Menaklukkan Hati CEO Galak

Menaklukkan Hati CEO Galak
Episode 11


__ADS_3

Maya di bawa ke pentri, disana tampak lengkap ada kompor dan berbagai alat masak, tak lupa juga disana tersedia berbagai teh dan kopi, membuat Maya semakin kagum.


" Wah dapurnya lengkap sekali... " Ucap Maya dengan wajah kagum


" Ini bukan dapur tapi pentri " ucap Jeri sambil tertawa


" Tapi ini terlihat seperti dapur namun ukurannya kecil " ucap Maya mencoba melihat-lihat pentri tersebut.


" Cepat kamu buatkan kopi, ini mesinnya " ucap Jeri


" Mesin, biasanya aku di kampung cuma masak air lalu di tuangkan kedalam cangkir berisi Kopi beli dari warung " ucap polosnya membuat Jeri tertawa


" Maya memang manusia unik " batin Jeri


" Maya, aku beritahu cara bikinnya " ucap Jeri langsung mengajarkan Maya cara membuat kopi dengan Mesin.


Maya tampak memperhatikan Jeri, ia benar-benar polos apalagi dengan semua ucapan Jeri tentang kopi kesukaan majikannya itu. Setelah selesai ia pun segera membawa kopi itu ke hadapan Mondy.


" Silahkan Tuan.. " ucap Maya sambil tersenyum


" Kenapa dia bisa membuat kopi, pasti jeri yang memberitahunya.. ish dia itu pengkhianat.. " batin Mondy


" Ganti, airnya terlalu panas... " Ucap Mondy tanpa meminum kopi tersebut


" Tapi Tuan airnya sudah saya atur seperti yang tuan selalu minum... "


" Saya bilang ganti ya ganti " bentaknya


Maya mencoba menahan amarahnya kembali, ia membawa kopi itu ke dalam pentri lalu membuatkan kembali Kopi dengan suhu rendah agar sang majikan tidak marah lagi padanya.


" Dia bilang ini terlalu panas... Mana panas ini airnya anget " gumam Maya meminum kopi tersebut


Dari pada Mubajir lebih baik Maya minum meskipun Maya tidak terlalu suka kopi. Rasanya benar-benar pahit tapi tuan yang galak itu suka sekali kopi pahit begini.


Ia kembali membuat Kopi seperti yang sudah di ajarkan oleh Jeri, namun untuk suhu air ia turunkan menjadi lebih rendah sesuai dengan keinginan sang majikan.


Ia kembali lagi keruangan Mondy sambil membawakan kopi yang majikannya itu minta. Tanpa di duga Mondy malah memuntahkan kopi tersebut.


" Ada apa dengan nya?? " Batin Maya bingung

__ADS_1


" Kamu mau membuat perutku kembung, ini tidak panas sama sekali " cibirnya


" Tapi Tuan.. "


" Dasar tidak becus.. cepat kamu bikin kembali kopinya, awas saja kalau seperti barusan " ancam Mondy


" Astaga ada apa dengan manusia galak yang satu ini, salahku dimana coba bukankah ini yang dia mau " batin Maya


" Hahaha aku yakin sebentar lagi dia tidak akan betah bekerja disini " batin Mondy


Maya kembali lagi ke pentri dengan wajah kesal dan marah tak lupa juga ia membuatkan kembali kopi untuk majikannya itu.


" Benar-benar Tuan ingin membuat Maya tak betah disini jadi dia berbuat seperti itu " batin Jeri yang melihat Maya untuk ketiga kali masuk pentri


Ada rasa tak tega melihat Maya bulak balik pentri namun jika dia ikut campur pasti dia juga kena marah apalagi barusan dia sudah di panggil Mondy dan di marahi ya hanya gara-gara memberitahu cara memakai alat pembuat kopi.


" Kamu harus sabar Maya " batin Jeri melangkah menuju ruangannya untuk mengerjakan pekerjaannya.


Kali ini Maya membuat kopi dengan suhu air yang pertama, ia menguatkan hatinya agar mempunyai sabar seluar samudra menghadapi Mondy yang super galak dan menyebalkan.


Maya kembali keruangan sang majikan dengan membawa kopi buatannya, kali ini ia mulai terlihat kesal pada majikannya itu.


Mondy segera meminum kopi buatan Maya tapi baru saja ia menyeruputnya di taruh kembali gelas itu di atas meja, sontak hal itu membuat mata kaget.


" Sial, kopi ini enak juga " batin Mondy


" Kenapa lagi dengan kopi buatan ku, seharusnya tidak ada masalah " batin Maya


" Ganti... " Bentak Mondy


" Tapi Tuan, suhu airnya tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin seperti yang anda inginkan " ucapnya dengan menahan rasa kesalnya


" Aku bilang ganti ya ganti "


" Baik Tuan, saya akan mengatur suhu airnya agar sesuai dengan keinginan Tuan " ucapnya penuh penekanan agar Mondy bisa melihat wajah kesalnya


" Tidak, bukan suhu airnya yang si ganti, tapi gulanya kurang manis " ucap Mondy penuh kemenangan


" Apa dia bilang kurang manis?? Bukannya kopi hitam gulanya sedikit, kalau mau manis buat saja teh manis " batin Maya

__ADS_1


" Baik Tuan, saya permisi " ucap Maya segera kembali lagi ke pentri untuk membuatkan kopi.


Dengan kesal Maya membuatkan lagi kopi ia tidak mengerti dengan jalan pikiran majikannya itu, ada ada saja alasan agar dia bulak balik ke pentri karena Maya merasa jika kopi buatannya sudah sesuai seperti arahan Jeri.


" Kamu bilang kopi buatan ku kurang manis, lihat saja aku akan membuat lidah mu kemanisan bahkan sampai diabetes sekali.. biar tahu rasa " batin Maya sambil tersenyum licik


Maya kembali membawa kopi itu kehadapan majikannya itu, sambil tersenyum ia menyajikannya. Mondy sedikit heran dengan sikap Maya yang malah tersenyum padanya bukan marah.


" Selamat menikmati Tuan... saya permisi kembali bekerja " Ucap Maya sambil tersenyum


" Aneh, kenapa dia malah tersenyum, jangan-jangan ada yang tidak beres di dalam kopi ini " batin Mondy


Mondy dengan semangat menyeruput kopi buatan Maya, tiba-tiba ia mulai tersedak Maya langsung membawakan air putih untuk menolong Mondy.


" Kamu taruh racun ya di kopi ini.. " ucapnya sambil batuk-batuk


" Mana berani saya Tuan " ucapnya sambil menggelengkan kepalanya


" Lalu kenapa minuman ini manis sekali " bentaknya


" Karena saya taruh gulanya sepuluh sendok Tuan, bukannya Tuan tadi kurang manis.. " ucap Maya menahan tawanya


" Maya, Kamu mau membunuh ku "


" Tidak Tuan, saya hanya menambahkan Gula seperti yang anda perintahkan.. "


" Tapi tidak kebanyakan juga " Bentaknya juga


" Rasain itu balasan untuk bos galak " batin Maya


"Sial, dia malah berani membalas ku... Tapi Menarik kita lihat saja sampai kapan kamu akan bertahan gadis kampung.." batin Mondy


Maya kembali bekerja seperti yang di perintahkan Mondy, sedangkan Mondy pergi ke kamar mandi, ia mau menggosok lidahnya agar tidak merasa kemanisan, Mondy memang tidak suka makanan yang mengandung banyak gula.


.


.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2