
*Alhamdulillah bisa update lagi
maaf kemarin-kemarin nggak bisa update
karena saya harus bedrest selama beberapa bulan ini πππ
makasih buat yang masih setia nunggu kelanjutan cerita saya πππ
saya usahakan bisa update tiap hari
jika tidak ada kendala π€π€π€
happy reading kakak semua πππ
πΈπΈπΈπΈ*
Ruang perpustakaan sekolah yang cukup luas , berjejer buku-buku yang tertata rapi di beberapa rak buku yang ada dalam ruangan tersebut. Kursi dan meja ditata senyaman mungkin buat yang mengunjunginya.
Di salah satu sudut pojok ruangan itu nampak seorang siswi sedang duduk sendirian, terlihat sedang menikmati bekal yang dia bawa dari rumah dan sesekali tangannya membolak-balikan buku yang sedang ia baca. Tanpa peduli dengan suasana yang mulai penuh dengan siswa-siswi lainnya yang mulai mengisi kegiatan istirahatnya dalam ruangan itu, untuk menghilangkan kejenuhan mereka saat di dalam kelas. Ya, jam istirahat memang sudah berlangsung beberapa menit yang lalu.
Sedangkan seorang siswa nampak berlari kecil melangkahkan kaki jenjangnya menuju perpustakaan sekolah. Sesampainya di depan pintu perpustakaan, pemuda itu nampak mengedarkan pandangannya ke seluruh sudut ruangan itu. Dan sesekali tersenyum kepada teman-temannya yang menyapanya disana.
Selang beberapa saat, pemuda itu memfokuskan pandangan matanya ke arah seorang gadis yang sedang duduk di salah satu sudut ruangan itu. kedua sudut bibirnya dinaikkan keatas menampakkan senyuman diwajahnya yang tampan itu, terlihat senang telah menemukan sosok yang dicarinya dari tadi.
"Key ... sendiri aja, kemana yang lain ?" sapa salah seorang siswa kepada pemuda tadi, saat dia berjalan menghampiri sosok yang dia cari.
" ehh ... Ris , yang lain masih dikantin ," jawabnya ramah. Faris adalah teman yang pernah satu SMP dengan Keyndra, dan pernah satu kelas waktu mereka masih kelas X.
"ohh ya...ya... Oke duluan ya Key ," pamit Faris sambil menepuk pundak Keyndra.
"It's Oke bro .... " sahutnya dengan menepuk kembali pundak Faris.
Keyndra melangkahkan kakinya lagi, setelah beberapa saat bertegur sapa dengan Faris.
Mengambil tempat duduk disebelah gadis itu berada. Tapi gadis itu nampak serius dengan apa yang dia lakukan, sehingga tak menyadari jika ada pemuda yang sudah duduk disebelahnya.
" Ekhemm...enak ni kayaknya ? Nikmati banget kalo makan, pantes makannya disini, dipojok lagi , takut ada yang minta ya ,hmm??"
"uhuuk ... uhuuk .... " seketika gadis itu tersedak dan menoleh ke arah suara yang ada disebelahnya.
" Astaga Ay ... maaf ya ! nggak maksud ngagetin kamu kok , ni minum dulu !"Keyndra yang merasa bersalah langsung menyodorkan air mineral yang dia beli di kantin sebelum dia menemui gadis itu. Ya , gadis itu Cicha.
__ADS_1
Cicha dengan malu-malu mengambil botol air mineral dari tangan Keyndra, dan langsung meminumnya.
"Key !!! ngapain di sini ?" tanya Cicha yang sudah merasa baikan setelah minum.
" Nggak boleh ya ?"
" Boleh kok , nggak ada yang ngelarang. Ya tumben aja kamu ke perpus saat istirahat , biasanya kan kamu ngabisin waktu istirahat kamu di lapangan basket , kalo nggak gitu ngumpul ma yang lain di kantin, atau dikelas sambil main game di Hp kamu itu."
"Segitu cinta nya ya sama aku sampai tahu kebiasaan aku , hmm?" Goda Key yang terus menatap wajah ayu dan manis gadis didepannya sekarang.
