Memilih Untuk Melepaskan

Memilih Untuk Melepaskan
episode 8


__ADS_3

****


Sudah seminggu Cicha dirumah sakit.Dia ingin segera pulang dan kembali ke sekolah.Dia sudah kangen dengan suasana sekolah.


"Selamat pagi, adek cantik!"datang seorang perawat yang setiap pagi memeriksa kondisi Cicha.


"Pagi.... Mbak Dina!"jawab Cicha yang masih berbaring di tempat tidurnya.


Ya , nama perawat itu adalah DinaSelama seminggu di rumah sakit , Cicha memang sudah akrab dengan perawat yang merawatnya setiap hari itu.


"Adek cantik ini ada bunga lagi buat kamu,"perawat itu memberikan seikat bunga mawar merah kepada Cicha.


"Sebenarnya aku penasaran loh mbak sama pengirim bunga ini."ujar Cicha sambil menerima bunga yang diberikan perawat itu.


"Mungkin dari salah satu penggemar rahasia kamu Dek?Kamu kan cantik pasti banyak yang diam-diam naksir kamu.Hhhh."goda perawat itu.


"Eh...mbak ini bisa saja,gak ada kok mbg,"jawab Cicha tersipu malu.


"Mbak Dina sudah lama disini?"tanya bunda Cicha yang memang dari tadi masih ke kamar mandi.


"Nggak kok Bu,baru saja masuk,"jawab Dina dengan tersenyum ramah.


"Dapet bunga lagi Cha?"tanya sang bunda melihat bunga yang masih dipegang oleh Cicha.


"Hmmm"jawab Cicha sambil menganggukkan kepalanya pelan.


"Bunga sebanyak itu nanti mau kamu apain?"tanya sang bunda lagi yang kini menatap lekat pada deretan bunga yang selama seminggu ini dikirim buat anaknya oleh pengirim misterius.


Cicha tak menjawab hanya mengangkat sedikit bahunya saja.Meletakkan bunga yang dia terima hari diatas meja.


Bunga-bunga itu tak pernah Cicha buang,tapi ditata rapi diatas meja ,dalam sebuah vas yang di isi air , supaya bunga-bunga itu tak layu.


Selain rasa penasaran dengan pengirim misterius itu ,ada rasa bahagia saat menerima nya.Dalam hatinya , pengirim misterius itu selama ini dekat dengan dia.


Sang Bunda hanya menggelengkan kepala , sementara perawat yang dipanggil mbak Dina tadi hanya tersenyum.


"Gimana masih ada keluhan?"tanya Dina sambil memeriksa tekanan darah Cicha.

__ADS_1


"Nggak ada kok mbak,cuma satu.Kapan saya boleh pulang mbak?saya sudah nggak tahan setiap hari menghirup bau obat-obatan."


"Kalau dilihat kondisi kesehatan kamu,insyaallah nanti atau besok sudah boleh pulang.Tunggu kabar dari dokternya dulu ya."Tutur Dina menjelaskan.


"Kalau begitu saya permisi dulu ,Bu , Cha!"


"Ya...mbak Dina,terima kasih,"jawab ibu Cicha mengantarkan Dina sampai depan pintu.Melihat perawat itu sudah meninggalkan kamar,sang bunda menghampiri Cicha,dan duduk disamping putrinya itu.


"Bun istirahatlah ,maaf ya Bun Cicha menyusahkan Bunda dan yang lainnya,"ucap Chica ,menatap ibunya penuh rasa bersalah.


"Nggak boleh bicara gitu,sudah kewajiban bunda merawat kamu.Dan bukan salah kamu,kalau kamu sakit."Jawab sang bunda memeluk erat Cicha yang tertunduk lesu.


Selama Cicha di rumah sakit hanya sang bunda yang menemaninya.Karena sang ayah sedang bertugas di luar kota.Kedua adiknya hanya sesekali menjenguknya.Sementara sahabatnya juga tak mungkin setiap hari bisa menemaninya.


****


Disekolah terlihat sudah banyak siswa yang meninggalkan sekolah.Bel pulang sekolah memang sudah berbunyi sejak beberapa menit yang lalu.


