Memilih Untuk Melepaskan

Memilih Untuk Melepaskan
episode 27


__ADS_3

Jam istirahat kedua sudah berjalan beberapa menit yang lalu. Mushola sekolah sudah dipenuhi oleh siswa yang beragama muslim untuk menjalankan shalat dzuhur.


Cicha yang baru saja menginjakkan kakinya di pelataran mushola tak sengaja mendapati pemandangan indah tak jauh dari tempatnya berdiri. Gadis berkuncir kuda itu tengah memandangi Keyndra yang baru saja selesai wudhu. Terlihat cowok itu sedang menyisir rambutnya yang sedikit basah ke belakang dengan tangannya, membuat ketampanannya bertambah berkali-kali lipat.


"Masyaallah, ganteng banget sih."


"Udah sih gak usah sampai segitunya kalo ngeliat!" ucap Erika yang tahu kemana arah pandang sahabatnya.


"Malah gede kepala entar yang ada kalau dianya tahu ceweknya ngliatin sampai ngeces," sahut Niken yang disusul kekehan kecil yang lainnya.


"Kayak belum percaya aja, dia yang dulu sulit aku gapai kayak bintang dilangit, tapi sekarang aku bisa genggam," ujar Cicha yang masih belum melepaskan pandangan matanya dari pemandangan yang tak jauh di depan sana. Dia juga sedikit risih dan tak rela, karena diwaktu yang sama banyak anak cewek yang juga memperhatikan cowok itu. Mereka bahkan terang-terangan memuji Keyndra.


"*Ganteng banget gak sih Keyndra itu."


"Gak kalah lah gantengnya sama oppa-oppa."


"Jahat gak sih ngrebut pacar orang."


"Udah ganteng, kaya pula, duh idaman banget*."


Dan masih banyak lagi yang lainnya. Meski sedikit terganggu, tapi Cicha gak bisa marah ke mereka semua. Cicha berfikir mereka punya hak untuk itu. Dia gak bisa ngelarang mereka semua untuk suka ke Keyndra yang sekarang menjadi kekasihnya. Karena Cicha paham, cinta selalu tahu dimana arah jalan pulang menuju rumahnya. Dan dialah yang sekarang menjadi rumah untuk cinta seorang Keyndra.


Cicha masih memperhatikan suasana disekitarnya, terlihat dengan jelas dimatanya tatapan memuja dari sebagian anak cewek untuk kekasihnya itu. Dia menggeleng kecil dan tersenyum geli melihatnya. Sampai akhirnya tanpa ia duga tatapan mata Keyndra menuju kepadanya. Menatap Cicha sedari tadi dari kejauhan.


Dari kejauhan Keyndra memberikan suatu isyarat dengan mengangkat kedua tangannya seperti gerakan saat melakukan takbir, menyuruh gadisnya untuk segera melaksanakan shalat. Dan dibalas oleh Cicha dengan anggukan kecil disertai senyuman diwajah cantiknya.


"Gimana gak makin cinta kalau tiap hari kayak gini?"

__ADS_1


🍒🍒🍒


"Mau langsung pulang?" tanya Keyndra sambil memasangkan helm dikepala Cicha.


Cicha menganggukkan kepalanya. "Capek, PR-nya juga banyak," ucapnya malas dengan mengerucutkan bibirnya.


Keyndra tersenyum geli melihat gadisnya seperti itu.


"Gak mau makan dulu?"


Cicha menggelengkan kepalanya, tampak sekali cewek itu memang lelah saat ini. Keyndra yang melihat raut kelelahan di wajah Cicha merasa kasihan.


"Ya udah ayo pulang," ujar Keyndra sambil mengusap pucuk kepala Cicha.


Cowok itu membuka tasnya dan mengambil jaketnya. Kemudian tanpa aba-aba melilitkan jaket itu di pinggang Cicha. Hal itu membuat Cicha kaget, tapi kemudian perkataan Keyndra membuatnya sedikit tenang.


"Gak rela tahu kalau ada yang lihat selain aku," sahutnya lagi sambil memakai helmnya sendiri.


"Dih mesum," ujar Cicha sambil memukul lengan Keyndra. hal itu malah membuat Keyndra tertawa sekarang.


"Gih naik!" titah Keyndra yang sudah duduk diatas motornya. Mendengar perintah itu Cicha segera naik dan duduk diatas motor Keyndra.


Melihat gadisnya sudah duduk dengan nyaman diatas motornya, Keyndra segera menstarter mesin motornya. Kemudian meninggalkan tempat parkir sekolah yang menyisakan beberapa motor siswa yang belum pulang.


Saat sudah berada dijalan raya, Cicha mengeratkan pegangannya, memeluk pinggang Keyndra dengan erat dan menyandarkan kepalanya dipunggung Keyndra.


Merasakan pelukan gadisnya yang semakin erat, Keyndra tersenyum dibalik helm full face yang ia pakai. Kemudian menggenggam erat tangan mungil itu dan mengusapnya pelan menggunakan ibu jarinya.

__ADS_1


🍒🍒🍒


Sekarang ini suasana rumah Cicha, tepatnya diruang tamu sangatlah ramai. Bagaimana tidak, tiba-tiba saja ketiga sahabatnya datang kerumahnya. Bahkan Keyndra dan ketiga sahabatnya juga ikut serta. Alasannya mau ngerjain tugas bareng-bareng, memang bener sih ngerjain tugas tapi mereka cuma tinggal menyalin apa yang dikerjakan Cicha. Enakkan kalau punya teman pintar.


Dan sekarang mereka sedang bersendau gurau bersama, sambil menikmati makanan dan minuman yang dibelikan Dany dan Aditya. Tapi tetap saja yang ngeluarin uang si Keyndra. Enak juga kan punya teman banyak duit, gak pelit lagi. Bahagia gak tuh mereka punya sahabat kayak Cicha dan Keyndra.


"Pulang dulu ya Ay," pamit Keyndra.


"Iya, hati-hati," ucap Cicha sambil tersenyum. Senyum yang selalu membuat Keyndra deg-deg an, senyum yang membuat Keyndra nyaman, senyum yang membuat Keyndra jatuh cinta berulang-ulang kali, senyum yang membuat Keyndra bahagia.


Cuph


Keyndra memberikan kecupan singkat di kening gadis yang sekarang menjadi poros hidupnya ini. Sementara Cicha, gadis itu sekarang sedang salting, muncul rona merah di pipinya.


"Gemesin banget sih cantiknya aku," ucap Keyndra sambil mencubit pelan pipi Cicha yang memerah.


"Dah sana bobok!" Cicha yang masih salting hanya menganggukkan kepalanya pelan.


"Good night Bee!"


"Good night Boo!"


Setelah saling mengucapkan selamat malam, Cicha masuk ke dalam rumahnya, sementara Keyndra meninggalkan rumah gadisnya melajukan motornya menuju rumahnya sendiri.


🍒🍒🍒


Bahagia itu sesederhana itu bukan. 🤗🤗

__ADS_1


Salam sayang dari Keyndra dan Cicha.😘😘


__ADS_2