"Gimana nggak mau tahu kebiasaan kamu kalo kita aja udah satu kelas sejak kelas X ? Udah ah... nggak usah pake ngledek !" sahut Cicha yang bibirnya terlihat mengerucut sehingga pipinya terlihat cubby.
" Ihh.. gemes dech !" Key yang gemas melihat wajah Cicha yang lucu saat cemberut seperti itu tidak tahan untuk tidak mencubit kedua pipinya.
" ahh...Key sakit !" Cicha yang merasa pipinya sakit akibat cubitan Keyndra , berusaha melepaskan cubitan itu . Tanpa mereka sadari kini tangan Cicha menggenggam tangan Keyndra yang masih berada di pipinya, untuk beberapa saat mata mereka saling beradu pandang . Saling menyelami perasaan masing-masing.
"akhh... maaf Key !" Cicha yang menyadari keadaan langsung melepaskan tangannya.
Berbeda dengan Cicha, Keyndra masih mempertahankan tangannya di kedua pipi gadis itu. Tapi sekarang tidak lagi mencubitnya, melainkan mengusap lembut bekas cubitan itu.
" Sakit ya Ay ... maaf ya ! habisnya tu muka bikin gemes !" masih dengan mengusap lembut kedua pipi Cicha sambil tersenyum jahil dan wajah tanpa dosa. Tak tahukah dia sekarang kalau gadis didepannya ini sekarang sedang merasakan jantungnya yang berdetak dengan cepat sekali , diberlakukan seperti itu olehnya. Oleh seorang pemuda yang dia sukai selama ini.
"Aku tuh nyariin kamu dari tadi Ay. kamunya langsung ngilang gitu aja dari kelas, padahal bunyi bel istirahat baru aja bunyi. Aku tadi mau ngajak kamu makan dikantin tadi, eh...pas aku liat ke arah bangku kamu, kamunya dah nggak ada. Aku samperin di kantin sama anak - anak, disana cuma ada temen - temen kamu. Aku tanya mereka, katanya kamu di perpus. Ya, jadinya aku nyusul kamu kesini Ay. Nggak tau nya bidadari, pujaan hati ku yang aku cari dari tadi lagi enak-enak nikmati bekal makanan dipojokkan perpus." Jelas Keyndra panjang lebar, tanpa mengalihkan pandangan matanya dari gadis itu.
"Maaf ya Key...aku kalau istirahat lebih suka disini...aku lebih sering bawa bekal sendiri dari rumah." Jelas Cicha yang merasa tidak enak, telah membuat seorang Keyndra mencari-cari dirinya.
"hemm enak ... aku habisin ya Ay kalau kamu udah nggak mau, mubadzir kalau didiemin aja ?!" entah sejak kapan kotak bekal itu sudah berpindah tempat.
"Tapi Key itu sisa aku ... kamu nggak ji ...."
"aku laper Ay, tadi ke kantin cm beli minum saja, langsung kesini nyari kamu. Sini Ay aku suapin...Aaaaa!!" Sahut Key yang menyela omongan Cicha, sambil menyuapinya.
"Udah Key buat kamu aja kalo gitu, aku udah kenyang. Malu dilihat yang lain kalau kamu suapin aku."
"Nggak usah malu Ay....biar mereka iri sama keromantisan kita. Sini aku suapin lagi...Aaaa!!" Sahut Keyndra seenaknya dengan senyum jahilnya dan wajah tanpa dosa itu, yang masih kekeh menyuapi gadis yang sekarang menjadi pujaan hatinya.
Sumpah Cicha malu banget, wajahnya benar-benar merah sekarang. Seandainya ada lobang semut yang bisa dia masuki, gadis itu ingin bersembunyi disana.
"Nih Ay, udah habis . Makasih Ay... besok lagi ya!!! masakan kamu bikin aku ketagihan. Makin sayang deh, sama kamu Ay !!!" ucap Keyndra sambil menyodorkan kotak bekal kepada pemiliknya dan mengusap lembut rambut Cicha.
