
Bel pulang sekolah sudah berbunyi beberapa menit yang lalu. Cicha masih tampak bercanda dengan ketiga sahabatnya, terlihat enggan untuk berdiri dari tempat duduknya. Keyndra berjalan menghampirinya, berniat mengajaknya keluar dari kelas dan mengantarkan gadis itu pulang.
"Ay, ayo!" Ajak Keyndra
Cicha menatap ketiga sahabatnya, "tapi -
"Gak pa - pa Cha, duluan aja!" sela Marina yang mengerti perasaan Cicha yang tidak enak kalau meninggalkan mereka.
"Aku duluan ya," ujar Cicha, ketiganya membalas dengan mengacungkan kedua ibu jarinya, jangan lupakan wajah mereka dengan tatapan jahil dan senyum menggodanya.
****
Sekarang mereka berada dibawah pohon beringin yang menjadi saksi hari bahagia mereka. Keyndra dan Cicha tampak sama-sama serius. Keyndra memang tak langsung mengantar Cicha pulang, entah apa tujuannya malah mengajak Cicha kesana lagi.
Keyndra tampak sedang menulis sesuatu di salah satu bagian pohon tersebut. Membuat Cicha yang berdiri dibelakangnya memperhatikan pemuda itu dengan serius.
"Beneran kamu buat ginian?" tanya Cicha.
"Hmm," Keyndra mengangguk, tersenyum menatap Cicha. "Suka gak?"
"Suka," Cicha tersenyum senang, menatap tulisan yang diukir Keyndra di salah satu bagian pohon tersebut, Keyndra ❤️ Cicha, dan tanggal dimana mereka jadian yang ditulis didalam hati yang diukir Keyndra tadi.
"Nggak nyangka kamu punya ide buat ginian?"
"Biar bisa buat kenang-kenangan Ay." Keyndra menatap bangga hasil karyanya.
Keyndra berdiri disamping Cicha, mengambil sebelah tangan Cicha, menggenggamnya erat. Cicha menatap genggaman tangan Keyndra. Tak menyangka cowok yang dicintainya dalam diam selama ini, sekarang bersamanya, menjadi miliknya. Dalam hatinya Cicha berharap semoga semua ini tak pernah berakhir.
"Ay!" panggil Keyndra.
"Hmm," jawab Cicha hanya dengan deheman kecil.
"Coba liat sini!" Keyndra menarik bahunya, agar Cicha menatapnya.
"Kenapa lihatnya malah kebawah?" tanya Keyndra. "Emang dibawah sana ada yang lebih menarik ya ketimbang liat aku?"
Cicha menggeleng pelan. "Nggak gitu maksudnya Key."
"Terus kenapa, hmm?" Keyndra penasaran dengan jawaban Cicha.
"Malu," jawabnya singkat dengan suara pelan yang hanya bisa didengar keduanya.
Keyndra terkekeh mendengar jawaban Cicha.
"Masih aja malu buat natap langsung kalau diajak ngomong."
"Pasti semua cewek juga malu natap langsung cowok kalau diajak ngomong, apalagi cowok itu cowok yang dia suka," bela Cicha.
"Emang sesuka apa sih kamu sama aku?" tanya Keyndra sambil menahan tawanya.
__ADS_1
"Key, nggak usah mulai deh!" Ditanya seperti itu membuat Cicha salah tingkah. Membuat Keyndra tak bisa lagi menahan tawanya.
"Ih, malah ketawa. Nggak lucu tahu."
"Kamu lucu kalau lagi salting gitu," ujar Keyndra. "Pipi kamu jadi merah kalau salting," tambah Keyndra masih dengan tawanya.
"Ih, malah digodain terus, udah dong! Malu Key," teguran dari Cicha malah membuat Keyndra tertawa keras.
"Sini deh biar nggak malu!"
Cicha mendekat kearah Keyndra. Keyndra mencoba menjangkau wajah Cicha, kemudian mengusap pipi gadis itu dengan kedua telapak tangannya. Bukannya meredam rasa malu itu, Keyndra malah membuat Cicha panas dingin. Keyndra merangkum wajah Cicha dengan kedua telapak tangannya yang besar itu. Membuat kedua manik mata mereka bertemu. Selang beberapa detik, Keyndra malah mencium kedua pipi Cicha dengan gemas. Seperti seorang ayah yang sedang mencium anaknya. Sontak hal itu membuat Cicha melotot, tak percaya Deny apa yang dilakukan Keyndra.
"Key ih gak boleh!" tegur Cicha. "Jangan dibiasain gitu ah kalau di sekolah." Cicha memperlihatkan wajah tak sukanya dengan apa yang dilakukan Keyndra.
Berbeda dengan Cicha, Keyndra terlihat santai. Dia terlihat begitu senang dengan apa yang dilakukan. Menggoda Cicha mungkin mulai saat ini akan menjadi kesenangan tersendiri bagi Keyndra. Apalagi kalau gadis itu sampai ngambek, gadisnya akan terlihat semakin menggemaskan dimatanya.
"Jadi, kalau lagi nggak disekolah boleh dong Ay?!" tanya Keyndra sambil menaik turunkan kedua alis matanya, jangan lupa senyum seringainya yang membuat Cicha merasa was-was saat melihat senyum itu.
"Eh, tetep nggak boleh!"
"Ih, dikit aja boleh dong Ay?!" tawar Keyndra dengan memasang wajah memelas.
"Nggak ada tawar menawar, titik!"
"Pelit! tahu nggak Ay, orang pelit itu temannya setan. Katanya sayang, tapi gitu aja nggak boleh?" ujar Keyndra dalam mode merajuk.
