Memilih Untuk Melepaskan

Memilih Untuk Melepaskan
episode 47


__ADS_3

"Tadi gue liat Cicha di luar, dia kelihatan sedih banget. Lo tau kenapa gak Key?" tanya Anggara pada Keyndra.


Mereka saat ini sedang kumpul di lapangan basket. Meski Anggara seorang cowok, tapi dia tahu kalau Cicha sedang sedih. Dia melihat Cicha berdiri sendiri di depan gerbang sekolah. Cewek itu terlihat lesu dan muram.


"Lo care banget sama dia, jangan bilang Lo suka sama Cicha?" tanya Dany yang sejak tadi bermain basket bersama Keyndra.


"Ck, gue cuma nanya, gak usah mikir aneh-aneh," ujar Anggara.


"Ya siapa tahu kan?" ujar Aditya mengedikkan bahunya.


"Gue cuma gak tega aja, gak mungkin juga gue nusuk sahabat gue sendiri," ujar Anggara.


"Lagian gue nganggap Cicha udah kayak saudara perempuan gue sendiri," lanjut Anggara.


"Terusin aja terus!" ujar Dany.


"Kalo gue mah Lisa Black Pink is mine," ujar Dany membuat yang lain menoleh padanya.


"Mine, mine, halu terosss!" ujar Aditya pada Dany.


"Suka-suka gue lah, yang penting gue happy," ujar Dany.


Keyndra yang sedari tadi memutar-mutar bola basket yang yang ia pegang, berdiri lalu mendrible dan memasukkan bola tersebut ke dalam ring basket. Cowok itu menghela napas pelan. Dia ingin menemui Cicha, pasti sekarang cewek itu masih di depan gerbang sekolah.


"Gue mau pulang dulu," ujar Keyndra. Teman-temannya paham cowok itu sedang banyak masalah, terlihat dari raut wajahnya yang berbeda dari biasanya.


Bahkan sikapnya sekarang lebih labil, Keyndra lebih sering uring-uringan. Emosinya kadang tak terkendali.


Dari tempat parkir Keyndra bisa melihat Cicha yang berdiri di depan gerbang dengan pandangan menunduk ke bawah. Keyndra tahu apa yang dirasakan cewek itu saat ini. Keyndra ingin memperbaiki semuanya. Dengan penuh tekad, cowok itu menstarter montornya, dia ingin menghampiri Cicha.

__ADS_1


Keyndra merasa sebenarnya dirinya lah yang terlalu beruntung bisa mendapatkan cewek seperti Cicha. Tidak hanya pintar, Cicha punya banyak keahlian yang mungkin tidak di miliki cewek lain. Adilkah jika hanya perbedaan status sosial diantara mereka, cewek itu dipandang sebelah mata.


"Cicha," panggil Keyndra saat sudah berada di dekat cewek itu, membuat Cicha yang melamun tersentak.


"Belum pulang?" tanya Keyndra pada Cicha membuat cewek itu mengangguk.


Keyndra turun dari motornya, lalu berdiri di sebelah Cicha, "Mau pulang bareng?" melihat Cicha yang masih tak ada pergerakan.


"Gak usah," ujar Cicha lebih Keyndra tanpa menoleh pada cowok itu.


"Udah sore, gak ada angkot yang lewat sini," ujar Keyndra menatap lekat Cicha. "Mau ya?!"


Cicha menoleh sedikit pada Keyndra. Rambut Cicha yang terurai sedikit tertiup angin, menampakkan sebelah pipinya yang masih merah karena bekas tamparan Sandra tadi dan Keyndra bisa melihat itu.


Keyndra menyentuh pipi Cicha yang merah itu, membuat Cicha tersentak dan langsung menjauhkan tangan Keyndra dari pipinya. Namun Keyndra tetap melihatnya, bahkan sekarang cowok itu mengusap sayang pipi Cicha.


"Gak sesakit apa yang hati aku rasain," ujar Cicha membuat Keyndra terdiam karenanya.


"Kenapa? Siapa?" tanya Keyndra.


"Nggak sengaja kejedot pintu tadi di kelas," bohong Cicha. Cicha tidak mau Keyndra tahu apa yang dilakukan Sandra padanya. Karena Cicha yakin Keyndra pun tak akan percaya jikapun Cicha cerita yang sebenarnya.


"Pulang sekarang?" tanya Keyndra.


