Memilih Cinta !?!?

Memilih Cinta !?!?
Pertanyaannya...


__ADS_3

Hari Senin yang cerah. Kesibukan sudah terlihat di rumah keluarga Purnomo. Ibu sedang sibuk di dapur membuat sarapan untuk semua anggota keluarga. Ayah tengah asik di kebun belakang dimana dia menanam berbagai bumbu dapur seperti tomat, cabai, daun bawang, sereh, lengkuas, jahe, dan banyak lagi. Berkat hobi berkebun ayah, ibu hampir tidak pernah membeli bumbu dapur di pasar. Anak sulung mereka Andrea Putra Purnomo baru saja selesai mandi dan bersiap-siap untuk berangkat kerja. Hanya anak bungsu yang masih belum memperlihatkan tanda- tanda kehidupan.


Alex masih meringkuk tidur lelap di balik selimut. Kemarin itu dia baru sampai rumah pukul 23.25. Ya itu memang wajar karena untuk jam kerja sore memang dari jam 14.00 sampai restaurant tutup jam 23.00.


Dan setiap dia mendapatkan jam kerja sore kakak kesayangannya pasti akan menjemputnya ke Paradiso - land. Meskipun Alex sudah kesekian kalinya menolak untuk dijemput karena tidak ingin merepotkan kakaknya yang besok paginya masih harus masuk kerja, tapi kakaknya tak pernah mengubrisnya dan tetap saja selalu stand by di pintu belakang khusus staf Paradiso.


Padahal tidak ada yang perlu di khawatirkan karena di kereta masih tetap ada penumpang jam segitu, meskipun tidak sebanyak paginya. Dan lagi ternyata ada banyak orang-orang yg bekerja di Paradiso yang searah dengannya,walaupun tidak saling kenal karena beda tempat kerja tetap saja yang penting dia tidak sendiri.


"Alex belum bangun Bu?" tanya Andre di meja makan.


"Belum," jawab ibu yang tengah menaruh telor dadar dan sosis ke piring lalu menyerahkannya pada Ayah. " Coba kau lihat ke kamar nya," lanjut Ibu.


Meskipun hari ini adalah hari libur Alex dan semalam dia pulang larut dia tidak pernah melewatkan sarapan. Biasanya dia akan tidur lagi setelah sarapan.


" Biarin aja Bu, pasti masih capek dia. Kemarin katanya sibuk sekali. " Andre memasukkan potongan sosis ke dalam mulutnya.


" Bagaimana pekerjaanmu?" tanya Ayah.


" Baik Yah, sudah mulai sibuk untuk persiapan ulang tahun Kota."


Andre bekerja di kantor pemerintahan Kota tempat tinggalnya sebagai kepala dinas.


" Kau itu jangan terlalu sibuk bekerja. Pikirkan juga dirimu sendiri. Adikmu Kan sudah mendapatkan pekerjaan bagus yang dia inginkan. " Andre tau kemana arah pembicaraan Ayahnya.


Tanpa di minta Andre sebagai anak tertua dengan ikhlas membantu keuangan keluarga. Dia tahu seberapa keras perjuangan orang tua mereka merawat dia dan adiknya. Studio percetakan foto Ayahnya yang tidak besar semakin kehilangan pemasukan seiring bertambah majunya perkembangan technologi.


Orang-orang yang datang untuk mencetak foto sudah jarang. Sekarang mereka lebih memilih menguploadnya di social media ketimbang mencetaknya dan menaruh di album foto. Ibunya bahkan harus ikut membantu dengan berjualan kue keliling komplex,serta menitipkannya di warung-warung. Untungnya begitu lulus kuliah S-1 dia langsung ikut test staff pemerintahan dan lolos,jadi ibunya tidak perlu lagi sibuk berjualan kue.


" Iya ayah nanti kalau memang sudah ketemu jodoh aku tancap gas langsung nikah ya."


" Gimana mau ketemu jodoh kalau kamu kerja terus. Libur juga di rumah sibuk urus kertas bertumpuk-tumpuk. Coba itu kamu tanya adikmu apa tidak ada teman yang cocok untukmu. " Ibu ikut bergabung masuk ke obrolan kedua laki-laki di depannya.

