
****
Tampak Cicha sedang sibuk membantu ibunya melayani pengunjung. Hari ini hari Minggu, rumah makan milik sang bunda pasti rame pengunjung. Dari kalangan anak muda sampe orang tua. Apalagi rumah makan itu baru mulai buka lagi kemarin, setelah beberapa hari tutup.
Waktu masih menunjukkan pukul 16.00 WIB. Cicha dan Ibunya sudah membersihkan tempat itu, merapikan meja dan kursi. Mereka bersiap-siap menutup rumah makan sederhana itu.
"Ahhh... akhirnya selesai juga, Alhamdulillah ya Bun hari ini rame, jadi bisa tutup lebih awal dari biasanya." Ucap Cicha sambil merebahkan tubuhnya di sofa, menselojorkan kakinya yang dirasa sangat lelah.
"Ya Alhamdulillah Cha ."
"Bun, adek kemana?" tanya Cicha celingukan mencari kedua sosok adik nya, yang dari tadi sama sekali tak terlihat Batang hidungnya.
"Kedua adek mu tadi pamit bunda mau main futsal katanya." Jawab Bunda yang terlihat sibuk di dapur.
"Hmmm, Bun kalo sudah tidak ada yang perlu Cicha bantu, Cicha ke atas dulu ya, mau mandi, sudah gerah banget badan Cicha."
"Sudah selesai kok Cha, ya sudah kamu mandi dulu, istirahat. Besok sekolah kan?"
Cicha hanya menanggapi ibunya dengan menganggukkan kepalanya, tersenyum bahagia, mendengar kata sekolah. Berjalan meninggalkan sang bunda, menaiki anak tangga di samping ruko menuju roof top ruko itu, dimana kamarnya berada.
Cicha memang sudah sangat rindu dengan sekolahnya. Sudah tak sabar menunggu hari esok, dimana dia bisa bertemu teman-temannya, guru-gurunya, menghabiskan waktu bersama ketiga sahabatnya.
Cicha sudah selesai mandi, terlihat wajahnya lebih segar dari tadi. Duduk diatas kasurnya, memeriksa Hp nya yang sedari tadi dia tinggalkan. Melihat adakah pesan atau panggilan yang masuk.Tapi sama sekali tak ada pesan ataupun panggilan yang masuk di Hp nya.
Kemudian Cicha membuka aplikasi YouTube di ponsel miliknya itu.
Saat sedang melihat-lihat beberapa Chanel YouTube, pilihannya jatuh pada sebuah musikalisasi puisi.
Hmmmm.... kayaknya puisi ini menggambarkan isi hatiku dech, judulnya aja sudah bikin baper, apalagi isinya.
Gumamnya dalam hati. Kemudian merebahkan tubuhnya di atas kasurnya yang berukuran sedang itu.
Meletakkan Hpnya disamping tubuh mungilnya. Memejamkan mata, mencoba menghayati setiap kata dalam puisi itu.
Aku tahu, aku yang jatuh cinta. Bukan dirimu.
Aku paham, aku yang memiliki perasaan terlebih dahulu kepadamu.
Aku yang diam - diam memperhatikanmu yang tanpa pernah kau sadari ( atau mungkin kau sadar tapi pura-pura tidak sadar ).
Aku sering mencuri perhatianmu.
Aku hanya ingin melakukan sesuatu agar kau melirik.
Aku hanya ingin kau tahu ada orang dengan sepenuh hati ingin kau tatap.
Meski sejujurnya, dengan berdiri di sampingmu, tanpa pernah kau tahu, perasaanku pun sudah bahagia.
Aku hanya ingin menumpangkan rindu di dada mu.
__ADS_1
Bukan untuk memaksaku memilikinya.
Aku hanya ingin menumpangkan harap dipelukmu.
Bukan untuk memaksamu mewujudkannya.
Aku hanya ingin mencintaimu, tanpa pernah memaksamu untuk kembali membalas cintaku.
Aku hanya ingin melakukan hal-hal yang tak membuat hatiku menyesal nanti bila aku tak melakukannya.
Kelak jika do'a - do'aku tak pernah dikabulkan Tuhan untuk bersamamu.
Aku tidak akan pernah menyesal telah memanjatkan dalam pagi - pagiku yang dingin.
Dalam malam-malam ku yang dingin.
Dalam rindu - rindu yang sepi tanpa pernah merasakan peluk yang pasti.
Karena bagiku mencintaimu saja adalah hal istimewa.
Mencintaimu saja adalah hal yang tidak akan pernah mampu dibeli dengan apapun oleh apapun.
Karena hanya aku yang bisa mencintaimu seperti ini.
Dengan mencintaimu saja aku sudah bahagia.
Apalagi bisa memiliki dan menyatukan hati denganmu.
****
"Assalamualaikum Tante !"
"Wa'alaikum salam...ehh ada Erika, Niken sama Marina !"
Ya.. ketiga sahabat Cicha lah yang datang memberi salam.Memang selama Cicha belum masuk sekolah, sebisa mungkin mereka datang kerumah Cicha, untuk melepas rindu.Atau sekedar mengulang pelajaran di sekolah, agar sahabat itu tidak ketinggalan pelajaran terlalu banyak.