"Emang kamu gak pulang sama Sandra?" tanya Cicha pada Keyndra.


"Gak, aku maunya sama kamu," ujar Keyndra menatap lekat manik mata Cicha.


"Keyndra," panggil Cicha pada Keyndra sedikit pelan.

__ADS_1


"Tiga tahun lalu aku suka sama kamu. Selama itu juga aku gak berani bilang. Waktu pertama kali aku ngeliat kamu di sekolah. Aku langsung suka sama kamu. Aku selalu merhatiin kamu waktu main basket, diam-diam ngeliatin kamu kalau kamu lagi sama teman-teman kamu. Meski cuma dari jauh aku selalu merhatiin apa yang kamu lakuin, dan itu udah buat aku seneng. Waktu tiga tahun itu bukan waktu yang sebentar buat aku. Dan setelah aku dapet kesempatan itu, kenapa cuman sebentar bertahan?" ujar Cicha.


"Emang cewek kayak aku gak boleh ya suka sama kamu? Segitu gak pantesnya ya aku jadi pacar kamu? Aku cuman bisa bikin kamu malu ya, Key?" tanya Cicha dengan suaranya memelan.


"Jangan ngomong kayak gitu? siapa yang bilang?" tanya Keyndra pada Cicha.


"Dulu aku cuman bisa berharap, tapi kenapa setelah kesampaian rasanya sesakit ini," ujar Cicha pada Keyndra.


"Aku mohon jangan pernah ngomong kayak gini lagi. Jangan dengerin apapun yang orang lain katakan. Mereka sebenarnya gak tahu kalau aku yang beruntung di sini. Beruntung bisa punya kamu, Cha. Saat aku bisa memiliki kamu berada di sisiku, aku merasa menjadi orang paling bahagia," ujar Keyndra.


"Tapi kenapa semua bilang kamu gak bahagia bersamaku? Aku udah berusaha, Key. Tapi kalau kenyataan kamu bukan untuk aku. Aku harus bagaimana lagi, Key?" tanya Cicha pada Keyndra.


Cicha semakin merunduk, di saat itulah Keyndra terkejut karena melihat Cicha menjatuhkan air matanya. Cicha menahan mati-matian suara Isak tangisnya supaya Keyndra tak mendengar. Namun Cicha gagal menahannya, dan itu membuat Keyndra semakin tersentak.


"Kamu tahu Key, sebenarnya aku pengen kita bisa bersama terus. Aku gak mau kayak gini. Aku gak bisa buat nahan perasaan aku sendiri. Tapi kalau kenyataannya aku cuman jadi beban yang jadi penghambat buat kamu gimana? Aku pengen liat kamu bahagia terus meski bukan aku orang yang bisa buat kamu bahagia," ujar Cicha pada Keyndra yang masih terisak.


"Apa selama ini cuman aku yang berjuang di hubungan ini? Dan terus berharap, sementara kamu nya gak?" ujar Cicha.


"Nanti kalau kamu udah nemu seseorang yang bisa buat kamu nyaman dan bahagia kasih tahu aku ya. Dan aku minta satu hal sama kamu, jangan lupain aku ya Key, meski itu cuma nama aku!" ucap Cicha sebelum dia berniat untuk pergi menjauh.


Tangan Keyndra mengepal di kedua sisi badannya. Saat Cicha baru beberapa langkah melangkahkan kakinya. Tubuh cewek itu serasa diputar secara paksa. Cicha merasakan ada yang memeluk pinggangnya erat dan mengusap sayang pipinya. Cewek itu bisa mencium aroma parfum yang sangat dirinya kenali, yang tercampur dengan aroma tanah yang basah karena air hujan, atau biasa orang menyebutnya aroma "Petrichor". Pandangan cewek itu kabur terkena air hujan yang tiba-tiba datang membasahi bumi. Hujan yang semakin deras membuat kedua mata Cicha tertutup rapat. Lalu seketika Cicha merasakan ada deru napas yang sangat dekat mendera wajahnya yang basah dan ada sesuatu yang lembut menyentuh bibirnya.


Cukup lama kejadian itu berlangsung, sampai Cicha sadar.


Keyndra menciumnya.


Dan itu menjadi yang pertama untuk mereka berdua. Dan hujan sore itu menjadi saksinya.


🍒🍒🍒

__ADS_1


__ADS_2