
Sudah seminggu berlalu dan aku tidak tahu ada apa dengan diriku. Rasanya hambar dan kosong.
Apalagi seminggu ini Keyndra sibuk latihan basket untuk turnamen yang akan diadakan sebentar lagi. Hal ini membuat intensitas kebersamaan kami berkurang. Aku berusaha mendukungnya sebisaku, dengan membuatkannya bekel atau camilan untuk menemaninya saat latihan.
Aku harus bisa memahaminya dengan jadwal Keyndra yang padat tersebut. Aku tak memaksa cowok itu untuk selalu menjemput dan mengantarkan ku setiap hari. Tapi malah Keyndra sendiri yang selalu meluangkan waktunya agar bisa menjemput dan mengantarkan ku.
Seminggu ini aku bisa melihat raut lelah diwajah tampannya. Kadang aku merasa kasihan dengannya. Seminggu ini aku membantunya mengerjakan tugas jika ada, dan mencatatkan pelajaran untuknya, saat dia tak bisa mengikuti suatu pelajaran karena latihan.
Ingin rasanya aku protes sama guru olahraga kami. Tapi aku gak mungkin melakukannya, itu sudah menjadi keputusan sekolah. Untung masih semester pertama. coba jika sudah memasuki semester kedua, apa gak keteteran Keyndra nya?
Semoga pengorbanannya membuahkan hasil yang memuaskan untuknya juga untuk sekolah kami.
Bahkan dua hari ini aku dan Keyndra hanya berbicara lewat hp, entah itu saling bertukar pesan atau menyempatkan video call barang sebentar.
Yang lebih membuatku uring-uringan adalah, Sandra ikut menjadi salah satu panitia turnamen ini untuk sekolah kami. Aku benci dengan pikiran-pikiran negatif yang ada di dalam pikiranku. Karena itu sangat menggangu suasana hatiku, seperti sekarang. Bayangan kedekatan mereka saat berdua semakin mengusikku.
Aku menjadi lebih pendiam dari biasanya. Dan itu membuat ketiga sahabatku lebih cerewet. Ada saja yang mereka lakukan, untuk bisa membuatku tertawa atau berbicara.
"Cha, Lo kayak orang yang lagi dicampakin tau gak?" ujar Erika.
"Gak kayak lagi, tapi emang lagi dicampakin," jawabku lemah.
"Putusin Cha, kalo cuma bikin sakit hati! Cowok banyak kali, Cha. Mau gue kenalin sama salah satu Oppa gue?" tanya Marina semangat tapi aku meliriknya malas, sedangkan Erika menjitak kepalanya. Kita berempat tidak jauh berbeda kalau soal halu. Sama-sama bucin Oppa Korea dan cogan yang ada di novel.
__ADS_1
Aku menghela nafas.
Ketiga cewek itu hanya memandangku serambi menggelengkan kepala mereka.
Dan saat ini seperti biasa aku memilih di dalam kelas sendiri, saat teman-temanku yang lain pergi ke kantin. Aku sama sekali tidak tertarik meski tadi sempat diiming-imingi makanan oleh ketiga temanku. Aku terlalu malas untuk keluar kelas.
Aku sekarang sedang menelungkupkan wajahku diatas meja, dengan posisi menghadap tembok. Yang ku lakukan sedari tadi hanya memandangi foto Keyndra yang ada di galeri hp ku dan sekarang aku sedang membuka akun instagramnya.
Sudah seminggu kebersamaan kami berkurang, dan sejak dua hari lalu pun dia izin tidak masuk sekolah karena sedang mengunjungi neneknya yang dikabarkan sakit.
Aku kangen melihat senyuman cowok itu. Lebih tepatnya aku kangen semua yang ada padanya. Sekarang aku hanya bisa memandanginya lewat layar ponsel seperti kebiasaanku dulu saat masih menjadi secret admirer seorang Aliester Keyndra Adijaya.
Hatiku yang sedang gundah seakan bertambah retak saat ini. Saat aku membuka akun instagram milik cowok itu, aku melihat sebuah foto yang membuat hatiku remuk redam tak berbentuk lagi. Aku sungguh sudah tidak kuat menahan sesak dan sakit ini lagi.
