Memilih Untuk Melepaskan

Memilih Untuk Melepaskan
episode 23


__ADS_3

Setelah beberapa menit keduanya telah sampai ditempat tujuan. Lampu warna-warni dan hiruk pikuk keramaian ditempat itu menyambut mereka saat pertama mereka memasuki pintu masuk.


"Wah, pasar malam?" tanya Cicha saat setelah dia turun dari motor ninja milik Keyndra.


"Serius kamu ngajak aku kesini Key?" ujar Cicha lagi, gadis itu melihat sekeliling, terpesona dengan pemandangan yang dia lihat. Lampu warna-warni dengan berbagai ukuran yang menghiasi setiap sudut tempat, berbagai macam wahana permainan, para penjual makanan dan minuman yang berjejer rapi, dan masih banyak lagi penjual yang menjajakan dagangannya, seperti baju, mainan, boneka, dan berbagai pernak-pernik lainnya. Senyum gadis cantik itu bertambah lebar, saat melihat anak-anak kecil yang saling berkejaran dengan senyum yang menghiasi wajah mereka. Tak hanya anak kecil, tapi bermacam orang dari segala umur memenuhi tempat itu. Para pengunjung terlihat begitu bahagia.


"Hm, suka gak?" tanya Keyndra, tangan cowok itu bergerak merapikan rambut Cicha yang sedikit berantakan karena terkena angin dan helm yang gadisnya pakai tadi.


"Suka," ucap Cicha, gadis itu mendongak untuk menatap wajah Keyndra yang lebih tinggi dari dirinya, lantas tersenyum.


Melihat gadisnya tersenyum senang, Keyndra ikut tersenyum. Ada rasa puas bisa membuat gadis yang dia cintai tersenyum. Menurutnya kebahagiaan Cicha juga kebahagiaannya.


"Kalo sama aku suka gak?" ujar Keyndra sembari menatap mata teduh Cicha, sedikit menyunggingkan senyumnya.


"Pake banget," jawab Cicha, sambil sedikit menundukkan wajahnya karena malu.


Keyndra sangat senang mendengar jawaban jujur dari Cicha, karena jawaban itu yang memang ingin dia dengar. Cowok itu terkekeh sambil mengacak pelan rambut Cicha, kemudian mencium sebentar puncak kepala Cicha.


Cicha langsung mendongakkan wajahnya, "Ihh Key, malu tahu, disini kan banyak orang," ujarnya, sambil melirik sekitarnya, ternyata memang benar beberapa pasang mata sedang memperhatikan mereka.


"Tuh kan jadi dilihatin orang-orang," protes Cicha dengan wajah sedikit cemberut.


"Ya, iya maaf, hehehe," ucap Keyndra sambil mencubit pipi Cicha.


"Mau coba yang mana dulu Ay?" tanya Keyndra, cowok itu menautkan jari jemarinya dengan jari jemari mungil milik Cicha dan menggenggamnya erat.


"Mau naik bianglala boleh ya?" ujar Cicha, karena dari dulu dia ingin sekali menaiki wahana berputar satu itu.


"Boleh," jawab Keyndra. "kalau gitu, ayok kesana," ujarnya lagi, Keyndra membawa Cicha ke arah dimana wahana itu berada, tanpa melepas genggaman tangannya.


Saat keduanya berjalan beriringan, banyak sekali pasang mata yang menatap kagum mereka berdua.

__ADS_1


"*Serasi banget sih mereka."


"Ceweknya cantik, cowoknya juga ganteng."


"Couple goals banget gak sih?"


"Bikin jiwa jomblo gue makin meronta-ronta tahu gak sih*?"


Dan masih banyak lagi bisikan-bisikan yang mereka dengar. Mereka hanya saling melempar senyum untuk menanggapinya.


"Kamu tunggu sini bentar ya, aku beli tiketnya dulu," ujar Keyndra saat mereka sampai ditempat bianglala tersebut.


Cicha mengangguk, berdiri tidak jauh dari tempat pembelian tiket.


"Udah dapet?" tanya Cicha, saat Keyndra menghampirinya.


"Udah, ini tiketnya," ujar Keyndra memperlihatkan tiket yang dibelinya.


"Hehehe, aku beli tiketnya sampai kamu puas naiknya," ujar Keyndra sambil menggaruk tengkuknya dan memperlihatkan cengiran khasnya.


