Memilih Untuk Melepaskan

Memilih Untuk Melepaskan
episode 31


__ADS_3

"Ay!"


Cicha menoleh, dan mendapati Key yang tengah berlari ke arahnya dengan menggunakan seragam basket. Kok bisa? padahal kelas XII kan gak ada kegiatan ekskul lagi. Entahlah Cicha pun tak tahu.


"Kok pake baju basket?" tanya Cicha setelah Keyndra berada tepat di depannya.


"Disuruh pak Ali buat ikut turnamen bulan depan. Katanya buat kenang-kenangan terakhir sebelum lulus. Aslinya males banget tau," keluh Keyndra.


"Bagus dong. Kesempatan bagus tau Key."


"Bosen tau yang."


Cicha bergidik geli, "Geli tau gak denger kamu yang yangan."


Keyndra terkekeh sembari mengusap rambut Cicha gemas. Ia hafal betul kalo Cicha tidak suka panggilan tersebut.


"Kamu tungguin aku ganti baju bentar ya. Nanti aku mau ngenalin kamu ke orang tua aku. Kebetulan papa juga udah balik dari luar kota."


Cicha memelototkan matanya tidak percaya. Memikirkan segala hal kemungkinan yang akan terjadi jika dia bertemu dengan orang tua Keyndra. Dan jujur itu pengalaman pertama bagi Cicha. Cicha bingung, dia tidak tahu harus bersikap bagaimana nantinya. Meski dia sudah mendapatkan restu dari orang tuanya, tapi dia takut hal berbeda akan dia dapat dari orang tua Keyndra.


"Jangan kebanyakan mikir. Mereka baik kok, mereka cuma pengen kenal sama pacar anaknya. Bukan mau ngelamar, jadi gak usah tegang gitu," kekeh Keyndra yang melihat wajah tegang Cicha.


"Tapi Key...."


"Udah nggak papa. Kamu tunggu bentar, aku ganti baju dulu. Awas kalau kabur, sekalian aja aku suruh orang tua aku ngelamar kamu!"


Dan Cicha memelototkan matanya tidak percaya dengan apa yang ia dengar.


"Dasar Keyndra nyebelin, untung sayang," batin Cicha dalam hatinya.


🍒🍒🍒


Untuk pertama kalinya, Cicha menginjakkan kakinya di depan rumah mewah milik keluarga Keyndra. Rumah yang menurutnya terlalu besar, dan itu sangat berbeda jauh dari kondisi rumahnya. Apalagi, ketika seorang pelayan wanita membukakan pintu besar bercat putih tersebut.


"Keyndra anak gadis siapa yang kamu bawa pulang?" tanya suara bernada lembut tapi terkesan tegas di sudut tengah ruang tamu.


Keyndra melepaskan tautan tangannya di tangan Cicha, kemudian beralih menyalimi tangan pria paruh baya itu.


"Kenalin pah, dia Cicha. Pacar Key. Sini Ay!"


Cicha pun menghampiri keduanya dengan senyum ramahnya. "Salam kenal om," ucap Cicha sambil menyalimi tangan papa Keyndra.


"Salam kenal juga cantik," jawab papa Keyndra tersenyum ramah.


Keyndra berdecak kesal melihat kelakuan papanya, "Udah tua gak usah genit!"


Cicha menyikut pelan perut Keyndra, karena menurutnya Keyndra kurang sopan. Sedangkan ayah Keyndra hanya terkekeh mendengar kekesalan putranya itu.


Mama Keyndra datang sambil membawa sacangkir teh untuk papa Keyndra. Merasa ada orang lain selain keluarganya, membuat dia menoleh dan tersenyum kepada Cicha.


"Eh ada tamu ya. Pasti Cicha kan?"


"Iya tante, salam kenal," ucap Cicha kemudian menyalimi tangan mama Keyndra.


"Ternyata kamu cantik banget aslinya, pantes anak bujang satu ini bucin banget," puji mama Keyndra.


Cicha tersipu malu mendengar pujian dari mama Keyndra. " Makasih Tante! Tante juga cantik banget."


"Panggil saja mama sama papa sama kayak Key, biar lebih akrab," ucap mama Keyndra sambil mengusap lengan Cicha.

__ADS_1


"Ya tan, eh ma," jawab Cicha canggung.


