
"Kasihan banget jadi Lo Cha. Lo yang jadi pacarnya, tapi deketnya sama gue. Lo tuh gak bisa buat Keyndra bahagia, Keyndra ngerasa terkekang tahu gak Lo? Dan yang paling penting Lo tuh jadi cewek bisanya cuman malu-maluin. Untung udah putus," ujar Sandra pada Cicha.
"Sampe kapanpun Lo gak bisa sama dia. Meski kalian saling cinta, Lo gak bisa menang lawan gue," kata Sandra pada Cicha.
Kedua cewek itu sekarang sedang berada di ruang kelas yang kosong, karena jam pulang sekolah sudah berjalan setengah jam yang lalu.
"Jadi lebih baik Lo berhenti berharap dan buang semua perasaan gak guna Lo itu, Cha," ujar Sandra lagi.
"Iya, gue tahu. Dan gue juga sadar gue gak bisa nglawan Lo. Lo yang menang San," ujar Cicha pada Sandra. Cicha tampak mengalah dan pasrah, karena itu kenyataannya.
"Lo itu jadi cewek gak usah sok polos, sok cari perhatian, sok paling pinter deh Cha. Apalagi di depan Keyndra," ujar Sandra di depan wajah Cicha.
Melihat Cicha yang terdiam, Sandra mendekati Cicha. "Lo tahu, dari dulu gue gak suka sama Lo?"
"Gue minta maaf kalau gue ada salah sama Lo, San," ujar Cicha tulus.
"Dan Lo tahu apa salah Lo? Lo udah ngrebut Keyndra dari gue semenjak dia liat Lo, Cha."
Cicha berdiri di depan Sandra dengan perasaan takut. Sandra yang ada di depannya saat ini seperti bukan Sandra yang biasanya. Cewek cantik yang selalu terlihat ceria dan ramah. Saat ini Cicha bisa melihat dari kedua mata cewek itu terpancar kemarahan dan kebencian.
__ADS_1
"Lo itu seharusnya sadar diri, Lo itu siapa, Cha? Lo pikir Lo secantik apa? Cewek kayak Lo sampai kapanpun gak akan pernah cocok sama Keyndra. Karena Keyndra berada di kelas yang jauh di atas Lo. Ngaca deh, dilihat dari manapun Lo tuh gak pantes buat bareng Keyndra." ujar Sandra terlihat serius dan tidak suka pada Cicha.
"Gue sadar, San. Mangkanya gue minta putus sama Keyndra. Gue juga udah jauhin dia, gue gak mau dia malu karena deket sama gue. Tapi Keyndra sendiri yang gak mau jauh dari gue. Dia juga selalu bilang cinta sama gue. Dan itu yang gak pernah Lo dapet dari Keyndra," ujar Cicha, membuat Sandra mendelik tajam. Karena Sandra sadar memang Keyndra tak menganggapnya lebih dari teman.
"Seharusnya Lo tahu, kalau bukan cuma gue yang bilang Lo gak cocok dan gak pantes sama Keyndra. Tapi hampir semua orang di sekolah ini beranggapan seperti itu," ujar Sandra pada Cicha.
Cicha juga tahu dari dulu memang semua orang suka melihat kedekatan Keyndra bersama Sandra. Bahkan cewek itu juga dekat dengan keluarga Keyndra. Maka dari itu, Cicha selama ini hanya berani mencintai Keyndra dalam diam. Cicha tidak menginginkan lebih.
"Pinter doang gak akan cukup buat bersanding dengan cowok seperti Keyndra," ujar Sandra.
"Gue emang gak sekaya kalian dan gue gak bisa seperti kalian. Tapi gue masih punya harga diri, San," ujar Cicha.
"Apa hak Lo menilai gue seperti itu? Salah gue dimana? Gue udah ngalah, gue relain dia buat Lo, San. Kita sama-sama cewek, seharusnya Lo ngerti gimana perasaan gue waktu tahu dan lihat cowok gue lebih deket sama cewek lain ketimbang gue yang pacarnya. Gue yang merasa dikhianati oleh kalian, kenapa gue yang selalu salah?" tanya Cicha pada Sandra.
