Memilih Untuk Melepaskan

Memilih Untuk Melepaskan
episode 36


__ADS_3

"Kamu belum jahat pertanyaan aku," ucap Keyndra.


"Pertanyaan apa?” tanyaku sambil menatapnya sekilas.


Keyndra menyodorkan susu rasa coklat, aku menerimanya. "Siapa yang jahat?" tanyanya.


Aku hanya memperhatikan susu pemberian Keyndra tanpa berniat meminumnya. Setidak peka itukah dirinya?


"Kamu." jawabku dengan menatapnya lekat.


"Aku minta maaf," katanya terdengar tulus dengan sorot mata teduh menatapku tepat di manik mataku.


Deg.


"Kenapa minta maaf?" tanyaku pelan, aku takut kalau ternyata dugaan ku benar.


"Karena kemarin ga ngasih kamu kabar sama sekali. Karena buat kamu sedih sampai nangis. Dan, karena aku merasa harus minta maaf sama kamu."


Aku menghela nafas, mendengar jawabannya. Aku berusaha menghirup udara sebanyak-banyaknya, mencoba mengurangi rasa sesak di dadaku sebelum aku bicara serius tentang hubungan kami.


"Bukan karena itu, ada yang lebih serius dari sekedar itu Key."


"Aku merasa brengsek banget." ucap Keyndra, cowok itu menundukkan kepalanya.


"Kamu memang brengsek Key!" balasku.

__ADS_1


Keyndra menganggukkan kepalanya berulang kali seolah mengiyakan ucapanku, dengan posisi masih menunduk. Jika memang benar, kenapa baru sekarang dia jujur. Kenapa dia masih mempertahankan aku, sementara sudah ada Sandra di sisinya. Apakah aku hanya sebagai selingan saja buat dirinya. Aku mendongakkan kepala ku, menahan air mata yang sudah siap meluncur deras.


"Aku kangen banget sama kamu Ay. Kamu gak kangen aku?" tanya Keyndra. Cowok itu masih sama menundukkan kepalanya, kali ini dia memainkan tangannya sendiri.


Aku diam tak menjawab, meski aku sangat ingin mengatakan "Aku juga kangen banget sama kamu, Key." Aku senang karena dia juga merindukanku.


Tapi kali ini aku tidak boleh luluh dengan kelembutannya lagi, dengan kata manisnya. Aku tidak ingin hatiku sakit terlalu dalam. Ini saatnya, semua harus tuntas. Meski hubungan kami ancamannya.


Keyndra meraih tangan kananku, membuka telapaknya. Setelahnya menaruhnya ke dada cowok itu.


"Gimana, kenceng banget kan?" tanyanya. Benar, aku bisa merasakan jantung Keyndra berdetak tidak normal.


"Cuma kamu yang bisa membuat jantung aku berdebar kayak gini, Ay." lanjut Keyndra, mata Keyndra menerobos masuk ke dalam mataku. Tatapannya sangat dalam.


"Kamu kenapa?" tanyaku sambil menarik tanganku dari dadanya. Aku berusaha menguatkan hatiku kali ini agar tak luluh. Bahkan sebenarnya jantungku pun juga berdebar cepat sekarang.


"Aku gak kangen sendirian kan, Ay?" tanyanya dengan takut. Apakah dia setakut itu jika aku tak merindukannya juga?


Aku lekas berdiri, sungguh aku sudah tidak bisa menahan semua ini. "Kamu benar-benar ya Key." ujarku dengan air mata yang tidak bisa ku bendung lagi.


Aku sungguh sangat kesal dengan semua ucapannya. Apa maksudnya? Setelah dia memamerkan fotonya di instagram bersama Sandra sekarang dia berbicara seperti ini padaku? Seolah tak terjadi apa-apa. Sama sekali tidak merasa bersalah kah dirinya? Meski aku sangat mencintainya tapi aku masih punya harga diri. Aku tidak ingin menjadi orang ketiga bagi hubungan orang lain.


"Aku salah?" tanyanya menahan tanganku, mendongak menatapku.


Aku menghela nafasku, tak habis pikir dengan cowok itu.

