Menaklukkan Hati CEO Galak

Menaklukkan Hati CEO Galak
Episode 18


__ADS_3

Mondy sudah keluar dari kamar mandi dengan wajah yang lebih segar membuat Maya terpana dengan majikannya itu, ia selama ini tidak pernah memperhatikan wajah tampan sang majikan.


" Astaga " ucapan Maya dalam hati yang terpana melihat ketampanan sang bos galak


" Kenapa bengong, ayo kita berangkat " ajak Mondy


" Baik Tuan "


Mereka segera keluar dari ruangannya menuju restoran yang tak jauh dari kantornya, Mondy ingin membicarakan kelanjutan hubungan antara dirinya dan Maya Meskipun sebatas pura-pura.


Tampak semua karyawan tengah memandang wajah Maya, mungkin karena gosip sudah menyebar membuat Maya merasa tidak nyaman di pandang oleh semua orang. Maya masuk kedalam mobil Mondy sementara Mondy segera melajukan mobilnya. Ia sudah memesan tempat di salah satu restoran yang tak jauh dari kantornya.


Keduanya masuk kedalam restoran, mereka duduk di meja yang sudah di sediakan. Restoran tampak ramai namun sudah di pastikan tidak ada karyawan yang akan makan di tempat itu karena restoran tersebut bukan restoran sembarangan harganya mahal-mahal semua.


Pelayanan sudah menyiapkan menu yang sudah di pesan Mondy sebelumnya. Mondy memilih menu Steak kesukaannya tak lupa ia juga menesan jus jeruk masing-masing satu dengan menu yang akan Maya Makan.


Tampak Maya heran karena ia di berikan makanan berupa daging tanpa nasi. Ia langsung menatap wajah majikannya itu yang kini sedang memotong daging tersebut dengan wajah santai.


" Kenapa Diam, makan.. kamu harus coba menu ini enak sekali dan ini menu kesukaan ku juga " ucap Mondy masih cuek memotong-motong daging di depannya


" Kenapa tidak ada nasi disini, biasanya di kampung makan daging sama nasi " batin Maya


Mondy langsung mengambil piring punya Maya, ia sengaja menukar piring tersebut karena ia menduga jika sikap Maya yang sejak tadi diam saja dikarenakan dia tidak bisa memotong daging dihadapannya, Mondy tahu jika Maya pasti tidak bisa menggunakan pisau dan garpu dengan benar.


" Makan lah.. " ucap Mondy


"Tapi Tuan.. " ucapnya tanpa ragu-ragu


" Kenapa?? "


" Apa tidak ada nasi, em maksud ku harusnya makan daging itu pakai nasi " bisik Maya takut ada orang yang mendengarnya


" Hahahaha "

__ADS_1


Entah kenapa Mondy langsung tertawa membuat Maya semakin heran tidak biasanya majikannya itu tertawa lepas seperti itu. Mondy sebenarnya tertawa juga karena mendengar ucapan Maya, masa ia steak di makan sama dengan nasi. Mondy sampai menggelengkan kepalanya.


" Kenapa dia malah tertawa, apa ada yang salah dengan ucapan ku " batin Maya


" Ternyata ucapan polosnya bisa membuatku tertawa memang dia wanita ajaib, kadang bikin kesal dan marah kadang juga bikin ketawa, ish aku ini mikir apa coba " batin Mondy


" Tuan, apa ada yang salah dengan ucapan ku?? " Ucap Maya memastikan jika ucapannya benar


" Tentu saja, baru tahu aku kalau steak di makan dengan Nasi.. sudah cepat kamu habiskan " ucap Mondy


Maya pun mau tidak mau segera menghabiskan daging steak itu, em rasanya jangan di tanya lagi meskipun warnanya seperti daging belum matang tapi rasa dagingnya lembut dan enak di lidah.


" Makannya pakai garfu saja, simpan pisaunya " sela Mondy


Sesuai dengan ucapan Mondy, Maya segera melepaskan pisau dan tangan kanannya hanya memegangi garfu saja.


" Wah, benar-benar enak.. sayang kalau tidak pakai nasi " batin Maya dia kekeh dengan pemikirannya jika tidak makan nasi berarti dia tidak makan.


" Enak?? "


" Habiskan.. "


Setelah selesai makan Mondy berbicara serius dengan Maya tentang hubungannya saat ini. Ia mau mengajak Maya untuk pura-pura jadi tunangannya agar semua orang tidak mencari terus informasi tentang hubungan pribadinya.


Maya benar-benar tidak setuju dengan ucapan Mondy, ia tidak mungkin berbohong pada semua orang apalagi pada Laura dan Alex yang sudah baik padanya selama ini.


" Tuan jangan bercanda " ucap Maya sambil tertawa


" Aku serius.. "


" Maaf Tuan, Aku tidak mau Tuan.. aku tidak bisa " tolak Maya


" Ayolah Maya, ini hanya pura-pura jangan terlalu tinggi menilai dirimu, kamu bukan tipe wanita yang aku inginkan.. kita hanya pura-pura " cibir Mondy dengan kesal karena Maya terus menerus menolaknya

__ADS_1


" Siapa juga yang mau jadi tunangan bos galak seperti anda, jangankan berharap bermimpi pun aku enggan " batin Maya


" Tidak Tuan, Maya tidak bisa "


" Hanya bersikap lebih akrab saja di depan orang lain apa susahnya.. "


" Maya tidak bisa tuan, maaf "


" Kalau begitu saya akan bayar kamu tiga kali lipat dari gaji kamu sekarang bagaimana??.. " tawaran Mondy


" Apa?? " Ucap Maya kaget


" Harus bagaimana ini, apa aku ambil saja.. lumayan uangnya bisa di pakai sewa kontrakan jadi aku tidak usah menumpang di rumah Tante Laura lagi.. dan uangnya juga bisa aku kirirm pada ibu dan bapak di kampung " batin Maya


" Aku yakin Maya tidak akan menolak kalau berurusan dengan uang " batin Mondy


" Bagaimana... Kamu setuju "


" Sebenarnya aku tidak mau tapi uang itu berarti buat bapak di kampung yang sedang sakit, di tambah lagi aku mencari kos kosan.. " batin Maya


" Baiklah Tuan saya setuju " ucap Maya membuat Mondy tersenyum


" Sudah ku duga, tidak ada yang menolak jika suda berurusan dengan uang " cibir Mondy


" Terserah anda saja Tuan, karena anda tidak seperti saya yang sangat membutuhkan uang saat ini " batin Maya


Untuk menghindari pertanyaan dari semua orang termasuk sang mamah, ia menjadikan Maya sebagai Tunangan palsu, ia tidak ingin semua orang terus memaksa dia untuk punya pasangan yang menurutnya belum ada yang cocok mengisi hatinya.


Setelah selesai makan siang mereka segera pergi ke kantor memilih untuk fokus pada proyek yang sedang mereka kerjakan.


.


.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2