Memilih Cinta !?!?

Memilih Cinta !?!?
Teman....


__ADS_3

Alex menata sandwich dan gorengan khas kota kelahirannya ke dalam kotak makan aluminium sekali pakai. Dia sengaja menyiapkan bekal untuk Ben dan teman-temannya sebagai salam perkenalan karena hari ini dirinya mengikuti acara memancing mereka.


Ben datang menjemput bersama dengan seorang wanita cantik berambut pirang bernama Bethany. Kata Ben, 3 orang lagi akan menyusul ke danau tempat memancing. Mereka harus mampir dulu untuk membeli umpan.


Alex duduk di kursi belakang sementara Ben dan Bethany di depan. Dirinya diam saja karena tidak tahu topik apa yang harus dijadikan bahan obrolan. Mau mengobrol dengan Ben juga sepertinya tidak bisa, karena Alex tidak tahu hubungan dua orang di depan. Takutnya kalau mereka sepasang kekasih, nanti bisa salah kaprah jika Alex hanya bicara dengan Ben.


"Kenapa diam saja Lex, mukanya kaya lagi di kejar penagih hutang. Santai sedikit, kita mau senang-senang," ujar Ben memecah kehaningan.


"Kamu jurusan Managemen Ekonomi semester awal bukan?" tanya Bethany pada Alex.


"Iya, kok tahu?"


"Aku pernah lihat kamu waktu bawain buku adikku yang ketinggalan. Adikku satu angkatan denganmu namanya Brian," jelas Bethany.


"OH iya tahu, pantas saja rasanya aku pernah melihatmu, wajah kalian mirip."


"Hahaha Iya benar sekali, apa kau juga salah satu gadis yang mengejar-ngejarnya di kampus? Mau aku bantu comblangin kalian berdua?"


Adiknya Bethany memang memiliki wajah yang tidak bisa di ungkapkan, dia terlalu tampan sampai jadi terlihat cantik dan sikap bad boy nya malah membuat gadis-gadis mengejarnya ingin di jadi kan kekasih, biarpun kadang hanya untuk kencan sehari.


" Jangan macam-macam mau comblangin orang, kalau dia sudah ada yang punya gimana," celetuk Ben.


"Santai aja, kenapa kamu yang sewot, ya nggak Lex," cibir Bethany. Alex hanya nyengir kuda tak bisa berkata apa.


Danau tempat memancing yang mereka tuju benar-benar tempat yang Indah, karena mereka berangkat pagi sekali sampai di sana masih terlihat kabut tipis menyelimuti. Rumput dan bunga liar terasa basah karena embun pagi. Dari dekat bisa di lihat bebatuan kecil di pinggir danau karena airnya yang jernih.


Sudah ada beberapa pengunjung lain tiba di sana sebelum mereka, untungnya hanya beberapa. Mungkin nanti akan bertambah terus, tapi setidaknya mereka sudah mendapat tempat yang bagus untuk menggelar tikar dan atap terpal untuk tempat mereka duduk.


"Yang lain kapan datangnya sih, aku udah nggak sabar nih," gerutu Bethany mengeluarkan alat pancingnya dari bagasi mobil setelah tikar dan tenda siap.


"Sabar, bentar lagi juga datang. Aku sewa kano dulu ya, biar nanti nggak kehabisan," ucap Ben.


"Lex, kamu ikut Ben sana sekalian lihat-lihat sekitar," suruh Bethany.


Alex kemudian berlari kecil menyusul Ben. Ternyata tidak jauh dari danau ada sebuah tempat penyewaan kano yang juga menjual berbagai macam makanan dan minuman.


Ben menyewa 2 buah kano yang bisa di naiki 2 orang.


" Bukannya total kita berenam, kenapa sewa cuman 2 kano?" tanya Alex.


"Ya nggak bisa lah semua mancing ke tengah danau, harus tetap ada yang jaga barang-barang kita di darat," sahut Ben.


Sekembalinya dari menyewa kano ternyata grup ke dua sudah sampai di lokasi. Mereka adalah Anthony, Fred dan Leslie. Awalnya Alex mengira Leslie itu seorang Pria, karena rambut cepaknya dan juga pakaian yang dia kenakan. Tapi ketika Leslie membuka mulutnya suara lemah lembut nya mengalahkan penampilan tomboy nya.