__ADS_1


" Sekarang ini kan kami tidak lagi harus membiayai kuliahmu atau kuliah Alex. Tidak lagi harus membayar biaya kos Alex, tidak lagi harus memberi uang saku Alex. Jadi kau pergi lah ajak gadis yang kau suka pergi kencan, belikan hadiah yang bagus, bawakan orang tuanya makanan kesukaan, tunjukkan kalau kamu bisa membahagiakan anak mereka. " Nasehat ibu berlanjut panjang lebar.


Bukannya tidak ingin menikah hanya saja karena terlalu memikirkan orang tua dan adiknya Andre jadi tidak terlalu memusingkan masalah itu. Apalagi sebenernya dia tahu adiknya sebenernya ingin sekali meneruskan kuliah lebih tinggi, tapi adiknya itu sama seperti dirinya,tidak enak membebani keluarga. Padahal Andre sudah bilang kalau dia sanggup membiayai kuliah adiknya sampai S-2 sekalipun, namun Alex menolak dan memilih untuk bekerja dan akan mengambil kuliah online dengan biaya sendiri. Katanya sih gajinya sekarang jauh lebih banyak dari pekerjaannya dulu di hotel restoran kecil dekat rumah. Jadi sudah tidak perlu lagi donasi dari kakak tersayang, begitulah celotehnya.


"Iya Ayah, Ibu, Andre akan berusaha lebih keras lagi untuk cari jodohnya. Sekarang Andre berangkat dulu ya, harus tinjau lokasi pesta seni." Pamit Andre lalu berlalu secepat mungkin.


Yaaah apa yang di katakan Ayah dan Ibu memang benar. Jadi harus mulai darimana ya?. Apa harus pakai aplikasi cari jodoh ya?. Pikir Andre.


Matahari sudah bersinar terik, Alex menggeliat malas di tempat tidurnya. Kalau bukan karena perutnya yang ribut minta di isi malas sekali dia bangun dari tempat tidur. Semalam Black Grill di booking oleh seorang konglomerat untuk pesta ulang tahun anak mereka. Dan seperti kebanyakan anak orang kaya yang di manja banyak sekali tuntutan dan permintaan tuan putri untuk pesta ulang tahunnya. Alhasil semua staff Black Grill jam sore harus kerja rodi, bahkan lebih berat dari saat pembukaan restoran kemarin. Semua badan Alex masih terasa pegal dan lelah padahal sudah tidur cukup lama.


Dengan malas dia berjalan menuju dapur. Di dapatinya Ibu tengah sibuk menyiapkan bekal makan siang Ayah. Sudah jadi kebiasaan kalau ibu akan membawa makan siang ke studio photo dan makan siang bersama Ayah di sana.


" Siang Bu, " sapa Alex sambil menyendok nasi ke piringnya.


" Kasian putri Ibu masih keliatan capek, "


" Iya kemarin ada Tuan Putri manja yang benar-benar tau bagaimana harus mengunakan uang dan kekuasaan Ayahnya, " omel Alex curhat pada Ibunya. Dia memang selalu berbagi cerita tentang tamu-tamunya baik itu yang baik atau menyebalkan. Dan tiba-tiba wajah Chris muncul di kepalanya. Sudah seminggu sejak kejadian di taman bermain berlalu, sejak saat itu Alex tidak pernah lagi bertemu Chris. Entah dia tidak datang lagi ke Black Grill atau dia datang saat jam kerja Alex selesai. Tidak mungkin kan dia bertanya pada staf lain apakah Chris tadi datang ke restoran, pasti akan terlihat mencurigakan. Kenapa juga aku tiba-tiba bertanya tentang tamu yang bahkan tidak pernah kulayani.


" Masakan Ibu kan paling enak sedunia. Cuman masih capek aja Bu hehhehhe, " Alex melahap cepat makanannya agar ibunya tidak curiga.


" Hari ini kamu ada acara ga? "


" Nggak Bu ga ada. Paling di rumah aja. "


" Kalo gitu nanti ikut Ibu ya, ada reunian kecil gitu sama teman-teman main ibu waktu sekolah dulu. "


" Boleh Bu, jam berapa?."


