
****
"Tante kami pamit pulang dulu ya !"pamit Niken kepada Bunda Cicha.
"Ya kalian memang sudah harus pulang ,ini sudah malam.Jangan buat orang tua kalian khawatir!Tante sangat berterima kasih sama kalian semua.Terima kasih atas semuanya yang kalian berikan kepada kami.Tante sangat bersyukur , Cicha mempunyai sahabat-sahabat seperti kalian.Tante sungguh sangat berterima kasih!"ujar sang bunda ,sambil menyeka air mata yang tiba-tiba jatuh dari pelupuk matanya.
"Tante kami sudah menganggap Cicha seperti saudara kami sendiri.Kami bahagia kalau Cicha bahagia , Tante nggak boleh bicara seperti itu!"sahut Erika memeluk erat wanita paruh baya itu.
"heyy... kenapa harus ada suasana seperti ini? Bukannya kita harus senang karena Cicha sudah sehat sekarang.Sebaiknya kita segera pulang ,Tante kelihatan sangat lelah ,biarkan Tante istirahat."ucap Keyndra
"Assalamualaikum...saya pamit dulu.Tante istirahatlah!"lanjut Keyndra sambil mencium punggung tangan bunda Cicha.
"Wa'alaikum salam.... Terimakasih nak!Tante tak tahu apa yang terjadi antara kamu dan anak Tante.Melihat perhatian yang kau berikan kepada Cicha , Tante tahu kau sangat menyayanginya.Tante percaya sama kamu.Jaga dia buat kami!"ucap bunda Cicha ,menjabat erat tangan Keyndra,mengelus pucuk kepala pemuda itu , kemudian memeluknya.
Keyndra mengangguk pelan.Dia merasa sangat nyaman diperlakukan seperti itu.Dia merasakan kehangatan seperti yang biasa dia dapat dari mamanya.
Terimakasih atas kepercayaan Tante ,saya janji saya akan menyayanginya , membuatnya bahagia ,dan mencintainya , selama hidup saya. Gumam Keyndra dalam hati ,merasa senang karena dia sudah mendapatkan kepercayaan dari orang yang sangat penting bagi Cicha ,yaitu sang Bunda.
Kini yang lain juga berpamitan kepada bunda Cicha , bergantian mencium punggung tangan wanita paruh baya itu.Dan akhirnya satu persatu meninggalkan rumah itu.Kini dipelataran ruko itu menjadi sangat sepi , hanya tinggal motor milik ayah Cicha.( Masih ingat kan kalo Cicha dan keluarganya tinggal di sebuah ruko.Ruko itu berlantai dua , tidak terlalu besar.Di lantai satu dijadikan tempat usaha kuliner sederhana tapi selalu ramai pengunjung.Dan dilantai itu ditinggali oleh kedua orang tua dan kedua adik Cicha,karena kamar mereka disana.Sedangkan Cicha tinggal dilantai dua ,yang memang disana hanya ada satu kamar dan satu kamar mandi kecil.Dia memilih tinggal sendiri di sana , karena dia bisa melihat bintang-bintang dimalam hari.)
****
Pagi hari.
Sinar matahari yang masuk melalui sela-sela kelambu kamar .Menyeruak menyinari wajah Cicha yang masih tidur nyenyak.Karena sinar matahari yang menyilaukan , Cicha menarik selimutnya ,menutupi wajahnya.Seakan dia tak ingin bangun dari tidur nya.Mungkin karena masih sedikit capek.Atau entah hal lain.
Jika apa yang terjadi kemarin hanyalah sebuah mimpi ,aku benar-benar tak ingin bangun dari mimpi indah itu.Aku ingin selalu tidur dalam mimpi yang indah itu.Ya Allah... Janganlah kau buat hati ini sakit lagi.Aku benar-benar tak sanggup lagi melupakannya menghilangkan dia dari pikiran ku meski sedetik.Aku sudah menunggu saat-saat seperti itu selama hampir tiga tahun.Aku benar-benar tak rela jika aku harus kehilangannya lagi.hikks...hiikkss...hiiikkss.
Batin Cicha dalam hatinya yang sangat dalam ,dan dia juga menangis dalam hatinya.Dia masih mengingat , saat-saat dia bersama Keyndra ,pemuda yang ia sukai selama hampir tiga tahun.