"Ngapain gue harus ngertiin perasaan cewek kayak Lo? gak guna banget, mending gue mikirin perasaan gue sendiri," ujar Sandra.
Cicha yang merasa tidak ada apa-apanya dibanding Sandra hanya bisa diam dan mencoba terus mengalah. Cicha yakin jikapun dia menceritakan kejadian saat ini semua orang tidak akan percaya padanya. Mereka akan menganggap Cicha hanya mengada-ada.
"Lo itu selama ini cuma jadi beban buat Keyndra," ujar Sandra sambil tersenyum culas.
__ADS_1
Cicha terdiam di tempatnya. Ucapan Sandra benar-benar menusuk langsung ke relung hatinya.
"Dan Lo tahu siapa yang bilang kalau Lo cuma jadi beban? Keyndra sendiri yang bilang sama gue. Dia juga bilang Lo itu kekanak-kanakan, posesif," ujar Sandra yang membuat hancur hati Cicha semakin dalam.
Cicha mengepalkan tangannya di sisi tubuhnya. Sekelebat bayangan saat dirinya bersama Keyndra tak sengaja berputar di otaknya, seperti kaset rusak. Apa benar selama ini aku hanya beban buat Keyndra?
"Lo itu cantik, San. Banyak cowok yang mau sama Lo, kenapa Lo harus ngejar-ngejar cowok yang gak cinta sama Lo? dan parahnya Lo harus ngrebut pacar cewek lain," ujar Cicha yang mulai tersulut emosi.
Tanpa disangka Sandra semakin mendekati Cicha dan detik itu juga cewek itu langsung menampar pipi Cicha. Cewek itu tampak sangat membenci Cicha.
Sementara Cicha termenung dan terpaku di tempatnya. Cicha yang masih terkejut menatap Sandra sambil memegang sebelah pipinya yang terasa berdenyut karena tamparan itu. Cicha merundukkan kepalanya. Kenapa harus sesakit ini saat dia mencintai seseorang. Bahkan orang yang dia cintai tidak ada di sisinya, tidak membelanya bahkan melindunginya. Cicha tidak sekuat itu untuk menghadapi semua ini sendirian.
"Gue kasih tahu Lo, Lo yang rebut Keyndra dari gue. Awas aja kalau Lo masih berusaha deketin Keyndra! Inget Lo itu sekarang cuman mantannya Keyndra!" ujar Sandra sebelum berjalan keluar kelas.
Cicha menatap kepergian Sandra sambil mengusap pipinya yang masih terasa berdenyut. Tanpa disadari air mata ikut membasahi pipinya. Cewek itu segera menghapus air matanya, dan menutupi wajahnya dengan rambut panjangnya yang ia biarkan terurai ke depan. Sebelum meninggalkan kelas itu, Cicha sedikit tersenyum. Cewek itu berusaha menghalau rasa sedihnya, agar tidak ada orang lain yang tahu kalau dirinya dalam keadaan rapuh saat ini.
Sementara itu di sudut luar kelas itu ada Keyndra. Cowok itu sedari tadi bersembunyi di balik tembok. Dia menyaksikan dan mendengarkan apa yang dilakukan oleh Sandra pada Cicha dari awal hingga akhir. Bahkan saat Sandra menampar Cicha. Keyndra ingin keluar saat itu, dia ingin membela dan melindungi Cicha. Tapi Keyndra tidak bisa, cowok itu hanya mengepalkan kedua tangannya. Dia sangat marah. Marah pada Sandra yang dengan beraninya menyakiti Cicha. Dan terlebih marah pada dirinya sendiri, karena tidak bisa berbuat apa-apa untuk melindungi Cicha.
"Aturan keluarga sialan. Ini semua karena Opa! Gue benci kalian semua yang misahin gue sama orang yang gue cintai." batin Keyndra.
__ADS_1
🍒🍒🍒