" Sore sekitar jam 5 lah. Tempatnya di mall Mentari di Cafe Starluck, " sahut Ibu menyebut Cafe kopi kesukaanmu Alex.


" Ibu berangkat dulu ya, kasian Ayahmu pasti sudah keroncongan berisik perutnya, " pamit Ibu.

__ADS_1


Selesai makan Alex langsung mandi agar badannya terasa segar dan kemudian rebahan di sofa sambil menonton TV.


Inilah tidak enaknya libur di hari kerja kantoran, kedua teman nongkrongnya, Ratna dan Stefi libur hari Sabtu dan Minggu, begitu juga kakak tersayangnya,karena mereka semua staf kantoran jadi liburnya memang Sabtu - Minggu. Berbeda dengan dirinya yang libur Senin dan Selasa. Tadinya dia senang sekali karena pasti seru libur saat orang-orang malah memulai kembali bekerja dan sekolah. Tapi ternyata tidak seseru yang dia pikir.


..............


Sorenya seperti yang telah direncanakan, Alex dan Ibu pergi menghadiri acara reuni. Yang datang hanya 6 ibu-ibu seumuran ibunya dan mereka datang sendiri.,hanya ibunya yang datang bawa anak. Jadi lah Alex pendengar gossip ibu-ibu.


Di tengah-tengah pembicaraan ibu-ibu yang tiada henti Alex melihat sosok yang di kenalnya di kejauhan.


Laki-laki tinggi tampan berbahu lebar yang memenuhi kepalanya seminggu terakhir ini tampak keluar dari restoran yang tak lain adalah Black Grill cabang ke 2.


Chris?. Kenapa dia ada di sini, dia itu apa sesuka itu makan di Black Grill ya?. Apa mungkin seminggu ini dia tidak terlihat karena dia sekarang selalu makan di sana. Seribu pertanyaan dan hipotesa memenuhi otak Alex.


"Alex pasti bosan ya dengerin ibu-ibu bergossip, " ucap tante Rini melihat Alex yang sepertinya sibuk dengan pikirannya. Hanya badannya saja yang ada di sini tapi pikirannya entah di mana.


"Nggak tante, bukan begitu. Bu aku tadi liat temen lama di luar, aku permisi dulu ya mau samperin soalnya udah lama banget dan aku lost kontak sama dia."


" Ya udah sana cepet nanti hilang, " Ibu member ijin.


" Jadi reunian juga ya kaya kita ini, " sahut tante entah siapa namanya Alex lupa.


Alex berjalan tergesa - gesa, tapi sosok yang di carinya sudah tak terlihat. Kalau saja tadi di lihatnya belok ke arah mana Chris sekeluarnya dari Black Grill mungkin saja masih bisa terkejar. Meskipun begitu Alex tak langsung menyerah dia berkeliling di sekitar, tapi hasilnya nihil.


Pulang dengan langkah kecewa dan penuh tanda tanya, Alex tidak begitu menikmati sisa harinya. Ibunya yang berpikir kalau orang yang di lihat putrinya di mall adalah teman sekolahnya menyarankan Alex untuk bertanya pada teman-teman yang lain siapa tau mereka ada yang punya kontaknya. Alex hanya mengiyakan.


Keesokan harinya Alex menghabiskan libur terakhirnya seharian nongkrong di mall Mentari, tepatnya di sekitar Black Grill. Dan lagi - lagi usahanya kali ini sia-sia. Malamnya dia tidak bisa tidur karena sibuk memikirkan cara yang harus di tempuh untuk menemukan jawaban dari semua pertanyaannya. Akhirnya dia memaksakan dirinya untuk tidur karena besok pagi dia tidak boleh terlambat ke tempat kerja,juga tempat dimana dia akan memulai usahanya mencari jawaban. Setelah entah berapa lama dia memaksa memejamkan matanya yang tak mengantuk, akhirnya dia tertidur karena kelelahan berpikir.


******Pengumuman****


Semoga kalian nggak bosen kasi like dan vote ya, juga comment, kritik dan sarannya

__ADS_1


__ADS_2