Memilih Untuk Melepaskan

Memilih Untuk Melepaskan
episode 2 UNTUK YANG PERTAMA KALI


__ADS_3

Bel istirahat sudah berbunyi beberapa menit yang lalu.Tapi Cicha masih tak kunjung meninggalkan tempat duduknya.Meletakkan salah satu pipinya diatas meja , sambil memejamkan mata.Berharap sedikit melupakan hal yang mengganggu pikirannya.


"Cha nggak ke kantin ?" tanya Niken sambil menepuk bahu gadis manis itu , sehingga membuat gadis manis itu kaget.


" Ya Allah Ken bikin kaget aja , nggak aku lagi males ." jawab Cicha sedikit membuka matanya.


"kamu kenapa Cha , apa yang membuat mu gelisah ? " sahut Niken . "Dia lagi???" seakan mengerti apa isi hati sahabatnya itu.


Chica hanya menganggukkan kepalanya tanpa sepatah kata.Membuat Niken menggelengkan kepalanya , sedikit kesal.


"Ken apa aku harus menyampaikan pesan Bu Hesti tadi ? tapi aku ragu , seandainya aku menelponnya , apa dia mau mengangkatnya dan mendengarkan ku."


"Hanya karena masalah ini Cha , kamu sampe segalau ini ." Niken semakin dibuat kesal olehnya.


"Tenang Cha dia pasti mau mengangkat telponnya jika kamu menghubunginya.Dia nggak seperti yang kamu pikirkan selama ini ." Tiba-tiba terdengar suara cowok dari belakang Chica yang dari tadi mendengar percakapan dua sahabat itu.Ya itu Anggara teman sekelas mereka dan juga sahabat Keyndra.


" Selama ini gengsi nya aja yang gede , dan kelihatan dingin tapi dalam cuyyy hangat kayak matahari pagi , "sahut Dany yang duduk disebelah Anggara , sahabat Keyndra juga.


"Tu Cha komplotannya sudah bilang kayak gitu , sudah jangan dipikirin.Kalo dia nggak mau ngangkat telfonnya cukup kirimi pesen WA aja , nggak mau baca ya sudah yang penting kamu sudah ngasih tau." ceramah Niken


Cicha diam sesaat mendengarkan ocehan mereka .


"Angga kamu aja y yang ngasih tau dia ." celetuk Cicha tiba-tiba.


"Ogahh...kamu aja sendiri , Bu Hesti tadi kan nyuruh kamu bukan aku."


Cicha melirik Dany dan Niken bergantian.


" Aku juga ogah...."sahut Dany dan Niken bersamaan seakan tau maksud Cicha.


***


Bel pulang sekolah berbunyi.


" Cha bareng aku aja ," titah Marina yang rumahnya searah dengan rumah Chica.


Sambil bercanda tawa ria mereka nelenggangkan kaki menuju ke tempat parkir sekolah.


" Cha tunggu disini aku ambil motor dulu ,"Marina menunjuk kursi di depan aula sekolah , dan meninggalkan Chica.

__ADS_1


"Ya Cha kamu duduk disini aja kita ambil motor dulu."sahut Erika dan Niken yang mengekor dibelakang Marina meninggalkan Cicha juga.


Cicha mengacungkan kedua jempol tangannya dan hanya tersenyum pada tiga sahabatnya itu.Duduk dan melihat sekitarnya sambil menunggu ketiga temannya.Arah matanya melihat ruangan lab yang tak jauh dari aula sekolah.Memikirkan bagaimana besok dia harus mengerjakan ujian praktikum biologi hanya dengan cowok yang selama ini dia sukai.Tapi dia juga tak mau itu merusak konsentrasi nya saat ujian nanti , ini sudah kelas XII.Dia ingin tetap mendapat nilai terbaik , karena dengan begitu dia tetap bisa melanjutkan sekolah kejenjang yang lebih tinggi.Dia bisa melanjutkan ke perguruan tinggi dengan beasiswa dengan hanya mengandalkan nilai nya nanti.


Tin....Tin.....tin....


"Cha ayo !" panggil ketiga sahabat nya itu yang sudah berada di depan aula dengan motornya masing-masing.


"Eh ya...Chica yang diam sedari tadi dan sedikit melamun langsung menghampiri ketiga sahabatnya dan langsung naik di sepeda yang dibawa Marina.


****


Assalamualaikum.....salam Cicha dan langsung masuk ke dalam rumah.


