnya tangan gadis yang dia cintai. Dalam hati dia benar-benar berharap jika ini adalah pertanda baik.


Alex memesan es krim dark chocolate kesukaannya sedangkan Chris memesan expresso. Ini memang terlalu pagi untuk menikmati es krim, akan tetapi selain rasanya enak es krim adalah satu-satunya hal yang bisa membuatnya merasa nyaman di saat situasi sekarang dimana dia merasa sedih dan sakit hati tapi juga berdebar karena bagaimanapun membuang rasa cinta itu tidaklah mudah.


"Aku senang sekali akhirnya kamu mau bertemu dengan ku Alex, aku..."


"Chris ijinkan aku bicara terlebih dahulu," kata Alex menyentuh lembut tangan Chris untuk menghentikannya berbicara.

__ADS_1


Alex tidak ingin Chris menjadi salah paham kemudian menguraikan semua kata-kata manisnya yang mungkin akan membuat dirinya goyah.


"Aku kesini untuk meminta padamu agar kamu bisa mengikhlaskan kepergianku. Aku ingin kita berdua berhenti berharap lebih. Aku ingin kamu melepasku pergi," ucap Alex setenang mungkin. Dia tidak ingin menunjukkan kesedihannya karena itu hanya akan membuat Chris berpikir kalau Alex masih berharap padanya.


" Tapi Alex, kumohon berikan aku satu kesempatan. Aku tahu perbuatanku saat itu sangat lah memalukan dan melukaimu, aku salah, tapi kumohon beri aku satu kesempatan lagi," ucap Chris memohon. Digenggamnya erat kedua tangan Alex.


"Aku masih mencintai mu Chris. Sangat mencintaimu, tapi saat ini selain rasa cinta ada juga rasa sakit, rasa marah dan juga benci yang menyiksaku. Setiap kali aku meyakinkan diriku jika aku bisa mempertahankan hubungan ini saat itu juga dadaku serasa sesak dan sakit. Aku mohon ijinkan aku menghapus kebencian, kemarahan dan kesedihan yang selalu menyakitiku Chris. Ijinkan aku menghapus rasa cinta ku." Alex menatap mata Chris, kedua tangan mungilnya menggenggam wajah laki-laki yang telah mengajarinya tentang berapa indah dan menyakitkannya cinta.


Mendengar semua kata-kata Alex membuat Chris sadar jika sudah tidak ada lagi harapan untuknya. Dirinya hanya akan menyakiti Alex jika ingin melanjutkan hubungan mereka.


" Ini sangat berat untukku, tapi aku tidak ingin menyakitimu. Aku hanya ingin kamu tahu satu hal, aku benar-benar mencintaimu Alex," ucap Chris seraya menggenggam tangan Alex yang berada di wajahnya.


Alex memberikan sebuah senyum yang manis pada Chris, akhirnya masalahnya selesai. Sudah tidak ada lagi yang mengganjal di hatinya. Alex berharap dengan begini luka di hatinya akan sembuh seiring berjalannya waktu.


Dengan cepat Alex menghabiskan es krim yang sudah mulai meleleh lalu pamit lebih dulu meninggalkan Chris. Dirinya tidak sedang berkencan, jadi tidak perlu bersama Chris terlalu lama.


Tadinya Chris ingin mengantar Alex, meskipun hubungan mereka telah berakhir tetap saja dia harus bersikap sebagai seorang laki-laki sejati. Sayangnya Alex menolak tawarannya dengan alasan dia tidak ingin teringat kenangan manis mereka saat di mobil Chris.


Gadis kecil itu, bagaimana dia bisa bicara dengan tenang dan santai begitu padaku. Seolah dia tidak sedih sedikit pun. Pikir Chris dalam hati.


Sudah lah Chris kau bisa mendapat wanita lain bahkan detik ini juga, ada sekian banyak wanita yang berharap bisa menjadi kekasihmu, tidak perlu sedih hanya karena seorang gadis kecil. Kali ini Chris menasehati dirinya sendiri.


"Maaf Tuan apa Anda baik-baik saja?" tanya salah satu staff di kedai sambil menyentuh pundak Chris dan menyodorkan tissue.


Chris tersadar dari lamunannya saat merasakan sebuah tepukan lembut di bahunya,dan terkejut saat melihat seorang staff menawarkannya sebuah tissue. Entah sejak kapan air matanya mengalir.


"Maaf ini karena alergi debu," kilah Chris sambil menerima tissue dan menghapus air matanya.


Alex kau adalah wanita pertama yang membuatku menangis karena cinta, dan sekarang aku bahkan tidak bisa memperjuangkan perasaan ku.


****Pengumuman * * **

__ADS_1


Maaf beribu maaf karena lama tidak update karena ada kesibukan mendadak yang masih akan terus berlanjut hingga 2 minggu ke depan, tapi Thor akan berusaha sebesar-besarnya untuk selalu menyempatkan waktu menulis episode berikutnya sedikit demi sedikit.


Mohon jangan tinggalkan Thor dan Alex ya 😢😢😢,, dan jangan lupa like, vote dan comment siapa tahu bisa kasi tenaga extra buat nulis hehehe


__ADS_2