
Keyndra menghembuskan napas keras saat ia berhasil duduk di bangku panjang tepat di depan kelasnya. Cowok itu berada di antara teman-temannya yang sibuk membahas Aditya yang kena marah orang tuanya karena kemarin ketahuan pulang malam, sampe uang jajannya dipotong.
Sudah tiga hari terhitung Keyndra putus dengan Cicha. Kabar putusnya hubungan Keyndra dan Cicha langsung tersebar di seluruh penjuru SMA Tunas Bangsa. Bahkan banyak desas-desus sampai gosip-gosip negatif timbul dari beberapa siswa. Bahkan guru-guru pun tak mau kalah menggosipkan hubungan mereka yang kandas itu. Mereka menyayangkan putus nya hubungan mereka, Karena selama Keyndra bersama Cicha cowok itu berubah menjadi lebih baik dan rajin. Nilai-nilainya pun cukup meningkat.
Selama tiga hari itu pun, Keyndra merasa Cicha benar-benar menjauhinya, cewek itu pun menjadi lebih pendiam. Setiap mereka berpas-pasan, atau pun tak sengaja tatapan mereka bertemu, Cicha pasti langsung merunduk dan secepat mungkin menjauh dari dekat Keyndra.
Keyndra tahu itu semua salahnya. Keyndra juga tahu banyak hal yang hilang dari mereka, mereka sudah tidak bisa seperti dulu. Dan hal itu membuat Keyndra menjadi uring-uringan.
"Kenapa Lo Key, perasaan dari kemarin galau Mulu?" tanya Adit yang duduk di sebelah Keyndra.
"Beneran Key Lo putus sama Cicha, kok bisa? Lo kan bucin banget," tanya Dany hati-hati. Cowok itu takut Keyndra marah mendengar pertanyaannya.
Sebagai seorang sahabat Dany tahu persis bagaimana Keyndra. Begitu juga yang lain. Keyndra akan marah-marah tidak jelas, jika sedang banyak pikiran dan banyak masalah. Apalagi kalau mood cowok itu sedang tidak bagus. Auto dikit-dikit ngegas.
"Bukannya kalian udah pada tau?" jawab Keyndra dengan suara yang terdengar tidak bersahabat.
"Semua anak-anak Tunas Bangsa juga pada tau. Gak ada yang gak tau," celetuk Anggara membuat yang lain menoleh padanya dengan tatapan tajam.
"Apa? Emang benerkan?" ucapnya dengan wajah tanpa dosa.
"Santai dong Ga, gak usah ngegas," ujar Aditya.
"Santai gue."
"Key, Key. Kita semua tahu Lo cinta banget sama dia. Kenapa Lo iyain aja waktu dia minta putus?" tanya Aditya.
__ADS_1
"Lo rela kalau nanti dia sama cowok lain?" tanya Aditya lagi pada Keyndra. "Cowok-cowok di sini pada seneng denger kalian bubar, merasa punya kesempatan buat deketin Cicha," tambah Aditya.
"Siapa?" tanya Keyndra.
"Banyak kali. Gak cuma yang seangkatan, adek kelas juga banyak yang deketin. Cuman yang gue liat, Cicha gak nanggepin," kata Aditya.
"Hati-hati Lo ntar nyesel. Nyesel tuh datangnya belakangan," ucap Dany.
"Bener itu Key!" Aditya menimpali.
"Gue gak mau ikut campur, sebagai sahabat Lo gue cuman mau ngasih saran. Kalo Lo masih sayang, masih cinta sama dia. Lo ajak ngomong dia, Lo jujur tentang yang sebenarnya terjadi. Gue yakin dia bisa ngerti sama masalah Lo sekarang. Cicha bukan tipe cewek egois kayak cewek lainnya. Sebelum semuanya terlambat," kata Anggara membuat Keyndra mengacak rambutnya, lalu memijit pelipisnya. Keyndra bingung harus seperti apa?
"Tapi dia udah benci sama gue. Gue udah nyakitin dia sampai ngeliat muka gue aja sekarang dia gak mau," kata Keyndra sendu.
"Tetep aja gue udah nyakitin dia," kata Keyndra sambil memandang Cicha yang duduk di bangkunya sambil membaca buku pelajaran.
"Gue udah kelewatan banget sama dia. Dia pantes dapet cowok yang lebih baik dari gue."
"Emang Lo apain dia? sampai segitu yakinnya dia benci sama Lo," tanya Aditya.
"Cuman salah paham aja sebenarnya. Dia ngira gue ada hubungan sekedar teman sama Sandra," jawab Keyndra.
"Jadi selama ini Lo belum cerita tentang Lo sama Sandra?" tanya Aditya
Keyndra menggelengkan kepalanya, lalu menunduk. "Gue bingung mau jelasin gimana? Gue takut dia makin salah paham sama gue."
__ADS_1
"Goblok!" seru Anggara, Aditya dan Dany berbarengan.
"Jelaslah kalo Cicha marah dan benci sama Lo. Pasti dia merasa dikhianati," kata Dany yang diangguki Aditya dan juga Anggara.
"Terus Lo diem aja gitu, gak berusaha untuk jelasin yang sebenarnya?" tanya Aditya.
Keyndra diam membenarkan.
"Bego banget sih Lo Key," ucap Dany.
"Lo serius gak sih selama dia? Lo beneran sayang gak sama dia?" tanya Anggara yang melihat Keyndra terdiam.
"Gue gak pernah sesayang bahkan seserius ini sama cewek," ucap Keyndra.
"Kalo gitu perjuangin lagi. Jelasin semuanya sekarang. Selesaiin semuanya, jangan ditunda-tunda lagi. Sebelum terlambat, dan semuanya makin rumit." ucap Aditya memberi semangat.
"Sebelum Cicha diambil cowok lain. Emang Lo rela?" tambah Dany memanas-manasi Keyndra.
Mendengar itu, Keyndra berdiri. Cowok itu berjalan ke dalam kelasnya, menghampiri Cicha yang fokus membaca buku.
Kehadiran Keyndra membuat Cicha terkejut. Cewek itu langsung menutup buku yang ia baca dan memasukkan ke kolong mejanya. Setelahnya Cicha berdiri, keluar dari mejanya. Seperti ingin menghindari Keyndra. Keyndra masih diam sambil terus memperhatikan gerak-gerik Cicha. Saat Cicha mengambil jalan di samping kanan Keyndra berdiri, Keyndra mendekat dan menghadang Cicha dari depan.
Cicha mau melewati Keyndra tapi Keyndra terus menghadangnya. Sampai-sampai badan cowok itu benar-benar dekat dengannya. Perbuatan Keyndra membuat Cicha gelisah.
🍒🍒🍒
__ADS_1