Memilih Cinta !?!?

Memilih Cinta !?!?
Bertemu...


__ADS_3

" Wah lihat ini, siapa yang jam kerjanya barengan! " seru Nayla melihat Alex dan Bimo di lorong menuju ruang ganti.


" Pagi-pagi girang banget, habis mimpi menang lotere ya, " ucap Bimo.


" Habis mimpi di traktir Bimo. Dan sepertinya mimpiku akan jadi kenyataan. Ya nggak Lex?!." Naila mencari dukungan.


Alex hanya nyengir kuda.


"Kalau mau traktir itu harus ada event tertentu kan. Harus spesial gitu, " jawab Bimo.


"Kemarin kan baru ganti status di stargram kan, jadi jomblo akut. Makanya bagi-bagi kebahagianlah dengan teman seperjuanganmu ini."


" Huuusss, kamu Nay,, orang lagi susah kok kamu bilang bahagia, " tegur Alex. "Kamu ga pa-pa Bim? " tanya Alex karena dia tahu kalau Bimo sayang banget sama pacarnya.


"Sakit sih Lex, tapi live must go on kan. Dari pada aku nangis-nangis nyakitin diri sendiri terus kehilangan kerjaan. Malah double lost, " sahut Bimo sok tegar, padahal matanya udah mulai berkaca-kaca tuh.


"Udah ga usah di pikir, ngomong-ngomong soal mimpiku tadi niii...." Belum selesai Naila bicara Alex sudah membekap mulutnya dan menyeretnya masuk ke ruang ganti.


"Ganti dulu yuk tar telat. See you di resto ya Bim." Alex melambaikan tangannya yang masih bebas.


Begitu selesai memakai seragam mereka langsung menuju resto untuk pembersihan sebelum restoran di buka. Hari ini Alex satu tim dengan Gabby dan Roy, mereka berdua adalah senior yang dulunya bekerja di Black Grill pertama yang buka di negara ini. Bu Madeline sendiri dulunya adalah asisten manager di Black Grill cabang pertama. Dari total 10 orang pramusaji di Black Grill Paradiso-land, 4 orang adalah senior dari Black Grill pertama yang diboyong kemari oleh Bu Madeline, 3 orang senior dari Black Grill kedua (yang terletak di kota tempat Alex tinggal), dan 3 sisanya adalah lulusan terbaru alias junior. Selain Alex, Naila, dan Bimo masih ada 5 junior lain yang merupakan Bartender di Black Grill Paradiso, tapi biarpun junior mereka sudah ahli membuat semua minuman khas Black Grill yang tiada duanya.


Alex tadi sudah mengultimatum Naila agar tidak lagi membahas perihal patah hatinya Bimo. Sebagai gantinya dialah nanti yang akan mentraktir kedua temannya sepulang kerja nanti.


" Lihat, itu James kan, aktor yang kemarin ikut main film di luar negri. Waaah dia lebih ganteng aslinya ya, " ucap Gabby girang. " Sini Lex biar aku aja, " tanpa menunggu jawaban Gabby merebut buku menu dari tangan Alex dan segera melayani aktor bernama James itu.

__ADS_1


" Kasian kamu jadi ga bisa deket-deket aktor terkenal. Sabar ya sapa tau nanti pas Gabby ke dapur kamu ada kesempatan. Kamu juga ngefans dia ya?" tanya Roy.


"Nggak kok Kak Roy, aku ga tahu itu siapa." sahut Alex polos.


" James,, kamu ga tau James?!?!." Roy kaget, karena orang yang sedang mereka bicarakan adalah aktor yang sering sekali bersliweran di TV. " Jangan bilang kamu ga punya TV di rumah." Roy masih tak percaya. " atau kamu ga pernah nonton TV? " tebak Roy.


" Nonton Kak, tapi nonton anime ga pernah yang lain."


"Pantas saja, tapi masa sih sedikit aja gitu kamu ga pernah liat gossip ato acara lain di TV?." Roy masih ngotot.


" Ya pernah Kak, tapi ga pernah lama, terus ga inget juga sih apa yang ditonton, " kengototan Roy membuat Alex jadi merasa bersalah,padahal tidak masalah kan kalau dalam hidupnya dia hanya tau anime dan komik.


Satu persatu tamu berdatangan mengisi meja-meja Black Grill baik itu area restoran maupun Bar. Semenjak restoran ini buka tak sekalipun pernah sepi pengunjung. Inilah yang membuat Alex dan mungkin staff lainnya merasa senang. Karena kalau pendapatan mereka bagus maka atasan senang dan kalau atasan senang bawahan pun aman. Selain itu karena Paradiso - land adalah khawasan untuk orang elite tentu saja pundi-pundi tip sangat mudah datang. Meskipun semua tip harus di kumpul jadi satu dulu untuk kemudian di bagi rata ke semua staff di pertengahan bulan, jadi serasa gajian dua kali dalam sebulan.


