
"Key, lepas! Malu diliat yang lain."
Sudah beberapa kali Cicha meminta Keyndra untuk melepas tautan tangan mereka, bukannya tak suka, Cicha sudah tak kuasa menahan malu karena sedari tadi sepanjang perjalanan menuju kelas mereka banyak pasang mata yang kompak menatap mereka penuh makna, bahkan mereka tak segan berbisik-bisik manja.
Jalinan asmara yang saat ini sudah berjalan satu bulan itu, semakin membuat para penghuni SMA Tunas Bangsa iri bahkan baper. Keyndra tak segan-segan menunjukkan rasa sayangnya pada Cicha dihadapan siswa yang lain bahkan guru-gurunya.
"Biarin aja Ay, mereka tuh cuma iri sama kita. Lagian kelas kita juga udah deket."
Cicha menghela napas pasrah. Percuma berdebat dengan sosok yang keras kepala yang ada disampingnya itu.
"Untung sayang," batin Cicha dalam hati.
"Nah ini nih, yang kita tunggu-tunggu!" Seru Aditya setelah dua sejoli itu menginjakkan kaki di dalam kelas mereka.
"Lo apaan sih, Dit? Pagi-pagi udah rusuh aja." ucap Keyndra sambil terus melangkah mengantar Cicha sampai ke tempat duduknya.
"Gak sih, gue cuma mau nagih janji aja. Ya untung-untung kalo lo masih inget sih," ucap Aditya dengan nada menyindir.
Keyndra hanya menggeleng kecil. Sebenarnya dia sendiri juga seperti dikejar hutang karena belum menepati janjinya. Tak menyangka saja sahabat laknat nya satu itu masih ingat.
"Iya gue masih inget. Peje kan? Paham gue sama kode keras lo itu. Lo kasih tau aja semuanya, kalo semua kantin di sekolah suruh gratisin dan bilang aja nanti Keyndra yang bayar semua totalnya."
"Cakep, nah itu baru brother gue." Aditya, Dany, dan Anggara bergegas pergi ke seluruh kantin sekolah untuk memberi tahu perihal tadi, dan mereka bertiga juga berkoar mengabarkan ke seluruh penjuru kelas bahwa kantin digratiskan hari ini.
"Tau gue yang anaknya sultan mah bebas," sindir Marina sambil melirik Keyndra.
"Erika mengangguk serius, "Kalo gue jadi Cicha bakal gue porotin sampe habis tuh ATM Keyndra."
Cicha memutar bola matanya jengah mendengarnya.
"Untung nya Cicha ga kayak lo," sahut Niken sambil sedikit menonyor kening Erika dengan jari telunjuknya.
"Ish, lo mah! Lagian gue juga cuma bercanda," ujar Erika sambil mengusap-usap keningnya
"Ya Allah gitu banget gue punya sahabat, kalo soal gratisan semangat 45," ujar Keyndra saat melihat tingkah tiga sahabatnya.
"Gak harus satu sekolah juga Key!" Seru Cicha merasa tidak enak dengan tindakan berlebihan Keyndra.
"Gak pa-pa Ay, itung-itung berbagi," ucap Keyndra tanpa beban.
"Nanti ikut mereka ke kantin gak?"
"Gak ah, pasti rame banget. Aku mau ke perpus aja." Jawab Cicha yang saat ini sedang mengeluarkan alat tulisnya.
Keyndra tersenyum lalu mengusap kepala Cicha lembut. "Aku temenin ya?"
Cicha mengangguk. "Boleh."
🍒🍒🍒
__ADS_1
Saat bel istirahat berbunyi, semua murid berbondong-bondong menuju ke kantin yang paling dekat dengan kelas mereka. Mereka makan sesuka mereka bahkan ada yang sampai nambah. Para pemilik kantin sempat dibuat panik, karena melayani pesanan para siswa bahkan ada sebagian guru yang ikut andil menghabiskan stok makanan di kantin. Yang namanya gratisan mah emang beda ya.
Beda dengan suasana kantin yang sangat amat ramai, kini suasana perpustakaan sangat sepi. Tapi hal itu membuat Keyndra sangat senang karena bisa berduaan dengan gadisnya.
"Diminum dulu minumannya, rotinya juga jangan lupa dimakan." Tutur Keyndra setelah meletakkan minuman rasa jeruk dan roti coklat yang ia beli di kantin sebelum ke perpus.
"Ya, makasih Key!"
Sementara Cicha tengah berusaha membuka tutup botol minuman rasa jeruk tadi.
Keyndra yang melihat gadisnya kesusahan membuka tutup botol itu spontan terkekeh.
"Siniin, kalo ga bisa itu minta tolong. Apa gunanya aku di sini kalo gak dimintain bantuan?" Ucap Keyndra sembari membuka tutup botol minuman Cicha.
Setelah berhasil membuka tutup botol minuman itu dengan satu kali gerakan, Keyndra menyerahkannya pada Cicha dan langsung diterima gadis itu.
"Makasih," ucap Cicha dan meminumnya beberapa teguk.