Cicha hanya menggelengkan kepalanya, tidak mau berdebat dengan Key yang sedikit keras kepala.


Keduanya masih menunggu giliran mereka untuk naik. Tangan Keyndra tak mau diam, dengan pelan cowok itu merangkul bahu Cicha. Tak lama bianglala itu berhenti, sebagian orang sudah turun, sedangkan yang lain belum turun karena mereka membeli tiket lebih, seperti halnya yang dilakukan Keyndra.


Keyndra segera mengajak Cicha menaiki wahana itu. Keyndra duduk disebelah kanan sementara Cicha duduk disebelah kiri. Posisi mereka saling berhadapan.


Cicha makin terpesona melihat pemandangan indah yang bisa dia lihat dari atas sana. Sedangkan Keyndra terus memperhatikan gadisnya itu, padahal pemandangan diluar sangat menarik. Melihat senyum yang menghiasi wajah cantik Cicha, menurut Keyndra adalah pemandangan yang lebih indah daripada pemandangan diluar sana. (Dasar, si manusia es yang sudah meleleh, bucinnya gak ketulungan).


"Bagus banget ya pemandangannya dari atas sini?" ujar Cicha.


"Bahkan sekarang jauh lebih bagus, karena lihatnya ditemenin kamu deh Ay," ujar Keyndra yang kini melihat pemandangan diluar sana.

__ADS_1


"Apaan sih Key gombal mulu."


"Serius Ay," jawab Keyndra tak mau kalah yang kali ini entah terdengar serius.


"Ay!" panggil Keyndra membuat Cicha mau tak mau menoleh.


Keyndra menyingkirkan helaian rambut pada pipi gadis itu. Membuat Cicha langsung menoleh, karena jarak wajah mereka saat ini sangat dekat. Dengan pelan tangan Keyndra merangkul bahu Cicha, agar gadis itu tidak merasa kedinginan.


Tiba-tiba Keyndra mendekatkan wajahnya menatap Cicha dalam. Hingga membuat gadis itu menutup rapat kedua matanya. Cicha bisa merasakan hangat napas Keyndra yang menerpa wajahnya.


Jari telunjuk cowok itu membelai lembut setiap inci wajah Cicha. Membuat Cicha yang masih setia menutup matanya, sedikit menegang. Tiba-tiba Cicha sedikit meringis, merasakan sakit di dahinya karena ada tangan jail yang menyentil dahinya.


"Hayo, mikir aneh-aneh nih pasti," ujar Keyndra sambil sedikit terkekeh. Membuat Cicha seketika membuka matanya. Wajahnya sudah semerah tomat.


"Nyebelin!" ujar Cicha sambil mendorong tubuh Keyndra agar sedikit menjauh. Hal itu sontak membuat Keyndra tak bisa lagi menahan tawanya.


"Berarti tadi beneran ngarep diapa-apain ya?" tanya Keyndra sambil menjawil hidung mancung Cicha.


"Mana ada, enggak ya, ngapain juga ngarep diapa-apain?" balas Cicha galak, dan memalingkan wajahnya yang sudah pasti bertambah merah karena malu.


"Ihh, kok tadi bisa mikir gituan sih? Malu-maluin tahu gak, dasar."


"Tahu gak Ay? kamu cantik kalau lagi marah," ujar Keyndra pada Cicha yang masih tak berani menatapnya.


Setelah turun dari bianglala, keduanya menikmati waktu mereka berdua bermain semua permainan yang ada disana. Mencoba berbagai permainan berhadiah, sampai mereka mendapatkan boneka beruang besar. Mereka juga membeli permen kapas, es krim, dan camilan lain yang dijajakan disana.


Sebelum mengantarkan gadisnya pulang, Keyndra menyempatkan membawa Cicha ketempat makan. Kali ini pilihannya jatuh di warung nasi goreng kaki lima yang menjadi favoritnya. Meski cowok itu anak orang kaya, tapi dia lebih suka merakyat seperti teman-temannya yang lain. Menurutnya makanan yang dijajakan pada pedagang kaki lima, tidak kalah rasanya dengan makanan mahal di restoran berbintang.


Tentu saja sifat Keyndra yang seperti itu, membuat Cicha semakin mengaguminya. Boleh gak kalau Cicha egois untuk bisa memiliki Keyndra selamanya.


🦋🦋🦋

__ADS_1


__ADS_2