
"Assalamu'alaikum Ma, Papa," salam Keyndra saat menghampiri kedua orang tuanya yang sedang menonton televisi diruang keluarga, tak lupa cowok itu juga mencium punggung tangan kedua orang tuanya.
"Wa'allaikumsalam," jawab kedua pasangan suami istri itu serentak.
"Tumben anak mama jam segini udah pulang?" tanya mama Keyndra heran, serambi mengusap kepala Keyndra yang sudah duduk disampingnya.
Ya, setelah mengantar Cicha pulang, Keyndra juga langsung pulang ke rumahnya. Dan ini masih jam sembilan malam. Tidak seperti biasanya, kebiasaan cowok itu saat pergi weekend bersama teman-temannya. Keyndra baru akan pulang jika waktu sudah hampir larut. Gak aneh-aneh kok mereka, palingan juga mabar sampe lupa waktu, atau nongkrong di cafe saja. Mereka bukan badboy yang keluar masuk club dan suka balapan liar. Keyndra dan teman-temannya memiliki prinsip 'nakal boleh tapi nakalnya harus yang berkelas'.(Cakep gak tuh).
"Mama tuh anaknya pulang kemalaman ngomel, pulang jam segini masih diomelin juga, apakabar kalau sampai pulang pagi?" protes Keyndra.
"Kan mama cuma nanya, ihh kamu mah kayak anak cewek lagi pms, baperan banget," ujar mama Keyndra sambil mencubit lengan Keyndra.
"Duh sakit ma," rintih Keyndra sambil mengusap lengan yang kena cubitan sang mama.
"Lebay, cowok kok letoy," seloroh papa Keyndra yang dari tadi memperhatikan drama istri dan anaknya itu, menatap Keyndra sambil tersenyum mengejek.
"Nih papa satu malah ikutan ngledekin Key," jawab Keyndra. "Gak best friend lagi deh kalau gitu!" ancamnya
"Dih ngambekan!" cibir papa Keyndra.
Jangan ditanya gimana reaksi Keyndra si cowok dingin, yang akan meleleh didepan orang terdekatnya itu. Cowok itu menyilangkan kedua kakinya diatas sofa, tangan yang bersedekah didepan dada, dengan muka cemberut, mirip anak kecil yang ngambek gak dikasih es krim. Sontak saja hal itu membuat mama dan papanya tidak bisa lagi menahan tawa mereka.
"Udah ih papa!" titah sang istri serambi memukul pelan bahu suaminya itu.
"Ya, iya istriku yang cantik," jawab papa Keyndra terkekeh sambil mencium pipi wanita disampingnya.
Keyndra yang melihat tingkah papanya hanya memutarkan bola matanya malas. "Dih, udah tua masih aja bucin," cibirnya.
"Sirik bilang bos!" jawab sang papa tak mau kalah.
"Ganteng-ganteng jones," lanjut papa lagi.
"Siapa?" tanya Keyndra seakan tidak terima.
"Anak manja," jawab papa Keyndra sekenanya.
Keyndra yang kesal mendengar jawaban papanya hanya diam tidak meladeni lagi. Sedangkan satu-satunya wanita diantara mereka hanya menggelengkan kepalanya.
"Anak sama bapak sama saja," batin mama Keyndra.
Tiba-tiba ponsel Keyndra yang ditaruh disaku jaketnya bergetar. Saat tahu siapa yang pengirim pesan, dia tersenyum. Kemudian memasukkan lagi ponselnya kedalam saku jaketnya.
"Udah ah, Key mau ngamar dulu, ngantuk," ucap Keyndra yang sudah berdiri dari duduknya.
"Gak makan malam dulu?!" tanya mama Keyndra.
"Gak ma, tadi udah makan diluar," jawab Keyndra.
"Selamat malam Ma, Pa!"
Saat tepat berada didepan kamarnya, Keyndra berbalik menatap kearah kedua orang tuanya lagi. "Ma, mama masih pengen punya anak cewek gak?"
