Memilih Untuk Melepaskan

Memilih Untuk Melepaskan
episode 7


__ADS_3

****


Sudah beberapa hari ini Cicha tidak masuk sekolah , setelah kejadian di halte bus kemarin.Dari ijin yang diberikan orang tuanya ke sekolah , Cicha sakit.Dan dia harus dirawat dirumah sakit untuk beberapa hari.


"Mar ,Ka ,gimana kalo nanti pulang sekolah kita pergi jenguk Cicha?"kata Niken kepada kedua sahabatnya ,saat mereka sedang asyik ngobrol disela-sela menunggu bel masuk berbunyi.


"Ya aku setuju ,aku sudah kangen sama anak itu."jawab Marina sambil mengacungkan kedua jempol tangannya.


"Ya aku juga sudah tidak sabar untuk memarahi sahabat kita yang satu itu.Dia jadi bodoh karena cinta ,mau - maunya jadi bucin.Heran aja sama tu anak ,setahu aku dia punya cowok yang benar-benar tulus menyukai nya selama ini.Ehh...tapi dia malah sampai sekarang masih saja tuh suka sama cowok yang gak punya hati dan perasaan."Celoteh Erika menekan pada kata-kata terakhir ,sambil matanya melirik Keyndra yang sedang bersama sahabatnya juga.


"Setuju... padahal cowok yang menyukainya juga gak kalah dari cowok es itu,malah jauh lebih segalanya."Sahut Niken ,yang mengikuti Erika melirik ke arah Keyndra.


"Ya...ya...betul itu.Cowok yang kita pernah ketemu dirumah Cicha itu kan? heem kalo aku jadi Cicha ,gak usah pikir panjang lagi buat nrima dia.Daripada cowok kayak es yang sudah berbulan-bulan gak keluar dari kulkas."Marina juga tak mau kalah dengan kedua sahabatnya itu.


Sementara Keyndra yang disindir hanya bisa mengepalkan kedua jari - jari tangannya.Menahan marah ,dia marah bukan kepada ketiga cewek itu , tapi kepada dirinya sendiri ,karena dia sadar dirinya lah yang salah.


"Hey..... cewek-cewek lambe turah ,bisa gak diem ,bikin kuping panas tau gak ??!!"sahut Anggara tiba-tiba , mencoba membela Keyndra sahabatnya.Karena dia tahu ,kalo yang disindir dari tadi adalah Keyndra.


"Hey...apa kamu bilang lambe turah?"sahut Niken kesal mendengar kata-kata itu.


"Dan apa kamu bilang kuping kalian panas.emang kalian merasa ??hhhh lucu ,"sahut nya lagi.


"Tuh mulut bisa gak diem ,apa perlu aku makan dulu tuh mulut baru bisa diem ?"Anggara mencoba sedikit mengancam Niken sambil berjalan mendekatinya.


"hey...apa kamu bilang ,gak usah aneh-aneh ya!kalo gak merasa gak usah tersinggung.Dasar cowok - cowok aneh.Kalian sama saja kayak ketua kalian,"Niken gak masih gak mau mengalah ,dia gak takut sama ancaman yang diberikan Anggara.


Cupp


Sentuhan lembut mendarat seketika di bibir Niken.Ya ,Anggara tak main-main dengan apa yang dia katakan.Anggara memang cowok paling tegas diantara Keyndra dan yang lainnya , dan gak pernah pura-pura dengan apa yang sudah dia ucapkan.


Plaakk


Satu tamparan dari Niken mendarat di pipi Anggara.Niken marah dan sangat malu.


"dasar cowok kurang ajar !"gerutu Erika menarik Niken menjauh dari Anggara.


Tak ada sepatah kata yang keluar dari mulut Niken ,dia hanya menundukkan kepalanya ke lantai.Sementara Anggara yang juga terlihat menyesali apa yang dia lakukan pada gadis itu ,hanya bisa diam menatap Niken.

__ADS_1


"Hey...bro ,gak usah sampe kayak gitu kali.Jangan ambil pusing omongan mereka!"seru Dany sambil menepuk bahu Anggara yang terdiam seperti patung.


"Sudahlah jangan ribut ,orang yang kalian ributkan dari tadi juga diam saja ,"Aditya mencoba menenangkan suasana ,dan sedikit melirik Keyndra.


Mereka semua terdiam mendengar kata-kata Aditya.Dan tiba-tiba mengalihkan pandangan mata mereka ke arah Keyndra ,yang sama seakan tak peduli.Padahal mereka ribut gara - gara dia.


Keyndra menatap mereka yang kini menatapnya.Dirinya merasa risih.


"Sudahkah selesai ribut-ribut nya , boleh aku bicara?"Keyndra yang dari tadi hanya diam tak peduli kini mengeluarkan suaranya.


"Aku mengakui disini aku yang salah , memang selama ini aku telah menyakiti hati nya. Aku jadi cowok terlalu pengecut , terlalu menjaga gengsiku , terlalu menjaga imageku.Tapi aku sadar semua itu telah menyakiti nya selama ini."Dengan suara yang tenang Keyndra mencoba menjelaskan.


