Memilih Untuk Melepaskan

Memilih Untuk Melepaskan
episode 40


__ADS_3

Rheana, mama Keyndra yang kebetulan sedang lewat depan kamar Keyndra, tertegun ketika mendengar sesuatu yang sangat jarang sekali ia dengar. mama Keyndra bisa mendengar putranya sedang mengaji.


Mama Keyndra membuka pintu kamar Keyndra perlahan. Pemandangan yang sedang wanita itu lihat sangat menyentuh hatinya. Dia bisa melihat Keyndra tengah mengaji dengan memakai sarung dan peci. Meski terdengar Keyndra tidak lancar mengaji, tapi putra semata wayangnya itu mengaji dengan khusyuk.


Rheana masuk ke dalam kamar Keyndra, berniat menunggu Keyndra selesai mengaji dengan duduk di tepian kasur Keyndra.


"Sodakalloh haladzim." Keyndra menutup Al-Qur'annya dan melipat sajadahnya. Melepas sarung dan peci yang ia pakai. Saat cowok itu ingin merebahkan dirinya di atas kasur, Keyndra mengurungkan niatnya itu karena melihat mamanya.


"Sejak kapan mama di kamar Key?" tanya Keyndra yang sudah duduk di samping mamanya.


"Sejak kamu ngaji tadi," jawab mama Keyndra tersenyum menatap wajah tampan putranya itu.


"Kenapa sih mah liatin Keyndra segitunya? Aneh ya ma liat Keyndra yang jadi ngalim gini?" kata Keyndra serambi terkekeh geli pada dirinya sendiri.


Mama Keyndra menggeleng. "Justru bagus. Mama seneng kamu jadi rajin ibadah gini. Coba dari dulu kayak gini, ngajinya bisa lancar Key," kata mama Keyndra sambil mengusap sayang kepala Keyndra.


Keyndra merebahkan tubuhnya di atas kasur dan menatap langit-langit kamarnya. "Baru dapat hidayah mah, biar bisa jadi orang yang lebih baik dan lebih berguna."


"Pasti karena Cicha ya?" tanya mama Keyndra yakin.


Keyndra menatap mamanya sebentar, lalu mengangguk yakin.

__ADS_1


"Anak mama sudah yakin sama perasaannya?" tanya mama Keyndra ragu.


"Keyndra yakin banget ma sama perasaan Key. Key juga yakin rasa yang Key punya buat Cicha bukan sekedar sayang, tapi udah tahap cinta. Selama tujuh belas tahun hidup Key dia yang jadi cinta pertama Key ma, dan Key berharap jadi yang terakhir juga di hidup Key."


Rheana menghela napasnya berat, "Mama sama papa bakalan dukung apapun keputusan dan pilihan kamu kalau memang itu yang terbaik buat kamu. Tapi kamu tahu sendiri apa resiko yang bakal kamu dapat. Mama gak mau baik kamu ataupun Cicha menjadi orang yang tersakiti nantinya. Bahkan bisa jadi Cicha yang akan lebih tersakiti daripada apa yang kamu rasain."


Keyndra mengepalkan tangannya menahan gejolak amarah dalam dirinya. Mengingat kembali dirinya sudah putus dengan Cicha.


"Kamu harus ingat peraturan di keluarga besar papa kamu. Kamu gak bisa bertindak semau kamu. Semua sudah ditentukan oleh Opa sama Oma kamu sejak kamu lahir. Dan semua itu sudah berlaku sejak jaman nenek moyang kamu dulu. Kamu harus siap mengambil resiko besar yang mereka berikan, kalau kamu mencintai gadis lain. Mama sendiri gak bisa ngebayangin apa yang akan mereka lakukan Key," jelas mama Keyndra.


Keyndra terdiam memikirkan semua hal yang mamanya katakan. Itu juga yang menjadi alasan Keyndra diam pada Cicha. Hingga dia kehilangan gadis yang ia cintai.


Mama Keyndra terkejut mendengar penuturan Keyndra. Dia bisa merasakan kesedihan yang dirasakan putranya itu. Mama Keyndra merasa gagal menjadi orang tua yang baik untuk anaknya, karena dia tidak bisa berbuat banyak untuk kebahagiaan putranya.


Rheana menepuk paha Keyndra, "Perjuangin kalau kamu memang sungguh-sungguh cinta sama Cicha. Apapun resiko nya nanti mama bakal tetap ada buat kamu. Mama juga yakin papa bakal selalu ada di pihak kamu," ujarnya memberi semangat pada Keyndra.


"Keyndra bakal berusaha dapetin Cicha lagi ma, Keyndra gak akan pernah lepas dia. Apapun resiko yang bakal Key dapet, Key gak peduli. Key bakal mempertahankan dia, meski harus menentang keluarga Key sendiri. Aku rela kehilangan yang aku punya, tapi aku gak bisa kehilangan cintanya aku ma. Karena buat apa Key punya segalanya tapi Key gak bisa memiliki orang yang Key cinta!" kata Key sangat yakin.


Mama Keyndra mengangguk, "Semangat! Buktikan kalau kamu laki-laki sejati." Ucapnya lalu berjalan keluar kamar Keyndra.


"Mama tunggu Cicha jadi mantu mama, karena mama gak mau yang lain buat jadi mantu mama!" Ucap mama Keyndra sebelum benar-benar meninggalkan kamar Keyndra.

__ADS_1


Keyndra merasa mendapat angin segar kembali. Masih ada kedua orangtuanya dan juga sahabatnya yang selalu mendukung dirinya.


"Makasih mah, pah!" ucap Keyndra tersenyum.


Keyndra membenarkan posisi tidurnya, lalu mengambil ponselnya yang ada di atas nakas di samping kasurnya. Membuka galeri foto di ponselnya, dimana masih tersimpan rapi foto dirinya bersama Cicha.


Seulas senyum terbit di wajah tampannya saat dirinya tak sengaja melihat foto Cicha yang dia ambil untuk pertama kalinya secara diam-diam.


"Kangen," gumam Keyndra sambil mengelus foto Cicha.


"Kamu tahu Ay, ini foto kamu saat aku liat kamu pertama kali. Waktu itu pengumuman penerimaan siswa baru. Aku liat kamu yang masih pake seragam putih biru saat itu. Kamu terlihat seneng banget, itu pertama kali aku liat kamu senyum. Cantik, itu kesan pertama aku liat kamu. Dan kamu tahu Ay, itu waktu pertama kali aku ngerasain perasaan berbeda saat aku liat cewek lain. Jantung aku berdebar secara gak normal pertama kali nya," gumam Keyndra mengingat bagaimana pertama kali melihat Cicha.


"Pas tahu aku sekelas sama kamu, aku seneng banget. Pas sampai rumah aku langsung loncat-loncat di atas kasur, guling-guling kayak orang gila," kekehnya mengingat hal memalukan itu.


"Kamu juga gak pernah tahukan kalau selama ini aku juga tersiksa mendem perasaan aku ke kamu, bukan cuma kamu ternyata. Aku selalu curi-curi pandang buat ngeliat kamu. Apalagi kalau denger kamu ketawa ntah karena apa, candu tahu Ay buat aku."


Keyndra tersenyum geli mengingat semua itu. Tapi senyum itu perlahan pudar saat cowok itu mengingat kembali tentang putusnya hubungan mereka.


Cowok itu tersenyum getir, " I love u," katanya sambil mengecup foto Cicha di ponselnya. Setelahnya Keyndra mematikan ponselnya dan menyimpannya kembali di atas nakas.


🍒🍒🍒

__ADS_1


__ADS_2