
Keesokan harinya,,
Jini sudah ada di rumah sakit ia sedang berjalan menuju ruangan Shela tentunya dengan wajah kesal dan marah.
" Kalau bukan karena ingin menghasut Shela, mana mau aku datang kesini pagi-pagi sekali bahkan bawa bubur segala buatnya, kurang kerjaan sekali " ucap ketusnya
Pagi-pagi sekali ia sudah di suguhkan dengan pemberitaan tentang Mondy yang sudah melamar Maya. Terlihat foto-foto Mondy yang sedang memberikan cincin pada Maya raut wajah bahagia pun terpancar dari keduanya.
Ia dan Shela sudah berteman cukup lama, mereka berteman hanya karena status sosial karena mereka terlahir sama dari kalangan orang kaya tentunya.
Kehidupan mereka tergolong sangat beruntung tidak pernah mengalami kesulitan dari kecil, apapun yang mereka inginkan pasti akan di berikan orang tuanya, uang, mobil dan fasilitas yang lain bisa mudah ia dapatkan.
Hal itu membuat Keduanya sombong namun Jini terlihat memperlihatkan kesombongannya pada orang lain apalagi jika melihat orang yang yang tidak ia sukai. Sedangkan Shela ia bisa menutupi kesombongannya, ia ingin memiliki citra baik di hadapan semua orang apalagi sekarang pekerjaannya menjadi model internasional yang terkenal membuat segala sesuatu yang berhubungan dengannya banyak di sorot media. Ia harus tetap bersikap ramah, baik hati di depan semua orang.
Kini jini sudah sampai di ruangan dimana Shela berada, ia ingin memberitahukan tentang berita yang menurutnya sangat buruk mengenai Mondy. Ia memanas-manasi Shela agar marah lalu merencanakan hal buruk pada Maya. Itu rencana yang bagus dari pada ia yang harus turun tangan melakukan hal itu pada Maya.
" Lihat saja Maya, kali ini hidup mu tidak akan tenang " batin Jini
" Selamat pagi Shela.. maaf aku baru menengok mu hari ini, bukan apa-apa aku baru tahu tadi malam jika kamu mengalami kecelakaan.. maklum aku sibuk akhir-akhir ini.. " ucapnya sambil tersenyum
" Tidak usah repot-repot, aku baik-baik saja " ucap Shela cuek
" Oh ia Shel, aku bawakan bubur untuk mu,, di makannya selagi masih hangat " ucap Jini menyerahkan bubur ayam tersebut pada Shela
" Ok.. thanks You Jini.. " ucap Shela membuka mangkuk plastik yang berisi bubur ayam itu.
__ADS_1
" Sepertinya enak, tidak ada salahnya aku makan toh aku juga sedang lapar " batin Shela
" Yes, bagus.. Shela akhirnya memakan bubur itu.. ini akan semakin membuat Shela dan aku semakin dekat " batin Jini
" Gimana enak buburnya?? " Tanya Jini
" Em.. lumayan enak tapi tidak seenak buatan Maya " ucapnya keceplosan
" Apa?? Jadi Maya membuatkan bubur untuk mu kapan?? " Ucap Jini kaget
Ia tidak mau jika Maya dan Shela dekat, Shela harus jadi orang yang akan memisahkan Mondy dan Maya sebab dirinya tidak mau terlibat bisa-bisa Mondy marah padanya dan ia tidak ingin hal itu terhadi, ia lebih baik menghasut Shela agar berbuat jahat.
" Tidak boleh di biarkan.. aku harus terus menghasut Shela " batin Jini
" Oh kemarin.. sepertinya Mondy menyukaimu.. "
" Aku juga berpikir seperti itu, aku tidak boleh mundur apalagi sikap Mondy akhir-akhir ini sangat baik dan peduli padaku, kamu lihat foto yang di ambil media, itu tanpa editan loh " ucap Shela dengan percaya diri
" Aku juga berpikir seperti itu, kalian tampak serasi tapi ada kabar buruk untuk mu.. lihat ini?? " Ucap jini memberikan handphone miliknya pada Shela
Ia memperlihatkan bagaimana gambar Mondy dan Maya yang tampak terlihat bahagia. Bahkan tempatnya terlihat romantis banyak bunga di sana. Apalagi ada gambar dimana Mondy memakaikan cincin di jari manis maya, benar-benar mereka sangat bahagia apalagi banyak komentar yang mengatakan jika mereka sangat serasi.
Tentu saja hal itu membuat Shela kesal bukan main, handphone milik Jini hendak di lemparnya namun sebelum itu terjadi Jini segera mengambil handphone kesayangan itu.
" Kamu boleh marah tapi jangan lempar handphone kesayangan ku.. ini handphone yang baru aku beli satu bulan yang lalu " serunya
__ADS_1
" Kenapa Mondy tega seperti ini padaku.. lalu kemarin-kemarin dia baik sama aku itu artinya apa " ucap Shela sambil menangis
" Tenanglah Shela, aku yakin Mondy melakukan itu pasti karena di paksa Maya.. dia mana mungkin menyukai gadis seperti itu, lebih baik kamu segalanya di bandingkan Maya.. " ucap Jini memeluk Shela, ia mencoba menenangkan temannya itu padahal saat ini ia akan menghasutnya
" Lalu aku harus bagaimana?? " Tanya Shela
" Kita harus gagalkan acara pernikahan mereka.. yang aku dengar acara pernikahan mereka akan di lakukan dua Minggu lagi.. " ucap Jini
" Apa.. dia Minggu lagi.. " ucap kaget Shela
" Ia... Kita buat kamu yang akan jadi calon pengantinnya bukan Maya " ucap Jini membuat Shela tersenyum
" Baik.. aku percaya padamu.. " ucap Shela memeluk erat Jini
" Jangan harap bisa memeliki Mondy karena hanya aku yang bisa memiliki Mondy bukan kamu Shela " batin Jini
" Aku yakin rencana yang di buat Jini akan berhasil.. aku tidak akan membiarkan siapapun mendapatkan mu Mondy kecuali aku " batin Shela
.
.
.
Bersambung...
__ADS_1