Blush.... Sudah Cicha benar-benar , udah nggak tahu mau ngomong apa sekarang. Dia nggak percaya Keyndra yang ada dengannya sekarang adalah Keyndra yang dia kenal. Keyndra yang dari dulu sudah terpatri dalam hatinya. Sosok yang dingin, cuek, jaim, seakan hilang entah kemana.
__ADS_1
Aku suka Key kamu yang kayak gini sama aku, yang penuh dengan senyuman dan kehangatan. Dimana aku dulu hanya bisa melihat semua itu dari jauh, saat kau bersama orang lain dan orang yang dekat dengan dirimu. Tapi saat sekarang aku merasakan semua ini, aku takut ini hanya mimpiku. Yang akan hilang dan pergi kapan saja. Aku takut Key, akan merasakan sakit yang lebih dari saat aku mencintaimu dalam diamku selama ini. Ucap Cicha yang hanya mampu didengar oleh hatinya. Tapi matanya tak pernah lepas dari sosok disampingnya , yang sepertinya sedang asyik mencari sesuatu di Hpnya.
"Ay... istirahat masih kurang 15 menit lagi nih, masih mau disini sampai bel masuk, apa kita kekelas aja?" tanya Keyndra yang memecah keheningan saat itu.
"hmm... aku biasanya disini sampai bel masuk bunyi Key, tapi kalau kamu duluan gak papa duluan aja ke kelasnya. Nanti teman-teman kamu nyariin." jawab Cicha yang mengalihkan pandangannya ke buku yang dia baca tadi.
"Nggak kok...aku temenin kamu disini aja Ay!" jawabnya yang masih fokus menatap Hp nya, tapi terlihat ketidak sukaan dari raut wajahnya, ekspresi nya tiba-tiba berubah dingin. Entah apa yang membuatnya seperti itu. Cicha tak berani untuk bertanya ada apa. Dia masih belum berani ikut campur masalah pribadi pemuda dengan hidung mancung dan berkulit putih itu.
"Key perasaan namaku nggak berubah deh...tapi kok kamu dari tadi manggil aku Ay Ay terus sih ??" tanya Cicha sedikit mengalihkan perhatian Keyndra dari Hp nya.
"ohh... itu panggilan baru aku ke kamu. Panggilan sayang aku buat kamu. Ay... itu artinya ayang, ya biar beda sama yang lain. Biar kesannya tambah romantis. Hhhhhhh"
jawabnya menatap wajah gadis yang sudah entah merah seperti apa sekarang, sambil menggenggam erat tangannya.
kring...kring.....kring....
"Ayo ... Ay , bel masuk udah bunyi tuh!"ajak Keyndra sambil memasukkan Hp nya ke saku celana seragam sekolahnya.
"Bentar aku kembalikan bukunya dulu Key ."
"Udah Ay...ayo nnti keburu gurunya datang!"
Mereka berdua berjalan beriringan menuju kelas mereka. Genggaman tangan mereka masih saling menyatu. Kedua sejoli yang sedang dimabuk asmara ini seakan enggan untuk menyudahi kebersamaan mereka. Sampai akhirnya harus melepaskan genggaman tangan itu saat mereka di depan pintu kelas. Dan berpisah dengan jarak deretan bangku satu dengan lainnya yang memisahkan mereka.
( author ambil setting tempat perpustakaan sekolah dimana author sekolah dulu. Yang nggak ada peraturan nggak boleh ini itu...ya masih wajarlah, boleh makan asal jaga kebersihan, boleh ngobrol asal nggak berisik banget dan nggak teriak-teriak. π€π€π π ππ ).
πΈπΈπΈπΈ
*Cinta datang kepada siapa saja
Cinta bersemi di hati setiap insan
Cinta datang dengan sendirinya
Tak pernah tahu dimana dan kapan
Cinta itu berlabuh
Nikmati saja cinta itu saat dia datang
Karena kita tak pernah tahu cinta itu akan tetap ada atau akan pergi meninggalkan kita.
__ADS_1
Cicha & Keyndra β€οΈβ€οΈβ€οΈ*