
Pikiran Alex benar-benar kalut tak karuan sejak dia mengetahui kebenaran mengenai Chris. Dia berniat meminta maaf atas kesalahannya keesokan harinya, namun orang yang di tunggu tidak menampakkan batang hidungnya di restoran. Alhasil satu-satunya kesempatan yang dia miliki adalah pada pertemuan yang sudah direncanakan sebelum kebenaran pahit menghantam Alex.
Senin pagi. Alex duduk bengong di kamarnya meratapi nasib. Tak henti-hentinya dia menjitak kepalanya sendiri karena kebodohan yang telah dia perbuat. Dari dulu dia memang lemah jika mengenali seseorang hanya dari foto. Tapi tak di pungkiri memang saat pengenalan sejarah tentang berdirinya Black Grill dan siapa pendiri Black Grill dia tidak terlalu serius karena menurutnya itu tidak terlalu penting. Dia tidak menyangka kalau dia akan bertemu orang nomer 1 di Black Grill dengan cara seperti itu. Di bayangannya pastilah sebuah persiapan tingkat tinggi akan di lakukan apabila orang sepenting itu akan datang.
Bagaimana ini, apa yang harus kulakukan saat bertemu Chris. Apa sebaiknya aku langsung berlutut dan meminta maaf. Bagaimana kalau Chris ingin bertemu hari ini karena dia memang sudah merencanakan ini semua untuk menghukumku.
'Ting Tong' Lamunan Alex buyar seketika mendengar bell pintu berbunyi. Hanya dialah penghuni rumah saat ini. Kakaknya sudah berangkat ke kantor, begitu juga ayahnya sudah ke toko ditemani ibunya. Dengan langkah lunglai Alex berjalan menuju pintu. Bertanya-tanya dalam hati siapa yang datang bertamu sepagi ini. Begitu di bukanya pintu depan, Alex terbujur kaku. Saat ini Chris tepat berdiri di depannya, dengan kemeja baby pink lengan panjang yang digulung sejengkal di bawah siku dipadankan dengan celana hitam selutut. Terlihat santai dan mahal di saat bersamaan.
Alex mencoba menyadarkan dirinya yang terpukau oleh sosok pria di depannya, "Tuan Chris."
"Kau benar-benar suka hutangmu padaku jadi berlipat-lipat ya, kenapa kau memanggilku Tuan lagi."
Alex berkata dengan suara memelas, "Bukan begitu Tuan Chris, saya meminta maaf karena saya salah tidak mengenali anda selama ini."
Chris tersenyum geli, "Memang kau yang sekarang mengenaliku?"
"Tentu saja Tuan, anda adalah pemilik dari Black Grill, dan saya telah lancang tidak mengenali anda. Saya salah Tuan, mohon jangan pecat saya." ucap Alex menunduk tak berani sedikit pun menatap Chris.
"Sekarang tidak seru lagi. Apa sekarang kau akan bersikap seperti wanita lainnya?"
"Maksud anda?"
"Yah kau akan berusaha mendekatiku, merayuku karena kau ingin di akui sebagai gadis milik Tuan Chris."
"Ya ampun Tuan, mana mungkin. Mana berani saya selancang itu. Saya tidak seberani dan se pe-de itu." jelas Alex.
Kembali senyum tersungging di bibir Chris dan berkata, "Kalau begitu berhentilah mamanggilku Tuan. Kali ini aku akan benar-benar melipat gandakan hutangmu."
"Eeehhhh baiklah, tapi saya tidak akan di pecat kan?" Alex memastikan kalau posisinya aman.
"Memangnya kenapa aku harus memecatmu?"
Dengan ragu Alex menjawab, "Karena saya tidak mengenali anda."
"Aku malah suka jika kau tidak mengenali ku. Sekarang keadaan jadi lebih sulit kan." ucap Chris. Sebenernya dari pada menjawab perkataan Alex, dia lebih pantas di katakan bicara pada dirinya sendiri. "Apa kau akan membiarkan ku berdiri saja di sini?"
"Eeehh maaf saya tadi terlalu panik."
Alex mempersilahkan tamunya masuk. Dia sendiri juga baru sadar betapa berantakan penampilannya. Belum mandi, masih pakai piyama dan rambut berantakan. Dia hanya sempat cuci muka saja tadi saat sarapan bersama keluarga." Waaahhh maaf penampilan saya benar-benar berantakan, saya jadi malu."
"Kenapa kau malu, kau suka padaku?"
"Eh bukan begitu."
"Jadi kau tidak suka padaku?" Chris memasang tampang marah.
"Saya suka.." Alex segera mendekap mulutnya. Wajahnya langsung merah padam. Chris tertawa terbahak-bahak melihatnya.
"Kalau kau suka padaku kau harus siap-siap patah hati kau harus berjuang keras karena sainganmu sangat banyak." Alex mengingatkan.
"Enak saja, saya tidak ada waktu untuk hal seperti itu."
"Jadi maksudmu aku yang harus mengejarmu?"
