Memilih Untuk Melepaskan

Memilih Untuk Melepaskan
episode 33


__ADS_3

"Yuk pulang!" ajak Keyndra.


Aku mengangkat kepala, melihat Keyndra berdiri di sebelahku duduk dengan fokus menatapku yang sedang membereskan alat tulis sambil tersenyum. Aku melihat sekeliling, ternyata teman-temanku sudah banyak yang pulang.


"Kamu pulang aja dulu, aku naik angkot aja. Udah lama gak naik angkot," tolakku sambil tersenyum padanya. Seketika Keyndra menatapku lurus. Rasanya hatiku masih sakit karena kedekatan diantara dirinya dengan Sandra. Dan ini kali pertama aku menolak pulang bareng cowok itu.


Aku bangkit dari tempat dudukku, "Aku duluan ya, Key!" pamitku.


Keyndra tidak menjawab, tapi dia terus menatapku. Aku melangkah meninggalkan kelas, dan aku bisa merasakan Keyndra mengikuti langkahku dari belakang. Setelah aku keluar kelas, dia mencekal tanganku.


"Kamu kenapa?" tanyanya dengan tatapan yang lurus ke arahku.


"Aku ada salah? kamu aneh dari tadi?" tanyanya lagi.


Aku refleks menggeleng, entah siapa yang salah diantara kami. Tapi untuk saat ini hatiku yang sedang bermasalah.


"Ya udah, kalau gitu pulang sama aku," putusnya. Kemudian Keyndra mulai berjalan.


Aku berjalan di belakangnya, dengan sebelah tanganku yang ada digenggamannya. Aku memperhatikannya dari belakang, aku masih enggan untuk pulang bersamanya. Aku butuh waktu untuk sendiri, aku ingin menenangkan hatiku dulu, menghilangkan rasa sesak yang tak kunjung hilang. Aku ingin marah, ingin berteriak keras di depan mukanya, dan mengatakan kalau aku cemburu, tapi aku tak bisa. Tolong Key, jangan buat aku bimbang.


🍒🍒🍒


Kemarin akhirnya aku pulang bersama Keyndra, sungguh aku tak bisa menolaknya. Bahkan dia tak langsung pulang, cowok itu menyempatkan diri untuk bermain game bersama adik-adikku. Setelah hampir magrib dia baru berpamitan untuk pulang. Aku berusaha bersikap seperti biasanya, seolah tak ada apa-apa.


"Bun, Yah, Cicha berangkat dulu ya," pamitku pada bunda dan ayahku yang sedang ngobrol di meja makan.


"Key udah jemput?" tanya bunda.


"Udah Bun, dia nunggu di depan," kataku. memang nyatanya Keyndra sudah di depan. Entah mengapa dia tidak masuk dulu untuk sekedar pamit pada kedua orang tuaku seperti biasanya, hanya mengabariku lewat pesan saja. Dan herannya dia bawa mobil hari ini.


"Assalamualaikum bunda, ayah!" setelah menyalimi tangan kedua orang tuaku dan menerima uang saku dari ayah, aku bergegas menghampiri Keyndra yang sedang menunggu di depan rumah.

__ADS_1


Senyumku yang lebar saat keluar rumah tadi tiba-tiba menyurut begitu aku sampai di samping mobil Keyndra. Pandanganku saat itu juga bertemu dengan Sandra yang baru saja menurunkan kaca mobil Keyndra.


"Hai, Cicha," sapa Sandra dengan senyum lebar yang dimiliki cewek itu.


"Halo, Sandra," balasku juga tersenyum padanya.


"Masuk Ay!" suruh Keyndra.


"Iya," kataku lalu masuk ke mobil Keyndra.


"Gak pa-pa kan Ay kalo Sandra berangkat bareng kita? Tadi dia nelponin Mulu suruh jemput, sampe mama juga ditelpon. Mana bisa nolak kalo udah kanjeng ratu yang ngasih titah," kata Keyndra sambil menoleh padaku yang duduk di bangku belakang, karena Sandra yang duduk di bangku depan, di samping Keyndra.


