
Maya meminta ijin untuk pergi ke toilet. Dia benar-benar kebelet mungkin karena ia gugup dari tadi habisnya tangannya tidak di lepaskan Mondy sama sekali.
" Baiklah, jangan lama-lama" ucap Mondy
" Ia sayang... "
Shela tersenyum ketika melihat Mondy sendirian, ia bisa melancarkan rencananya agar bisa menarik perhatian Mondy saat ini.
" Lihat saja Mondy pasti akan peduli padaku " batin Shela
Tiba-tiba Shela terjatuh membuat semua orang yang ada di sana menghampirinya termasuk Mondy dan Jeri.
" Aw... " Teriakan Shela
" Nona anda tidak apa-apa?? " ucap semua orang yang ada di sana menanyakan keadaan Shela yang begitu kesakitan memegang kakinya.
" Aw.. Kakiku.. " ucap Shela sambil menangis
" Kau tidak apa-apa?? " tanya Mondy melihat Shela kesakitan sepertinya dia benar-benar terjatuh pikir Mondy
" Mondy tolong aku.. kakiku sakit sekali " ucapnya sambil menangis
" Yes.. sekarang Mondy terlihat sangat peduli padaku " batin Shela
" Jeri bawa Shela kedalam mobil, kita harus segera membawanya ke rumah sakit terdekat " ucap Mondy membuat Shela kesal karena dia berharap jika Mondy yang menggendong tubuhnya bukan asistennya.
" Ih Mondy, kenapa malah menyuruh Jeri ya g menggendong ku kenapa tidak kamu saja.. Padahal aku rela terluka demi kamu " batin Shela
" Tapi Mondy... " protes Shela
" Sudah jangan banyak bicara, jeri cepat gendong Shela " titah Mondy
" Baik Tuan "
Jeri segera menggendong tubuh Shela sesuai dengan perintah sang majikan, sementara Mondy segera menyusul mereka kedalam mobil. Shela duduk di depan di samping Jeri membuat dirinya semakin kesal.
__ADS_1
Mereka segera pergi ke rumah sakit terdekat. Semua karyawan tampan diam, mereka benar-benar lelah sudah mempersiapkan semua untuk syuting tapi hasilnya malah di tunda karena modelnya kecelakaan kerja.
" Bagaimana ini Pak sutradara " ucap mereka
" Kita harus tunggu keputusan Tuan Mondy " jawabnya
Tiba-tiba Maya datang menghampiri mereka. Ia heran karena semua karyawan tampak sedang duduk dengan wajah sedihnya. Ia juga tidak melihat Mondy dan Jeri di sana.
" Maaf Pa sutradara ini ada apa?? kenapa semua orang pada diam ya?? " Tanya Maya kebingungan
" Kamu tidak tahu jika Nona Shela terjatuh dan sekarang tuan Mondy sedang membawanya ke rumah sakit terdekat "
" Apa?? Nona Shela terjatuh.. lalu bagaimana keadaannya sekarang " tanya Maya kembali
" Katanya sih kakinya sakit "
" Tuan Mondy terlihat cemas pada Nona Shela, jangan-jangan Tuan Mondy menyukai Nona Shela " ucap salah satu kru di sana
" Ia benar, aku juga melihat itu dari tatapan mereka.. "
Ucapan para Kru yang sedang menggosipkan Shela dengan Mondy, mereka adalah orang yang kurang suka melihat kedekatan Maya dengan Mondy. Mereka juga penggemar Shela.
Meskipun Maya mendengar ucapan mereka namun ia tidak ingin menanggapinya, ada hal penting yang harus ia tanyakan kembali pada pak sutradara di sana.
" Lalu syutingnya bagaimana Pak?? " Tanya Maya kembali
" Pasti akan di tunda.. " jawabnya
" Di tunda??? "
" Ia karena model iklannya terjatuh.. siapa yang akan menggantikannya coba " ucapnya
Maya terdiam dan duduk di kursi sambil melihat semua orang berwajah sedih karena sudah susah payah menyiapkan semua ini dan syutingnya gagal.
" Aku harus bagaimana ini?? Apa aku hubungi Tuan Mondy saja?? " Batin Maya
__ADS_1
Sialnya handphone milik Maya ketinggalan di kantor membuat dia bingung apalagi ia belum terlalu mengenal kota ini.
" Apa yang harus aku lakukan sekarang " ucap Maya bingung
Tiba sosok laki-laki segera menghampirinya dan duduk di samping Maya, laki-laki itu adalah Boby orang yang sudah menyakiti hati Maya. Awalnya ia kaget dengan kedatangan Boby namun dia mencoba tenang dan perlahan meninggalkan Boby. Tapi sayang hal itu di ketahui oleh Boby yang memegang tangannya agar tidak pergi dari hadapannya.
" Jangan pergi, ada hal yang ingin aku jelaskan pada mu " ucapnya dengan wajah sedih
" Sudah tidak ada yang harus di jelaskan lagi.. hubungan kita sudah berakhir " ucap Maya menahan amarahnya
" Tapi tidak ada kata putus di antara kita " ucap Boby
" Mungkin menurutmu hubungan kita tidak ada kata putus tapi semenjak hari itu, hari dimana kamu dengan sengaja dan tega meninggalkan aku sendirian di rumah kos mu itu lalu mengambil semua perhiasan dan uangku.. dari sana aku anggap hubungan kita sudah berakhir.. " ucap Maya menahan tangisannya
" Maafkan aku.. aku khilaf.. aku di tawari pekerjaan oleh temanku di luar negeri, lalu aku tidak punya ongkos untuk pergi kesana,, aku gelap mata dan mengambil semua uang dan perhiasan mu " ucapnya sambil menangis
" Apa pernah kamu memikirkan keadaan aku disini, ini ibu kota bahkan aku tidak tahu jalan saat itu.. mau pulang pun percuma karena aku tidak punya ongkos.. apa kamu pernah memikirkan hal itu " bentak Maya membuat semua orang memandanginya
" Kita bicara jangan disini.. " ucap Boby menarik tangan Maya
Maya dan Boby sudah berada di taman yang sepi dan jauh dari karyawan syuting. Boby tiba-tiba berlutut di depan Maya mohon ampun pada Maya.
Maya menetes air matanya, dadanya sesak memikirkan rasa takut dan cemasnya dirinya kalau bukan Tante Laura mengajaknya tinggal bersama mungkin Maya sudah jadi gelandangan sekarang.
" Maya Please maafkan aku, aku salah.. aku sangat mencintaimu.. " ucap Boby sambil menangis
Cinta?? Apakah cinta akan berbuat seperti yang di lakukan Boby, Maya rasa tidak akan pernah seseorang yang mencintainya akan melakukan hal seperti itu. Rasanya ia ingin menampar wajah Boby bahkan ia ingin menonjok wajah Boby tapi semua hal itu tidak akan membuat hatinya lega.
" Kenapa rasanya sakit begini.. " batin Maya
Menurut kalian?? Maya harus bagaimana?? Apa maafkan saja Boby??
.
.
__ADS_1
Bersambung