Memilih Untuk Melepaskan

Memilih Untuk Melepaskan
episode 11


__ADS_3

****


Aku hanya ingin mencintaimu dengan cara yang sederhana.


Dengan kata yang tak mampu ku ucapkan.


Aku hanya ingin mencintaimu dengan cara yang sederhana.


Dengan isyarat yang tak mampu ku sampaikan.


****


Cicha duduk di kursi santainya, terlihat beberapa pot bunga yang berjejer rapi di sekelilingnya. Melihat langit malam yang bertaburan bintang.Di sinilah dia merasa nyaman, disini jugalah tempat yang bisa membuat perasaannya teduh.


"Benarkah dia juga merasakan hal yang sama seperti yang aku rasakan...?"


Cicha tersenyum sendiri mengingat kembali setiap kata yang diucapkan Keyndra kepadanya kemarin malam.


Mungkinkah hubungan mereka bisa berjalan semudah itu? Mengingat latar belakang keluarga mereka yang berbeda.


Cicha mendesah, mengingatkan dirinya agar tidak berharap terlalu banyak. Meskipun dia sangat mencintai Keyndra, dia tidak mau egois. Dia menginginkan yang terbaik untuk semuanya.


"Seandainya saat ini dia disini, bersama melihat indahnya malam ini. Mungkin selamanya hanya akan ada dalam mimpiku..." Gumamnya lirih, membayangkan pemuda itu berada disampingnya sekarang.


Terdengar seseorang menaiki anak tangga. Dengan segera dia menghapus air matanya, yang entah sejak kapan jatuh, membasahi pipinya.


"Keyndra...." Cicha begitu terkejut melihat seseorang yang tanpa ia sadari sudah berdiri di ujung anak tangga.


Keyndra berjalan menghampiri Cicha perlahan. Duduk disampingnya.


Keduanya terdiam beberapa saat.


Suasana menjadi sangat canggung ketika keduanya terdiam cukup lama.


Sesekali Keyndra melihat Cicha dengan rambutnya yang panjang terbawa angin malam. Wajahnya yang masih sedikit pucat tidak mengurangi kecantikannya. Penampilan yang sederhana justru membuat gadis itu mempesona di mata Keyndra.


Cicha berdiri dari duduknya, berjalan menuju pagar, melihat pemandangan di sekitarnya.

__ADS_1


Keyndra menghampiri Cicha.


"Kamu lihat apa?"


Cicha kaget.


"Itu.... Lihatlah betapa indahnya bintang-bintang itu!"


Keduanya berdiri bersampingan dengan tangan memegang pagar. Keyndra lagi-lagi menikmati pemandangan kota di malam hari dari atas sini.


"Pantas saja gadis seperti mu memilih kamar tidur di sini. Pemandangan di sini memang sangat indah di malam hari...."


Cicha hanya tersenyum mendengarnya.


"Bagaimana keadaanmu sekarang?"


"Alhamdulillah... sudah lebih baik ."


"Syukurlah...." Jawab Keyndra, tersenyum senang mendengarnya.


Tiba-tiba Keyndra memegang tangan Cicha.


Keyndra tersenyum, melihat Cicha yang salah tingkah, menurutnya itu sangatlah menggemaskan.


"Cha, aku ingin selamanya bisa menggenggam tanganmu seperti ini." Keyndra semakin erat menggenggam tangan Cicha.


Mereka saling bertatapan.


"Maafkan semua kesalahan yang sudah kulakukan selama ini !"


"Kau tak pernah melakukan kesalahan apapun Key...." Cicha memalingkan wajahnya.


"Cinta dan perasaan seseorang tidak bisa untuk dipaksakan. Selama ini aku bahagia Key, meskipun aku hanya bisa memendam rasa ini. Aku juga tak pernah kecewa meski hanya aku sendiri yang memiliki rasa ini. Aku tak pernah berharap terlalu banyak, agar rasa ini terbalaskan. Karena aku paham Key cinta tak harus memiliki satu sama lain. Melihat orang yang kita cintai bahagia dan tersenyum, itu sudah lebih dari cukup." Ucap Cicha sambil menundukkan kepalanya.


Dia melihat tangan Keyndra yang masih erat menggenggam tangannya. Ada getaran yang dirasakan Cicha pada tangan pemuda itu.


Hati Keyndra benar-benar tergoncang mendengar kata-kata yang diucapkan Cicha. Menyesali semua yang terjadi selama ini.

__ADS_1


Kau benar-benar gadis yang luar biasa Cha, hatimu benar-benar luas. Tapi betapa bodohnya aku yang terlambat menyadari itu.


Keyndra mengumpati dirinya sendiri dalam hati.


"Tapi Cha... sekarang aku sadar, rasa ini bukan karena paksaan, bukan juga karena rasa kasihan. Karena sekarang aku benar-benar mencintaimu Cha.


Cicha memejamkan matanya, mendengar apa yang diucapkan Keyndra. Jantungnya berdetak sangat kencang.


Mereka diam beberapa saat, kembali menikmati langit malam yang bertabur bintang, cahaya lampu yang berkelap-kelip dan semilir angin yang bertiup sepoi-sepoi.


"Tidurlah.... sudah malam...." Bisik Keyndra lembut.


Cicha mengangguk pelan.


"Apa mau kutemani tidur malam ini?" Aku bisa minta ijin sama calon ibu mertua, pasti ibu ngasih ijin... hhhhhhh." Goda Keyndra, menatap lembut Cicha. Mendekatkan wajahnya pada Cicha.


Jantung Cicha berdebar sangat kencang.


"Tidak....tidak usah...aku sudah terbiasa tidur sendiri." Ucap Cicha terbata-bata, berjalan mundur ke arah pintu kamarnya.


Keyndra tersenyum kecil. Lagi-lagi tingkah Cicha yang salting itu membuatnya terlihat sangat menggemaskan di mata Keyndra.


Keyndra berjalan mundur mendekati Cicha, yang masih menempel pada dinding pintu.


"Aku pulang dulu...."


Cuuuppp.


Keyndra mencium kening Cicha untuk waktu yang cukup lama.


Cicha hanya diam terpaku, memegang dadanya. Merasakan jantungnya yang berdetak semakin cepat.


Keyndra berjalan mendekati tangga, kemudian menoleh kebelakang melihat Cicha sejenak. Kemudian berjalan menuruni anak tangga yang berada di samping ruko.


Ya Tuhan.... Seperti inikah rasanya jatuh cinta....


Senyum bahagia terpancar jelas di wajah kedua sejoli itu.

__ADS_1


******


__ADS_2