Menaklukkan Hati CEO Galak

Menaklukkan Hati CEO Galak
Episode 27


__ADS_3

Maya masuk kedalam ruangannya, ia segera memberikan minuman dan beberapa cemilan pada mereka. Tampak Mondy memberikan tatapan tajam pada Jeri, ia tidak suka jika Maya melakukan hal seperti ini.


" Silahkan di minum " ucap Maya ramah ia belum menyadari jika Boby sekarang ada di depannya.


" Sayang kenapa kamu yang menyiapkan ini semua, lebih baik kamu duduk disini bersama ku.. biar aku akan kenalkan mereka padamu.. " ucap lembut Mondy sambil tersenyum


Maya tersenyum ramah dan duduk di samping mondy ia tidak mau kejadian kemarin terulang lagi apalagi harus duduk di pangkuan Mondy itu hal yang memalukan yang pernah bela alami selama ini.


Mondy merangkul pinggang Maya ketika melihat tatapan wajah asisten Shela, ia benar-benar tidak suka jika ada laki-laki lain menatap wajah wanita yang ia akui sebagai calon tunangannya.


" Ini Shela, dia yang akan menjadi brand ambassador produk perusahaan.. " ucap Mondy


" Bisa-bisanya Mondy bersikap lembut dan baik pada wanita ini.. aku tidak boleh lemah dan menangis disini, lihat saja aku pasti bisa merebut Mondy dari wanita jelek ini " batin Shela


" Astaga kenapa Maya ada disini.. bisa kacau kalau dia melihat aku " batin Boby


" Halo saya Maya, senang berkenalan dengan mu " ucapnya mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan namun Shela tidak mau menjabat tangan Maya


" Halo juga Nona Maya, saya Shela.. senang bertemu dengan anda lagi ?? " Ucap Shela membuat Maya bingung


" Lagi?? "


" Astaga Sayang, masa kamu tidak ingat padanya, dia yang kemarin ada di pesta " ucap Mondy membuat dirinya teringat sosok Shela yang ada di depannya


" Oh ia, dia Shela wanita cantik yang kemarin.. tunggu dia kan yang kemarin bersama nona Jini yang memberikan ku minuman pahit itu.. apa dia jahat juga seperti Nona Jini, aku harus lebih hati-hati padanya, eh tapi tunggu kalau ada dia berarti ada asistennya yaitu Bobi " ucap Maya segera mengalihkan pandanganya pada sosok laki-laki yang ia cintai.

__ADS_1


Boby tampak menundukkan kepalanya ia tidak mau di kenali Maya. Ingin sekali Maya memarahi dia namun tidak bisa ia lakukan karena ada Mondy dan yang lainnya, ia akan mencari cara agar bisa menyelesaikan permasalahnya dengan Boby laki-laki yang tega membawa uang dan perhiasannya serta menelantarkan dirinya sendirian di kota yang sangat asing bagi Maya.


" Aku tidak boleh merusak suasana biarkan nanti aku akan meminta penjelasannya ketika waktunya sudah tepat " batin Maya


Maya tampak memperhatikan ketika Jeri menjelaskan bagaimana kontak kerja yang akan di lakukan oleh perusahaan pada sang Model. Shela tampak memahami penjelasan Jeri sementara wajahnya sedari tadi memperhatikan wajah tampan Mondy.


Mondy yang menyadari hal itu terlihat cuek, sesekali menggenggam tangan Maya memperlihatkan keromantisan dirinya dengan Maya.


Setelah penjelasan dari jeri selesai tiba kah acara penandatanganan dengan tidak ragu-ragu lagi Shela segera menandatanganinya, ia sangat senang bisa bekerja sama dengan laki-laki yang ia sukai sedari dulu.


" Senang bisa bekerja sama dengan mu " ucap Mondy sambil tersenyum


Shela berharap bisa berjabat tangan dengan Mondy namun ternyata dugaannya salah karena Mondy sama sekali tidak mengulurkan tangannya. Tapi usaha untuk dekat dengan Mondy tidak sampai disini saja. ia pun memiliki ide agar ia bisa makan siang bersama.


" Sama-sama Mondy, untuk merayakan hal itu bagaimana kalau kita makan siang bersama.. " tawaran Shela


" Hah.. saya tu.. Maksud ku sayang kenapa terserah aku.. kamu saja yang tentukan " ucap Maya sambil tersenyum ia hampir saja menyebut Mondy dengan sebutan Tuan yang akan membuat Shela menyadari jika dirinya dan Mondy hanya pura-pura.


" Ya ampun Tuan, aku tidak mengenali Tuan Mondy yang dulu.. Tuan sudah berubah jika berhadapan dengan Maya semoga perubahan Tuan menjadi lebih baik " batin Jeri


" Kenapa Mondy apa-apa selalu pada Maya membuatku semakin kesal " batin Shela


" Ayolah Mondy, lagian kita kan teman tidak ada salahnya jika kita makan siang bersama " bujuk Shela


" Teman, aku tidak pernah memiliki teman wanita.. " cibir Mondy

__ADS_1


" Astaga Tuan ternyata sifat galaknya berlaku pada semua orang, padahal Shela ini cantik sekali " batin Maya


"Aku tidak akan menyerah Mondy" batin Shela


" Maya, maukan kamu makan siang dengan ku.. " pinta Shela dengan wajah memelas


Mana mungkin Maya bisa menolak jika sudah seperti ini dengan terpaksa ia menyetujui ucapan Shela " baiklah " tentu saja hal itu membuat Mondy kesal padanya.


" Apa-apaan sih Maya ini, harusnya dia tolak ajakan makan siang itu bukannya di setujui, jadi aku tidak bisa makan siang bersama Maya berduaan saja " batin Mondy kesal


" Terima kasih Maya, mulai hari ini kita temenan " ucap Shela, tentu saja jika ingin menusuk lawanmu kamu harus menjadi kawan terlebih dahulu agar kamu mengetahui apa saja kelemahan lawanmu sama seperti yang di lakukan Shela saat ini.


" Tidak, Maya tidak boleh berteman dengan siapapun.. " ucap Mondy


" Astaga Tuan sebegitu bencinya anda pada Nona shela " batin Maya


" Nona Shela menyerah lah karena di hati Tuan Mondy hanya ada satu nama yaitu Maya " batin Jeri


" Tuan sudahlah.. ayo kita pergi makan siang " ajak Maya


Mondy mau tidak mau mengikuti langkah Maya, ia juga merasa tidak aman jika Maya pergi dengan Shela apalagi sosok laki-laki yang menjadi asistennya Shela terlihat selalu memandangi wajah Maya membuat Mondy tak suka.


" Ayo.. " ucap Mondy menggandeng tangan Maya sementara jeri ia mengikuti dari belakang kemana mereka akan pergi.


.

__ADS_1


.


Bersambung...


__ADS_2