Menaklukkan Hati CEO Galak

Menaklukkan Hati CEO Galak
Episode 36


__ADS_3

Mondy sudah sampai di halaman rumahnya, ia segera masuk kedalam, ia menyuruh Jeri untuk membawakan bakso yang spesial untuk Maya. Sementara dirinya segera menuju kamar Maya, tapi ternyata Maya tidak ada disana, ia mulai bingung dengan keadaan Maya.


" Dimana Maya?? " tanya Mondy pada salah satu pelayan di rumahnya


" Nona Maya sedang bersama dengan Nyonya di taman belakang.. Tuan " ucapnya


" Nanti suruh Jeri menyusul saya ke taman belakang dan bawa makanannya "


" Baik Tuan "


Mondy langsung berjalan menuju taman, di sana ia melihat sang ibu dan Maya sedang mengobrol sambil tertawa. Melihat Maya tertawa tanpa sadar wajah Mondy pun ikut tersenyum.


Ia tak menyangka jika Maya bisa langsung akrab dengan sang mamah dan papahnya, bahkan sekarang Maya terlihat sangat dekat dengan sang mamah. Ia segera menghampiri mereka di taman lalu duduk di samping Maya.


" Sayang... "


" Mondy kamu sudah pulang nak?? " Tanya sang mamah sambil tersenyum


" Ia mah.. "


" Mana pesanan ku " tanya Maya heran karena Mondy sama sekali tidak membawa apa yang ia pinta


Tiba-tiba jeri datang menghampiri mereka dengan beberapa pelayan dan menghindarkan bakso dan es jeruk di sana.


" Wah.. bakso " ucap Laura dengan mata berbinar


" Mamah suka bakso " tanya Maya sambil tersenyum


" Suka sekali sayang...bik, tolong Panggilkan Tuan besar kita makan bakso sama-sama " titah Laura pada salah satu pelayan


" Baik Nyonya "


" Jadi ini makanan yang Maya pesan, ini juga kesukaan mamah sayang, kapan-kapan kita makan bakso sama-sama" ucap Laura sambil tersenyum pada Maya


" Baik Mah... "


Laura dan Maya mengaduk bakso tersebut lalu di berikan sedikit sambal cabai, kecap dan saos. Hal itu juga di lakukan Maya membuat Mondy tergoda ingin mencobanya.


" Jeri punya mu mana?? " Tanya Laura


" Ada di sana Nyonya.. "


" Kenapa di sana, di Sini saja makanannya, kita makan bersama-sama biar Rame jadi tambah enak " ucapnya

__ADS_1


" Baik Nyonya "


" Ini punya Tuan.. " ucap salah satu pelayan pada Mondy


" Apa rasanya enak, bentuknya bulat seperti ini " batin Mondy


Alex segera menghampiri mereka yang sedang berkumpul, ia juga mencium bau makanan yang di sukai sang istri dan menjadi kesukaannya juga, tidak dapat di ragukan lagi kalau yang ia cium adalah aroma bakso yang sangat menggugah seleranya saat ini apalagi cuaca siang hari yang cocok jika memakan bakso.


" Wah wah kalian makan bakso ternyata.. " ucap Alex duduk di samping sang istri


" Ia Pah, Mondy yang membelikannya untuk kita semua.. " ucap Laura antusias


" Ada angin apa anak papah membelikan makanan untuk kita semua .. " ledek Alex


" Papah... " seru Mondy membuat kedua orangtuanya tertawa


" Tadi Nona Maya yang minta di belikan bakso, tapi saya belinya banyak sekalian untuk semua orang yang ada di sini " ucap Jeri sambil tersenyum


" Diam kamu jeri.. " ucap Mondy dengan wajah malu-malu karena belum pernah ia memberikan makanan untuk kedua orangtuanya apalagi untuk wanita


" Maafkan saya Tuan.. "


" Sudah biarkan saja Mondy dia pasti sedang malu ketahuan sangat peduli pada Maya,, Maklumi saja dia baru pertama seperti ini pada wanita gengsi ya masih tinggi " ucap Laura membuat Mondy gugup dan salah tingkah.


