Memilih Untuk Melepaskan

Memilih Untuk Melepaskan
episode 29


__ADS_3

Hari ini sekolah pulang lebih awal dikarenakan semua guru dan staf TU mengadakan rapat tahunan yang sudah menjadi agenda rutin di SMA Tunas Bangsa. Oleh sebab itu semua murid dari kelas X - XII dipulangkan lebih awal.


Berhubung hari masih siang, Keyndra mengajak Cicha pergi ke kedai ice cream yang letaknya tak jauh dari sekolah mereka.


Keyndra menyendokkan ice cream coklatnya ke dalam mulut sembari memperhatikan Cicha yang terlihat bersemangat memakan ice creamnya vanilanya.


"Kalo cewek lain tuh biasanya suka ice cream coklat, stroberi, tapi kamu kok suka ice cream vanila sih Ay?" tanya Keyndra penasaran.


"Vanila tuh rasanya tetap, gak kayak coklat, stroberi, atau rasa lainnya, rasanya bisa berubah-ubah."


"Kok bisa?" Keyndra mengernyitkan dahinya.


"Bisalah, nih ya coklat tuh kadang manis kadang juga bisa pait, stroberi juga kadang manis banget kadang juga asem. Tapi kalo vanila kan tetap sama rasanya manis," jelas Cicha yang kemudian memakan kembali ice creamnya.


Mendengar apa yang dikatakan Cicha Keyndra menganggukkan kepalanya antusias. Cicha yang melihatnya tersenyum kecil.


"Kayak perasaan aku ke kamu yang dari dulu sampai sekarang gak pernah berubah Key," ucap Cicha lirih sembari menatap Keyndra.


Keyndra yang mendengarnya mengulum senyumnya, "Pantes sih kalo kamu segitunya cinta sama aku, ganteng gini akunya," ucap Keyndra narsis sambil menyibakkan rambutnya, lalu terkekeh sendiri mendengar ucapannya.


Cicha berdecak, lalu sedetik kemudian terkekeh juga melihat kelakuan narsis cowoknya itu.


"Serius ih," ucap Cicha jengkel.


Keyndra mendekat dan tersenyum miring. "Beneran mau diseriusin? Aku sih kapan pun siap, atau kamu mau nya sekarang? Sok ayo otw KUA."


"Gak gitu maksudnya, terserah ih!" Cicha berdecak kesal.


Keyndra yang melihat gadisnya sedang dalam mode ngambek, semakin tertawa. karena hal itu membuat Cicha terlihat imut dan menggemaskan di mata Keyndra.


Cicha terperangah melihat Keyndra yang sedang tertawa. Lalu dia menopang dagunya dengan kedua tangan yang bertumpu pada meja. "Kamu sekarang berubah Key gak kayak dulu yang selalu jutek sama aku."


Sedetik kemudian Keyndra menghentikan tawanya. Perhatiannya tertuju pada Cicha yang memperhatikannya dari tadi.


"Emang, kamu suka aku balik lagi jutek kayak dulu, dingin cuek bebek kayak dulu ke kamu?"

__ADS_1


sontak Cicha mengibas-ngibaskan tangannya. "Gak, gak! Kamu yang dulu selalu bikin sakit hati. Mulai dari kelas sepuluh kita sekelas, tapi aku nya kayak makhluk halus, yang sama sekali gak terlihat di mata kamu. Aku selalu ngerasa bersalah, apa perasaanku ke kamu itu salah. Aku sadar diri aku gak pantes buat kamu, tapi aku sendiri juga gak bisa nolak saat rasa itu hadir dengan sendirinya, di sini," ucap Cicha dengan menunjuk dadanya. Raut wajahnya yang semula cerita berubah sendu, untuk beberapa saat dia menengadahkan kepalanya keatas, untuk menghalau air yang siap terjun bebas dari pelupuk matanya. Gadis itu tidak mau terlibat rapuh dan menyedihkan.


Deg.


"Bodoh lo Key, brengsek!" Keyndra memaki dirinya sendiri dalam hati.


"Sssstt!" Keyndra menempelkan jari telunjuknya di bibir Cicha. Dia menatap gadisnya dengan pandangan nanar, dia merasa sangat bersalah. Dia janji akan menggantikan semua kesedihan itu dengan kebahagiaan. Tak peduli banyaknya kerikil tajam yang akan menghalanginya.


"Maaf, maaf, dan maaf! Jangan ngomong kayak gitu. Cantiknya Keyndra itu berharga. Hadirnya kamu dihidup aku itu berarti banget. Kamu yang ngenalin aku apa itu cinta, kamu yang membuat aku ngerti apa arti dari berjuang. Kamu lebih dari kata pantas buat aku. Dengan segala yang ada di kamu, seharusnya aku yang gak pantes buat berada disamping kamu. Tapi aku juga gak mau, dan gak bakal rela jika kamu sama cowok lain. Jadi, untuk itu aku akan berjuang untuk memantaskan diri sebagai pendamping kamu." Ucap Keyndra, lalu dia menangkup wajah Cicha dengan tangannya dan menghapus air mata yang membasahi pipi Cicha.


