
Mondy sudah sampai di sebuah Cafe, dia masuk kedalam bersama dengan sang asistennya. Ia duduk salah di kursi yang kosong di sana, Ia sedang menunggu kedatangan seseorang.
Tak lama kemudian orang yang di tunggu Mondy pun datang yang tak lain adalah Boby mantan kekasih Maya. Tapi mereka belum ada kata putus juga.
Mereka duduk saling berhadapan dengan saling panjang, kalau Mondy memandang wajah Boby dengan tatapan marah sedangkan Boby memandangi wajah Mondy dengan tatapan cemburu.
" Ada angin apa yang membawa Tuan ingin bertemu dengan saya " ucap Boby dengan nada sinis
" Jaga sikap anda Boby " bentak Jeri yang di berikan kode untuk tidak ikut campur urusan majikannya.
" Saya tidak akan basa basi.. saya hanya ingin kamu tidak usah sok peduli pada calon istri saya.. kamu tahu kan dia siapa?? " Ucap Mondy sambil tersenyum sinis
" Maksud anda.. Maya??? " Ucapnya masih menduga-duga
" Ya, dia calon istri saya, saya tidak suka apa yang saya miliki di usik oleh orang lain apalagi kamu hanya laki-laki bajingan dari masa lalu Maya " cibir Mondy
" Sialan... Aku harus tenang biar bagaimanapun laki-laki ini adalah laki-laki yang di sukai Nona Shela kalau aku hajar dia sekarang pasti Nona shela akan memarahiku bahkan aku akan di pecat " batin Boby
" Yang harus tuan tahu, Hubungan saya dengan Maya belum berakhir tidak ada kata putus di antara kami, jadi yang seharusnya menjauh itu bukan saya tapi anda Tuan... " Cibir Boby
" Benari sekali dia.. " batin Mondy mulai marah
Brak,,
Mondy menggebrak meja membuat semua orang kaget dan menoleh padanya. Wajahnya sangat marah, ingin rasanya ia menonjok wajah Boby saat itu juga.
" Sudah aku duga " batin Jeri
" Kekasih kamu bilang?? Mana ada laki-laki yang tega membawa semua perhiasan dan uang milik kekasihnya dan pergi kabur hilang entah kemana??.. dan kekasihnya itu kamu telantarkan begitu.. " bentak Mondy sambil berdiri
" Tuan tenangkan diri anda... Lihat semua orang sedang memperhatikan anda " ucap Jeri mencoba menenangkan majikannya itu.
" Aku akui memang aku salah, secepatnya aku akan minta maaf pada Maya.. aku yakin dia pasti akan memaafkan aku dan kami akan kembali seperti dulu lagi.. dia sangat mencintai ku.. " ucap Boby masih memancing kemarahan Mondy
" Jangan terlalu percaya diri kamu apalagi dengan semua yang kamu lakukan pada Maya.. kamu masa lalunya dan dia sudah tidak mencintai mu lagi.. " cibir Mondy
" Hubungan saya dengan Maya cukup lama, tidak mungkin dia dengan mudah melupakan saya.. saya tahu betul bagaimana perasaan Maya pada saya " ucap Boby sambil tersenyum lalu pergi dari cafe tersebut.
Mondy mengejar Boby sampai ke parkiran bersama dengan Jeri. Ia belum puas rasanya memarahi Boby justru ia saat ini terpancing emosi.
" Tunggu " ucap Mondy membuat Boby menghentikan langkahnya
" Ada apa Tuan... Apa ada yang ingin di bicarakan?? Maaf saya sibuk" ucapnya
Bugh,,
__ADS_1
Satu tonjokan mendarat di pipi kanan Boby sampai mengeluarkan darah di sudut pipinya. Boby yang kaget tidak bisa melawan ia bahkan jatuh ke tanah.
" Apa-apaan ini Tuan " serunya Boby
" Sialan" batin Boby
" Tuan... " Jeri ingin menghentikan Majikannya itu. Apalagi wajahnya masih terlihat marah
" Diam Jeri.. biar aku berikan dia hukuman dulu karena di sudah membuat Maya menderita selama ini.. dia tidak pantas untuk Maya.. "
" Lihat saja aku tidak akan biarkan Maya kembali lagi padamu.. karena dia milikku sekarang " ucapnya dengan nada marah
Bugh,,
" Tuan ayo kita pergi dari sini " ucap Jeri menuntun Mondy yang masih terlihat emosi
Mondy segera masuk kedalam mobilnya rasanya ia masih ingin menghajar Boby namun ia urungkan, ia tidak mau capek-capek mengeluarkan energi hanya untuk lalaki brengsek seperti Boby.