Bagaimana Keyndra sungguh sangat perhatian kepadanya,dan semua itu tak pernah terpikirkan.Melihat sikap Keyndra yang selalu dingin dan acuh kepadanya.
Tak hanya waktu dirumah sakit saja , tetapi saat dirumah Cicha pun Keyndra benar-benar menunjukkan rasa perhatiannya.Bahkan yang lain dibuat tak percaya menyaksikannya , sisi lain yang sangat jarang bahkan tak pernah mereka lihat dari seorang Keyndra Adijaya.Bahkan ketiga sahabatnya sendiri.
Flashback off
Saat sampai dirumah Cicha , mereka dikejutkan oleh pemandangan yang tak biasa.Apalagi Cicha dan Bundanya , mereka melihat banyak orang berpakaian pelayan dirumah mereka ,dan mereka sama sekali tak kenal dengan orang-orang itu.
Saat Keyndra turun dari mobil ,ada seseorang yang menghampirinya.
"Tuan muda ,kami sudah melakukan seperti dan sesuai permintaan tuan muda!"Kata seseorang itu sambil sedikit membungkukkan badannya.
"Terima kasih .Kalian boleh pergi sekarang!"titahnya kepada orang itu ,melihat sekeliling ,menarik bibirnya sehingga membentuk goresan senyum di wajahnya.
Sementara ketiga sahabat Keyndra yang sudah tau ini ulahnya,hanya menggeleng-gelengkan kepala dan tersenyum menatap satu sama lain.
Tapi Cicha dan Ibunya yang masih di dalam mobil ,masih bertanya-tanya ada apa dengan ini semua?
Menyaksikan sikap Keyndra dan ketiga sahabatnya , ketiga sahabat Cicha menyadari semua itu ulah Keyndra.Mereka hanya tersenyum sinis.
"Bunda akhirnya kalian pulang ,aku sudah kangen sama kalian."Kedua adik Cicha yang muncul dari dalam rumah , berhamburan memeluk sang Bunda, saat sang bunda keluar dari mobil.Seperti anak yang sudah sangat amat lama tak bertemu dengan ibunya.
"Heyy.. kalian ini seperti anak masih kecil saja.Kami juga kangen sama kalian tau."sahut sang bunda membalas pelukan kedua anaknya itu.
__ADS_1
Cicha yang sudah berdiri ,menyandar di badan mobil , sedangkan Keyndra setia disampingnya merangkul pundak Cicha.Dia merasa senang akhirnya bisa kembali ke rumahnya.Sampai dia tak sadar air matanya menetes.
"Sudah jangan menangis ,aku tak ingin melihat gadis yang ku sayang , meneteskan air mata saat aku berada disampingnya."ucap Keyndra sambil menyeka air mata Cicha , dengan lembut tangannya membelai pipi halus gadis itu ,yang masih terlihat pucat.
"Ehh....apa maksut ucapanmu itu?"Cicha melempar tangan Keyndra , memikirkan arti ucapan pemuda yang masih setia disampingnya.
"Pikir saja sendiri...gadis pintar seperti mu pasti mengerti arti ucapan ku tadi."ucap Keyndra sambil tersenyum licik.
"Sudah ayo kita masuk , jangan berdiri diluar saja!"titah sang bunda , melangkahkan kakinya terlebih dahulu , diikuti yang lain.
Cicha yang ingin melangkahkan kakinya , tiba-tiba dikejutkan lagi oleh Keyndra yang membopong tubuhnya , berjalan memasuki rumah.
Semua orang lagi-lagi dikejutkan oleh keadaan rumah yang terlihat sangat amat bersih ,harum dan rapi.Sebenarnya rumah itu selalu bersih ,harum ,dan rapi ,tapi ini jauh dari biasanya.
"ehh...kalian berdua ya yang bersih-bersih rumah?"tanya bunda kepada kedua adik Cicha , melihat sekeliling ruangan rumahnya.
"Apa bunda bercanda,kami manabisa bersih-bersih rumah tanpa bunda dan kakak.Semua ini orang-orang tadi yang melakukannya Bun."Jawab kedua remaja , tersenyum dan menggaruk tengkuknya lehernya.