Cicha menggigit bibir bawahnya. "Kita berjuang bareng ya!"


"Iya, ayo kita berjuang bareng." Keyndra menggenggam tangan Cicha yang berada di atas meja. Ibu jarinya mengelus tangan itu seolah memberi kekuatan.


"Cantiknya Keyndra harus bahagia terus, seneng terus, gak boleh nangis lagi! Ok!"


Cicha mengangguk setuju. Lalu mereka sama-sama menarik kedua sudut bibirnya keatas. Wajah sendu keduanya sudah kembali ceria.


"Janji!" ucap Keyndra sambil mengangkat jari kelingkingnya.


Mereka sama-sama tersenyum, kemudian mulai menghabiskan sisa ice cream yang telah mencair.


Cicha nampak bersemangat memakan ice cream yang sudah mencair itu, dan hal itu tak luput dari pandangan Keyndra. Hingga cowok itu dapat melihat sisa ice cream di sudut bibir Cicha. Sontak Keyndra mengulurkan tangan kanannya dan membersihkan sudut bibir Cicha dengan ibu jarinya. Alhasil perbuatan cowok itu membuat Cicha membulatkan matanya dan tubuhnya terpaku beberapa saat. Rona merah juga menghiasi pipinya.


Keyndra tersenyum kecil lalu menoleh pipi gadisnya gemas. "Ciiiee blushing."


Seketika Cicha memegang pipinya yang semakin memerah seraya menatap Keyndra kesal. "Apaan sih?"


"Kamu cantik, cantiknya Keyndra cantik banget." Ucap Keyndra seraya menatap Cicha dalam, sambil mengedipkan matanya genit.


"Ya Allah, pacar aku gini banget. Ada aja yang bikin aku senam jantung," batin Cicha yang masih menutupi wajahnya dengan tangannya.


Ddrrtt Ddrrtt


Keyndra mengambil ponselnya yang dia letakkan diatas meja. Kemudian dia membaca pesan yang masuk.

__ADS_1


Mommy tercinta ❤️


Gantengnya bunda pulang sekolah langsung pulang ya!


^^^Me^^^


^^^Oce, mama ku tercinta^^^


^^^😘😘^^^


Setelah membalas pesan dari mamanya, Keyndra menyimpan ponselnya di saku celana seragam sekolahnya.


"Siapa?"


"Si mama tercinta yang kangen anak gantengnya ini." Kan narsisnya kumat lagi.


Cicha menggeleng dan keduanya terkekeh. Cicha pun tak mungkin menyangkal kalau yang dikatakan Keyndra memang benar. Siapa yang gak mengakui ketampanan Keyndra. Nenek-nenek aja kalo ketemu kek gak kedip. Apalagi yang masih ABG. Cicha sih cuma banyak-banyakin stok sabarnya.


"Ya udah pulang yuk! udah mau sore juga, ice creamnya juga udah habis."


"Aku bayar dulu ice creamnya."


Melihat Cicha menganggukkan kepalanya, Keyndra segera ke tempat kasir untuk membayar ice cream mereka. Sementara Cicha membereskan bawaan mereka, termasuk tas dan jaket.


"Ice cream buat Bisma sama Rangga," ucap Keyndra seraya menyodorkan 2 cup ice cream berukuran cukup besar yang sudah dimasukkan ke dalam bungkusan plastik khas kedai itu.


"Makasih, tapi jangan keseringan ngasih apa-apa ke mereka. Ntar mereka makin nglunjak. Gak enak juga kalo ngerepotin kamu jadinya." Ucap Cicha yang merasa tak enak karena Keyndra terlalu baik pada adik-adiknya.


Keyndra sebenarnya sedikit kesal karena respon gadisnya selalu seperti itu saat dia memberikan apapun untuk adik-adiknya. Padahal dia sama sekali gak merasa direpotkan, dia malah senang. Keyndra yang terbiasa hidup sebagai anak tunggal dirumahnya, sekarang seakan punya adik yang dari dulu dia inginkan.


"Aku udah anggep mereka adik aku sendiri, jadi gak ada yang direpotin disini. Aku malah seneng," ucap Keyndra serambi menggandeng tangan Cicha berjalan ke tempat parkir.


Cicha yang tahu Keyndra sedang kesal mode on hanya diam, mengikuti langkah Key tanpa protes. Dia takut cowok itu akan tambah marah. Sebulan menjadi kekasih seorang Keyndra membuat Cicha tahu seperti apa Keyndra itu sebenarnya.


Hidup itu harus saling melengkapi. Saat satu sisi keras kepala harus ada satu sisi yang mau mengalah.

__ADS_1


🍒🍒🍒


__ADS_2