Keyndra tersenyum lalu mengusap poni Cicha yang menutupi dahinya. " Mau belajar materi apa?"
Keyndra paham gadisnya itu memang suka banget belajar, beda dengan dirinya. Tapi itu tak membuat dia bosan untuk menemani gadisnya belajar. Pemuda itu malah paling semangat.
"Pelajaran kimia."
"Kimia?" Beo Keyndra.
"Iya, kenapa Key?"
"Boleh, coba tulis soalnya!" jawab Cicha sembari memberikan selembar kertas pada Keyndra.
Keyndra menerima kertas itu, kemudian menuliskan soal yang tadi dia bilang.
"Nih soalnya, cuma satu tapi menurutku susah. Kamu kan pinter pasti bisa jawab." Keyndra memberikan lagi kertas tadi pada Cicha.
Cicha mengangguk-angguk sebentar, lalu membaca soal yang menyuguhkan beberapa nama unsur kimia di atas selembar kertas itu.
"Iodine Lutetium Vanadium Uranium." Cicha membaca satu persatu nama unsur kimia tersebut.
"Kamu bisa tulisin singkatan nama unsurnya ga? Aku lupa."
Cicha memicingkan matanya curiga. "Di tabel periodik kan ada, kamu bisa cari sendiri."
"Jadi, kamu gak mau bantuin nih ceritanya?" ucap Keyndra dengan nada memelas.
Cicha menghela nafas pasrah lalu mulai menuliskan nama singkatan dari unsur-unsur kimia itu.
"Iodine itu I, Lutetium itu Lu, Vanadium itu V, Uranium itu U. Udahkan, inget gak sekarang?"
Keyndra mengangguk. "Terus bacanya apa?"
__ADS_1
"I Lu __"
"I luv u." Sela Keyndra dengan cepat.
Cicha terperangah, bisa-bisanya dia terperangkap oleh gombalan Keyndra.
"Gombal banget sih," ucap Cicha salah tingkah.
Keyndra menyengir lalu berbisik, "Tapi suka kan?"
"Siapa?"
"Kamu, cantiknya Keyndra siapa lagi?" Jawab Keyndra sembari tersenyum jail.
"Aku gak suka tuh," ucap Cicha berusaha menyembunyikan pipinya yang dirasa memerah.
"Bener nih gak suka? Terus kenapa ingin pipi kamu merah?" goda Keyndra sambil menekan-nekan pipi Cicha pelan.
"Jangan gitu dong Key, malu tau." ujar Cicha malu-malu tanpa berani menatap Keyndra.
Keyndra tersenyum kecil lalu menggeleng. Menurutnya gadisnya itu sangatlah menggemaskan dan cantik, polos, natural tanpa dibuat-buat. Gadisnya itu telah membuat Keyndra jatuh cinta berkali-kali kepadanya. Keyndra merasa beruntung bisa mendapatkan hati gadisnya itu. Dan dia sangat bersyukur, dari sekian banyaknya cowok yang menyukai bahkan mengejar gadisnya itu, dialah pemenangnya, pemilik hati dengan cinta yang tulus itu.
Tanpa melepas senyum, Keyndra mengubah haluan tangannya untuk mengusap pipi Cicha dengan sayang. Kemudian kedua pasang manik mata itu saling menatap. Keyndra menatap manik indah itu dengan tatapan hangat yang mampu membius seluruh kaum hawa.
"Aku bersyukur banget punya kamu Ay, sebagai pacar aku, cantiknya aku, my dream, __"
"You are my mine, Cicha Ayunda Prameswari." Lanjut Keyndra dengan sepenuh hatinya.
"Mee too." Balas Cicha dengan sepenuh hati juga.
Kemudian mereka sama-sama tersenyum, senyum bahagia. Mata mereka saling memancarkan cinta, siapapun dapat melihat itu. Dengan gerakan perlahan Keyndra mendekatkan wajahnya dengan wajah Cicha, bahkan sekarang mereka dapat merasakan hembusan nafas satu sama lain. Hidung mereka pun sudah bersentuhan. Seakan terbawa suasana membuat Cicha memejamkan matanya. Dan kemudian.....
Cup....
Keyndra mencium kening Cicha cukup lama dan penuh cinta.
"Meski kita saling cinta, tapi pantang buat aku ngerusak kamu, sayang." Ucap Keyndra sambil mengusap pipi gadisnya.
Cicha membuka matanya perlahan dan tersenyum. "Makasih, my boo!"
"Makasih juga, my bee!"
"Astagfirullah, pantes gak pada ikut ke kantin. Tahu-tahunya, ckckck. Mesum berdua di sini." Seru Dany yang tak tahu kapan datangnya, tiba-tiba ada di perpustakaan juga.
Sementara Anggara, Aditya, Niken, Erika, dan Marina, berdiri dibelakangnya sambil bersedekap dada. Dan mereka semua hanya tersenyum jail dan menggeleng-gelengkan kepala mereka.
"Bacot!" ucap Keyndra.
Dan kemudian mereka semua tertawa.
__ADS_1
🍒🍒🍒