"Ada lagi Bun , mereka juga menyiapkan makanan untuk kita semua.Bahkan kami tidak boleh membantu sama sekali.Kami hanya duduk-duduk seperti pangeran."sahut Rangga sambil menunjukkan makanan yang sudah tertata rapi diatas meja makan.
"Kalau gitu , tunggu apa lagi?ayo kita makan! kebetulan aku sudah sangat lapar ,kalian juga kan?"sahut Dany ,sambil memegang perutnya yang sudah keroncongan dari tadi.
Jjjeetaakk
"Hheeisttt....Kau ini tak bisa liat makanan dikit.Bikin malu saja ."ucap Anggara sambil menjitak kepala Dany ,tapi sebenarnya dua juga sudah lapar,hhhh.
"Betul yang dikatakan Dany , tunggu apa lagi.Makanan ini memang aku menyuruh koki dirumah memasak untuk kita semua."sahut Keyndra sambil menarik satu kursi dengan kaki nya dan mendudukkan Cicha diatasnya.Dia memilih duduk di samping Cicha.
"Cha...ini makanan khusus ,aku suruh mereka buatkan untukmu.Ini baik untuk memulihkan asam lambung mu itu.Makanlah!"titah Keyndra ,sambil menuangkan makanan itu ke piring Cicha.
Makasih Key. gumamnya dalam hati ,sambil menyantap makanan yang ada dihadapannya.
Setelah beberapa menit mereka selesai makan,mereka masih terlihat asyik berbincang dimeja makan.
"Bun , teman-teman Cicha ijin ke kamar dulu ya.Kepala Cicha terasa pusing , Cicha ingin pergi tidur dulu nggak apa-apa kan?"tanya Cicha ragu-ragu , karena merasa tak enak kalau harus meninggalkan mereka terlebih dulu.
"Nggak apa-apa Cha ,tebang saja kami akan membantu Tante beres-beres."sahut Marina ,yang lain hanya tersenyum dan mengangguk , tanda setuju.
"Makasih banyak semua nya ,"Ucap Cicha.
Saat dia berusaha berdiri dari kursinya , tiba-tiba kepalanya terasa tambah pusing , badan nya sempoyongan.Tapi dengan sigap Keyndra
menopang tubuh gadis itu.
"Biar ku antar ke kamar mu!"ujar Keyndra
"Tapi...tapi aku bisa sendiri Key ,"Cicha yang merasa malu berusaha menolak.
"Tante saya minta ijin mengantar Cicha kekamar nya , bolehkah?"terlihat Keyndra sangat ingin mengantar Cicha kekamarnya , seperti ada sesuatu yang ingin ia bicarakan berdua dengan gadis itu.
"heeemm... gimana ya??Tante sebenarnya nggak setuju kalau ada cowok masuk kamar anak Tante selain saudara.Tapi melihat keadaan Cicha yang seperti itu ,dan harus naik tangga ,Tante ijinin.Janji jangan macam-macam sama anak Tante!"ujar sang bunda tersenyum menggoda keduanya.
"Tante biar aku ikk...."tiba-tiba kata-kata Niken terpotong sebelum dia selesai bicara , karena teman-teman nya yang lain melototinya.
__ADS_1
sebagai sahabat yang baik , mereka ingin memberikan ruang untuk mereka berdua bisa bicara dan memperbaiki kesalahan mereka selama ini.
"apa Nik?"tanya sang Bu masih penasaran
"Biar aku ikut bantu Tante beres-beres saja disini ,maksut ku seperti itu,"Niken mencoba mengerti arti sikap teman-teman nya.
Keyndra dan Cicha sudah berdiri didepan pintu kamar.Sementara yang lain,dibawah sibuk merapikan bawaan dari rumah sakit tadi.
Keyndra dan Cicha tak langsung membuka pintu kamar itu,terlihat rasa canggung satu sama lain.Mereka masih bisa merasakan detak jantung masing-masing ,detak jantung yang sudah tak beraturan.
Saat Keyndra ingin membuka pintu , Cicha mempererat pelukan tangannya dileher Keyndra.Membuat Keyndra kaget ,dan menatap Cicha,mereka saling bertatapan penuh arti.
