
"Cicha lagi sama Gery tuh gak Lo samperin Key?" tanya Anggara pada Keyndra yang ada di sebelahnya.
Keyndra menggeleng, "Gue gak mau senyum itu ilang kalo gue nekat nyamperin dia, Ga."
"Salah Lo sendiri kan?" ucap Anggara benar-benar menusuk hati Keyndra. Keduanya masih berada di parkiran, menunggu Dany dan Aditya yang belum datang. Motor mereka pun juga bersebelahan.
"Gue kangen Ga sama dia, gue kangen senyumannya yang kemarin-kemarin selalu buat gue," ujar Keyndra.
"Gue paham gimana perasaan Lo, Key," kata Anggara.
"Mungkin saatnya Lo relain dia bahagia sama orang lain. Lepasin dia!" kata Anggara cuek.
"Gue gak rela Ga buat nglepas dia," ujar Keyndra yang dari tadi memperhatikan Cicha bersama Gery. Terlihat Cicha sedang tertawa, bahkan saat cowok yang sedang bersama cewek itu mengelus sayang rambut Cicha, Cicha tersipu malu. Hal itu membuat Keyndra mengepalkan kedua tangannya, marah. Marah karena cowok lain bisa membuat Cicha tertawa senang, sedangkan dirinya hanya bisa membuat Cicha sedih.
🦋🦋🦋
"Pagi Cicha!" sapa Gery dengan riang pada Cicha. Cowok itu dengan sengaja menunggu Cicha di lorong kelas XII IPA.
Cicha hanya tersenyum tanpa menjawab kembali sapaan cowok itu.
"Pamali loh kalo ada orang nyapa tapi gak dibales," ujar Gery sambil tersenyum pada Cicha.
"Pagi," timpal Cicha akhirnya dengan membalas senyum Gery.
"Nah gitu dong senyum, masak masih pagi wajahnya udah ditekuk aja." ujar Gery sambil mengelus sayang rambut Cicha. "Tambah cantik kalo senyum," jujur Gery.
Apa yang dilakukan Gery membuat Cicha tersipu, sedikit salah tingkah.
"Dasar buaya, masih pagi udah suka gombal aja," kata Cicha mencoba terlihat biasa saja.
"Eitss, kata siapa gue gombal? Kalo ceweknya Lo mah gue selalu jujur ya!"
"Udah sana ke kelas Lo, gue mau ke kelas!"
"Ntar Lo kangen kalo gue tinggal?" canda Gery berniat menggoda Cicha.
"Pede banget sih Lo, Ger."
"Emang Lo gak pernah kangen sama cowok ganteng kayak gue gini?"
__ADS_1
"Gak pernah, malah enek yang ada."
"Ck, Lo mah gitu Cha. Sesekali nyenengin hati gue napa?!" ucap Gery dengan wajah dibuat seakan dirinya kecewa.
"Ish, terserah mau ngomong apa. Gue mau ke kelas gue aja."
"Cha nanti pulang sekolah bareng gue ya! Ntar gue jemput deh ke kelas Lo!" teriak Gery saat Cicha sudah berada di depan kelasnya, namun Cicha sama sekali tak menghiraukan cowok itu.
Gery Bramasta, salah satu siswa kelas XII IPS 2. Cowok itu juga termasuk jajaran most wanted di SMA Tunas Bangsa, karena wajahnya yang cukup tampan. Cowok itu juga sempat menjadi kapten tim futsal saat masih di kelas X dan XI. Sifatnya yang humble, humoris, membuat dia dikagumi para cewek.
Siapa yang tak kenal cowok itu, Gery merupakan anak dari penjabat sekaligus pengusaha sukses. Jika dibandingkan dengan Keyndra bisa dibilang cukup sebanding.
Gery menyukai bahkan mengejar Cicha dari mereka kelas X, semua siswa pun juga sudah mengetahui hal itu. Semua juga tahu kalau cowok itu lah yang paling patah hati saat mengetahui Cicha menjalin hubungan dengan Keyndra. Dia berusaha mundur saat itu. Dan sekarang saat mengetahui bahwa cewek yang disukainya sudah tidak ada lagi yang memiliki, cowok itu maju di garda terdepan untuk berjuang mendapatkan hati sang gadis pujaan. Meski dia sendiri tahu itu bukan hal yang mudah.
Kehadiran Gery di dekatnya justru membuat Cicha merindukan sosok Keyndra. Keyndra yang biasanya akan marah tiap kali Cicha dekat dengan cowok lain, meski cuma ngobrol. Merindukan perhatian-perhatian kecil dari Keyndra, yang biasanya selalu cowok itu lakukan untuk Cicha.
