Memilih Untuk Melepaskan

Memilih Untuk Melepaskan
episode 48


__ADS_3

"Jangan suka berpikir yang aneh-aneh!" ujar Keyndra sambil menyentil pelan kening Cicha.


"Udah gak sedih lagi kan?" tanya Keyndra.


Cicha terdiam membisu di tempatnya sambil menatap Keyndra. Kedua matanya tidak bisa lepas dari Keyndra. Wajahnya bersemu merah mengingat kembali kejadian yang beberapa waktu lalu terjadi. Cewek itu cukup shock.


"Maafin aku yang udah seenaknya ngelakuin itu ke kamu," ujar Keyndra mengakui kesalahannya.


Keyndra masih menunggu apa yang akan dikatakan Cicha, karena cewek itu masih diam. Keyndra masih mendekapnya dengan jarak yang sangat dekat. Hal itu membuat membuat Cicha semakin lemas dan gugup.


"Cicha," panggil Keyndra pada Cicha dengan halus.


"Ayo pulang!" ajak Keyndra, menyadarkan Cicha dari keterdiamanya.


Keyndra memasang helmnya, lalu tersenyum dibalik helm yang ia pakai. Cowok itu cukup terkejut dengan dirinya sendiri. Bisa-bisanya dia melakukan hal itu pada Cicha. Apalagi melihat reaksi terkejut Cicha yang menurutnya menggemaskan.


🦋🦋🦋


Hujan yang semakin deras memaksa Keyndra berteduh di rumah Cicha. Di sinilah sekarang mereka berdua. Duduk bersebelahan di balkon kamar Cicha, tapi tidak ada yang bersuara. ( Masih ingatkan gimana rumah Cicha ).


"Diminum dulu Key, biar anget!" ujar Cicha sambil menyajikan coklat panas untuk Keyndra.


"Makasih, Ay," ujar Keyndra.

__ADS_1


"Yang lain kemana?" tanya Keyndra. Karena sejak sampai di rumah Cicha, cowok itu tidak melihat anggota keluarga Cicha sama sekali.


"Ke rumah budhe Lastri, di sana lagi ada acara keluarga," ujar Cicha.


"Kamu sendirian di rumah?" tanya Keyndra lagi.


Cicha mengangguk, "Eman mau ijin sekolah, udah mau lulus juga," jawab Cicha pada Keyndra.


Keyndra tersenyum mendengar jawaban Cicha, cewek itu tidak pernah berubah.


"Kangen sama mereka, apalagi sama adik-adik kamu," ujar Keyndra. Sejak mereka putus Keyndra tidak pernah ke rumah Cicha. Cowok itu merindukan kehangatan dalam keluarga Cicha. Meski mereka hidup sederhana, tapi mereka terlihat sangat bahagia.


"Mereka juga tiap hari nanyain kamu, mereka kangen main PS bareng kamu, kangen cerita sama kamu. Mereka lebih seneng kamu yang jadi kakak mereka, kata mereka kamu lebih nyenengin, ketimbang aku yang suka ngomel," ujar Cicha sedikit tertawa, mengingat gimana saat Bisma dan Rangga menanyakan dan menceritakan Keyndra.


Mereka berdua larut dalam obrolan ringan sore itu. Merasa cukup untuk mengobati rasa rindu mereka masing-masing. Sambil menikmati coklat panas yang dibuat Cicha tadi, sesekali mereka tertawa bersama. Coklat panas itu tak hanya menghangatkan tubuh mereka tapi juga menghangatkan hati mereka. Setidaknya untuk saat ini biarkan mereka melupakan kerenggangan hubungan mereka berdua.


Hujan sudah cukup reda dan langit sudah mulai gelap. Keyndra berdiri dan mengambil tasnya.


"Pamit dulu, Ay," ujar Keyndra pada Cicha yang dari tadi memperhatikan cowok itu.


Cicha mengangguk, "Hm, hati-hati Key!" ujarnya tersenyum.


"Iya. Kamu juga hati-hati di rumah sendirian," ujar Keyndra.

__ADS_1


"Jangan ceroboh," ujar Keyndra lagi membuat Cicha menggangguk.


"Aku di sini aja ya nemenin kamu? Aku khawatir tau kamu di rumah sendirian," ujar Keyndra yang terdengar benar-benar mengkhawatirkan Cicha.


"Ehh, gak usah. Nggak pa-pa, udah biasa juga di rumah sendirian. Aku bisa jaga diri, Aku udah gede, Key," ujar Cicha meyakinkan Keyndra bahwa dirinya baik-baik saja di rumah sendirian.


"Janji dulu kalau ada apa-apa langsung kabari aku," titah Keyndra pada Cicha.


"Iya, tapi nanti malah ngrepotin kamu," ucap Cicha pelan.


"Kalau itu kamu, aku gak keberatan Ay," ujar Keyndra, cowok itu mengambil kedua tangan Cicha untuk dia genggam. Lalu tatapannya lekat menatap Cicha.


Cicha yang diperlakukan demikian menjadi sedikit salah tingkah.


"Gih pulang, keburu malam," ujar Cicha sedikit gerogi.


"Jadi aku diusir nih?" canda Keyndra. Cowok itu menyukai ekspresi Cicha saat salah tingkah seperti ini, apalagi semburat merah yang muncul di pipi cewek itu. Cantik, bikin gemes. Itulah yang dilihat Keyndra.


"Bukan gitu, tapi gak enak sama tetangga, apalagi aku sekarang di rumah sendirian," jelas Cicha.


"Iya, iya aku pulang. Jaga diri baik-baik. Mandi terus istirahat!" ujar Keyndra serambi mengusap puncak kepala Cicha dengan sayang.


🍒🍒🍒

__ADS_1


__ADS_2