"Embuhlah Key," Cicha pasrah. "Ya Allah tolong kembalikan Keyndra seperti semula ya Allah. Keluarkan setan mesum yang sedang merasuki jiwanya sekarang ya Allah. Cicha takut ya Allah. Amiin!!"
"Astaga. Wes embuh sak karep mu Key!" putus Cicha dengan nada kesal.
Kenapa jadi mesum gini sih? pengen mabok tahu nggak, untung sayang. Kata Cicha yang hanya diucapkan dalam hatinya.
Tanpa aba-aba Keyndra langsung memeluk Cicha dari samping, hal itu sontak membuat Cicha tercekat. Cowok itu meletakkan dagunya di atas pucuk kepala Cicha. Sesekali memberi kecupan disana.
"Ay, maaf ya kalau selama ini aku dah banyak nyakitin kamu!" ujar Keyndra.
"Aku sayang sama kamu Ay."
"Cicha juga sayang Keyndra banyak-banyak," balas Cicha dengan suara sedikit dibuat manja. Lalu detik berikutnya Cicha membalas pelukan Keyndra. Keyndra yang merasa senang, membuat pelukan itu semakin erat, seolah takut kehilangan gadisnya. Menepuk pelan punggung Cicha dengan sayang.
"Makasih Ay!" kata Keyndra, mengecup cukup lama pucuk kepala Cicha.
"Bunuh gue aja Key! Daripada tiap hari lo suruh liat keuwuan kalian," tegur Dany yang entah sejak kapan berada dibelakang Keyndra dan Cicha, bersama kedua sahabat Keyndra yang lain. Anggara dan Aditya.
Keyndra dan Cicha sontak melerai pelukan mereka. Kedatangan ketiga cowok itu membuat mereka sama-sama salah tingkah.
"Jangan mau Key, nanti lo diaduin ke maminya," ujar Adit. "Tahu sendiri tuh anak cuma gede badannya doang, aslinya anak mami banget."
"Ck, ganggu aja kalian. Dah sana pulang, dah ditungguin sama mak kalian dirumah!"
__ADS_1
"Dasar ya lo, emang temen kampret. Lupa lo kalau hari bagian kita piket kelas?" ujar Aditya dengan nada kesal
"Tahu, sumpah ya orang kalau lagi bucin bisa lupa segalanya," sahut Dany.
"Absen satu kali aja nggak pa - pa kali. Lagak Lo bertiga kayak anak rajin piket aja, biasanya juga cuma duduk doang, yang ngerjain juga yang lain. Gue masih mending bantuin ngangkat kursi, atau nggak ngehapus papan tulis," bela Keyndra.
" Bener juga sih, hehehe," jawab Dany sambil menggaruk bagian tengkuknya.
"Lo tuh yang seharusnya pulang, jangan anak gadis orang lo ajak mojok terus."
"Awas Cha! Key tuh sebenernya mesum banget."
"Ya bener tuh Cha, jangan mau kalau diajak mojok terus, apalagi tempatnya sepi gitu. Bisa berubah jadi vampir ganas tuh orang."
"Sini lo Dan, Dit. Mau ngajak gelud lo berdua?" tantang Keyndra, berdiri sambil menyingsingkan kedua lengan bajunya.
"Eits, santai bro. Bercanda gue," kata Dany.
"Ya Cha kita cuma bercanda kok, nggak usah didengerin. Tapi ya tetep hati-hati aja sih saran gue!" Aditya masih belum menyerah untuk menggoda sahabatnya itu.
"Kalian berdua emang klop banget ya. Dah ayo pulang, nggak usah gangguin mereka yang lagi bucin!" lerai Anggara
"Gimana kalau ke cafe aja, siapa tahu disana kita bisa dapet cewek juga. Biar nggak jomblo lagi." Anggara merangkul pundak kedua sahabatnya itu.
"Gue traktir deh kali ini, gimana?" imbuhnya
"Nggak nolak deh kalau gitu."
"Please, jangan adegan muah-muahan lagi. Gue nggak mau menderita penyakit iri dengki berkelanjutan kerena ngeliat keuwuan kalian berdua. Sudah ya, kita pamit undur diri. Kata netizen, orang ketiga adalah setan. Jadi kalian harus banyak-banyak berdoa biar nggak dirasuki setan-setan itu. Bisa bahaya nanti, apalagi cowoknya modelan Keyndra." ujar Dany panjang lebar.
"Yuk bro, let's go!" seru Aditya.
Ketiga cowok tadi sudah pergi meninggalkannya mereka berdua. Namun Cicha masih belum bisa berhenti tersenyum karena kekonyolan ketiga sahabat Keyndra.
"Bukan sahabat gue emang," ujar Keyndra.
"Huss, nggak boleh gitu!"
"Dah, ah ayo pulang!" ajak Keyndra.
Keyndra menarik tangan Cicha, mengajaknya ke tempat parkir. Menuju tempat dimana motor sport Keyndra berada.
Setelah mereka sama-sama naik diatas motor sport itu, Keyndra segera melajukan motornya. meninggalkan area sekolah.
Cicha yang memeluk erat tubuh Keyndra dari belakang, menyandarkan kepalanya di punggung Keyndra. Sementara Keyndra memegang erat kedua tangan Cicha yang sedang memeluknya. Keduanya terlihat sangat sedang kasmaran.
❤️❤️❤️❤️
Mohon dukungannya ya para kakak readers🙏🙏🙏
__ADS_1
Terima kasih sebelumnya 🤗🤗🤗