"Kenapa sih anda selalu mengucapkan kata-kata yang membuat orang bingung dan gugup. Siapa saya coba berani berharap anda akan mengejar-ngejar saya. Sudah saya mau mandi dulu." tidak mau lagi meladeni ucapan ngawur Chris, Alex segera meninggalkannya di ruang tamu.
__ADS_1
Tak perlu waktu lama bagi Alex untuk bersiap. Dia tidak pernah menggunakan riasan tebal, cukup hanya dengan foundation, bedak, lipstick nude, dan eyeliner. Bulu matanya yang panjang dan lentik tidak pernah memerlukan sentuhan maskara. Segera dia menuju ruang tamu setelah dan mendapati tamunya tengah menikmati segelas air es. Celingak-celinguk dia mencari sosok ibu nya.
"Kau mencari sesuatu?" tanya Chris.
Masih mencari Alex bertanya, "Apakah Ibu atau Ayah saya sempat pulang ke rumah?"
"Tidak." sahut Chris singkat.
"Lalu itu siapa yang mengambilkan anda minum?"
"Aku sendiri, kalau menunggumu aku bisa mati kering seperti mumi."
"Jangan sembarangan ya, saya tidak meninggalkan anda selama itu. 20 menit juga tidak ada kok." protes Alex tidak terima dengan ucapan Chris.
"Aku sudah mengambil air minum sendiri ke dapurmu, tidak bisakah kau merubah gaya bicaramu?.Dan jangan gunakan umurku untuk alasan. Aku tidak setua itu." keluh Chris.
Kasian sekali laki-laki kaya ini, dia pasti lelah karena semua orang bersikap terlalu hormat padanya hanya karena dia sangat kaya. Pasti dia ingin sekali memiliki seorang teman. Itu sebabnya dia tidak memberi tahuku dari awal. Begitulah pikir Alex.
"Baiklah-baiklah bagaimana Saya harus memanggil anda." sekarang Alex sudah bisa bersikap santai.
"Panggil aku Chris sayang."
"Mau saya mati di cakar semua wanita anda ya!" gerutu Alex. "Jangan ngelunjak ya." dia memperingatkan.
"Aku - kamu saja kalau begitu, tidak boleh protes lagi."
"Baiklah, tapi hapus satu hutangku ya." pinta Alex.
"Wah... Wah lihat siapa yang sebenernya ngelunjak. Kau sudah lupa ya siapa aku." gertak Chris membuat nyali Alex kembali menciut padahal dia hanya becanda.
"Kita mau kemana?"Alex mengikuti Chris dari belakang. Setelah mengunci pintu depan dia lalu masuk ke dalam mobil. Mobil menuju agak jauh ke pinggir kota. Berhenti di tempat parkir di dekat Pantai. Mereka lalu berjalan ke sebuah dermaga kecil di pinggir pantai. Beberapa boat terparkir rapi sejajar. Chris mengajak Alex masuk ke dalam boat yang terparkir tepat di depan dermaga. Di sana tampak beberapa penumpang lain duduk menunggu. Chris dan Alex mengisi dua kursi terakhir yang ada di dalam boat. Selang beberapa menit boat pun melaju mendapati sebuah tebing karang besar di tengah laut.
Alex menatap takjub pemandangan di depan matanya. Begitu boat mendekati karang besar itu, terlihat dengan jelas ada tangga menuju ke atas dan dia bisa melihat bangku-bangku kayu berjajar di tepian tebing di batasi oleh pagar pembatas dari kayu dan tali tambang besar. Begitu mereka sampai di atas Alex semakin takjub dengan pemandangan di sana. Tempat itu ternyata adalah sebuah restoran terbuka, bahkan ada live cooking (koki memasak makanan dan menghidangkan langsung di depan tamu).
Seorang pramusaji datang menghampiri mereka.
"Selamat malam Tuan Chris, silahkan." gadis itu langsung mempersilahkan Chris mengikutinya ke sebuah meja yang terletak di dek tambahan dari kayu yang menjorok ke laut. Pemandangannya sungguh sangat Indah.
"Ini aman kan ya?"tanya Alex memastikan karena di bawah mereka itu langsung laut yang di dasari karang terjal pastinya.
" Tentu saja aman Nona. "sahut gadis pelayan tadi sembari menyerahkan menu.
Alex suka sekali seafood dan susah memilih karena banyak sekali jenis hidangan seafood yang mereka miliki maka Chris memesan set lengkap grilled seafood.
" Wah benar-benar ada banyak macamnya. "seru Alex takjub menatap segala jenis seafood panggang yang di hidangan di atas papan kayu disertai 5 jenis saus yang berbeda.
" Kau yakin akan bisa menghabiskannya? "tanya Chris. Menu yang dia pesan adalah menu set keluarga untuk porsi 4 orang, karena itu satu-satunya menu yang menyajikan seafood lengkap.
" Jangan meremehkanku ya, aku bahkan bisa menghabiskan dua kali dari ini. "ucap Alex bangga. Meskipun seafood adalah makanan kesukaannya, Alex jarang sekali bisa memakannya karena harga seafood yang cukup mahal.
" Pasti semua wanita yang pergi denganmu selalu bahagia ya, mereka bisa makan makanan enak dan mahal di tempat sebagus ini."
