Memilih Untuk Melepaskan

Memilih Untuk Melepaskan
episode 17


__ADS_3

Cicha sadar betul hubungannya dengan Keyndra sudah berubah. Dulu, boro-boro bertukar pesan, saling sapa saja tidak pernah. Keyndra seakan menganggap dirinya adalah makhluk tak kasat mata, tak terlihat. Miris bukan? Dengan perubahan sedrastis dan semanis ini, bagaimana Cicha bisa membuang semua rasa itu. yang ada rasa itu semakin besar di hatinya.


Terselip rasa senang, bahagia ketika Keyndra menyapanya, menatapnya, mengiriminya pesan, mengobrol dengannya. Bahkan tak pernah terbayangkan sebelumnya dirinya bisa sedekat ini dengan cowok itu. Berfikir dirinya masih dalam alam mimpi dan tak mau bangun dari mimpi itu. Tapi tidak, itu bukan mimpi, itu semua nyata adanya. kalian tahu gimana rasanya? rasanya seperti tiba-tiba ada sejuta kupu-kupu terbang dari dalam perutnya, menggelitik seluruh organ ditubuhnya tak terkecuali.


Seperti saat ini, mereka duduk dibawah pohon rindang yang letaknya tak jauh dari kelas mereka. Menikmati satu kotak bekal makanan yang dibawa sang gadis dari rumah. Tak ada perasaan risih meski harus bergantian sendok saat makan. Bahkan sesekali terlihat saling menyuapi. Terpancar sekali raut kebahagiaan di wajah kedua remaja yang sedang dimabuk asmara itu. seutas senyum tak pernah lepas dari bibir keduanya. Tak memperdulikan tatapan aneh bahkan bisik-bisik tetangga yang melihat keuwuun itu.


"Aak!" Key memberikan suapan terakhir pada Cicha, dan Cicha menerimanya dengan malu-malu.


"Ay, besok-besok kalau bawa bekal tambahin porsinya!"


"Ehh, kok bisa gitu?" protes Cicha


"Ya, soalnya berasa kurang puas aja makan cuma segini apalagi makanan nya buat berdua. Mau makan banyak juga kasihan kamu nya jadi cuma kebagian sedikit. Kan nggak enak jadinya." Keyndra berusaha memberikan alasan pada cewek yang duduk disebelahnya.


"Ya, kan nggak tahu kalau kamu juga ikut makan. Kamu masih lapar Key? Mau makan lagi di kantin? pumpung masih agak lama jam istirahatnya." tawar Cicha yang merasa tidak enak.


"Nggak kok, udah kenyang Ay. Mau disini saja berdua sama kamu," jawab Keyndra dengan senyum tampannya.


Bikin meleleh tahu nggak Key senyuman kamu, duh tambah ganteng aja. Pantes hatiku nggak bisa move on. Batin Cicha dalam hati.


"Aku tahu Ay, kalau aku tuh ganteng, nggak usah segitunya kali terpesona nya."


"Nggak ya, nggak usah ke-pedean deh," sangkal Cicha, jangan lupa pipi gadis itu sudah merah karena malu ketahuan.


"Tapi kok pipinya merah gitu? Hayo ngaku!"


"Hmm... ini tuh karena kena panas aja, jadi merah," akunya, menyembunyikan pipi yang merah itu dengan kedua tangannya.


"hahahaha.... lucu deh, gemesin banget sih!" tawa Keyndra meledak saat itu juga melihat tingkah laku gadis didepannya, kedua tangannya tak tinggal diam, dengan gemasnya menguyel-uyel pipi Cicha.


Sedangkan Cicha yang diperlukan seperti itu tak bisa mengatur kondisi jantungnya yang berdebar kencang.


"Ihh...lepasin Key! aku mau lanjutin baca novel."


"hehehe...ya - ya, hobi banget baca gituan. Apa asyiknya coba?"Keyndra menjauhkan tangannya, mendumel pelan.


