Memilih Untuk Melepaskan

Memilih Untuk Melepaskan
episode 45


__ADS_3

"Bener gak sih Cicha sama Keyndra putus?" Beberapa siswa yang notabene adik kelas sedang membicarakan Cicha saat gadis itu membeli minuman di kantin pagi ini.


Baguslah, mereka tuh gak cocok banget. Kak Keyndra tuh lebih cocok sama kak Sandra. Lebih seimbang, kelihatan lebih serasi," ujar salah satunya.


"Pasti dulu waktu masih pacaran, kak Cicha cuma manfaaatin kak Key. Secara kak Key kan kaya." ujar teman satunya lagi.


"Iya, lah, gue kalo jadi pacarnya kak Keyndra pasti gue manfaatin sebaik-baiknya," ujar yang pertama kali bicara. "Nggak bakal gue sia-siakan kalau gue punya cowok kayak gitu. Bakal gue manfaatin sampai hidup gue enak."


Cicha yang masih bisa mendengar hal tersebut mengeratkan tangannya pada botol minuman yang dia beli tadi. Cicha tidak pernah memanfaatkan Keyndra, seperti yang mereka katakan. Cicha tulus mencintai cowok itu, bukan karena apa yang Keyndra punya ataupun hal lainnya. Cicha merasa kesal dengan adik kelasnya itu, tapi dia tidak berniat menegur mereka.


"Kapan ya gue punya pacar kayak kak Keyndra?"


"Hobi kok jadi tukang gosip?" tegur seseorang, membuat Cicha menoleh mendengar suara yang cukup ia kenali. Ternyata benar itu suara Gery.


"Mending gak usah sekolah deh. Kalau kerjaan kalian di sekolah cuman ngomongin orang lain," tegur Gery lagi.


Mereka tampak ketakutan. "Maaf kak!" ujar salah satu dari mereka.


"Gak gitu kok maksud kami."


"Kalau pada gak tau yang sebenarnya gak usah ngomong. Cicha tuh kakak kelas Lo, yang lebih dulu sekolah di sini, seharusnya kalian tuh yang sopan," ujar Gery memperingati.


"Emang selama Cicha pacaran sama Keyndra itu ngerugiin kalian? gak kan? ya udah diem! Jadi cewek tuh gak usah banyak omong, gak usah sok tahu," ujar Gery tajam.

__ADS_1


"Maaf kak, beneran kami gak bermaksud kayak gitu."


"Iya kak, sekali lagi maaf. Kami permisi dulu." Mereka langsung pergi meninggalkan kantin.


Melihat mereka semua sudah pergi, Gery menoleh sekilas pada Cicha. Lantas mengambil minuman dingin yang ada di kulkas kantin. Setelah membayar minuman yang dia ambil, cowok itu menghampiri Cicha yang masih berdiri di depan kantin.


"Makasih Ger," ucap Cicha pada Gery.


"Santai aja Cha, kayak sama siapa aja," ujar Gery tersenyum simpul.


"Lain kali minta temenin gue aja kalau mau ke kantin atau kemana pun. Gue akan selalu ada buat Lo, Cha. Gue akan selalu siap sedia d mana pun dan kapan pun Lo butuh gue," ujar Gery penuh penekanan.


Saat Gery menatap Cicha, semua orang sudah bisa membaca hanya dari sorot mata cowok itu. Kalau cowok itu benar-benar menyukai Cicha. Cowok itu benar-benar tulus.


"Andai cowok yang gue cintai itu Lo Ger. Lo cowok baik. Tapi kenapa gue gak bisa buka hati gue buat cowok kayak Lo," batin Cicha dalam hatinya.


🦋🦋🦋


"Key, ada Cicha tuh!" beritahu Aditya. Namun Keyndra yang biasanya terlihat antusias saat mendengar nama Cicha, kali ini hanya diam tanpa menoleh sama sekali.


"Key!" panggil Aditya pada Keyndra. Namun tetep saja Keyndra hanya diam.


"Kasihan banget sih Lo Dit, gak Anggara, gak Keyndra dari tadi nyuekin Lo," ujar Dany.

__ADS_1


"Awas aja kalau nanti Lo pada butuh sama gue," ujar Aditya sedikit kesal.


"Gak butuh, masih ada yang lain," ujar Anggara dingin tanpa mengalihkan pandangan matanya dari game yang ia mainkan di ponselnya.


"Oh, Ok, jadi ceritanya gue udah gak dibutuhin nih?" ujar Aditya pura-pura merajuk, cowok itu tahu kalau mereka hanya bercanda.


"Dasar anak mami, gitu aja ngambek," ujar Dany sambil merangkul pundak Aditya. "Mana ada kita gak butuh Lo. Kita kan BESTie." ujarnya lagi sambil menaik turunkan kedua alisnya, membuat mereka terkekeh bersama, kecuali Keyndra.


"Makin hari Cicha makin dekat aja sama Gery," ujar Dany.


"Lo udah rela Key?" tanya Aditya pada Keyndra. Namun Keyndra tetap diam. Tapi matanya terus memandang Cicha yang sedang berjalan bersisihan bersama Gery. Keduanya terlihat bercerita seru.


"Jangan diam aja kalau Lo masih cinta. Diam gak akan nyelesein masalah Lo. Yang ada Cicha bakal pergi, dan Lo akan kehilangan dia untuk selamanya. Gue yakin Lo kuat Key, Lo bisa menyelesaikan semua masalah yang sedang Lo hadepin saat ini," ujar Dany, lalu cowok itu memukul lengan kanan Keyndra untuk memberi semangat pada Keyndra.


Keyndra mengingat ucapan Anggara tempo hari yang intinya hampir sama dengan apa yang diucapkan Dany. Namun disisi lain Keyndra bingung langkah apa yang harus ia ambil terlebih dulu. Dia tidak ingin gegabah mengambil tindakan yang nanti akhirnya diluar apa yang dia inginkan.


Saat Keyndra masih memperhatikan Cicha dari jauh tidak sengaja pandangan mata mereka bertemu. Untuk beberapa saat mereka sempat terhanyut. Berusaha bicara lewat tatapan mata masing-masing.


Kangen. ~ Cicha.


Miss u. ~ Keyndra.


Namun suara Gery menyadarkan Cicha, membuat cewek itu mengalihkan pandangannya terlebih dulu. Sedangkan Keyndra merunduk menatap lantai.

__ADS_1


🍒🍒🍒


__ADS_2