Memilih Cinta !?!?

Memilih Cinta !?!?
Ihklas...


__ADS_3

Dari mulai gerbang depan kampus Alex merasa semua mahasiswa meliriknya dan kemudian berbisik. Bahkan ketika Alex memutuskan untuk menatap balik, mereka tersenyum kasihan.


Apa aku ma sih terlihat seperti habis menangis, kenapa semua orang menatap sedih padaku? Tanya Alex pada dirinya sendiri. Di lihatnya kembali wajahnya melalui kamera depan ponselnya. Wajahnya tampak biasa saja. Tadi dia memang menangis sejadi jadinya, untuk melepaskan kekesalannya. Setelah itu otaknya kembali berfungsi dengan benar. Dia tidak lagi larut dalam kesedihan mendalam.


Aku dan Ben memang tidak memiliki hubungan khusus. Kalaupun di awal Ben memang mendekatinya, akan tetapi itu sudah berakhir sekarang, dan Ben sudah menetapkan pilihannya. Jadi tidak ada yang perlu di sesalkan. Dirinya malah akan tampak bodoh dan menyedihkan bila terlalu larut dalam kesedihan yang tidak pantas untuk di ratapi. Begitulah Alex berkata pada dirinya sendiri. Memang perasaan yang menyesakkan pasti masih ada, tapi dirinya sudah baik-baik saja dan menerima kenyataan.


Bruukk...


Alex kaget karena begitu sampai di ambang pintu kelas mata kuliah hari ini, Leslie tiba-tiba langsung memeluknya. Sebenarnya yang lebih mengagetkan lagi adalah kehadiran Leslie di kelasnya. Seumur-umur ini pertama kalinya dia datang mencari Alex ke kelas. Tidak seperti yang lainnya yang sudah sering nongol do setiap kelas yang di hadir Alex. Leslie selalu hanya bertemu Alex di kantin, itu juga karena kebetulan papasan.


"Kamu nggak apa-apa Lex? Apa perlu aku jambak rambut Amel si pelakor itu?" geram Leslie marah.


Jadi benar tebakan Alex, jika seisi kampus sudah tahu perihal jadiannya Amel dan Ben. Betapa cepatnya berita tersebar, padahal baru juga semalam mereka jadian.


" Aku nggak kenapa Leslie. Aku dan Ben itu nggak pacaran jadi Amel nggak merebut siapa-siapa dariku," sahut Alex.


"Tapi,"


"Hush, Leslie sudah dong. Aku benar-benar tidak mau terlihat dan jadi bahan gosip. Melihat tatapan kasihan orang-orang padaku saja sudah membuatku kesal," keluh Alex.


Padahal Alex sudah berusaha bersikap biasa saja dan ceria, tapi orang-orang tetap menilai dirinya sekehendak hati mereka. Bahkan mahasiswa yang dia tidak kenal pun sok ikutan berkata agar dia lebih tabah dan tidak bersedih terlalu lama.


Mereka tidak sadar apa jika perbuatan mereka yang membuat dirinya jadi terlihat sedih seolah minta di kasihani.


"Minggir-minggir, aku mau istirahat. Gila ya mereka itu segitunya memperlakukan ku seolah aku ini perlu sekali hiburan dan dorongan semangat dari mereka. Kalau memang kasihan kenapa tidak patungan uang saja semua, itu baru namanya menghibur," omel Alex yang memilih tempat duduk di antara Fred dan Anthony agar dia tidak terlalu terlihat.


" Habisnya kamu itu Lex, kalau mereka yang di posisimu pasti mereka sudah nangis jerit-jerit, " tutur Bethany


" Si Leslie saja tadi tersulut emosinya saat membuka stargram tadi," jelas Fred.


Ya benar sekali, berita telah tersebar dengan cepat karena Amel telah mengunggah foto mesranya dengan Ben di apartemen Ben semalam dengan tulisan yang romantis pula.


Tampak nya hari ini pasangan sejoli tidak muncul di kampus. Sampai sore penampakan keduanya tidak terlihat.

