Memilih Untuk Melepaskan

Memilih Untuk Melepaskan
episode 44


__ADS_3

"Minum Key?" tawar Anggara pada Keyndra. Cowok itu sedang mengelap keringat di pelipisnya. Kedua cowok yang sama-sama dingin itu saat ini berada di lapangan basket. Anggara menemani Keyndra yang ingin melupakan sedikit masalah dengan bermain basket.


Sedangkan Keyndra sendiri melamun entah memikirkan apa. Cowok itu mendongakkan wajahnya ke atas menatap teriknya panas matahari. Keyndra sebenarnya tak sanggup memilih jalan yang ia pilih saat ini. Kerena dia harus menyakiti hati Cicha. Gadis yang ia cintai.


"Ngomong, jangan dipendem! Gue yakin Cicha pasti mau ngertiin apa masalah yang lagi Lo hadapi sekarang."


"Saat ini gue gak bisa buat cerita semuanya sama Cicha."


Anggara menoleh sebentar menatap Keyndra yang duduk di sampingnya. "Kenapa?"


"Gue gak mau dia kepikiran dan bisa jadi malah jadi beban buat dia," alasan Keyndra.


Anggara menaikkan sebelah alisnya, "Jangan egois. Dia juga berhak tahu yang terjadi sebenarnya. Karena dia juga korban disini." ucap Anggara tak terima dengan alasan Keyndra.


"Lo tahu susahnya gue nyuri waktu buat ngomong sama Cicha gimana, Lo juga tahu jangankan ngomong berdua, pengen nyapa dia aja gue susah banget padahal sekelas. Hidup gue udah kayak buronan. Si Sandra bisa ada di manapun gue berada dan siap ngintai apapun yang gue lakuin. Gue gak mau tuh cewek sampai ngadu ke keluarga gue," jelas Keyndra.


"Lo takut sama Sandra?" tanya Anggara mengejek.


"Gue gak takut sama Sandra Ga. Di sini gue berusaha ngelindungin Cicha dari sasaran Opa gue. Lo tahu sendiri gimana tuh kakek? Selain itu juga gue gak mau Cicha ikut mikirin apa yang gue pikirin sekarang. Karena gue tahu gimana Cicha," papar Keyndra.


"Takutnya kalo Cicha tahu dari orang lain dan bukan Lo, dia bakal nganggep kalo Lo gak percaya sama dia. Dan itu bisa nyakitin Cicha lebih dalam lagi," ujar Anggara memberi Keyndra peringatan.


"Tanpa gue ngasih tahu, gue udah nyakitin Cicha sangat dalem Ga. Gue sadar dia berhak bahagia bersama orang lain, tapi gue gak rela. Gue gak bisa nglepas dia. Gue akui gue egois disini. Apapun kalau itu tentang Cicha gue bakal terus egois Ga," kata Keyndra.


"Lo harus selesain masalah ini secepatnya,atau Lo akan kehilangan Cicha buat selamanya, Key!" ucap Anggara yang membuat Keyndra membeku di tempatnya. Keyndra benar-benar merasa sedih, marah, kesal, terpukul, bingung, semua jadi satu.


"Gue bakal secepat mungkin selesaiin ini semua. Gue juga gak bisa kayak gini terus-terusan. Gue gak sanggup lebih lama ngejauh dari orang yang gue cintai, padahal dia ada di Deket gue. Apalagi ngeliat dia sama cowok lain," ucap Keyndra.


"Gue percaya Lo bisa selesaiin semuanya Key. Keyndra yang gue kenal bukan cowok pengecut. Keyndra temen gue itu selalu ngikutin apa yang dia anggap bener, bukan juga cowok penakut," ujar Anggara yang seakan menampar diri Keyndra.

__ADS_1


🦋🦋🦋


Sedari pulang sekolah Keyndra berusaha menghindari Sandra. Saat dilihatnya cewek itu sudah benar-benar meninggalkan lingkungan sekolah, Keyndra keluar dari tempat persembunyiannya, ruang LAB IPA.