Cicha yang bisa mendengarnya hanya tersenyum, sedikit menggelengkan kepalanya.


Seketika suasana jadi hening. Diam-diam Key berkali-kali mengambil foto Cicha dengan kamera ponselnya, tanpa Cicha ketahui. Key tersenyum melihat hasil jepretannya tadi. Sebelum mengubah ekspresinya, tidak suka.


Cicha berdiri, menghampiri Key yang dari tadi bersender di batang pohon. Berusaha meraih ponsel yang dari tadi dipegang Key. Tapi gagal, dengan sigap Key menyembunyikan ponsel miliknya dibelakang punggung tegapnya. Tak mau menyerah, Cicha menjulurkan tangannya kebelakang tubuh Key, masih berusah merebut ponsel itu.


Dengan posisi sedekat itu, bahkan tanpa penghalang apapun, mereka terlihat sedang berpelukan. Teman-teman mereka yang melihat adegan itu hanya menggeleng-gelengkan kepala.


Dalam waktu singkat mata mereka bertemu. Saling meresapi perasaan masing-masing lewat tatapan itu. Saling merasakan debaran jantung yang tak terkendali. Keyndra dapat merasakan binar dan keteduhan dalam mata bulat yang indah itu. Dia juga bisa melihat betapa cantiknya gadis yang ada didepannya saat ini.


Sadar dengan apa yang terjadi, Cicha segera menarik tangannya, sedikit menjauh dari Keyndra. Sambil menghentak-hentakan kakinya, mulutnya menggerutu tak jelas. Bibir pink-nya mengerucut ke depan, membuat pipinya terlihat semakin cubby, dengan rona merah yang seakan tak mau menghilang.


Semua itu tak luput dari pandangan Keyndra sama sekali. Keyndra tersenyum geli, melihat pemandangan didepannya. Sangat menggemaskan pikirnya.


"Hapus Key!" perintah Cicha.


"Enggak," jawab Key, sambil memasukkan ponsel itu kedalam saku celana seragam. sekolahnya.


"Ih, nyebelin tahu nggak. Kalau mau nyimpen foto aku, foto yang bagus aja, yang jelek hapus aja!"


"Nggak bakalan aku hapus, meski itu jelek."


"Hapus!"

__ADS_1


"Pokoknya enggak!"


"Pokoknya hapus! jangan nyebelin gini!"


"Aku hapus, tapi dengan satu syarat?"


"Enggak usah macam-macam deh Key!"


"Enggak macam-macam kok, cuma satu macam," jawab Key dengan senyum mencurigakan dan sebelah alis matanya yang terangkat.


"Apaan?" tanya Cicha, sedikit rasa takut melihat senyum itu.


Keyndra berjalan mendekat kearahnya, saat benar-benar di depan Cicha dengan jarak sejengkal tangan, dia membungkukkan badannya, dan...


"Jadi pacar aku ya Ay!" bisiknya tepat ditelinga Cicha.


Mendengar kata-kata itu Cicha mematung ditempat. Jantungnya seakan mau lepas, mata bulatnya melotot tak percaya dengan apa yang didengar. Lidahnya kelu, hanya ingin mengeluarkan satu katapun rasanya tak sanggup.


"Key, a - a - ak....


"Enggak ada penolakan Ay!" sela Keyndra, masih dengan posisi yang sama.


Dengan posisi seperti itu, Cicha dapat merasakan hembusan nafas Keyndra, menerpa kulit lehernya. Membuat dirinya merasakan desiran aneh dalam tubuhnya.


Keyndra yang bisa merasakan bahwa gadis itu sekarang tegang, dia menegakkan tubuhnya kembali, tapi tak mau menjauh.


"Ay!" Keyndra memegang kedua bahu Cicha, mencoba menyadarkannya.


"Ehh...ma - mana ada kayak gitu? itu namanya pemaksaan," jawab Cicha gugup, saat sadar dari keterkejutannya.