"Ternyata kamu sadar juga Key ,tapi mungkin sekarang itu sudah terlambat."sahut Erika dengan nada mengejek.


"Aku tahu mungkin sudah terlambat untuk memperbaiki nya dan minta maaf ,tapi apa salah jika aku berusaha.Aku tak akan menyerah sampe kapan pun ,sampe benar-benar aku sudah tidak ada lagi dihatinya."ujar Key serius.


Mereka kaget ,seakan ada yang salah dengan Keyndra.Mereka saling memandang satu sama lain ,masih tak percaya.


"Ku tunggu bukti dari ucapan mu Keyndra Adijaya."ujar Erika meninggalkan keempat cowok itu ,menarik tangan Niken dan Marina menuju tempat duduk mereka lagi.


"Jangan sungkan - sungkan bro kalo mau minta bantuan ,kita dengan senang hati akan membantu.Ya gak prend ?!"goda Dany kepada sahabatnya itu , diikuti anggukan Anggara dan Aditya , sedikit menahan tawa.Tak percaya kalo seorang Keyndra akan mengeluarkan kata-kata tadi.hhhhh


Tak lama setelah kejadian itu bel masuk berbunyi.Semua orang mesum ke dalam kelas masing-masing , untuk mengikuti beberapa jam pelajaran terakhir.


****


Tok....Tok....Tok....


Terdengar suara orang mengetuk pintu kamar inap di salah satu rumah sakit ,dimana Cicha sekarang dirawat.


"Assalamualaikum... tante !!"Niken,Erika dan Marina memberi salam kepada Bunda Cicha waktu membuka kan pintu.


"Wa'alaikum salam....anak - anak cantik.Masuklah!! Cicha pasti senang melihat kalian datang menjenguk nya."Bunda Cicha mempersilahkan ketiga sahabat anaknya itu untuk masuk.


di dalam kamar itu Cicha terlihat sedang istirahat sambil membaca novel.Tiba - tiba dia dikagetkan dengan suara bising yang sangat dia rindukan selama tak masuk sekolah.


"Ci....Cha!!!"teriak ketiganya berhamburan memeluk Cicha yang berbaring di atas ranjang rumah sakit.

__ADS_1


"uhuuk...uhuukk....kalian membuat ku tak bisa bernafas."Cicha sedikit sesak karena ketiga sahabatnya itu memeluknya sangat erat.Tapi dia senang bisa melihat sahabat-sahabatnya itu.


Mendengarnya mereka bertiga serentak melepaskan pelukannya.Dan mereka tertawa bersama.


"Maaf Cha ,itu karena kami sudah tak bisa menahan rasa rindu kami ,hhhh."ucap Marina sambil menggaruk-garuk kepalanya yang sama sekali tak terasa gatal itu.


"Ya Cha , betul apa yang dikatakan Marina ,"sahut Erika.


Bunda Cicha hanya tersenyum melihat tingkah laku para gadis itu.Sang bunda sangat tahu , merekalah sahabat terbaik anak gadis itu.Mereka menerima bagaimana pun Cicha.Dalam persahabatan mereka tak pernah membahas masalah status sosial mereka.


Sudah hampir satu jam , mereka masih terlihat asyik ngobrol.Menceritakan apa saja yang terjadi di sekolah selama Cicha tidak masuk.Tapi mereka sudah sepakat untuk tidak menceritakan kejadian di sekolah hari ini.Mereka tidak mau menambah beban pikiran cicha.


Di saat ini Niken lah yang harus berusaha keras menutupi perasaannya.Dia masih merasa kesal dan gelisah jika mengingat kejadian tadi.


Hari sudah mulai gelap.Merekapun memutuskan berpamitan kepada Cicha dan Bunda Cicha.


"Tante , Cicha kami pulang dulu ya.Besok insyaallah kami kesini lagi pulang sekolah! Assalamualaikum...."pamit ketiganya.


"Wa'alaikum salam...."jawab Cicha dan sang bunda bersamaan.


Terimakasih sahabat - sahabat ku , kalian lah yang membuat hari - hariku selama ini menjadi berwarna.


Batin Cicha saat menatap ketiga sahabatnya meninggalkan kamar itu.


****


"Maafkan aku Cha!belum saatnya aku menemui mu.Aku takut membuat mu tambah sakit."Gumam Keyndra meninggalkan ruangan itu .Ada perasaan menusuk hatinya saat melihat Cicha terbaring disana.


Ternyata Keyndra dari tadi ada dibalik pintu kamar Cicha dirawat.Hanya melihat Cicha dari balik pintu itu ,tak berani untuk masuk.


***


**terimakasih kasih buat yang sudah membaca cerita saya😍😍😍


jangan lupa 👍👍👍👍❤️❤️❤️❤️ dan vote nya kakak


😍😍😍😍😍😘😘😘😘😘🙏🙏🙏🙏🙏**

__ADS_1


__ADS_2