Keyndra segera menuju motornya berada, cowok itu ingin mencari keberadaan Cicha. Meski mungkin terlambat Keyndra ingin mengatakan masalah sebenarnya pada cewek itu, mengikuti saran Anggara. Dan Keyndra yakin Cicha sekarang masih berada di halte, menunggu angkutan umum.


"Ojek Neng?" mendengar suara yang sangat dikenalinya membuat Cicha menoleh pada Keyndra yang sudah duduk di sampingnya.


Apa yang diyakini Keyndra benar adanya, Cicha memang sedang duduk di bangku halte menunggu angkutan umum. Di sana cewek itu tak sendiri, ada beberapa siswa lainnya yang juga masih menunggu angkutan umum, atau mungkin menunggu jemputan mereka.


"Maaf saya gak pesen ojek!" ucap Cicha memalingkan wajahnya. Dia tidak kuat memandang wajah tampan itu lama-lama. Hatinya masih berdebar seperti dulu.


"Aku anterin kamu pulang mau ya?!" tanya Keyndra penuh harap.


"Gak usah repot-repot, aku bisa pulang sendiri," jawab Cicha.


"Makasih tawarannya. Aku pulang dulu," sela Cicha dan cewek itu memasuki angkot yang tepat waktu itu berhenti di depan halte.


Keyndra terdiam menatap angkutan umum yang dinaiki Cicha berjalan menjauh. Sedangkan dari dalam angkot Cicha bisa melihat Keyndra yang masih berdiam diri duduk di tempatnya tadi. Cewek itu mengambil ponselnya dari saku rok seragam sekolahnya, lalu segara mengetikkan sesuatu di layar ponselnya.


Keyndra yang merasakan ponselnya bergetar, segera melihat pesan yang masuk. Melihat sekilas nama pengirim pesan tersebut membuat cowok itu tak sabar membaca pesan tersebut.


Cantiknya Key ❤️


Kamu juga pulang gih, udah sore.


Makan terus istirahat.


Semangat buat turnamen besok.

__ADS_1


Doa terbaik buat kamu.


Gpp kan, kalo aku ngasih semangat dan doa buat kamu??


Pesan tersebut membuat Keyndra melengkungkan bibirnya ke atas, membentuk senyuman yang menambah kadar ketampanan di wajahnya. Dia teramat senang, dia merindukan perhatian seperti ini dari Cicha yang dulu selalu ia dapatkan. Tapi semenjak berakhirnya hubungan mereka perhatian itu seakan lenyap.


^^^Ya aku pulang.^^^


^^^Kamu juga jangan sampai telat makan^^^


^^^jangan suka begadang baca novel sama nonton Drakor juga.^^^


^^^Makasih semangatnya, kamu tahu itu berarti banget buat aku.^^^


^^^I Love you^^^


^^^I Miss you^^^


^^^Cantiknya Key^^^


^^^Cintanya Key^^^


^^^😘❤️^^^


Setelah membalas pesan Cicha, Keyndra menyimpan kembali ponselnya di saku celana seragam sekolahnya. Lalu cowok itu segera meninggalkan area halte dan pulang. Dibalik helm full face yang Keyndra pakai, cowok itu masih tersenyum senang. Keyndra merasa hubungannya dengan Cicha masih punya harapan. Dia juga yakin Cicha masih mencintainya. Hal itu membuat semangat Keyndra bangkit untuk memperjuangkan cintanya pada Cicha.


Masih di dalam angkot, Cicha yang duduk di bangku paling pojok belakang juga tersenyum membaca balasan pesan dari Keyndra. Tapi sedetik kemudian senyum itu hilang berubah sendu. Cicha menatap nanar pemandangan di jalan dari kaca mobil. Mata dan wajah cewek itu memerah menahan tangis. Sumpah demi apapun dia sangat merindukan Keyndra. Sesakit apapun hatinya, nyatanya Cicha tak bisa untuk membenci cowok itu. Hatinya dan juga cintanya masih untuk Keyndra.


🍒🍒🍒

__ADS_1


__ADS_2