"Ada, aku yang buat peraturan tadi," sangkal Keyndra, mencoba membela diri.


"Kamu nggak mau?" tanya nya lagi, melihat Cicha seperti sedang berpikir keras. Jangan beranggapan kalau cowok itu tak gugup atau tak takut ditolak. Yang sebenarnya sekarang dirinya sedang menahan detak jantungnya, menahan kegugupannya, takut jika dirinya ditolak. Terbukti dari wajahnya yang terlihat sedikit pucat.


"Ya, ak - aku mau," jawabnya pelan dan malu-malu, tapi Keyndra masih bisa mendengar jelas.


"Apa Ay? coba ulangi sekali!" perintah Keyndra pura-pura tak mendengar.


"Enggak ada pengulangan!" Tak tahu apa jika Cicha sedang menahan malu luar biasa saat ini, bahkan dia bisa merasakan wajahnya panas, semburat merah di pipinya terlihat semakin menjadi-jadi.


Keyndra merasakan kebahagiaan yang membuncah. Senyum bahagia terpatri di wajah tampannya. Tanpa sadar dirinya langsung memeluk Cicha dengan erat. Cicha kaget, malu, sangat. Apalagi saat ini dua remaja ini menjadi tontonan para siswa. Ada yang suka, ada yang biasa saja, ada juga yang tidak suka.


"Makasih... makasih... makasih! Aku sayang dan cinta kamu banyak-banyak Ay," setelah mengucapkan kata-kata bucinnya, Keyndra mencium pucuk kepala Cicha, ciuman itu berlanjut ke pipi cubby Cicha. Sementara sang korban hanya diam, mencerna apa yang terjadi.


Sementara para siswa yang menjadi penonton berteriak histeris, khususnya para kaum hawa. Terlebih para fans dari sang kutub itu. Tak menyangka cowok yang kesehariannya terlihat dingin, bisa melakukan hal manis seperti itu.


"*Patah hati ini Key."


"Astaga si cowok es, manis banget."


"Seharusnya yang jadi ceweknya aku."


"Ihh...ini yang disebut goals couple."


"Mundur aja deh kalau saingannya model si Keyndra."


"Istri idamanku sekarang dah taken*."


Masih banyak lagi bisik-bisik tetangga yang terdengar dari para siswa. Siapa yang tak mengenal kedua siswa yang sekarang masih berpelukan itu. Meski si cewek, hanya siswa beasiswa, tapi dengan kepintaran, kesederhanaan, keramahan, prestasinya yang menggunung, terlebih kecantikan alami yang dimilikinya, dirinya mampu membuat para siswa mengidolakannya, terlebih kaum adam.

__ADS_1


"Astaga bukan sahabat aku itu, dasar bucin nggak tahu tempat." keluh Dany yang melihat dari depan kelas.


"Mataku udah nggak suci lagi, lihat ginian," sahut Marina yang melihat kehebohan itu juga dari depan kelas mereka.


"Hiks.... hiks... akhirnya sahabat kita udah taken sekarang," Erika menangis haru melihat pemandangan itu.


"Dasar si manusia kutub, sok-sokan nggak mau. Padahal dari dulu tuh cuma gengsi aja, eh... sekarang bucinnya parah abis. Enggak tahu tempat pula." Sahut Anggara, tersenyum tipis.


Ketiga sahabat masing-masing setia melihat pemandangan manis itu dari depan kelas mereka. Rasa haru, bahagia, senang, melihat sahabat mereka bahagia. Berharap yang terbaik buat mereka. Ketiga cewek yang menjabat sahabat Cicha, tak bisa membendung air mata mereka lagi. Mereka bahagia melihat akhir dari perjuangan sahabat mereka dari dulu. Karena merekalah saksi cinta terpendam seorang Cicha selama mereka kelas X, sampai saat ini.