Hatiku bertambah hancur berkeping-keping, saat aku membaca beberapa komentar yang mengatakan kalau mereka pasangan serasi. Aku akui, aku tak sebanding dengan Sandra yang lebih dari aku dari segi apapun. Sebanding jika bersanding bersama Keyndra. Tapi aku jujur, hatiku tidak bisa menerima kenyataan itu.
Pantas saja kemarin Keyndra sama sekali tidak ada kabar sama sekali. Haruskah aku berhenti di sini? Haruskah aku mengakhiri hubungan ini? Bolehkah aku mengatakan Keyndra sebagai cowok brengsek?
"Kamu jahat banget? Aku ini siapa kamu sebenarnya? Jika sudah ada cewek lain kenapa jadiin aku pacar kamu? Kamu tahu rasanya lebih sakit saat aku mencintaimu dalam diam daripada seperti ini? Sakit banget Key." gumamku sambil masih memandang foto mereka berdua yang sedang tertawa lebar seakan dunia milik mereka berdua.
Aku sudah tidak sanggup melihat foto itu, segera ku matikan ponselku, dan ku masukkan ke dalam tasku.
"Keyndra jahat. Dasar cowok gak punya perasaan," gumamku sambil menghapus air mata yang membasahi pipiku. Dari awal aku melihat foto itu, aku sudah tidak bisa menahan air mataku untuk tidak keluar. Untung suasana kelas masih sepi.
__ADS_1
"Aku?" sebuah suara mengintrupsi kegiatanku tersebut.
Aku menggerakkan kepalaku, menoleh pada suara itu berasal. Aku melebarkan mataku yang sedikit sembab itu saat tatapan mataku bertemu dengan Keyndra yang sekarang sudah duduk di sampingku.
Dia tersenyum. "Apa kabar, cantiknya Keyndra?" tanya Keyndra serambi mengusap puncak kepalaku.
Keyndra masih tersenyum padaku dan menatapku lekat. Senyum yang seminggu lebih ini aku rindukan. Aku masih berusaha meredakan rasa sesak di dadaku. Meski saat ini aku benar-benar kecewa pada cowok itu, tapi tidak ku pungkiri aku senang bisa melihat cowok yang aku rindukan ada di depanku.
Tiba-tiba tangannya mengusap kedua pipiku, dan saat itu juga tatapan kamu bertemu untuk kesekian kalinya. "Kenapa nangis? Segitu jahatnya aku kah, sampe cantiknya aku nangis?" tanya Keyndra padaku dengan jemarinya yang kini mengusap kedua mataku.
Aku hanya menggelengkan kepalaku. Aku bisa melihat kalau cowok itu merasa bersalah melihat ku menangis. Selama tiga bulan hubungan kami berdua, Keyndra tidak bisa melihatku menangis, apapun alasannya. Apalagi kalau alasan aku menangis itu dirinya, Keyndra akan merasa bersalah seperti sekarang ini.
Dan aku membenci hal itu. Aku akan melupakan rasa marahku, rasa kecewaku. Aku tidak bisa melihat Keyndra dengan rasa bersalahnya itu.
Tapi sekarang aku ingin meluapkan semua apa yang aku rasakan. Aku sudah tidak sanggup memendamnya sendiri, tidak sanggup menahan rasa sakit di hatiku yang selama ini aku simpan. Jika memang kami harus berakhir cukup sampai disini. Aku akan berusaha menerima dengan besar hati, jika itu yang terbaik buat kami berdua.
🍒🍒🍒
Hayo mereka putus gak??
Ada hubungan apa sebenarnya antara Keyndra dengan Sandra?
Kalo baca episode ini puter lagu 'Sandiwara Cinta' punya Repvblik band, pasti makin ngena ceritanya.
__ADS_1
buat kakak-kakak yang masih setia nunggu cerita aku, dan masih membaca cerita aku. Terima kasih banyak ya atas dukungan kalian 🤗🤗😘