Mama dan papa Keyndra mengernyitkan dahinya mendengar pertanyaan tiba-tiba Keyndra, kemudian saling pandang. Seakan tahu maksud sang istri, papa Keyndra mengangkat sedikit bahunya dan menggelengkan kepala.
"Masih lah, emang kenapa sih tiba-tiba kamu nanyain itu?"
__ADS_1
"Kapan-kapan aku bawain anak cewek buat mama deh, aku jamin mama bakalan suka sama dia," ucap Keyndra antusias.
"Anak siapa yang mau kamu ajak kesini? Gak usah aneh-aneh deh Key! Kamu gak ada niatan bawa kabur anak gadis orang kan?" cerca mama Keyndra penasaran.
"Awas aja sampe kamu ngelakuin sesuatu yang bikin malu mama papa!" ancam papa Keyndra.
"Papa gak akan belain kamu lagi didepan kakek sama nenek kamu," ancam papa lagi, kali ini terlihat serius.
"Ck, kebiasaan. Gak usah negatif thinking gitu kenapa?" Keyndra sedikit kesal dengan apa yang dipikirkan orang tuanya.
"Mangkanya kalau ngomong yang jelas, biar mama sama papa gak salah paham!" ujar papa Keyndra yang diangguki oleh mama Keyndra.
Sekarang mereka sama-sama memandang Keyndra dengan raut muka makin penasaran. Sedangkan Keyndra yang berdiri didepan pintu kamarnya masih diam belum mengeluarkan suara.
"Hmm, maksud key tuh seorang gadis. Cantik, pinter, jago masak juga kayak mama, gemesin, pinter nyanyi, baik, sopan, lemah lembut, apalagi ya?" jelas Keyndra tersenyum, sambil membayangkan gadisnya.
"Pokoknya mama papa pasti suka deh," tambahnya senyum yang merekah diwajah tampannya.
"Ya Key, tapi gadis itu siapa?" tanya mama Keyndra yang belum paham maksud anaknya.
"Calon mantu mama, hehehe," jawab Keyndra dengan santai, sambil menampilkan cengiran khasnya.
Sepasang orang paruh baya itu seketika menjatuhkan rahangnya mendengar jawaban anaknya. Keyndra yang melihat reaksi kaget dari orang tuanya terkekeh, dan kemudian langsung masuk kedalam kamarnya sebelum diintrogasi lebih lanjut. Tidak lupa Keyndra mengunci pintu kamarnya.
Sementara mama papa Keyndra yang masih berada diruang keluarga masih syok. Dalam keadaan setengah sadar mereka saling pandang, saling bertanya lewat tatapan mata masing-masing. Seakan mendapat jawaban yang sama, mereka saling melempar senyum.
"Anak kita ternyata udah gede ya Pa?"
"Hm, Papa seneng Ma. Gak kerasa ya?"
"Tapi mama takut pa," entah apa yang ada dalam benak mereka, raut wajah bahagia itu kini berubah sendu.
"Jangan mikir yang aneh-aneh dulu ma, do'akan saja anak kita selalu bahagia selama hidupnya. Apapun yang terjadi papa akan selalu memilih kalian. Mama dan Keyndra adalah hidup papa, dunia papa. Papa akan lakuin apapun yang buat kebahagiaan kalian." Tegas papa Keyndra.
"Udah yuk tidur, udah malem!" ajak mama, serambi memukul pelan dada sang suami.
"Ok, tapi sambil buatin adik buat Key ya!" bisik papa sambil mengerlingkan matanya.
"Dasar tua-tua keladi, makin tua makin menjadi," ucap mama sambil begidik ngeri melihat ulah papa.
"Harus itu ma, biar tambah rame dirumah."
"Astaga, inget umur coba pa!"
"Emang kenapa sama umur, masih kuatlah kalau buat maen. Gak percaya? Ayuk papa buktiin, mama mau berapa ronde papa jabanin deh." Ujar papa menaik turunkan alis matanya, sambil tersenyum smirk.