Sementara di halaman parkir Marina,Niken dan Erika ,mereka sudah siap melajukan motornya.


"Sekarang ke rumah sakit lagi kan?"tanya Marina memastikan.


Saat mereka menghidupkan mesin motornya dan siap melaju.Tiba-tiba 4 cowok yang berlagak seperti F4,menghadang mereka.Siapa lagi kalo bukan Keyndra and the gank's.


Pantas sih kalo mereka berlagak kayak F4 ,empat cowok ini ketampanannya sudah tak diragukan.Apalagi Keyndra ,sudah mirip Oppa Lee Min Ho(menurut author y,hhhhh).Dan yang paling penting sama-sama tajir ,siapa yang kenal dengan keluarga mereka.


"Kita ikut dong jenguk Cicha,Kita jugakan temannya.Boleh ya cewek-cewek cantik!"Rayu Dany si jago gombal yang saat itu ada di garis terdepan.


"Ogah...Kalian mau bikin rusuh disana?"jawab Erika ketus.


"Ya , apalagi teman kalian yang pengecut itu?"sahut Niken Melirik Keyndra yang sudah menaiki kuda besinya.


"Tenang saja ada aku yang tanggung jawab,"sahut Anggara menatap kearah Niken.Anggara merasa bersalah atas kejadian kemarin dan dia ingin minta maaf kepada Niken.


"haha,nggak salah denger.Orang yang nggak bisa tanggung jawab atas perbuatannya sendiri.Gimana bisa tanggung jawab sama perbuatan yang dilakukan oleh orang lain.Nggak masuk akal."ujar Niken yang masih kesal kepada Anggara ,atas kejadian kemarin.


"Kalian jangan ribut lagi,kita kesana ,tapi aku janji tak akan menemuinya.Aku akan menunggu kalian di luar."Ujar Keyndra mencoba menenangkan suasana.

__ADS_1


"Bagus kalo kau memang sadat diri Key,Cicha juga sudah berusaha keras membuang perasaan yang dia miliki untuk mu.Sepertinya ,dia sudah mulai bisa melupakan mu Key.Jangan membuat nya sulit lagi!"Jelas Niken menatap benci pada cowok yang selama ini menyakiti hati sahabatnya.


"Kamuu...bisa gak tuh mulut kalau ngomong nggak usah pake cabe!"gerutu Anggara kesal kepada Niken.Mengepalkan kedua tangannya,berusaha menahan kekesalannya tak mau kejadian kemarin terulang lagi.


"Tapi bro,kamu kan yang sebenarnya ingin melihatnya.Kami hanya membantu mu."bisik Aditya kepada Keyndra.


"Sudahlah tak apa,kalian bisa mewakili ku nanti."Jawab Keyndra sedikit berbisik.


Ketiga sahabatnya hanya mengangguk kepala , mengerti yang Keyndra maksut.


"Jadi ikut nggak? Kalau kalian memang mau ikut nggak usah pake lama!"gerutu Erika yang kesal melihat tingkah cowok-cowok itu.


"Ya kita ikut kalian,"jawab Aditya langsung menghidupkan mesin motornya.Diikuti oleh yang lain.


Bruuummm


Bruuummm


Suara-suara motor gede dari empat cowok itu sudah terdengar,siap memecah keramaian jalanan.


Mereka bertujuh meninggalkan area sekolah bersama-sama menuju rumah sakit dimana Cicha dirawat.


Para cewek yang memimpin kali ini,sementara empat cowok tadi mengekor dibelakangnya ,sudah mirip bodyguard.


****


Apakah Keyndra menepati janjinya untuk tidak menemui Cicha?


Terima kasih ya buat para readers yang sudah membaca cerita ku ini😘😘😘


buat kakak readers jangan sungkan tinggal kan saran dan kritik buat saya ya?


karena saran dan kritik dari kalian membantu saya untuk menulis cerita yang lebih baik dan menarik lagi.


jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya kakak2 readers.


πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘β€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ­οΈβ­οΈβ­οΈβ­οΈβ­οΈ

__ADS_1


Saya juga minta maaf kalau masih banyak kesalahan.


Mohon bantuannya πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ˜πŸ˜πŸ˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜


__ADS_2