" Mamah... " protes Mondy yang tidak mau di godain sang mamah


" Dua puluh bungkus nyonya " jawab Jeri


" Apa... " Ucap Laura langsung tersedak


" Minum sayang " ucap Alex memberikan minum pada istrinya


Laura sampai kaget di buatnya dua puluh bungkus bakso mau di habiskan siapa bahkan di rumahnya pelayan hanya ada lima orang dan penjaga rumah alias security hanya ada satu.


" Mah pelan-pelan makanannya, kalau mamah mau mamah bisa tambah ko masih banyak " ucap Mondy sambil tersenyum licik


" Sialan anak ini.. mana mungkin aku memakan bakso sebanyak itu meskipun aku suka bakso tapi kalau makan banyak bakso biasa-biasa perutku seperti bakso " batin Laura


Ketika Maya hendak menyantap bakso tersebut tiba-tiba Mondy merebut mangkuk milik Maya membuat Maya memayunkan bibirnya.


" Itu punya ku " protes Maya


" Sudah buat ku saja.. kamu yang ini saja "

__ADS_1


" Tapi.. tapi.. "


" Stttt cepat makan jangan berisik " ucap Mondy langsung memakan Basko milik Maya, tiba-tiba ia batuk-batuk pertandanya ia tersedak, Maya langsung tersenyum tipis melihat Mondy tersedak.


" Makannya jangan asal makan " batin Maya


Jeri langsung memberikan minum untuk sang majikan. Mondy benar-benar di buat kepedesan oleh Maya. Ia tidak menyangka jika calon istrinya itu pecinta pedas seperti sekarang.


" Kamu gila.. makanan sepedas ini kamu makan.. mau masuk rumah sakit lagi kamu " bentak Mondy


" Is, tuan masa ia makan Bakso tidak pedas rasanya kurang enak " ucap Maya dalam hatinya


" Mondy masa ia makan bakso tidak pakai pedas ya tidak enak.. ia Kan Maya.. " ucap Laura. Memang calon mertua idaman mengerti saja selera wanita


" Benar mamah " ucap Maya


" Tapi tidak sepedas ini, Ganti baksonya dengan bakso yang baru.. ini terlalu pedas.. "


" Jangan tuan sayang makanannya di buang.. lagian pedasnya masih wajar ko " ucap Maya


" Tapi ini sangat pedas.. "


" Mondy, kamu pasti merasa kepedasan karena kamu tidak suka pedas.. Tapi Maya suka pedas.. cobalah untuk mengalah kasihan Maya.. " ucap Laura


" Baik kalau begitu makan.. sampai habis " ucap Mondy dengan wajah kesal


Mondy kembali membawa mangkuk bakso miliknya yang suda di tambahkan saos dan kecap. Maya tidak menambahkan sambal cabai karena ia tahu jika Mondy tidak suka makanan pedas.


Mondy mulai memakan bakso miliknya ternyata rasanya enak di lidah ia terlihat lahap memakan makanannya meskipun ia pertama kali memakan bakso namun kesan pertama sudah membuat ia menyukai makanan berbentuk bulat seperti itu.


" Makanan ini ternyata enak meskipun bulat-bulat " batin Mondy


Laura juga mengakui jika bakso yang di beli Mondy sangat enak bahkan lebih enak dari sebelum-sebelumnya yang ia beli. Ia bahkan meminta alamat dimana warung bakso tersebut.


" ini Sangat enak Jeri... nanti kamu berikan alamat warung bakso pada saya.. nanti saya akan datang kesana " ucap Laura sambil tersenyum


Jeri pun memberitahukan alamatnya pada Laura dan Alex, tempat itu memang belum pernah Alex dan Laura datangi karena tempat itu sangat ramai pembeli bahkan pukul dua siang saja sudah habis di beli pembeli.


Harga yang murah dan rasa yang enak membuat bakso ini laris. Karena cita rasanya berbeda dengan bakso yang lainnnya membuat warung bakso yang satu ini banyak di minati pembeli apalagi di jam dua belas siang, para pekerja banyak yang mampir disini. Bisa di pastikan jika mereka membeli di jam dua belas mereka antri sampai tiga puluh menit bahkan lebih.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung...


__ADS_2