__ADS_1


Saat pulang terlihat ada keributan di depan kampus. Tampak sekelompok mahasiswa sedang menahan seorang pria. Alex tadinya tidak berniat untuk ikut campur dan memilih untuk langsung pulang, akan tetapi saat di lihatnya siapa yang depegangi oleh kelompok mahasiswa itu mau tidak mau Alex harus menghampiri mereka.


"Ryan, ada apa ini?" tanya Alex panik.


"Aku hanya ingin memberi seseorang pelajaran!" ucap Ryan setengah berteriak.


Alex melirik ke mana arah mata Ryan, dan dilihatnya Ben meringis memegang mulutnya dan Amel menangis di sebelahnya. Sepertinya Alex bisa menebak penyebab terjadinya pertengkaran antara dua teman baik ini.


" Ryan tenang lah!" perintah Alex tegas.


"Terima kasih, tidak apa - apa biar aku yang urus, dia kenalan ku. Aku Jamin tidak akan ada perkelahian lagi. Ini hanya salah paham," ujar Alex meyakinkan yang lain agar mereka berhenti memegangi Ryan.


Perlahan kerumunan orang-orang berkurang, hingga tinggal menyisakan Ryan, Alex, Ben, dan Amel.


" Aku bisa sabar saat Chris menyakitimu, tapi kali ini beda Lex. "


Alex memeluk erat Ryan agar dia tidak lagi mencoba menghajar Ben. Sesaat Alex jadi terlena sendiri saat merasakan lekuk tegas tubuh Ryan apalagi saat ini kepalanya menempel di dada Ryan. Rasanya menenangkan.


" Ehmm Alex, kamu nggak apa-apa kan? " tanya Ryan cemas.


" Bisa-bisa besok akan ada gosip yang lebih parah lagi tentang kami. Padahal kami tidak ada salah apa-apa, tapi omongan orang kejam sekali. Alex seharusnya kamu jelasin ke semua orang kalau kamu memang tidak pacaran dengan Ben. Lihat saja, bahkan Ryan yang tidak satu kampus dengan kita dan jarang bertemu juga sampai ikut salah paham, " keluh Amel.


" Kenapa aku yang harus menjelaskan. Aku tidak pernah mengatakan pada siapa pun kalau aku pacar Ben, dan aku juga tidak pernah mengejar-ngejarnya. Jangan timpakan kesalahan orang-orang padaku. "


" Tentu saja aku salah paham, karena aku melihat dengan kepalaku sendiri Ben mencium Alex malam itu," tukas Ryan membela Alex.


Mimik muka Amel menunjukkan tidak senang saat mendengar ucapan Ryan.


" Saat itu Ben sedang mabuk dan kamu juga ada waktu itu. Ingat kan saat kau mabuk berat. Jadi pasti saat itu Ben ingin mencium Amel, tapi karena mabuk jadi mendaratnya di pipi ku," kilah Amel yang merasa takjub dengan kemampuan mengarangnya.


Sekilas Alex melirik Ben yang langsung menunduk salah tingkah. Tentu saja karena saat itu dia tidak mabuk dan sia sadar betul siapa yang dia cium.


" Sudahlah ini semua salah paham kan, tidak usah di perdebatkan lagi. Ben bukan pacar Alex, Amel jadian dengan Ben, itu saja, tidak perlu lagi membahas yang lain. Memang nya apa lagi yang mau di buktikan, kalau sudah namanya salah paham ya tidak ada yang benar ataupun salah. " Entah sejak kapan Bethany berada di sana dan tiba-tiba memberi wejangan.

__ADS_1


" Alex pulang bareng yuk, Fred masih di parkiran ambil mobil. Kamu juga ikut kami ya, siapa namamu? " sambung Beth sambil mengulurkan tangan berkenalan dengan Ryan.


" Kalian berdua selamat ya atas jadian nya. Kenapa baru nongol pas kuliah selesai nih," basa-basi Bethany.


