Memilih Untuk Melepaskan

Memilih Untuk Melepaskan
episode 9


__ADS_3

****


"Cha Ibu keluar dulu.Ibu mau mengurus administrasi rumah sakit dulu ,"ujar sang bunda meninggalkan Cicha sendirian.


Sementara Cicha membantu ibu nya membereskan barang-barang yang akan mereka bawa pulang.


"Akhirnya selesai juga,aku akan mengirim pesan ke Erika,takut mereka sampai sini aku sudah pulang."ujar Cicha kepada dirinya sendiri.


Ka hari ini aku sudah boleh pulang,sekarang bunda masih mengurus administrasi nya.Jika kalian belum berangkat ke rumah sakit,lebih baik kita ketemu dirumah ku saja.Takutnya nanti kalian sampe sini aku sudah tidak disini.


Cicha mengirim pesan itu kepada Erika melalui chatt Wa.


Diatas ranjangnya , Cicha duduk melamun , menatap bunga - bunga yang berjejer rapi diatas meja.


Bagaimana dengan bunga-bunga itu , haruskah aku membawanya pulang?Sayang kan jika harus dibuang.Pasti bunda tidak mengijinkan kalau ku bawa pulang ,aaahhh biar nanti ku bujuk bunda.


Gumamnya dalam hati ,meratapi nasib bunga- bunga cantik itu.Bunga itu tak terlihat layu,karena Cicha merawatnya dengan baik.Dia merasa ada ikatan batin dengan pengirim misterius itu.


Sementara dihalaman parkir rumah sakit,tampak Keyndra dan yang lainnya sedang memarkir sepeda motor mereka.Kelihatannya mereka baru saja sampai.


Drrt....Drtt....Drtt


"Sebentar ,kayak nya hp ku bergetar deh.Ku lihat dulu pesan dari siapa ,"Erika mengeluarkan Hp yang dari dalam saku rok nya.


"Ehh... pesan dari Cicha ,"Erika setengah kaget melihat nama yang mengiriminya pesan.


"Apa isi pesannya,cepat baca.Jangan - jangan hal penting ,"ujar Keyndra yang penasaran dengan isi pesan itu.


"hey...sabar bro.Duh beneran dech ,kayaknya sohib kita satu ini sudah jadi bucin,hhhh."Goda Aditya yang memahami isi hati sahabatnya itu.


"Bentar Napa , nggak sabaran amat.Ni kalian baca sendiri!"ucap Erika sambil menyodorkan Hp nya kepada yang lainnya,tetap memegang nya dan membiarkan teman-teman nya membaca pesan itu.Dia sendiri sudah membaca pesan itu sebelumnya.


"Lah... terus sekarang dia sudah pulang belum? percuma dong kita kesini kalau dianya sudah pulang."~Dany


"Kayak nya belum deh,baru 10 menit tadi dia mengirim pesan ini."~Erika


"Kita lihat dulu ke dalam ,kalau sudah pulang ya kita samperin kerumahnya saja,"ucap Keyndra yang benar-benar terlihat sudah tidak sabar ingin melihat gadis yang selalu ada dalam hati dan pikiran nya itu.


"Kamu kan sudah janji nggak akan ikut masuk Key,kenapa sekarang kamu yang semangat sekali?"tanya Niken memastikan.Dia benar-benar takut kalau kehadiran Key , membuat Cicha merasakan sakit hatinya lagi.


"Itukan tadi ,kalau aku nggak ngomong gitu kalian pasti nggak ngebolehin kita ikut . Sekarang sudah sampai sini ,aku akan tetap ikut masuk apapun resikonya.Aku sudah berjanji pada diriku sendiri ,aku akan memperbaiki kesalahan ku."Tutur Keyndra tegas .


Bbuuukkhh


"Duh sumpah Key ,kali ini kau benar-benar jadi bucin.Aku nggak nyangka bro kamu bisa meleleh juga ya.hahaha"Anggara menepuk pundak sahabatnya yang berdiri disampingnya itu.


"Haaisst... terserah kalian mau apa ,aku sudah muak mendengar celotehan kalian cowok yang nggak penting."kata Niken melangkah meninggalkan halaman parkir , diikuti yang lainnya.


Empat cowok tadi berjalan mengekor dibelakang ketiga cewek itu.Saat sampai di lobby rumah sakit , semua pandangan tertuju ke arah empat cowok yang berjalan beriringan itu.Tak berhenti menatap mereka ,apalagi yang masih jomblo.Mereka seperti menatap ciptaan Tuhan yang sangat indah.