"Lagian rumah gue sama Cicha searah, sekalian kan? ya kan Cha?" tanya Sandra ikutan menoleh padaku.


"Gak pa-pa kok," jawabku berusaha untuk sebiasa dan sesantai mungkin.


"Tuh denger Key, Cicha aja gak pa-pa, Lo nya aja yang ribut dari tadi," kata Sandra kembali menghadap ke depan.


"Maaf ya!" Keyndra mengucapkan kata itu tanpa suara.


Aku hanya mengangguk, mungkin karena Keyndra merasa tidak enak padaku. Cowok itu kemudian menghadap ke depan.


Setelahnya mobil Keyndra bergerak meninggalkan pekarangan rumahku.


"Key, mana bekel gue yang dititipin mama?" tanya Sandra pada Keyndra.


Keyndra menoleh padanya, "Di tas," jawab Keyndra.


"Kirain Lo kasih makan kucing di jalan tadi," ucap Sandra yang tanpa sungkan membuka tas Keyndra. Keyndra pun tidak keberatan dengan apa yang dilakukan Sandra.


"Dasar tukang fitnah emang Lo ya," ujar Keyndra sambil menonyor kepala Keyndra, lalu keduanya tertawa bersama.

__ADS_1


"Eh Cha, Lo udah pernah diajak main ke rumah Keyndra belum?" tanya Sandra kembali menoleh padaku.


Belum aku sempat menjawab, Sandra kembali bicara. "Udah dikenalin belum sama mama papanya Keyndra? Udah pernah nyobain masakan mamanya Keyndra belum? Kalo gue tiap hari selalu dibuatin bekel sama mamanya Key. Enak banget masakan si mama. Gue suka banget." Katanya dengan semangat.


Sandra ini sedang pamerkah? Dia juga memanggil mama pada mamanya Keyndra. Sepertinya hubungan mereka benar-benar akrab.


"Cicha udah sering ke rumah," kata Keyndra.


"Cicha juga sering masak bareng mama, gak kayak Lo yang cuma bisa makan doang. Jadi otomatis Cicha juga udah tahu rasanya masakan mama gue." Jelas Keyndra yang tetap fokus memandang ke depan.


"Enak tinggal makan kali, gak pake ribet," kata Sandra lalu Keyndra menyentil dahi cewek itu.


"Jadi Lo udah deket dong sama mama? mama pasti seneng banget tuh punya temen masak, berasa punya anak perempuan kayak impiannya selama ini." Kata Sandra.


"Mama baik kan Cha? masakannya juga enak kan?" tanya Sandra lagi padaku. Cewek ini benar-benar ceria, sepertinya juga cerewet.


"Mama baik, masakannya juga enak," jawabku jujur, karena memang itu yang kurasakan.


"Ay, mau aku mintain mama buatin kamu bekel juga gak?" tanya Keyndra.


"Eh gak usah," tolakku cepat.


"Gak usah malu Cha, pasti mama juga seneng kok," kata Sandra.


"Gak usah, aku tiap hari udah bawa bekel sendiri kok dari rumah," tolak ku lagi.


Setelah itu tak ada lagi kata-kata yang ku ucapkan, hanya mereka berdua yang masih berbicara. Aku seperti obat nyamuk menyaksikan kedua orang itu.


Aku sudah tidak sanggup menyaksikan semua ini. Aku ingin cepat-cepat keluar dari mobil ini. Untuk menghindari hatiku semakin nyeri yang tidak kuat mendengar obrolan akrab mereka, aku memutuskan untuk diam dan mengalihkan perhatianku pada pemandangan yang aku lewati dari kaca mobil. Ku turunkan sedikit kaca mobil itu, merasakan angin pagi menyentuh permukaan kulitku. Setidaknya itu bisa membuatku tenang sejenak.


🍒🍒🍒

__ADS_1


__ADS_2