Chris tertawa lepas sampai hampir tersedak mendengar perkataan Alex. Selama ini semua wanita yang di ajaknya selalu kegirangan karena dirinya, bukan karena makanan atau tempatnya, melainkan karena dirinya.
" Kenapa tertawa?. Sudah berapa wanita yang kau ajak kemari?,sampai-sampai semua staff di sini mengenalimu."
__ADS_1
"Kenapa, kau cemburu?"
"Kenapa harus cemburu, kan sekarang aku juga sudah di ajak makan enak." sahut Alex polos.
Sekali lagi Chris terkekeh,"Kau benar-benar ajaib."
Sepanjang hari itu mereka berdua menikmati waktu makan siang mereka dengan santai sembari menikmati indahnya pemandangan. Sehabis itu mereka berjalan-jalan di pesisir pantai. Alex bahkan membuat kubangan untuk mengubur kaki Chris. Dia menjelaskan kalau pasir yang sedang hangat sangat bagus untuk kesehatan,dan karena dia sedang memakai celana panjang maka dia memilih mengubur kaki Chris, sekalian sebagai tanda terima kasih telah mentraktirnya makan siang.
"Sepertinya semua energi yang kau dapat dari makanan tadi sudah habis terpakai untuk mengubur kakiku." ucap Chris geli mengingat usaha Alex menggali kubangan dengan menggunakan kedua tangannya.
"Benar juga ya, seharusnya aku tak perlu terlalu bersemangat tadi." Alex duduk di sebelah Chris yang tak bisa bergerak karena dari ujung kaki sampai lututnya tertanam pasir.
Setelah cukup lama beristirahat dan mengobrol mereka lalu pergi menuju Pasar ikan yang lataknya tak begitu jauh dari pantai. Chris memaksa ingin membeli seafood segar untuk keluarga Alex. Setelah itu mereka menuju pulang ke rumah Alex.
Sambil tetap fokus mengemudi Chris berkata, "Satu hutangmu telah lunas, besok saatnya membayar hutang kedua. Karena hari ini sudah aku yang traktir, besok giliranmu mentraktirku."
"Wah tapi aku tidak bisa menghabiskan sebulan gajiku hanya untuk mentraktirmu makan. Tidak apa-apa kan kalau aku traktir di restoran murah?"
"Kau traktir di mana pun tak masalah utukku. Tidak harus restoran. " sahut Chris santai.
"Kalau memang begitu sih gampang." jawab Alex nyengir.
"Tapi aku tak mau kau mengundang teman-temanmu,, ini hutangmu padaku." ancam Chris.
"Beres bos." canda Alex.
Alex mengajak Chris mampir ke rumah untuk bertemu keluarganya, sebagai ucapan terima kasih karena sudah membelikan seafood, tapi Chris menolak karena ada sesuatu hal yang harus dia kerjakan.
"Besok jemputnya agak siang ya, tempat yang kita tuju ga sejauh tadi." Alex bicara melalui jendela mobil.
"Bilang saja kau mau berdandan dulu untukku kan." goda Chris.
"Jangan mimpi ya, tadi saja aku tidak dandan tuh."
Chris melambaikan tangan memberi isyarat agar Alex menunduk lebih dekat ke jendela lalu berkata, "Tidak dandan juga sudah cantik." kemudian pergi meninggalkan Alex yang merona merah malu.
Malam itu keluarga Purnomo bak sedang mengadakan perayaan, di meja makan mereka terhidang berbagai menu seafood yang menggugah selera. Tak henti-hentinya Bu Yulia mengingatkan putrinya untuk berterima kasih pada Chris. Semua makan dengan lahap, karena memang satu keluarga itu sangat menyukai seafood. Andre bahkan meminta kepada ibunya agar menyisakan sedikit untuk dia bawa bekal kerja besok.
"Pintar sekali ya pacarmu itu mengambil hati Ibu, tapi jangan senang dulu Ayah dan kakakmu ini belum memberikan lampu hijau pada kalian."ucap Andre di meja makan.
" Apaan sih Kak, dia bukan pacar Alex. Panjang ceritanya kalau mau di ceritakan. Nanti deh kapan-kapan aku ceritain dari awal. "sanggah Alex.
" Adikmu sepertinya lebih pintar darimu kalau urusan pasangan, tuh buktinya dia duluan bawa calon menantu ke Ibu dan Ayah. "
" Ibuuuuuuuu di bilangin bukan juga kok. "wajah Alex bersemu merah,membayangkan kembali kejadian seharian ini.
Malamnya dia tidur dengan senyum lebar di wajahnya.
************PENGUMUMAN*********
Hari ini Thor mencoba menulis percakapan dengan gaya berbeda setelah di bagi ilmu oleh Thor Mei Shin Manalu (Terima Kasih Banyak2❤️♥️)
Thor masih belum fasih menggunakan gaya percakapan yang baru untuk Thor ini, tapi Thor akan berusaha lebih semangat lagi.
Jangan lupa like, rate dan vote yaaaaa (Thor ngomong sambil kedip2 genit) 😉😉
__ADS_1