"Masuk nak !"
" Makasih Tante.... Cicha diatas ya Tan?"
"Ya... mungkin sekarang lagi istirahat, capek tadi habis bantuin Tante."
"Kalo gitu nggak pa - pa kan kalo kita keatas?"tanya Erika pada ibu Cicha, mereka takut kalau mengganggu istirahat Cicha , apalagi Cicha masih tahap pemulihan.
"Naik saja, Cicha pasti senang melihat kalian datang." jawab ibu Cicha, memahami isi hati gadis - gadis itu.
"Oh iya...Tan ini kita bawain cemilan buat Rangga sama Bisma ( kedua adik Cicha)."Marina meletakkan bungkusan martabak diatas meja sebelum meninggalkan ibu Cicha.
"Buat Tante juga, kalau Tante mau. Hhhhh," sahutnya lagi .
__ADS_1
Setelah sampai di depan kamera Cicha, mereka langsung masuk tanpa mengetok pintu ataupun permisi kepada empunya kamar. Ya, karena memang itu sudah biasa buat mereka.
Melihat Cicha yang sedang berbaring diatas kasur, memejamkan matanya, tapi terdengar suara dari Hp milik Cicha, membuat mereka berjalan mengendap-endap menghampiri gadis itu.
"Ssuutt..." Erika memberikan isyarat kepada yang lain agar tak bersuara.
Tanpa disadari Cicha, mereka bertiga sudah duduk diatas kasur itu juga.Ikut mendengarkan apa yang sedang didengarkan oleh sahabatnya itu.
Mereka hanya menggelengkan kepala.
Ccckk...mereka berdecak kesal mengetahui apa yang sejak tadi mereka dengarkan dari Hp Cicha.
"Hobi banget sih buat diri sendiri sakit hati? Kenapa juga harus dengerin yang kayak begituan? nggak ada yang lain apa yang bisa membuat hati senang?" celetuk Niken yang saat itu juga berhasil mengagetkan Cicha.
"Kalian...kangen tau ," Cicha langsung memeluk ketiga sahabatnya itu.
"Nggak usah ngeles deh kalau ditanya, kayak udah berapa bulan nggak ketemu." Ucap Erika yang menatap kesal Cicha.
"Nggak sampe berbulan-bulan sih, baru satu hari. Hhhh." Cicha sedikit mengulumkan senyum di wajahnya.
"Tuch mata pasti habis nangis lagi kan?"selidik Niken
Cicha hanya diam...sambil menyeka sisa air mata yang masih terasa basah di pipinya.
Ya, memang dari pertama mendengarkan musikalisasi puisi tadi dia sudah meneteskan air mata, menjiwai setiap kata dalam puisi itu.
"Belum ada kepastian, masih digantungkan juga sama si Key?" ~Niken.
"Aku sendiri bingung sama kejelasan hubungan kami. Sejak dari rumah sakit, sungguh aku merasakan perhatiannya, sikap tidak seperti dulu lagi, sekarang sangatlah hangat. Dia sudah mengungkapkan semua isi hatinya, aku merasakan ketulusan darinya. Kemarin malam dia juga kesini, melewati malam seperti pasangan kekasih. Tapi memang dia belum ngasih kejelasan mau dibawa kemana hubungan ini. Biarlah waktu yang menjawab, mungkin dia belum yakin sama perasaan nya sendiri."~Cicha
"Sudahlah..aku bingung dengan jalan pikiran kalian berdua. Terserah kalian." Ucap Erika, mengambil sebuah buku dari tas nya.
"Ni...lebih baik kamu belajar, itu pelajaran kemarin."Erika melempar buku ke pangkuan Cicha.
"Nggak usah mikir yang membuat hati lebih terluka. Mikir yang bisa buat kita seneng aja. Hidup ini sudah ribet, nggak usah dibuat semakin ribet dengan hal yang nggak penting."Ucap Erika masih dengan nada kesal.
"Udah nggak usah bahas masalah nggak penting. Kita tadi kesini kan niat nya mw senang-senang ." Sahut Marina yang dari tadi diam menjadi pendengar yang baik.
"Ya tuh benar kata Marina, have fun girls!"
sudah beberapa jam mereka berempat berada di dalam kamar Cicha. Seakan tak mau kehilangan momen-momen kebersamaan mereka.
Mereka sama sekali tak mau beranjak dari kamar itu. Saat ibu Cicha menawari mereka makan pun, mereka turun kebawah hanya untuk mengambil makanan itu dan di makan di kamar.
Terlihat kebahagiaan terpancar dari wajah keempat gadis belia itu. Cicha juga sudah tak memasang wajah sendunya.
Hari sudah berganti malam. Ketiga sahabat Cicha pun sudah pulang kerumah masing-masing. Cicha juga sudah bersiap ingin tidur.
******
__ADS_1
Saya sangat berterima kasih buat kakak yang sudah mau meluangkan waktunya untuk membaca cerita saya ini.😍😍😍😍😘😘😘🤗🤗
Jangan lupa tinggalkan jejak ya setelah membaca.👍👍👍❤️❤️❤️⭐️⭐️⭐️