Dan tak terasa waktu menunjukkan kalau jam kerja untuk staff pagi sudah akan berakhir dalam 5 menit. Alex tengah sibuk menumpuk piring-piring dan gelas kotor ke nampan yang ada di sidestand (meja rak di sisi area restoran untuk memudahkan pelayanan pada tamu) untuk di bawa ke belakang sekalian karena jam kerjanya sudah selesai.


Betapa terkejutnya Alex melihat siapa yang saat ini disambut oleh Gabby. Siapa lagi kalau bukan pria yang selalu ada di pikirannya belakangan ini.


Kenapa Gabby menyebutnya bos?.Oh mungkin maksud Gabby adalah pria yang berdiri di sebelah Chris. Siapa lagi pria itu, apa aktor juga,atau mungkin produser ya, kan tadi Kak Gabby bilang bos. Terka Alex


Tak peduli siapa pun pria yang bersama Chris itu, yang terpenting sekarang Alex bahagia karena melihat Chris.


"Lex, ayo buruan udah jam pulang nih. Jadi main kan."


Lamunan Alex tentang semua strategi yang bisa di gunakan agar dia bisa paling tidak mendekat ke meja Chris buyar oleh Naila.

__ADS_1


"Ayo buruan yang lain udah pada ganti tuh." Naila tadinya sudah ke ruang ganti tapi kembali lagi ke restoran karena dia tidak melihat Alex. Diapun bertanya pada Gabby yang tidak berapa lama masuk ke ruang ganti setelah sebelumnya menyerahkan pesanan untuk meja Chris pada Jena yang bertugas sore. Dan Gabby berkata Alex masih di restoran.


Sirna sudah kesempatan Alex untuk menyapa Chris. Masih dengan pikiran yang entah kosong entah kepenuhan Alex mengikuti Naila sambil membawa nampan yang penuh piring kotor. Sebelum berbelok masuk ke lorong menuju dapur dan ruang ganti Alex menyempatkan diri menoleh ke arah Chris, dan senyum langsung mengembang lebar dari bibirnya. Chris menatap ke arahnya tersenyum sangat manis,dan sedikit melambaikan tangan dengan cepat.


" Kenapa wajahmu merah?. Kau sakit ya?. Demam?." Naila segera mengambil alih nampan dari tangan Alex karena khawatir pada keadaan temannya.


" Iya rasanya wajahku terasa panas dan jantungku berdetak cepat sekali," sahut Alex polos.


"Jangan bilang kau punya penyakit jantung. Tunggu sebentar." Naila segera menaruh nampan di ruang cuci piring kemudian memapah temannya ke ruang ganti.


" Jalan-jalannya di batalkan saja ya. Kamu pulang aku antar ya naik mobilku, ga usah naik kereta, atau mau ke rumah sakit dulu?. Atau telfon keluargamu dulu?. "Naila memborbardir Alex dengan pertanyaannya saking paniknya.


" Ga pa-pa,, ayo kita pergi makan terus jalan-jalan, shopping,atau apa aja, kita senang-senang. Aku lagi bahagia nih, kalian mau makan apa aja aku traktir, tapi jangan yang mahal banget ya, " ucap Alex yang sekarang sudah mulai bisa mengontrol kondisi badannya.


"Dapet serangan jantung kok seneng. " Naila bingung.


"Siapa yang serangan jantung, dasar ngawur."


"Itu tadi, panas jantung berdetak cepat."


"Aku lagi seneng Nay, udah ah ga usah bahas penyakit. Mau di traktir ga?. Kalau ga mau ya udah aku ajak Bimo aja."


Melihat kondisi temannya tidak tampak mengkhawatirkan Naila tidak mungkin menolak tawaran traktiran. Biar kata uang jajan yang di berikan orang tuanya mampu membelikan makanan yang mahal sekalipun Naila tetap sangat merasa gembira kalau di traktir temannya biarpun di traktir jajanan tepi jalan sekalipun.


Sampailah mereka di Pasar Malam tempat berkumpulnya jajanan murah, tak sehat tapi enaknya tak perlu diragukan lagi. Mereka bertiga berkeliling dari satu jajanan ke jajanan lain. Mencoba semua permainan yang ada dari tembak balon, lempar gelang, tangkap ikan, dan banyak lagi. Bahkan Bimo yang sedang patah hati benar-benar menikmatinya. Mereka bermain dan ngemil sampai puas, tak semenit pun tangan mereka kosong dari jajanan. Satu tangan pegang makanan satu lagi untuk main permainan, pokoknya seru banget. Perut mereka terisi penuh dan semua permainan sudah mereka coba sampai bosan, malam juga semakin larut, mereka memutuskan untuk pulang. Naila mengantar mereka kembali ke Paradiso - land karena mobil Bimo masih parkir di sana, tadi mereka berangkat naik mobil Naila. Setelah mengucapkan lambaian perpisahan semua menuju tujuan masing-masing.

__ADS_1


Ketika Alex hendak menyebrang jalan langkahnya terhenti karena sebuah mobil hitam berhenti di depannya. Kaca mobil terbuka dan ternyata itu Chris.


__ADS_2