"Woeyy... astaga Key, dirimu nggak kasihan lihat para sahabatmu yang masih jomblo ini?" teriak Aditya yang dari tadi diam.


Teriakan Aditya seolah menyadarkan kedua remaja yang sedang dimabuk asmara itu. Keyndra dan Cicha melihat sekeliling mereka, betapa malunya mereka saat ini.


"Ciee...ciee... yang udah taken, berasa dunia milik berdua aja," goda Dany.


"Apalah daya kita yang cuma dianggap angin?" sahut Aditya dengan muka memelas nya.


"PJ-nya ditunggu secepatnya Key!" sahut salah satu siswa.


"Yoiii... buat Key mah traktir kita satu sekolah kecil, nggak bakal ngabisin uang di dompetnya. Ya nggak Key?"


"Hahahaha.... Terserah kalian aja, bisa diatur," jawab Keyndra, sambil terkekeh mendengar candaan teman-temannya.


Sedangkan Cicha hanya menyembunyikan wajahnya di dada Keyndra, sangat malu pikirnya.


"Hey! Kalian masih mau kayak gitu? dah bel masuk kali, dilihat guru-guru baru tahu rasa, mau disidang di ruang BK?" Kali ini Niken yang bersuara serak habis nangis.


"Ay, coba sini lihat aku, jangan sembunyiin gitu wajahnya!" Keyndra mencoba menenangkan Cicha yang malu untuk melihat teman-temannya.


"Enggak mau, malu Key. Ini tuh gara-gara kamu tahu," jawabnya masih dengan menyembunyikan wajahnya di dada Keyndra.


"Hahahaha.... Maaf ya! aku tuh seneng banget Ay." Aku Keyndra, tertawa melihat tingkah laku gadisnya, ya sekarang kan Cicha udah jadi gadisnya.


"Mau kayak gini terus, nggak mau masuk ke kelas? Aku sih malah seneng kalo kamunya mau gini terus, tapi nanti kalau disidang di ruang BK, jangan salahin aku ya!" bujuk Keyndra, sambil mengusap-usap rambut Cicha yang tergerai sepinggang itu.


Cicha menggelengkan kepalanya pelan, kemudian mengangkat wajahnya dari dada Keyndra. "Enggak mau!" jawabnya pelan


"Tapi aku malu Key sama temen-temen, apalagi yang sekelas sama kita," lanjutnya.


"Ada aku, udah ayo ke kelas!" jawabnya, terdengar penuh penekanan disaat berucap 'ada aku', kemudian menggandeng tangan Cicha berjalan ke kelas mereka. Berjalan bersama, saling menautkan jari jemari mereka yang bergandengan. Dengan perasaan bahagia.


"Wees... Ada Romeo and Juliet nih, beri tepuk tangan yang meriah buat pasangan baru dikelas kita!" seketika jiwa usil Dany muncul, melihat dua remaja itu memasuki ruangan kelas.


Plokk...plokk.... suara tepuk tangan menggema dalam ruangan tersebut.


Cicha yang bertambah malu dan canggung dengan suasana saat itu, mengeratkan jemarinya dengan jemari Keyndra.


"Udah jangan didengerin, kayak nggak tahu aja mereka jiwa usilnya berlebihan." Keyndra mencoba menenangkan Cicha.


" Gih sana duduk kebangku kamu! Apa mau duduk sama aku?" Goda Keyndra mencoba mencairkan suasana.


"Enggak!" Cicha melepaskan tautan jemarinya dengan Keyndra, berlari kecil kearah tempat duduknya. Keyndra hanya tertawa melihatnya. Gadisnya sungguh menggemaskan. Kemudian dia sendiri berjalan kearah tempat duduknya juga.


****


Maaf kalau masih banyak typo 🙏🙏🙏


Makasih yang masih mau setia menunggu cerita ini 🤗🤗🤗

__ADS_1


Selamat membaca


Jangan lupa tinggalkan jejak 🙏🙏🤗🤗


__ADS_2