Hari-hari berikutnya Ben dan Amel tampak seperti sepasang remaja yang sedang dimabuk cinta. Setiap saat selalu mengunggah foto kebersamaan mereka di sosial media masing-masing. Orang-orang masih sering menatap Alex dengan tatapan iba. Padahal Alex sudah menunjukkan jika dirinya tidak apa-apa, bahkan dirinya tetap berteman dengan Amel dan tetap sering menghabiskan waktu bersama di kampus seperti biasa.


Meskipun sebenarnya masih ada rasa yang mengganjal, dan terkadang dirinya merasa kikuk saat bersama Ben dan Amel, apalagi jika melihat kemesraan mereka yang terlalu di umbar, seolah mereka sengaja memanasi dirinya. Alex memang sudah sanggup merelakan Ben yang sejak awal bukan miliknya, namun tetap saja rasa dikhianati oleh 2 orang secara bersamaan tidak akan bisa hilang begitu saja. Tapi bukan Alex namanya kalau tidak bisa berpura-pura baik-baik saja.


Alex... Alex, malang sekali nasibmu, pertama kalinya jatuh cinta gagal. Lalu baru mau mencoba lagi yang kedua, gagal juga malah sebelum jadi. Desah Alex dalam hati meratapi kisah cintanya.


"Hei kenapa bengong, lama ya menunggu ku atau sedang memikirkan Ben?" Kedatangan Ryan membuyarkan ratapan Alex.


"Aku berjanji, jika sekali lagi kamu menggunakan Ben sebagai alasan setiap kali aku bengong, saat itu juga akan kubuat hidupmu menderita," ancam Alex setengah bercanda. Diterimanya menu Ayam dan kentang goreng yang dipesankan Ryan.


"Kamu ini tidak sopan sekali pada orang yang rela di jadikan kambing hitam agar kamu tidak perlu datang ke perayaan kelulusan Ben."


"Habis mau bagaimana lagi, sudah sebulan lebih aku di suguhkan adegan yang membuat tenggorokan ku ini kering, haus akan cinta. Tidak apa-apa kan jika aku ambil rehat sejenak, aku sudah cukup baik dengan tetap menerima mereka sebagai teman ku setelah apa yang mereka lakukan, " seloroh Alex membela diri.


Ryan hanya tertawa mendengar pembelaan Alex. Setidaknya Alex sudah berkata jujur pada Ryan kemarin jika dia punya rasa kesal, sedih dan marah, tapi dia tidak ingin siapa pun ikut campur sehingga kejadian pemukulan yang di lakukan Ryan tidak perlu terjadi lagi.


Benar sekali, Alex beralasan jika dia sudah terlanjur ada janji dengan Ryan untuk menemaninya datang ke acara pernikahan temannya, sehingga tidak bisa datang ke acara perayaan yang di buat Ben bersama Amel, Bethany dan yang lain. Minggu lalu Ben telah dinyatakan lulus dan diwisuda. Amel turut datang bersama orang tua Ben ke acara wisuda. Sepertinya hubungan mereka sudah mendapat restu orang tua.


Alih-alih menghadiri acara pernikahan seperti alasan yang di gunakan Alex, mereka berdua malah sedang asik makan di restoran Ayam goreng cepat saji di dekat apartemen. Setelahnya mereka menonton marathon film di apartemen Alex dengan semangkok besar popcorn dan minuman soda. Alex sangat bersyukur memiliki Ryan yang selalu ada untuknya.


"Thanks ya Ryan, kamu selalu ada buat aku," ucap Alex tulus.


"Nggak masalah, tapi kamu harus jadi lebih kuat dong, bagaimana kalau nanti aku bertemu pujaan hatiku dan tidak bisa sering-sering menemanimu."


Deg!


Ucapan Ryan tadi seperti memberi kejutan listrik di jantung Alex.


*****Pengumuman *****

__ADS_1


Hayooo jangan lupa like, rate, comment dan vote ya,, anggap saja hadiah buat nasib cinta Alex yang kandas 😁😁😁( Thor nggak bisa nyari alasan yg lebih baik apa ya?!)


__ADS_2