Wa'alaikum salam.....sahut sang bunda dari arah dapur.


Cicha langsung menemui bundanya, mencium punggung tangan bundanya.Dan langsung masuk ke kamar nya , ingin segera mandi karena sudah sangat gerah.


Butuh waktu 25 menit Cicha sudah selesai mandi.Sekarang dia merasa lebih segar.Dia merebahkan tubuhnya di atas kasur di dalam kamarnya , ingin menenangkan pikiran dan hatinya.


"Cha nggak makan dulu nak??"sahut sang bunda dari belakang pintu kamar Cicha.


"Ya sudah kali gitu jangan lupa nanti makan ya nak ," pesan sang bunda sebelum meninggalkan kamar anak gadisnya itu.


aku harus tetep ngasih tau dia , gimana pun nanti akhirnya.aku harus menguatkan hatiku.batin Cicha di hatinya sambil mengambil ponselnya yang ada diatas meja belajar.


Tut....Tut....Tut....


Setelah menunggu beberapa saat akhirnya telfon itu diangkat , jantung Cicha berdegup kencang tak percaya.


"Assalamualaikum......"terdengar suara cowok dari seberang ponsel Cicha.


Suasana hening cukup lama , jantung Cicha berdegup semakin cepat mendengar salam itu.Seperti ada yang mengunci bibirnya.


Entah ini nyata atau sekedar mimpi , tapi ini untuk yang pertama kali nya aku mendengar suara nya berbicara padaku.batin Cicha di hatinya.


"Assalamu'alaikum....ada orang di sana ?"dengan suara lembut tapi agak dingin cowok itu mengucapkan salam untuk kedua kalinya.


"ya.... wa'alaikum... salam...."jawab Cicha dengan suara agak terbata - bata , jantungnya masih berdetak sangat cepat.

__ADS_1


"Ada apa Cha kamu menghubungi ku ?"tanya cowok yang ada di ujung telfon itu .


"Kau tau aku yang menghubungi mu Key ?" tanya Cicha tak percaya kalo cowok itu tau kalo dirinya yang sedang menghubungi nya.


"Cewek bodoh...."jawab cowok itu sedikit tertawa . "kita satu kelas mana mungkin aku tak tau ini nomor mu ,"jelasnya lagi masih disertai dengan tawa kecilnya.


Ya Allah...Y ku lupa kita satu kelas.dan pasti dia tau ini nomor ku , karena ada grup kelas di WA.dan aku sebagai sekretaris kelas , paling sering kirim info yang ada hubungannya dengan kelas XII IPA 1 di grup itu.tentu itu membuat dia tau kalo ini nomor ku.bodoh nya aku...bikin malu aja...Cicha mengumpat dirinya sendiri dalam hati sambil menepuk - nepok jidatnya.


"aku cuma mau menyampaikan pesan dari Bu Hesti key , besok beliau menyuruh kita untuk ikut ujian praktikum sepulang sekolah,karena kemarin cuma kita yang nggak masuk ,"jelas Cicha sedikit berhati-hati saat menjelaskan.


"oh....ya makasih Cha ,"


"ya sama-sama Key , Assalamu'alaikum...."


"Wa'alaikum salam..."


Tut...Tut...Tut....


Cicha segera mengakhiri percakapan itu dan menutup telefonnya . Entah apa yang dirasakan dalam hatinya saat ini.meski hanya lewat telefon dia bisa berbincang dengan cowok yang disukainya selama ini.


Arrghh...kenapa aku harus menangis.seharusnya aku senang karena bisa ngobrol dengan nya meski hanya sebentar dan itupun lewat telefon.gumamnya sambil menyeka air mata yang sudah membasahi pipi nya yang putih halus itu.


Cicha merebahkan kembali tubuhnya yang sangat terasa lelah itu di atas ranjang.Sampai akhirnya dia benar-benar tertidur bahkan lupa untuk makan sesuai pesan ibunya tadi.


*****


Selamat membaca ya para kakak Readers😍😍😍


Karena ini untuk pertama kalinya saya menulis saya minta maaf jika ada kesalahanπŸ™πŸ™πŸ™


semoga kakak semua menyukai cerita saya ini.πŸ€—πŸ€—πŸ€—


jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya setelah membacaπŸ‘πŸ‘πŸ‘β€οΈβ€οΈβ€οΈ


salam kenal dari saya untuk semuanya


πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—


Dari sinilah awal semua nya terjadi..........

__ADS_1


__ADS_2