
Begitu sampai di tempat kerja Alex sudah mendapati Naila sedang duduk di ruang ganti, cemberut.
"Kok masih belum ganti baju?" tanya Alex yang langsung berganti pakaian karena tidak banyak waktu tersisa. Yang di ajak bicara kemudian bangkit dengan malas dan mulai mengganti pakaian.
"Dia habis dapat teguran dari Pak Radit, gara-gara itu dia ngecat rambutnya terlalu ngejreng ." jelas Jena yang kebetulan tadi menyaksikan apa penyebab cemberutnya Naila.
"Kamu sih udah jelas tertulis kita cuman boleh warnain rambut dengan warna natural dan kalem. Ini kamu malah pakai ombre maroon, ya jelas di marah." Alex ikut menyalahkan.
"Tapi Bu Madeline warnain rambutnya kan, kamu lihat kan kemarin warna rambutnya, merah burgundy terang, bagus banget keliatannya. Aku juga kan mauuuuu. " Naila membela diri.
Jena yang merupakan staff senior lalu menjelaskan, "Kalau manager dan wakil manager beda lagi peraturannya. Mereka pake seragam aja nggak, warna rambut juga boleh terserah mereka."
"Curang!" protes Naila.
"Kalau mau makanya jadi manager, jangan jadi staff." Alex mengingatkan temannya. Kadang egonya sebagai anak orang kaya memang tak terbendung dan dia jadi lupa posisinya di sini.
Setelah selesai berganti baju mereka lalu segera menuju area restoran untuk pembersihan dan pengecekan. Tidak banyak yang perlu di bersihkan karena ketika restoran tutup staff yang bertugas penutupan akan membersihkan semuanya, jadi staff yang bertugas pagi bisa lebih fokus ke meja set up. Hari ini Black Grill di tutup untuk umum selama 3 jam ke depan, karena akan di gunakan untuk syuting film. Semua mata staff dimanjakan oleh artis-artis terkenal. Tapi sesuai arahan Bu Madeline mereka harus bersikap professional jadi hanya bisa melirik dari jauh.
Naila bahkan kini sudah lupa akan masalah rambutnya karena sekarang di depannya banyak aktor tampan dan betapa senangnya dia karena dia masuk sebagai figuran. Meskipun dia tak ada dialog sama sekali, hanya muncul semenit lebih sedikit sebagai latar belakang tapi itu sudah membuatnya melayang terbang ke langit ke tujuh. Sepanjang sisa jam kerjanya senyum terukir dari kuping ke kuping dan kadang dia bersenandung.
"Pengumuman-pengumuman bagi rekan se-timku hari ini, aku akan mentraktir kalian makan malam sebagai perayaan akting pertama ku, " selorohnya saat berganti pakaian.
"Asiiiiiikkkk, aku info ke Dion ya biar dia kasi tau yang lain, kayaknya mereka juga masih ganti baju deh, " seru Gabby yang sudah selesai berganti pakaian. Tanpa menunggu persetujuan Nayla dia langsung menginfokan ke Dion yang saat ini berada di ruang ganti pria agar memberi tahu staff yang lain.
" Kita udah kaya staff outing aja nih heheehe. "Jena tampak bersemangat.
" Aku pass ya hari ini, aku ada urusan soalnya. " Alex teringat janjinya dengan Ryan.
" Lex hampir setiap aku ajak kamu keluar pasti kamu nggak bisa. Sibuk ngapain sih." protes Naila.
" Aku beneran udah ada janji Nay. "
" Sama siapa?"
"Temen."
"Temeeeeeeeeennnnnn?" Naila memasang tampang konyolnya sambil mendorong bahu Alex dengan bahunya.
__ADS_1
"Beneran temen kok, orang kenal nya aja baru kemarin."
"Oh betapa sakit hatiku,, ternyata aku di kalahkan oleh orang yang baru di kenal kemarin.. Alex kau sungguh tega." Naila memegang dadanya seolah dia menahan rasa sakit. Gabby dan Jena tertawa cekikikan.
"Ga usah lebay deh,, lagi latihan akting ya?. Jangan sampai deh pak producer liat, bisa mati mendadak dia, " ejek Alex. Dia kemudian menjelaskan secara garis besar mengenai pertemuannya dengan Ryan, tentu saja dia sedikit berbohong dengan mengganti bagian yang berhubungan dengan Chris.
" Alex aku jadi iri, kisah cintamu lebih bagus dari sinetron di TV, bertemu seorang pemuja rahasia, lalu makan ice-cream berdua."
" Temen-temen kayaknya dia kesambet setan produser deh, tolong nanti jelasin sama sopirnya ya, biar keluarganya nanti bisa ambil tindakan." canda Alex sebelum menuju stasiun pergi meninggalkan yang lain.
*****
Sesuai janji Ryan menunggu Alex di gerai ice-cream milik orang tua nya. Tadinya dia ingin menjemput Alex tapi kemudian mengurungkan idenya itu karena takut Alex nanti merasa tidak nyaman. Tak perlu menunggu lama, orang yang dinanti pun tiba. Tanpa mengulur waktu mereka segera menuju tempat tujuan dengan mobil yang dipinjam Ryan dari ayahnya.