__ADS_1


"Sayang sudah di tandai, kalau nggak aku juga mau... Aduh!!!" teriak Fred mengelus kapala bagian belakangnya karena terkena dayung yang di pegang Ben.


"Maaf nggak sengaja, makanya jangan berdiri sembarangan," ucap Ben tersenyum tipis, dari ekspresinya terlihat jika dia sengaja memukul kepala Fred dengan dayung.


Leslie meminjamkan satu pancing nya pada Alex. Awalnya Alex menolak karena pancing nya terlihat mahal seperti pancing untuk pemancing professional, namun karena Leslie memaksa akhirnya Alex menerima pancing yang di pinjamkan padanya. Kemudian Fred mengajari Alex untuk memasang umpan jangkrik hidup ke mata kail dan juga mengajarkannya cara melempar pancing yang benar.


"Nih Lex pakai, kita bakal mancing ke tengah danau pakai kano," ucap Ben seraya menyerahkan jaket pelampung pada Alex yang tengah berlatih posisi melempar pancing dengan Fred.


"Terus yang jaga di sini siapa. Aku nggak apa-apa kok diem di darat, toh aku nggak mahir mancingnya," sahut Alex tidak enak karena mungkin yang lain juga ingin pergi ke tengah danau.


"Nggak apa Lex pergi aja, aku dan Leslie yang jaga di sini. Kita sudah sering ke tengah Danau. Pokoknya kamu pasti suka," ucap Bethany.


"Asal jangan sampai nyemplung airnya dingin banget kalau pagi," sambungnya Leslie.


Alex duduk di bagian depan kano memegang pancing miliknya dan Ben, sadangkan Ben duduk di belakang sambil mendayung kano ke tengah Danau. Anthony dan Fred menaiki kano yang satu lagi. Mereka berdua sama-sama mendayung sedangkan pancing mereka selipkan di belakang, dia antara punggung dan jaket pelampung.


Mereka mendayung menyibak kabut yang terlihat misterius namun indah. Suara air yang terpercik dayung membuat suasana hati tenang. Alex mencelupkan tangannya ke danau dan airnya sedingin es.


Setelah menemukan lokasi yang di rasa bagus mereka melempar kail pancing mereka. Alex mendapat tepuk tangan meriah dari ketiga teman barunya saat berhasil melempar pancing pertamanya. Meskipun tidak bisa di bilang sukses, paling tidak Alex tidak merusak pancing pinjamannya. Suasana kembali tenang dan sepi, dan mereka menunggu ikan memakan umpan mereka.


Matahari mulai bersinar terik, Ben dan yang lain memutuskan untuk kembali ke tepi Danau. Dari keempatnya hanya Alex yang tidak mendapat satu ikan pun. Bahkan Leslie dan Bethany yang memancing di tepi Danau saja berhasil memancing ikan.


Anthony menaruh semua ikan hasil tangkapan ke dalam sebuah ember lalu membawanya ke tempat menyewa kano, karena mereka juga menjual jasa membersihkan ikan. Sementara menunggu ikan selesai di bersihkan bara api pun di siapkan oleh yang lain.


Alex menggunakan kesempatan ini untuk menawarkan bekal buatannya pada yang lain. Dalam sekejap bekal Alex habis tak bersisa di serbu oleh semuanya.


"Makasi ya Lex!!" ucap yang lain serentak kemudian semua tertawa


"Lex minta fatebook atau stargram kamu ya, biar nanti aku tag foto yang ada kamunya," ucap Bethany.


"Kirim ke grup chat saja, soalnya aku nggak punya akun sosmed sama sekali," pinta Alex.


Semua terbelalak heran karena di jaman seperti ini baru sekarang mereka bertemu orang yang tidak punya akun sosmed sama sekali.


Sejak putus dengan Chris, memang Alex tidak mengaktifkan akun sosial media miliknya karena dia tidak ingin Chris mengetahui kabarnya melalui sosmed.


Selama hidup di rantau Alex mengirim foto-fotonya kepada keluarga dan sahabatnya melalui aplikasi chat.


Puas sekali hari ini Alex melewati liburannya, meskipun terasa lelah dan kulitnya sedikit gosong tapi dirinya mendapat pengalaman dan teman baru.


Setelah menghubungi orang rumah dan membalas chat sahabat-sahabatnya yang jauh di sana Alex memilih untuk tidur sehabis mandi.