Sementara ketiga cewek tadi hanya menggelengkan kepala , tersenyum sinis dan saling berpandangan.Mereka sudah biasa dengan pemandangan seperti itu.Ya siapa yang tak akan terpesona melihat ketampanan empat cowok itu.Sumpah F4 nya Indonesia.hhhh(ini juga imajinasi author ya)

__ADS_1


Akhirnya mereka berdiri di depan pintu kamar Cicha.Segera menarik engsel pintu dan membukanya perlahan.Terlihat dua orang perempuan anak dan ibu yang masih bercengkrama dengan seorang perawat ,perawat itu sedang melepas jarum infus dari tangan Cicha.


"Sus... pelan-pelan !"tiba-tiba Keyndra yang bersembunyi dibelakang teman-temannya , nyelonong masuk tanpa memberi salam , membuat mereka semua kaget , termasuk dirinya sendiri tak sadar dengan apa yang ia lakukan.


"Hey... kamu????ngap...."Suara Cicha terputus karena segerombolan orang tadi masuk secara bersama-sama ke dalam kamar.


"Hay Cha!"sapa mereka secara serentak membuat Cicha kaget.


"Kalian juga???"Cicha tak percaya F4 nya Indonesia itu menjenguknya.


"Assalamualaikum...Tante!"sapa mereka dan bergantian mencium punggung tangan bunda Cicha.


"Wa'alaikum salam...!"jawab Bunda sambil tersenyum ramah.


"Sus pelan-pelan,kasian Cicha kesakitan." Melihat Cicha meringis menahan sakit ,hati Keyndra meronta-ronta tak tega.


"Tenang saja anak muda ,ini sudah tugas ku.Aku paham dengan apa yang kulakukan,"ujar perawat itu.


"Cha apa dia pacarmu,sepertinya dia paling khawatir ?"ujarnya lagi.


"Hey....bukan... bukan...mbak,dia hanya teman ku."jawab Cicha sedikit gaguk karena malu.


"Masih proses mbak,ya kan Cha?"sahut Keyndra tersenyum licik menatap Cicha.


"Ehhh...."Cicha memalingkan wajahnya menatap Keyndra,tapi secara refleks dia menundukkan lagi kepalanya,untuk menyembunyikan wajahnya yang sudah mirip tomat yang sudah matang.Karena Keyndra membalas menatap nya lekat saat Cicha menatap nya tadi.


Keyndra hanya tersenyum,melihat tingkah laku Cicha yang salting.Sementara yang lainnya hanya tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepalanya,melihat kedua orang sahabat mereka sudah menjadi bucin.


"Cha siapa yang mengantarmu pulang?"~Marina


"Ayah Cicha masih belum bisa pulang,pekerjaannya belum selesai disana.Kami bisa memesan taxi online untuk mengantar kami pulang."jawab sang bunda sambil menata rapi apa saja yang akan dibawa pulang.


"Ternyata bunga-bunga itu masih cantik seperti kamu Cha,bahkan tak ada yang kamu buang.Makasih Cha kamu mau merawat nya.Tapi apakah kamu tetap akan merawatnya dengan baik kalau tahu aku yang mengiriminya?"


Gumam Keyndra dalam hati , menatap bunga yang tertata rapi diatas meja.menyunggingkan senyuman kecil di bibir nya.


Ternyata selama ini Key yang mengirim bunga-bunga itu.Tapi kenapa dia takut kalau Cicha mengetahuinya.Entah apa yang ada dibenak pemuda itu?


"Tante nggak usah pesen taxi online.Teman kita satu ini punya puluhan mobil di garasi rumahnya.Sayangkan kalau dibiarkan nganggur.Bahkan dia mampu membelikan mobil baru untuk mengantar kalian pulang,kalau Cicha memintanya.Bener nggak Key?"ucap Dany tersenyum licik kearah Keyndra.


"Nggak perlu kau suruh ,aku sudah menyuruh orang mengantar satu mobil kesini."ucap Keyndra mengeluarkan senyum kemenangan.


Saat membaca pesan dari Cicha di Hp Erika tadi,Keyndra dengan cepat mengirim pesan kepada orang kepercayaannya untuk mengantar mobil ke rumah sakit tanpa diketahui yang lainnya.


"Nggak usah repot-repot nak!kami tidak mau menyusahkan kalian.Dengan kedatangan kalian sudah membuat kami seneng."


"Tidak repot sama sekali Tante,sudah menjadi kewajiban saya yang bila nanti sudah menjadi menantu Tante sebenarnya ,itu akan selalu saya lakukan."ujar Keyndra kepada Bunda Cicha,tapi matanya masih melekat menatap Cicha yang hanya diam masih menundukkan kepalanya.Entah karena malu atau yang lainnya.