"Kebetulan banget hari ini mama masak banyak, kalian pasti belum makan kan? Ayo kita makan dulu," ajak mama Keyndra.


Sesampainya di meja makan ternyata diatas meja tersebut sudah dipenuhi berbagai macam makanan. Suasana makan pun terlihat akrab dan diselingi candaan.


"Cicha sekelas sama Key?" tanya papa.


"Ya om, eh pa," jawab Cicha canggung, karena belum terbiasa memanggil orang tua Keyndra seperti itu.


"Sudah berapa lama kalian pacaran?"


"Baru dua bulanan lah pa, ya kan Ay?"


Cicha mengangguk tanda setuju.


"Kok nggak kamu pacarin dari dulu sih Key? Kalau papa jadi kamu, gak pakai nunggu lama. Cantik gini." Goda papa Keyndra.


Keyndra mendengus kesal mendengar ucapan papanya. "Keyndra kan bukan buaya kayak papa."


"Siapa bilang papa buaya, papa orang paling setia ya kalau kamu mau tahu. Tanya aja tuh mama kamu? Karena mama kamu yang akan jadi pertama dan terakhir buat papa. Ya kan ma?" tanya papa serambi mengerlingkan matanya pada mama Keyndra.


Mama Keyndra tersenyum malu dengan wajah merona mendengar ucapan suaminya itu. "Apaan sih papa, malu tahu di dengar mereka."


"Tahu, gak tahu umur banget, nggak mau kalah sama anaknya." Keyndra melirik sinis sang papa.


"Bilang aja iri, pake ngatain umur segala," ucap papa nggak mau kalah.


"Udah sih, gak malu apa ada Cicha di sini. Jangan kaget ya Cha, bapak sama anak ini memang gini kalau lagi kumpul, gak pernah akur kayak kucing sama tikus." Ucap mama yang hanya bisa geleng kepala melihat kelakuan suami dan anaknya.


"Iya, ma," ucap Cicha tersenyum geli melihat pemandangan tersebut. Dia senang ternyata orang tua Keyndra sangat ramah dan baik, tidak seperti apa yang gadis itu bayangkan. Mereka tak seperti keluarga kaya kebanyakan.


"Ihh, mama mah jangan dibuka juga aib Key di depan Cicha, kalau nanti Cicha ilfeel sama aku gimana?" ucap Keyndra sedikit merajuk.


"Bagus dong ma kalau gitu, artinya anak kita udah nemuin orang yang tepat," ucap papa Keyndra.


Cicha tersenyum tipis mendengarnya.


"Habisin makanannya, mama bela-belain loh masak spesial hari ini. Ayo Cha jangan malu makan yang banyak, nambah juga gak pa pa."


"Mau aku siapin ya Ay?" goda Keyndra mengerling jahil.


"Bisa ae si jamal kalau mau modus," sahut papa tanpa mengalihkan pandangan dari makanan yang sedang dia makan.


"Iri, bilang aja bos!" ucap Keyndra tanpa menatap papanya.


"Ngapain iri, gue udah punya pasangan halal mau ngapain aja juga bebas. Lah situ?!" balas papa Keyndra yang tak mau kalah.


"Astagfirullah, lanjutin aja terus. Tapi jangan nyesel kalau papa harus tidur di luar, dan kamu Key, mama gak kasih kamu uang jajan sebulan. Mau!!!" ancam mama Keyndra pura-pura marah sambil memelototi keduanya.


Mendengar ancaman itu membuat Keyndra dan papanya menciut, dan seketika keduanya tak berkutik.


"Maaf ma!" ucap Keyndra dan papanya bersamaan. Tapi keduanya masih saling melemparkan tatapan permusuhan tanpa mama Keyndra tahu.


Sedangkan Cicha yang tak sengaja melihatnya hanya menggelengkan kepalanya.


"Udah, gak boleh gitu sama orang tua!" bisik Cicha pada Keyndra.


"Minta maaf gih sama mereka, yang bener kalau minta maaf!" lanjut Cicha masih dengan berbisik.

__ADS_1


"Iya, nanti minta maaf. Jangan marah tapi!" rujuk Keyndra takut kalau gadisnya marah.


"Nggak marah, tapi jangan ulangi lagi gak baik. Dan jangan lupa harus minta maaf!"