*********

__ADS_1


Semenjak acara memancing Beth dan Leslie cukup sering mencari Alex untuk sekedar makan siang saat istirahat di sela-sela jam kuliah. Beth bahkan kadang memaksa adiknya Brian untuk bergabung. Ternyata niatnya untuk mencomblangkan Alex dengan adiknya bukan cuma candaan.


Lebih baik punya adik ipar yang sudah klop dengannya dari pada orang asing yang belum tentu bisa akur dengannya, begitulah alasan yang di berikan Bethany.


Alex sendiri bersikap biasa saja karena baik dirinya ataupun Brian tidak tertarik satu sama lain. Brian memang tampan, namun Alex tidak suka sikapnya yang selalu menganggap sebuah hubungan hanyalah permainan saja. Sedangkan Brian tidak tertarik pada Alex karena menurutnya Alex terlalu serius untuk dijadikan hiburannya. Akhir pekan besok jurusan Management Pariwisata mengadakan bazzar di kampus, Alex dan grup memancingnya berencana untuk menghadiri bazzar bersamaan.


Mereka akan berkumpul di apartemen Alex karena letaknya paling dekat dengan kampus. Dari sana mereka akan berangkat dengan mobil Ben.


"Lex udah kelar kuliah, kan? Ayo cari baju buat bazzar besok," ajak Amel.


"Boleh, ayo berangkat sekarang kalau begitu," sahut Alex.


Besok yang lain sudah setuju untuk mengenakan pakaian berwarna maroon,dan Alex tidak memiliki pakaian berwarna maroon.


"Aku lihat belakangan ini kamu deket dengan senior dari jurusan ku, Bethany dan Leslie " ucap Amel membuka obrolan.


"Iya kita temenan, besok juga kita mau ke bazzar bareng," sahut Alex.


"Kenal mereka dari mana?"


"Ada temen ngajak mancing terus ternyata mereka juga satu grup mancing, dari sana kita sering ngumpul bareng sih."


"Wah boleh nggak aku besok juga gabung dengan kalian ke bazzar bareng," pinta Amel.


"Soalnya aku belum punya temen yang bisa aku ajak bareng, maunya ajak kamu, eh ternyata kamu udah ada yang di ajak," alasan Amel.


"Aku tanya mereka dulu ya, soalnya aku juga di ajak jadi nggak enak kalau main ajak kamu tanpa bilang mereka," jawab Alex.


"Oke deh, tanya sekarang dong, soalnya acaranya besok jadi nggak banyak waktu lagi," ucap Amel nggak sabaran.


Alex kemudian mengirim pesan ke grup chat nya. Untungnya mereka tidak keberatan, karena Alex akan merasa tidak enak kalau sampai permintaan Amel di tolak.


" Thanks ya Lex, aku seneng banget aku nggak pergi sendiri besok. Eh coba deh gaun biru ini kayanya cocok buat kamu pakai bazzar besok,"


"Aku cari yang maroon soalnya yang lain besok juga pakai maroon."


"Kenapa kamu nggak bilang, besok kan aku datang dengan kalian juga. Masa aku salah kostum sendiri," ucap Amel dengan nada yang kurang menyenangkan.


"Bukan begitu, maksudku kamu kan tidak ikut grup mancing, jadi aku pikir nggak apa kalau kamu mau pakai baju warna lain," jelas Alex merasa tidak enak.


...Memang Alex cepat sekali merasa bersalah atau kasihan dengan orang lain. Dirinya bahkan sering lebih mementingkan dan mendahulukan kepentingan orang lain daripada dirinya sendiri. Alex tahu dia harus merubah sifatnya itu, tapi itu tidaklah mudah karena sifat itu melekat di dirinya sejak lama....


Amel memilih gaun pendek lengan tali berwarna maroon dengan potongan dada rendah. Alex sendiri memilih atasan maroon dan rok pensil selutut berwarna biru gelap. Atasan polos tampak depan, bagian belakangnya terbuka berbentuk segitiga sama kaki, dan memiliki pita yang besar sebagai penyatu bagian kiri dan bagian kanan.

__ADS_1


******Pengumuman * * **


Ternyata susah juga ya untuk update setiap hari, Thor Salut dengan sesama author yang selalu rutin update setiap hari. Jangan lupa like, comment dan vote ya biar aku tambah semangat 😁😁😁


__ADS_2