Memilih Untuk Melepaskan

Memilih Untuk Melepaskan
episode 34


__ADS_3

"Suntuk banget tuh muka?" tegur Marina saat aku baru saja meninggalkan kelas. Entahlah suasana hati ku saat ini benar-benar tidak baik.


Aku tidak menghiraukan sahabatku satu itu. Niken dan Erika juga menatapku heran. Aku langsung menelungkupkan wajahku, tanpa sepatah kata pun. Tadi saat sampai di sekolah, aku langsung ijin keluar mobil dan meninggalkan mereka berdua lebih dulu dengan alasan ke toilet. Nyatanya aku langsung menuju ke kelas.


Tapi ketiga cewek itu tidak bisa sekali saja membuatku menenangkan diri. Mereka dengan kompak mengangkat kepalaku.


"Gak panas kok," gumam Erika sambil menempelkan punggung tangannya ke dahiku.


"Gue gak sakit," ujarku.


"Terus, kenapa dateng-dateng udah badmood aja?" tanya Niken.


"Gue juga gak tau kenapa," ucapku lalu menelungkupkan wajahku lagi.


"Gara-gara Keyndra?" tebak Erika.


Aku tidak menjawab.


"Lo gak berangkat bareng dia?" tanya Marina.


"Bareng," jawabku seadanya.


"Terus tuh anak mana, biasanya juga kayak lem lengket terus Lo berdua?" tanya Erika sambil celingukan mencari Keyndra.


Aku hanya menggelengkan kepalaku.


"Ada yang gak beres nih pasti, yakin gue mah?" kata Erika sambil mengetukkan jari telunjuknya ke dagunya.


"Awas aja tuh manusia es sampe macam-macam," ancam Niken.

__ADS_1


"Udah gue gak pa-pa, lagi capek aja kayaknya," balasku.


"Dit!" panggil Niken, aku merasakan sesuatu yang tidak baik langsung mengangkat kepalaku.


Niken gak usah macem-macem!" ancamku padanya tapi cewek itu mana peduli.


"Kenapa Ken?" sahut Aditya yang duduk di bangkunya.


"Bilangin ke temen Lo, yang manusia es itu. Jangan berani-beraninya macem-macem sama temen gue, apalagi sampai bikin sakit hati!" ucap Niken setengah berteriak, yang membuatku cepat-cepat membungkam mulutnya.


"Emang Keyndra ngapain?" tanya Dany membuat yang lain menatapku.


"Keyndra ngapain Lo Cha?" tanya Anggara yang fokus menatapku.


"Nggak ada," jawabku cepat.


"Tuh temen Lo aja bilang Keyndra gak buat masalah. Dasar Lo Lo nya aja yang lebay," ucap Dany seolah tak terima salah satu sahabatnya disalahkan.


"Bilang sama gue Cha, kalo Keyndra sampe nyakitin Lo!" ucap Anggara yang sedari tadi fokus menatapku. Entah mungkin dia bisa membaca dari raut wajahku kalo aku memang sedang tidak baik-baik saja untuk saat ini.


Aku menganggukkan kepala sambil tersenyum padanya.


"Biar nanti gue sendiri yang akan bikin dia kapok kalo sampe berani nyakitin Lo," ucap Anggara lagi terdengar serius.


"Gak usah segitunya, inget dia sahabat Lo Ga. Aku terlihat baik-baik saja kan, berarti ga ada masalah sama kami," kataku sambil tersenyum seakan memang aku baik-baik saja.


Setelah ucapanku itu, suasana menjadi hening. Keyndra pun belum menampakkan dirinya. Sampai bel masuk berbunyi dan guru sudah datang dia baru terlihat. Keyndra berjalan tepat dibelakang guru yang akan mengajar dikelas kami. Aku hanya memperhatikannya dari tempat dudukku.


Setelah dia duduk di bangkunya, dia menatapku. Aku bisa merasakannya, tapi aku pura-pura tidak tahu. Dari tempat ku duduk aku masih bisa mendengar saat Dany bertanya padanya dari mana saja dirinya?

__ADS_1


🦋🦋🦋


"Lo dari mana baru dateng?" tanya Dany pelan.


"Dari ruang guru, ketemu guru olahraga. Ngomongin turnamen basket," jawab Keyndra pelan juga.


Dany mengangguk mendengar jawaban Keyndra, karena dia tahu Keyndra akan mengikuti turnamen tersebut untuk terakhir kalinya selama masa SMA.


"Lo ada masalah sama Cicha?" tanya Dany berhati-hati.


"Maksudnya gimana?" tanya Keyndra balik, cowok itu menautkan kedua alisnya.


"Si Niken tadi sempet ngancem Lo lewat kita, dan kalo dari yang gue liat juga, Cicha kek nyembunyiin sesuatu, tatapan matanya beda. kayak orang lagi patah hati." kata Dany menjelaskan kejadian sebelum Keyndra datang. Dan ternyata dia juga tahu apa yang sedang Cicha rasakan.


"Kalian gak putus kan?" tanya Dany lagi.


"Jangan sampe, gue gak mau dan gak akan pernah mau putus sama dia. Gue gak tahu gimana kalo gue sampe kehilangan dia. Gue sayang banget sama dia, dan gue juga cinta sama dia." tegas Keyndra sambil menatap dalam Cicha dari tempat dia duduk.


"Bagus kalo Lo punya pikiran kayak gitu. Gue sebagai sahabat cuma pengen yang terbaik buat Lo, dan gue bisa liat dia emang yang terbaik buat Lo." balas Dany.


"Tanya baik-baik dulu, gue kira cuma ada salah paham aja antara kalian. Selesaiin, sebelum semakin rumit nantinya," tambahnya lagi.


"Nanti gue tanyain, gue juga gak mau ada salah paham yang berimbas sama hubungan kami," kata Keyndra.


"Thanks bro, kalian emang sahabat terbaik gue," ucap Keyndra terharu.


"Sama-sama, udah seharusnya," jawab Dany.


Mereka saling tertawa tapi pelan karena di depan kelas ada guru yang sedang menerangkan pelajaran. Saling menepuk bahu satu sama lain. Kemudian keduanya diam dan memperhatikan penjelasan guru yang ada di depan.

__ADS_1


🍒🍒🍒


__ADS_2