"Heem, makasih cantiknya aku!" ucap Keyndra sambil mengacak gemas rambut Cicha.


"Iya, sama-sama gantengnya aku!" balas Cicha sambil memberikan senyum pada Keyndra.


"Ekhm...."


Cicha dan Keyndra mengalihkan pandangan mereka pada kedua orang tua yang saat ini sedang memperhatikan keduanya sambil tersenyum jahil. Sontak hal itu membuat mereka malu dan tersenyum kikuk.


"Nggak usah malu, mama sama papa juga pernah muda," ucap mama Keyndra santai.


"Apaan sih ma?" ucap Keyndra serambi menggaruk tengkuknya, sedangkan Cicha terus menundukkan kepalanya. Keduanya sama-sama salat tingkah karena malu kepergok saat sedang bucin, di depan orang tua Keyndra lagi.


Sedangkan mama dan papa Keyndra tersenyum geli melihat kedua remaja yang sedang dimabuk cinta itu.


"Cicha bisa masak?" tanya mama Keyndra mencoba mengalihkan suasana canggung itu.


"Hm, insyaallah bisa ma. Tapi cuma bisa masak masakan rumah saja," ucap Cicha yang masih terlihat canggung.


"Bohong ma, dia mah bisa masak apapun. Enak lagi ma masakannya. Bikin kue juga Cicha jago loh ma," sela Keyndra yang tahu Cicha merendah.


"Oh iya, kapan-kapan masak bareng mama ya Cha!" ucap mama Keyndra antusias.


"Iy, iya ma," Cicha mengangguk mengiyakan ajakan mama Keyndra.


"Kamu kalau gak salah yang selalu jadi juara satu paralel di angkatan kalian bukan Cha?"


"Seratus buat papa, hebat kan cewek pilihan Keyndra," bangga Keyndra sambil menepuk dadanya.


"Bagus, pertahankan yang kayak gini Key! Sulit dijaman sekarang cari cewek seperti ini," ujar papa Keyndra tersenyum bangga pada keduanya.


"Awas aja sampe kamu sakitin Cicha! Mama lempar kamu ke kandang buaya. Kalau Key bikin kamu sakit hati atau mainin kamu, bilang saja ke mama ya Cha!" ucap mama Keyndra.


Cicha diam dan hanya tersenyum serambi menganggukkan sedikit kepalanya, gadis itu merasa sangat malu sekali canggung dengan pembahasan itu.


"Insyaallah Keyndra bakal jaga dan berusaha gak bikin sakit hati Cicha kok ma pa. Keyndra serius dan gak main-main sama hubungan kami," tegas Keyndra tak ada keraguan sedikitpun, ataupun kebohongan.


Cicha merasa senang dan bahagia mendengar penuturan Keyndra tersebut. Dirinya seperti terbang ke awan.


"Mangkanya belajar yang bener, biar bisa sukses. Baru kalau sudah sukses seriusin langsung!" peringat papa Keyndra.


"Cicha jangan canggung, harus sering main kesini ya, biar terbiasa sama suasana seperti ini!" ucap mama Keyndra.


"Insyaallah ma!" jawab Cicha sambil tersenyum malu. Dia memang tak pandai mengontrol suasana canggung seperti ekspresinya sekarang yang mudah sekali terbaca.


Setelah acara makan selesai, kini Cicha membantu mama Keyndra membersihkan sisa makanan mereka dan mencuci piring. Sedangkan Keyndra dan papanya menunggu di ruang keluarga rumah mewah tersebut.


🍒🍒🍒


Beberapa jam berada di rumah Keyndra dan berbincang banyak dengan orang tua Keyndra yang sangat baik dan ramah membuatnya betah sekaligus senang karena diterima baik oleh kedua orang tua Keyndra. Apalagi mama Keyndra yang dari dulu berharap punya anak perempuan, tapi takdir berkehendak lain. Keyndra ditakdirkan menjadi anak tunggal, karena rahim sang mama mengalami masalah yang membuat wanita cantik itu tak bisa hamil lagi.


Dari pertemuan itu Cicha berharap semua akan baik-baik saja selalu. Begitupun Keyndra banyak harapan yang dia doakan saat kedua orang tuanya mengenal Cicha. Semoga apa yang Keyndra takutkan takkan pernah terjadi.


🍒🍒🍒


Salam cinta Keyndra dan Cicha ❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2