"Emboh lah pa, sak penak mu wes pa!" ujar mama berjalan meninggalkan suami nya. Papa tersenyum geli mendengar respon mama, dan segera menyusul istrinya yang sudah masuk kamar utama rumah tersebut.
❤️❤️❤️
"Makasih Ma, Pa! Keyndra janji akan buat mama dan papa bahagia juga selamanya. Keyndra butuh dukungan mama dan papa buat mempertahankan cinta Key."
Ternyata Keyndra sedari tadi mendengarkan percakapan kedua orang tuanya dari balik pintu kamarnya. Karena letak kamarnya tepat disebelah ruang keluarga yang berada dilantai dua rumahnya, jadi Keyndra bisa mendengarkan semuanya tanpa tertinggal, termasuk obrolan mesum mereka. Hhhh.
Keyndra segera membersihkan tubuhnya dan mengganti bajunya. Cowok yang sekarang memakai setelan santai nya saat dirumah itu duduk dipinggir keranjangnya, menyandarkan kepalanya di kepala ranjang itu. Lalu mengambil ponsel yang ada diatas nakas, dan mencari nama seseorang yang akan ia hubungi.
__ADS_1
Tut, tut, tut....
Tak butuh waktu lama panggilan tersebut sudah terhubung.
"Assalamu'alaikum cantik!" sapanya saat layar ponselnya menampilkan wajah seorang cewek.
"Wa'allaikumsalam ganteng!" balas seseorang diseberang sana.
"Udah bobok ya?" tanya Keyndra
"Heem, baru aja merem. Kamu dimana kok belum tidur?"
"Dikamar, belum bisa tidur kalau gak liat wajah kamu dulu, sama denger suara kamu, hehehe."
"Apaan sih, lebay deh Key!"
"Ciee... ciee... ada yang blushing," Keyndra terkekeh karena berhasil membuat wajah Cicha merah karena malu.
"Gak kok," Cicha menyembunyikan rona merah di pipinya dengan kedua telapak tangannya.
"Gak usah malu gitu, tambah cantik kok," rayu Keyndra.
Cicha terlihat salah tingkah mendengar gombalan Keyndra, jantungnya juga berdegup kencang. Cicha memejamkan matanya, untuk sedikit menetralkan degupan jantungnya.
"Ngantuk banget ya Ay?" tanya Keyndra saat melihat Cicha memejamkan matanya.
"Hm," jawab Cicha.
"Ya udah, aku juga udah ngantuk, besok berangkat sekolah sama aku!"
"Ya, jangan kesiangan, besok upacara!"
"Siap laksanakan Ibu Komandan!"
"Met bobok cantiknya Keyndra! Have a nice dream," ucap Keyndra.
"Have a nice dream too by."
Saat sadar dengan apa yang diucapkan Cicha langsung memutuskan panggilan itu dan mematikan ponselnya. Cicha belum siap jika harus diintrogasi Keyndra.
Benar saja, karena sangking senengnya mendengar panggilan sayang 'by' dari Cicha. Keyndra berulang kali mencoba menghubungi Cicha lagi, untuk mendengarnya lagi. Tapi Keyndra belum beruntung, karena panggilan itu selalu gagal dan malah dapat jawaban dari operator.
Hahahaha kasihan banget sih Key. Besok aja udah, tapi kalau si Ay mau.
Keyndra yang kesal, meletakkan ponselnya diatas nakas disamping tempat tidurnya. Setelahnya dia membaringkan tubuhnya untuk segera tidur. Berharap hari esok akan lebih indah dan lebih baik dari hari ini.
❤️❤️❤️
Maafin ya kalo masih banyak typo.
Terimakasih banyak buat yang baca 😘😘
Mau dikasih visual nya gak nih.
Hayo tebak siapa visual nya Keyndra dan Cicha.
__ADS_1
🤔🤔