Jeri memberikan botol minum air mineral pada Mondy agar dia lebih tenang dan bisa mengurangi amarahnya, ia melihat tangan Mondy sedikit kemerahan karena ia memukul Boby terlalu keras.
" Tuan.. tangan anda harus di obati, biar saja ke apotek sebentar membelikan anda salep " ucapnya
" Tidak usah.. saya baik-baik saja" Tolaknya
" Jangan membuat saya marah juga padamu.. dia benar-benar menjengkelkan, ada laki-laki tidak tahu diri seperti dia " cibir Mondy
" Saya setuju Tuan.. dia memang laki-laki berengsek tidak pantas mendapatkan nona Maya yang baik hati " ucap Jeri tentu saja membuat Mondy melihatnya dengan tatapan sinis
" Kenapa kamu malah memuji Maya, ingat Jeri dia calon istriku jaga sikap mu.. " cibir Mondy
" Astaga aku salah lagi.. orang lain senang kalau calon istrinya di puji lah aku malah di marahi " batin Jeri
" Tampaknya aku juga harus berhati-hati pada Jeri, dia selalu memuji Maya " batin Mondy
" Maafkan saya Tuan.. "
" Sebelum kita pulang mampir dulu ke salah satu tempat yang jualan bakso " ucapnya Mondy membuat Jeri kaget karena sebelumnya majikannya itu belum pernah makan bakso
" Tuan yakin mau beli bakso "
" Ia kenapa.. aku ingin beli bakso yang enak " ucapnya
" Baiklah Tuan aku tahu tempatnya.. tukang bakso ini sangat di senangi oleh orang-orang " ucapnya
" Lakukan saja tugasmu " ucap Mondy kini menyandarkan tubuhnya di kursi penumpang.
__ADS_1
Lima belas menit mereka sudah sampai di warung bakso yang jeri kaget. Memang terlihat banyak sekali orang yang sedang mengantri di sana.
" Kamu yakin ini tempatnya enak dan higienis " tanya Mondy melihat tempatnya sempit dan kecil
" Tuan tenang saja disini baksonya enak malah terkenal di Internet, saya juga sering makan disini " ucap Jeri
" Makan disini karena harganya murah baksonya enak dan bikin kenyang lumayan jadi hemat " batin Jeri
" Baiklah kalau begitu kamu belikan sekarang juga " titah Mondy
" Tuan mau berapa bungkus... "
" Satu Tuan ?? " Ucap Jeri heran
" Kenapa?? "
" Masa saya beli satu bungkus harus mengantri sepanjang ini " ucapnya denga lesu
" Kalau begitu kamu pesan saya terserah kamu tapi satu bungkus harus spesial.. " ucapnya mengerti jika asistennya itu juga menginginkan makanan itu
" Baik Tuan saya mengerti, kalau begitu saya mengantri dulu " ucapnya dengan penuh semangat
Sambil menunggu, Mondy memainkan handphonenya mengecek semua pekerjaannya dengan teliti takut ada yang tertinggal apalagi nanti dia akan sibuk menyiapkan acara pertunangannya.
Tak lama kemudian Jeri datang dengan membawa tiga kantong kresek yang besar-besar. Mondy heran di buatnya karena Jeri membelikan makanan begitu banyak.
" Maaf Tuan menunggu lama " ucapnya sambil tersenyum
" Berapa banyak yang Kau beli?? " cibir Mondy karena melihat kresek besar yang di bawa jeri
" Dua puluh bungkus Tuan.. "
" Lalu untuk siapa makanan sebanyak itu?? " Cibir Mondy
" Saya akan memberikannya pada para pelayan di mansion Tuan.. "
" Yasudah terserah kamu saja.. " ucap Mondy tak ingin puisng
Jeri kembali lagi melanjutkan perjalanan pastinya dengan wajah senangnya karena sebentar lagi ia akan makan bakso apalagi cuacana panas mendukung sekali untuk makan yang segar-segar.
.
.
Bersambung...
__ADS_1