Memilih Untuk Melepaskan

Memilih Untuk Melepaskan
episode 49


__ADS_3

"Percuma aja Key kita bersama kalo yang kamu pikirin cuman Cicha," ujar Sandra pada Keyndra.


"Kenapa kamu bisa suka sama dia?" tanya Sandra.


"Semua orang tau Cicha emang pinter, dia juga baik. Tapi kamu pantes dapat yang lebih baik dari dia," ucap Sandra pada Keyndra.


Keyndra memilih diam, cowok itu merasa sangat muak mendengarnya. Yang ada sekarang Keyndra sedang memikirkan Cicha. Mengingat tatapan sendu Cicha padanya. Mengingat bagaimana dirinya lagi dan lagi menyakiti hati cewek itu.


Semakin Keyndra mengingat semua itu, rasa bersalah dalam dirinya semakin besar. Hal itu membuat Keyndra berusaha meredam mati-matian percikan emosi yang tiba-tiba muncul.


"Kamu bisa suka sama dia, tapi kenapa sama aku gak bisa Key?" tanya Sandra.


"Mau banget gue suka juga sama Lo?" tanya balik Keyndra pada Sandra dengan nada ketus.


"Nggak, bukan gitu Key," ucap Sandra gelagapan. "Tapi kamu kan udah putus sama Cicha."


"Terus urusannya sama Lo apa?" ucap Keyndra.


"Key, bisa gak kamu lupain Cicha?!" pinta Sandra.


"Lo gak berhak ngatur gue San. Gue emang udah putus sama Cicha. Tapi Lo gak berhak ngomong gitu," ucap Keyndra.


"Jangan sampai gue berbuat kasar sama Lo, karena Lo udah keterlaluan dan melebihi batas," ancam Keyndra, membuat Sandra tercekat mendengarnya.

__ADS_1


Sandra tersenyum sedih, "Ternyata emang bener ya, meski raga kamu sama aku, tapi hati kamu tetep punya Cicha," ucap Sandra.


"Kamu harus inget Key, mau gimana pun kamu merjuangin dia. Kalian gak bisa bersama. Seharusnya kamu tahu dan sadar akan hal itu dari awal," ucap Sandra lagi pada Keyndra.


"Terus yang seharusnya gue perjuangin itu Lo?" sergah Keyndra. "Kurang-kurangin deh hobi Lo nonton sinetron, San!" ucap Keyndra dengan tersenyum hambar.


"Dia banyak banyak yang suka Key, dia bisa dapetin selain kamu," ujar Sandra.


Tentu, siapa yang tidak menyukai cewek seperti Cicha? Tak hanya pintar, cewek itu juga rendah hati, ceria, bahkan cewek itu juga menyenangkan, meski sedikit pendiam. Bahkan sahabat Keyndra pun tak ada yang tidak suka pada Cicha.


"Opa kamu itu maksudnya baik. Opa kamu pengen kamu bahagia dengan orang yang tepat," ucap Sandra.


"Bahagia ya? Terus kalian pikir gue bahagia kalau gue sama Lo?" tanya Keyndra memojokkan Sandra.


"Tolong San, ngertiin gue. Dari awal gue udah bilang kalau gue gak suka sama Lo dan mungkin gak akan pernah," ucap Keyndra.


Sandra terdiam, raut wajah cewek itu terlihat sedih meski tersenyum. "Tapi dulu kamu pernah bilang suka sama aku Key."


"Gue bilang gitu cuma sebagai teman San, gak lebih. Gue tau Lo selalu dapetin apa yang Lo mau. Tapi Lo gak bisa maksain perasaan gue, San. Gue ataupun perasaan gue bukan sesuatu yang bisa Lo dapetin semau Lo, dan Lo kendalikan sesuai keinginan Lo," tegas Keyndra.


"Key!" panggil Sandra pelan, membuat Keyndra menoleh padanya.


"Aku sayang kamu Key," ucap Sandra pada Keyndra.

__ADS_1


Sandra mendekat ke arah Keyndra. Lalu memeluk pinggang Keyndra. Keyndra diam saja, tidak menolak apa yang dilakukan Sandra padanya.


Di saat yang sama, Cicha yang baru saja dari ruang guru terdiam di lorong koridor sekolah yang sepi. Pandangan matanya menatap kosong ke arah depan. Cicha menatap lurus ke depan. ke arah dua orang yang terlihat sedang berpelukan. Kepalanya berdenting tanda bahaya, pandangan matanya juga mulai kabur. Yang terlihat oleh kedua matanya seakan hanya Keyndra dan Sandra.


Cicha tahu antara dirinya dan Keyndra sudah tidak ada hubungan lagi. Tapi kenapa tetap sesakit ini melihat Keyndra bersama orang lain.


Tiba-tiba ada seseorang yang menutup mata Cicha dengan telapak tangannya, "Enggak usah dilihat!" Cowok itu ternyata Gery, yang entah datang darimana.


Meskipun perasaan Gery pada Cicha hanya bertepuk sebelah tangan, tapi cowok itu tetap saja tidak tega melihat Cicha sedih.


"Anggap aja kamu gak pernah liat apapun," ucap Gery pada Cicha.


Bisakah Cicha berpura-pura tidak tahu apa-apa, saat dia sendiri melihat bagaimana cowok yang ia cintai, cowok yang selalu memberikan pelukan ternyaman saat dirinya bersedih kini menerima pelukan dari cewek lain tanpa penolakan sedikit pun.


"Jangan sedih lagi, apalagi sampai kamu nangisin cowok brengsek kayak dia," ucap Gery pada Cicha.


"Untuk aku, atau kalau gak untuk kamu sendiri, Cha," ucapnya lagi. Kemudian cowok itu menggenggam tangan Cicha dan mengajak Cicha pergi dari sana. Dan Cicha dengan pasrah mengikuti langkah Gery di depannya tanpa melepaskan genggaman tangan cowok itu.


Beberapa langkah kemudian Cicha menoleh ke belakang memandang gamang ke arah Keyndra yang masih dipeluk Sandra.


Cicha berpikir kejadian kemarin dimana Keyndra menciumnya memberi harapan pada hubungan mereka. Ternyata Cicha salah, mungkin dirinya terlalu naif jika berpikiran seperti itu. Bagaimana pun Keyndra akan tetap memilih Sandra. Cicha merasa dirinya terlalu bodoh karena cinta, dirinya selama ini hanya berjalan di tempat, tanpa pernah berpindah.


*Apa yang sebenarnya aku perjuangkan, kalau nyatanya dirimu bukan untukku? Ternyata perjuanganku memang sia-sia. Aku ingin sekali berlari jauh sangat jauh sampai dimana aku menyerah dan rasa yang kumiliki hilang terbawa bersama dengan rasa capek yang hinggap.

__ADS_1


🍒🍒🍒*


__ADS_2