
"Sebentar aja Ay. Aku mau lurusin semuanya ke kamu," ujar Keyndra.
"Ay? kamu mau denger penjelasan aku kan?"
"Penjelasan apa lagi? Belum cukup puas kamu nyakitin aku?" tanya Cicha jengah. Keyndra memandang Cicha dalam, cowok itu hanya diam. Cicha berusaha membuat benteng untuk dirinya, dia tidak ingin terbuai.
"Ay, aku," Kata Keyndra menggantung, cowok itu bingung ingin menjelaskan dari mana.
Cicha malah menjauh, saat dia tahu Keyndra ingin mengambil tangannya.
"Gak usah pegang-pegang aku lagi!" kata Cicha membuat Keyndra terdiam. Keyndra sedikit kaget dengan nada suara Cicha yang terdengar sedikit kasar.
"Minggir, aku mau ke toilet." ucap Cicha.
"Gak. Kita perlu bicara Ay, kamu harus tahu yang terjadi sebenarnya," ucap Keyndra sedikit memaksa.
"Denger apa? Denger kalau kamu sekarang pacaran sama Sandra?" tanya Cicha.
Keyndra menghela napas, diam beberapa saat. "Ay, semua gak seperti yang kamu pikir."
"Emang apa yang aku pikir? Cukup Key. Aku udah muak sama kamu, sama semuanya. Aku udah gak peduli ada hubungan apa kamu sama Sandra. Terserah kalian pacaran atau gak. Aku udah gak peduli," kata Cicha meski saat menggatakan semua itu hatinya sakit.
"CICHA!" bentak Keyndra dengan suara tinggi. Keyndra sendiri terkejut, lalu melunakkan suaranya lagi. "Maaf, Ay!"
__ADS_1
"Aku kangen Ay," kata Keyndra membuat Cicha memberanikan dirinya untuk menatap mata Keyndra.
"Kamu ngomong apa sih, aku gak ngerti," kata Cicha.
"Kenapa kamu buat aku sesayang ini sama kamu? Beberapa hari jauh sama kamu, aku benar-benar merasa kehilangan. Tiga hari aja rasanya udah lama banget." Kata Keyndra membuat Cicha hampir lemas di tempatnya. Cicha makin tenggelam pada kabut di mata Keyndra.
"Minggir gak kamu. Aku mau ke toilet. Ntar keburu bel masuk."
"Setelah kamu minta putus bikin aku gak tenang sama sekali. Tiap hari bawaannya pengen marah, aku marah sama diri aku sendiri. Di sini aku merasa bersalah banget, aku merasa udah nyakitin kamu terlalu dalam. Tapi tolong kasih aku kesempatan buat jelasin semuanya ke kamu. Semua gak seperti yang kamu pikir dan kamu liat selama ini."
"Terus? Yang sebenarnya seperti apa?" tanya Cicha membuat Keyndra mendekatinya.
"Setelah sekian lama kenapa baru sekarang kamu mau ngomong yang sebenarnya? Bahkan waktu itu kamu juga diem. Kamu pikir karena aku cinta sama kamu, aku gampang untuk kamu bodohi?" tanya Cicha. Suara cewek itu terdengar makin sengit.
"Kamu pikir aku ini cuma mainan kamu?"
"Ay jangan pernah ngomong gitu!" Keyndra semakin mendekati Cicha, namun cewek itu malah mundur.
"Kenapa? Kita udah putus, gak perlu ada yang perlu kamu jelasin lagi."
"Ay."
"Aku benci sama kamu, Aku benci ngeliat kamu. Aku benci kenapa aku masih cinta sama kamu di saat kamu selalu nyakitin aku dari dulu. Aku pengen rasa yang aku punya buat ku hilang. Tapi kenapa gak bisa? Kenapa mencintai kamu harus sesakit ini?"
__ADS_1
"Keluarin semuanya Ay. Keluarin semua tentang apa yang mau kamu omongin ke aku. Kalau perlu pukul aku, tampar aku, sampai kamu puas. Sampe rasa sakit yang kamu rasain hilang."
"Ay."
Melihat Cicha menangis membuat Keyndra semakin merasa bersalah. Keyndra segera merengkuh tubuh Cicha ke dalam pelukannya. Saat Cicha meronta tak ingin dipeluk cowok itu, Keyndra malah mempererat pelukannya. Gadis itu semakin terisak dalam pelukan Keyndra. Keyndra pun bisa merasakan seragamnya yang basah.
"Lepasin! Aku gak mau deket kamu lagi," kata Cicha yang terus meronta ingin lepas dari pelukan Keyndra.
"Ay, plis biarin kayak gini. Aku kangen banget sama kamu," ucap Keyndra.
Melihat Cicha yang terus meronta, berusaha melepaskan pelukan Keyndra. Membuat cowok itu mengurai pelukannya.
"Ay."
"Aku benar-benar benci sama kamu."
Ucapan Cicha membuat Keyndra menatap gadis itu sendu. Apa dia sudah tidak punya kesempatan? Apa dia akan benar-benar kehilangan gadisnya?
"Aku." Cicha berhenti tidak ingin melanjutkan apa yang ingin dia katakan. Tiap kalimat yang keluar dari mulutnya malah menyakiti dirinya sendiri. Karena semua yang dia ucapkan bertentangan dengan hatinya.
Keduanya terdiam cukup lama. Sibuk dengan pikiran masing-masing.
"Tolong pergi. Jangan datang lagi ke hidup aku. Kita urus hidup kita masing-masing." Kata Cicha lalu meninggalkan Keyndra yang terdiam kaku di tempatnya.
__ADS_1
🍒🍒🍒