"Gue gak nyangka Cha, Lo baru beberapa Minggu putus sama Key si Gery udah gercep aja," ucap Marina saat Cicha baru saja duduk di bangkunya.
"Kayak nya tuh cowok beneran suka deh sama Lo Cha," ujar Niken membuat Cicha langsung menoleh padanya.
"Suka sama gue? yang ada tuh cowok cuma gombal doang kali," sahut Cicha.
Cicha menoleh pada Erika, "Kalo pun iya, gue belum bisa buka hati gue buat orang lain," putus Cicha.
"Pasti Lo bisa kalo Lo mau buat mencoba buka hati Lo lagi," bujuk Niken.
Cicha menggeleng membuat yang lain menghembuskan napas pelan. Mereka paham Cicha butuh waktu. Ketiganya cuma berharap Cicha mendapatkan yang terbaik.
🦋🦋🦋
"Ngapain di sini?" tanya Keyndra yang duduk di sebelah Cicha. Saat Keyndra ingin ke kantin dia tidak sengaja melihat Cicha yang sedang duduk di taman belakang sekolah sambil melamun, cowok itu langsung menghampiri Cicha.
"Udah makan?" tanya Keyndra dengan senyum kecil.
Cicha hanya mengangguk. cewek itu semakin menjauh dan sebisa mungkin menjaga jarak dari Keyndra.
"Jangan lupa makan ya!"
Cicha masih diam, bahkan dia sama sekali tak berniat melihat ke arah Keyndra.
__ADS_1
"Jangan kayak gini. gak usah sok peduli. Jangan bikin aku makin benci sama kamu. Jangan seolah-olah ga ada apa-apa." ucap Cicha tanpa menoleh pada Keyndra, cewek itu justru fokus menatap bunga di depan mereka.
Keyndra merundukkan sedikit badannya dengan kedua tangannya yang bertumpu di atas pahanya. "Maaf, maaf dan maaf, cuma itu yang sekarang bisa aku katakan ke kamu."
Cicha tertawa hambar mendengarnya. "Gak perlu minta maaf, kamu gak salah."
Keyndra tahu itu bukan tawa bahagia. Keyndra tahu Cicha berusaha menyembunyikan luka diantara tawa itu. Dan itu justru membuat Keyndra tidak tega dan bersalah.
Beberapa siswa yang juga berada di taman belakang sekolah memperhatikan keduanya. Bahkan terdengar bisik-bisik tidak enak tentang Cicha dari mulut mereka.
"Maaf Key, aku duluan."
"Tunggu Cha."
"Gak usah di dengerin apa yang mereka omongin. Aku tahu kamu tidak nyaman dengan itu," ucap Keyndra.
"Enggak kok, terserah mereka mau ngomong apa aja tentang aku. Itu hak mereka dan aku gak peduli itu," jawab Cicha.
"Aku udah biasa dari dulu digituin. Aku sadar diri dari awal, aku ini apa dibanding kalian semua. Aku hanya anak yang beruntung bisa sekolah sama kalian karena dapet beasiswa. Mungkin kamu yang malu deket sama aku, dan memang tidak seharusnya kamu sama aku."
"Jangan berpikiran seperti itu Cha, karena aku gak pernah mikir kayak gitu," sergah Keyndra.
"Tapi mungkin itu kenyataannya," kata Cicha.
Keyndra yang sedikit geram mendengar ucapan Cicha, langsung memegang kedua pundak Cicha. Saat itu juga Keyndra tersentak dan menyadari bahwa badan Cicha panas. Keyndra bisa merasakan panasnya bahkan sampai terasa di baju seragam Cicha.
"Jangan lupa makan Ay! Aku gak mau dan gak bisa liat kamu sakit. Apalagi sekarang aku cuma bisa jagain kamu dari jauh," bisik Keyndra membuat Cicha mengerjakan matanya dan tanpa sadar mengangguk patuh.
"****! udah kayak buronan aja gue, dimana-mana ada yang mata-matai," geram Keyndra dalam hati, cowok melihat seseorang yang menjadi antek-antek opa nya sendiri. Dan Keyndra yakin orang itu sedang mencari dirinya.
"Tunggu di sini, aku panggil temen kamu buat anterin obat sama makanan buat kamu. Istirahat di UKS aja!"
"Maaf aku gak bisa nemenin kamu dan ada di sisi kamu saat kamu sakit. Cepet sembuh!" ucap Keyndra sambil mengusap sayang rambut Cicha.
Cup
Keyndra memberanikan diri mencium kening Cicha sebelum benar-benar meninggalkan cewek itu. Keyndra tak ingin menambah dan memperumit masalah yang ada, jika sampai orang itu melihatnya bersama Cicha. Apalagi sampai hal itu membahayakan gadis yang ia cintai.
🍒🍒🍒
__ADS_1