"Kamu punya surat ijin mengemudi kan ya?"
"Ada lah, kenapa?"
"Nggak sih pengen mastiin aja, kan kamu bilang lama ga pernah pulang dari luar negri. Aku udah dandan gini jangan sampai kena tilang"
"Hahaha masih berlaku ampe tahun depan,, tapi bagus sih kamu nanya, jadi aku bisa perpanjang nanti sebelum balik kesana."
" Tenang aja, kayaknya sekarang aku bakal punya alasan buat sering pulang deh, " sahut Ryan sambil melirik Alex penuh makna dari kaca spion dalam.
" Eh, ternyata tempatnya deket rumahku. Kok aku ga tahu ya, " ucap Alex ketika mereka sampai di tempat tujuan.
" Mungkin karena tempatnya baru buka 3 hari yang lalu Lex, ini aku kuponnya di kasi temen. Dia anaknya yang punya resto, " jelas Ryan.
"Ternyata dunia itu cuman selebar daun kelor ya, anak toko ice-cream temenan sama anak yg punya resto. Jangan bilang kalau kamu juga punya temen anak pemilik toko bangunan."
"Kenapa? kamu mau minta batu bata gratis." canda Ryan.
"Boleh deh, buat bangun toko baju." Mereka berdua tertawa terkikik.
Begitu masuk pandangan Alex langsung tertuju pada sosok wanita cantik yang tampak anggun dengan warna rambut merah burgundy yang membuatnya terlihat mencolok di antara tamu lainnya, terlebih lagi dia duduk di meja yang paling dekat dengan pintu masuk resto. Duduk dengan elegant menikmati hidangannya di temani oleh sesosok pria tinggi tampan. Mereka terlihat sangat serasi membuat banyak lirikan kagum dan iri tertuju ke arah mereka.
"Lex kok bengong, ayo. Yang di belakang juga mau masuk." Ryan yang tadi membuka kan pintu untuk Alex tak dapat melangkah masuk karena Alex tiba-tiba berhenti begitu melangkah masuk, dan itu menyebabkan antrian yang tidak perlu di belakangnya.
__ADS_1
Alex tersadar lalu melanjutkan langkahnya bermaksud pura-pura tidak melihat, tapi sudah terlambat karena wanita itu menoleh ke arahnya dan berkata, "Alex"
"Selamat malam Bu Madeline dan Tuan Chris."? Mau tak mau Alex menghampiri mereka untuk membalas sapaan atasannya,Ryan yang tidak mengenal mereka hanya mengangguk kecil di belakang Alex.
"Wah nggak nyangka bisa ketemu di sini,kalau mau gabung saja sini." Madeline menawarkan.
"Nggak usah Bu, soalnya itu.... anu...." otak Alex tak bisa menemukan satu alasan pun untuk menolak tawaran atasannya.
"Kebetulan saya sudah pesan meja, jadi mungkin lain kali kita bisa gabung. Mari, kami permisi dulu, sudah lapar sekali." Ryan tidak tahu kenapa Alex yang tadinya riang tiba-tiba berubah, tapi dia bisa menebak kalau dua atau salah satu orang inilah penyebabnya makanya dia membawa Alex menyingkir secepatnya.
" Kamu nggak pa-pa? " Ryan memastikan keadaan Alex setelah menemukan meja untuk mereka.
"Eh, Iya nggak apa-apa kok. Kamu nggak bilang tadi kalau kamu udah reserved meja duluan."
"Aku bohong itu tadi, kan kita udah ada rencana mau makan banyak ampe puas. Mana bisa kita menyelesaikan misi kalau duduk bareng mereka tadi, " jawab Ryan mengarang cerita. Dia tidak ingin merusak mood gadis di depannya dan memilih tidak bertanya lebih jauh.
Berkat keinginan Ryan yang tidak terlalu ingin ikut campur, Alex kembali ceria dan menikmati makanannya dan juga obrolan lucu dan seru dengan Ryan. Meskipun terkadang timbul keinginan Alex untuk melirik ke meja 'itu' tapi dia urungkan niatnya dan melapangkan dada.
Sementara di kejauhan Chris tampak tak terlalu menikmati makan malamnya.
*****
Begitu sampai di rumah Alex langsung melempar dirinya di atas ranjang. Untung saja tadi dia memakai dress casual yang longgar, jadi tidak terlihat perutnya yang membuncit karena kebanyakan makan. Dia benar-benar makan dengan lahap dan puas. Tak perlu waktu lama dia pun tertidur masih dengan dress dan make up.
'ping' nada pesan masuk.
Chris ; apakah malam mu menyenangkan?
............. satu jam kemudian........
'ping'
Chris ; selamat tidur.
*********PENGUMUMAN********
MAAF!! Kali ini Bab nya lebih pendek dari Bab lain yang sebenernya pendek juga sih. Dikarenakan Thor lagi sok sibuk bersih2 rumah karena mau ada tamu penting datang
__ADS_1
Tetep jangan lupa like, rate dan vote ya (Thor bersimpuh memohon sambil nyanyi : kumenangiiiiiiiiisssss membayangkan betapa bahagianya dapet readers banyak**)