"Tante nggak boleh nolak ya,kalau Tante nolak saya akan bawa lari anak Tante yang cantik itu."lanjutnya dengan nada mengancam tapi sambil sedikit tersenyum.


"Ya sudah ,saya akan menuruti apa mau mu.Saya takut kamu benar-benar membawa lari satu-satunya anak perempuan saya."jawab Bunda merasa geli mendengar apa yang dikatakan Keyndra.

__ADS_1


Teman-teman nya hanya melongo mendengar kata-kata Keyndra,mereka sama sekali tak percaya Keyndra bisa bicara seserius dan senekat itu.


"Baiklah ,saya sudah selesai dengan pekerjaan saya.Saya harus pergi.Cha jaga kesehatan mu,dan jangan telat- telat lagi kalau makan.Biar nggak sakit kambuh lagi asam lambung kamu."Tutur Dina ,sang perawat menasehati Cicha.


"Suster tenang saja ,saya akan menjaganya.Dan akan menjadi jam Beker untuk mengingatkan kapan waktunya makan."sahut Keyndra dengan penuh semangat.


"Ya aku percaya sama kamu,dasar bucin.Sudahlah aku mau keluar dulu.Aku sudah tak tahan mendengarkan celotehan bucin-bucin ini.Saya pergi dulu ya Tante!"ucap Dina sambil menyalami bunda.


"Key apa suruhan mu sudah sampai sini?"~Niken


"Tuh....Sudah menunggu kita di depan lobi."kata Keyndra mengangkat sebelah alisnya dan mencondongkan matanya ke luar.


"Ayo Cha kubantu kamu berjalan!"kata Niken membantu Cicha berdiri dari tempat tidur nya.


"Biar kita membantu Membawa barang-barang ini keluar."sahut Marina sambil mengambil beberapa barang yang akan dibawa pulang.


"Hmmmm,tapi jangan lupa bawa bunga nya juga , jangan sampai ketinggalan sekuntum pun !"Ucap Cicha berusaha berjalan menjauh dari ranjangnya


"heyy....apa bunga ny juga? nggak salah? memang sepenting itu ?Key ku rasa kau sudah tidak ada harapan lagi kali ini.Pasti bunga itu dari orang spesial."Dany sangat penasaran.


"Cicha sendiri juga nggak tau pengirim bunga itu siapa,orang kalau nitipin bunga di resepsionis rumah sakit."~Marina


"Serius????"~Dany


"hmmmm"Cicha dan ketiga sahabatnya hanya menganggukkan kepala.


"Hati-hati Cha biasanya pengirim misterius seperti ini,biasanya psikopat loh,"gurau Aditya.


"Hush... jangan menakut-nakuti nya.Sudahlah kalian bawa saja semua sesuai permintaan Cicha.Nanti bisa kusuruh orang untuk mengambilnya disini dan mengantar ke rumah Chica."tegas Keyndra.


Buuukkh "lagak mu sudah seperti bos saja,"Anggara yang kesal memukul pundak Keyndra.


Dengan sedikit rasa canggung Keyndra mendekati Cicha yang masih berpegangan pada sudut ranjang.Tanpa pikir panjang dia langsung membopong tubuh Cicha.


"hey....apa yang kamu lakukan Key,turunkan aku!Aku bisa pake kursi roda."Sungguh Cicha sangat kaget atas tindakan Keyndra.


Bukan Cicha saja yang kaget,tetapi yang lain dibuat melongo tak berkedip menyaksikan pemandangan itu.


"Kamu bisa diam nggak,kalau kamu bergerak terus seperti ini,kamu bisa jatuh.Dan jangan salahkan aku jika itu terjadi."Keyndra tak peduli,dia tetap membopong Cicha berjalan menuju mobil yang sudah menunggu nya di luar.


Cicha akhirnya pasrah,ada perasaan bercampur aduk jadi satu sekarang dalam hatinya nya.Dia membenamkan kepalanya ke dada bidang milik Key.Cicha sungguh malu,wajahnya menjadi merah merona.Mungkin saat ini kedua nya bisa saling merasakan degupan detak jantung yang sangat kencang satu sama lain.


Keyndra tersenyum puas ,ketika Cicha mempererat pegangan tangannya.


Semua sudah siap pada posisi masing-masing.Tapi lain hal nya dengan Key,dia memilih menyetir mobil yang ditumpangi Cicha dan bunda.Sementara motor gedenya itu diserahkan kepada orang suruhan nya.


****


Apakah penantian Cicha selama 3 tahun akan berakhir bahagia?????


Tunggu kelanjutannya nya yaπŸ€—πŸ€—πŸ€—

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca😍😍😍😍


Terimakasih kasih semuanya😘😘😘😘


__ADS_2