"Makasih !"Ucap Cicha yang langsung menyembunyikan wajahnya di dada bidang milik pemuda itu , menyembunyikan wajahnya yang merah merekah karena malu.
Keyndra tersenyum senang melihat tingkah Cicha.Cuupp. Satu kecupan ia layangkan di pucuk kepala gadis itu. Keyndra membuka pintu kamar itu dan membawa Cicha masuk.
Merasakan sinar lampu yang sangat terang dimatanya.Cicha mengeluarkan wajahnya dari balik dada bidang milik Keyndra.
"Apa ini ulahmu lagi Key?"tanya Cicha tak percaya melihat kamarnya yang sangat cantik.Mulai dari kelambu,sprey , selimut ,semua serba pink warna kesukaan Cicha dengan aksen bunga.
"Heem...ku harap kamu menyukainya?!"jawab Key ,sambil meletakkan tubuh Cicha diatas kasur . Dengan lembutnya ,dia juga menyelimuti tubuh Cicha.
"Cha makasih sudah mau menjaga bunga-bunga itu!"ucap nya duduk di samping Cicha
"Heemm...ehh... tunggu!Jadi bunga-bunga itu dari kamu Key?"tanya Cicha tak percaya , membelalakkan matanya menatap dalam Keyndra.
"heeemm...."Keyndra mengangguk pelan menatap balik Cicha.
"Makasih sekali lagi ,"ucap Cicha
"Cha ,aku menanyakan pertanyaan ku yang belum kau jawab waktu itu di chatt Wa."
"Pertanyaan??apa Key?"Cicha mencoba mengingat.
"Aku ingin mengenal mu lebih dekat lagi Cha ,"Keyndra memegang erat tangan Cicha.
"Maaf , selama ini aku tak menjawabnya , karena aku tak mau berandai-andai terlalu jauh Key.Selama ini aku tak mau mengubah perasaanku , karena aku tak mau mengusikmu dengan perasaan ku ke kamu.Walaupun selama ini kita teman satu kelas ,tapi aku merasa sangat jauh darimu.Kamu bagaikan bintang di langit yang tak bisa ku gapai sama sekali.Tapi hanya dengan bisa melihat mu setiap hari aku sudah bahagia.Kamu tahu Key ,saat pertama kali kita berbicara meski lewat Hp.Dan kemudian kita bisa bersama meski hanya beberapa menit ,dan aku bisa melihat mu sangat dekat saat itu.Sungguh aku merasa bahagia. Meski Aku tahu kenyataan nya ,aku tetap tidak akan pernah bisa selamanya merasakan kebahagiaan bersama mu.Tapi...Aku yakin semua akan ada akhir yang bahagia untuk kita , entah bagaimana akhirnya nanti."bibir kecil Cicha terlihat bergetar saat mengatakan semua itu.sementara air matanya sudah membasahi kedua pipinya.
"Maafkan aku selama ini aku terlalu menjaga image dan gengsi ku.Sekarang aku sudah menyadari perasaan ku sendiri.Sungguh aku benar-benar mencintai dan menyayangi mu Cha.Entah mulai kapan perasaan ini muncul,aku sendiri tak tahu.Maafkan aku selama ini sudah menyakiti mu.Aku berjanji akan membuat mu bahagia seumur hidupku."Ucap Keyndra penuh rasa bersalah ,dan mencium tangan Cicha.
"Cha maukah kau memberiku kesempatan!?"tanya Keyndra menatap dalam mata Cicha ,sambil menyeka air mata yang membasahi pipi Cicha.
"heeemm...kita bisa mulai dari awal ,"jawab Cicha tersenyum kepada Keyndra.Dia merasakan keseriusan pada Keyndra.
"Makasih , Cha!"Keyndra membalas senyuman itu dan mencium kening Cicha.
"Tidurlah...have a nice dream gadisku!"Keyndra sekali lagi mencium kening Cicha.Cicha tersenyum bahagia.
Flashback on....
Seperti itulah kejadian semalam,yang membuat Cicha enggan bangun.Takut jika itu hanya mimpi.Dia merasa sangat bahagia saat ini akhirnya penantian selama hampir tiga tahun ini berakhir.
*****
__ADS_1
👍👍👍👍❤️❤️❤️❤️⭐️⭐️⭐️
😍😍😍😘😘😘🤗🤗🤗