__ADS_1


"Aku gak nyangka kamu sebrengsek ini Key. Sebuaya inikah aslinya seorang Keyndra?" tanyaku. Sudah cukup aku yang berjuang di sini. Sudah cukup aku yang tersakiti di sini. Aku sudah tidak mau lagi menaruh harapan besar untuk hubungan kami.


"Maksud kamu apa ngomong gitu?" tanya Keyndra sambil menaikkan sebelah alisnya.


"Sandra, dia siapa kamu sebenarnya? Ada hubungan apa antara kalian? Kenapa dimana kamu berada, keluarga kamu berada, di situ juga ada dia? Foto kalian kemarin udah cukup sebagai bukti. Aku ini siapa kamu sebenarnya? Apa artinya aku di hidup kamu, jika sudah ada orang lain yang yang bisa membuat kamu lebih nyaman dan bahagia dibandingkan bersama ku?" Ujarku dengan sesunggukan, menatap dalam manik mata yang lekat menatapku juga.


"Aku ikhlas Key, jika kamu menemukan yang lebih baik daripada aku. Aku minta maaf jika selama ini aku punya salah sama kamu. Aku manusia biasa yang masih banyak kurangnya. Aku minta maaf jika belum bisa menjadi yang terbaik buat kamu. Terimakasih, untuk waktunya tiga bulan ini. Semua yang kita lakukan bareng-bareng selama ini sangat berharga dan berarti buat aku. Meski buat kamu mungkin sia-sia saja dan gak ada artinya sama sekali. Terimakasih atas perasaan kamu selama ini. Meski sebentar aku senang dan bahagia bersama kamu, bisa merasakan sayang dan cinta kamu. Yang mungkin sekarang itu semua buat orang lain. Aku rasa cukup sampai disini semuanya. Lepaskan aku, aku juga akan melepaskan kamu." ucapku berusaha tegar meski aku tak bisa menghentikan air mataku.


Aku berusaha mengatur napasku, saat mengatakan itu semua dadaku rasanya seperti terhimpit bongkahan batu besar. Aku bisa melihat tatapan bingung Keyndra, saat mendengar aku mengatakan semuanya tadi. Dia hanya diam, seakan berusaha mencerna apa maksud ucapan ku.


"Boleh aku minta peluk untuk terakhir kalinya?" tanyaku ragu. Keyndra tak menjawab, dia bahkan tak menatapku sekarang.


Aku menghapus air mata yang tak bisa berhenti keluar dari mataku. Mencoba untuk tersenyum menatap cowok yang masih berdiri di depanku itu. Dia masih sama masih diam tanpa mengatakan apapun.


Bahkan permintaan terakhir ku pun tak dia indahkan. Memberanikan diri aku mendekat padanya, kemudian memeluknya erat untuk terakhir kalinya. Aku menghirup nafas dalam, agar bisa mencium harum parfum khas cowok itu. Karena itu salah satu yang aku suka darinya dan selalu membuatku nyaman jika berada dalam pelukannya. Pasti aku akan merindukan ini.


Aku tersenyum kecut, saat Keyndra pun tak membalas pelukan ku sama sekali. Setelah aku rasa cukup, aku melepas pelukan itu.


Aku mendongak, menatap Keyndra yang menatap ku dalam diamnya. Aku menampilkan senyum terbaik ku untuk cowok itu.


"Makasih ya, kita masih berteman kan? Bahagia selalu ya Boo nya Bee!" ujarku meski dia hanya diam.


Aku sudah tidak sanggup untuk pura-pura tersenyum padanya. Aku menguatkan kaki ku, meninggalkan nya yang diam seperti patung dari tadi. Aku segera berlari entah kemana, aku ingin menenangkan diri saat ini.


Rasanya sungguh sakit, bahkan Keyndra tak mengejarku. Tak mengatakan atau melakukan pembelaan apapun. Apa ini bukti jika memang ada hubungan spesial antara dirinya dengan Sandra. Kalau tidak, kenapa dia diam? Diamnya itu seolah membenarkan semuanya.

__ADS_1


Meski sakit, semoga ini yang terbaik buat kita berdua. Semoga setelah ini kita bisa menemukan kebahagiaan masing-masing. Terlebih untuk diriku sendiri.


🍒🍒🍒


__ADS_2