
Di sisi lain ada sosok seorang laki-laki yang tengah marah-marah, ia bahkan membanting semua benda yang ada di sekelilingnya membuat semua barang itu hancur dan berantakan.
Sosok laki-laki itu adalah Mark dia musuh bebuyutan Mondy, ia sudah melihat berita yang heboh di media tentunya dia marah dan kesal melihat kebahagiaan yang terpancar dari wajah Mondy.
" Lihat saja Mondy tak akan aku biarkan kamu bahagia selamanya... " Teriakan Mark
Baginya kebahagiaan Mondy ini tak adil, kenapa Mondy bisa terlihat bahagia namun dirinya dan Shela hanya sebatas teman karena Shela begitu mencintai Mondy.
Dari sana timbul Rasa iri di dalam hati Mark, dia punya segalanya sama halnya dengan Mondy tapi untuk urusan wanita ia sama sekali tidak bisa menyaingi Mondy.
Tiba-tiba Mark memanggil asisten pribadinya ia ingin menyuruh seseorang membuntuti dan mengawasi Maya kemanapun dia pergi. Ia ingin lebih tahu lagi dengan kegiatan Maya.
" Tuan memanggil saya?? " Tanyanya
" Kamu cari orang untuk membututi dan mengawasi Maya, semua kegiatannya laporkan padaku mulai dari sekarang" titahnya
" Tunggu Tuan, maksud Tuan nona Maya tunangan Tuan Mondy " tanyanya dengan wajah ragu-ragu
" Terus maksud mu Maya yang mana, aku tidak akan peduli dengan nama Maya selain Maya calon istrinya Mondy " bentaknya
" Baik Tuan .. kalau begitu saya permisi " pamitnya
" Tunggu, kirimkan bunga mawar ke kantor Mondy, berikan bunga itu pada Maya dan berikan kata-kata yang romantis untuknya, jangan sebut itu dari ku, aku ingin membuat Mondy penasaran dengan pengagum rahasia calon istrinya itu "
" Baik Tuan "
Sang Asisten segera pergi dari ruangan Majikannya itu, ya Mark memang berusaha untuk membuat Mondy dan Maya berpisah, ia akan membuat kesalahpahaman diantara mereka.
" Mondy... Sebentar lagi hubungan mu dan Maya akan aku hancurkan.. " ucap Mark sambil tertawa jahat
..........
Ternyata bunga yang di kirimkan Mark sudah sampai di kantor, seorang kurir segera memberikan bunga tersebut di meja resepsionis.
Salah satu karyawan pun segera membawakan bunga tersebut ke ruangan Mondy. Banyak yang mengira jika bunga itu pemberian Mondy apalagi semalam hubungan keduanya sudah resmi di umumkan.
__ADS_1
Ketika hendak mengetuk pintu asisten Jeri datang menghampirinya lalu menanyakan bunga yang ada di tangannya.
Jeri memang selalu selektif dan waspada, ia takut jika seseorang mengirimkan sesuatu yang berbahaya pada Tuannya seperti tahun lalu, sebuah kotak di kirimkan untuk Mondy lalu ketika di buka isinya adalah bangkai ayam yang penuh dengan darah. (Kotak berisi ancaman)
" Tunggu, apa yang kamu bawa?? " Tanyanya
" Maaf Tuan Jeri, barusan ada kurir yang mengirimkan bunga ini untuk Nona Maya " ucapnya sambil tersenyum
" Bunga... Nona Maya?? Dari siapa?? " Tanya dengan wajah heran
" Saya tidak tahu Tuan, kurirnya hanya berkata jika bunga ini untuk Nona Maya " ucapnya
" Gawat kalau ini bunga dari laki-laki yang menyukai Nona Maya.. bisa-bisa Tuan Mondy marah-marah " batin Jeri
" Baiklah, berikan bunga itu padaku biar aku yang berikan pada Tuan Mondy"
" Baik Tuan, terima kasih" ucapnya sambil tersenyum
Setelah karyawan itu pergi dari sana barulah jeri mengetuk pintu ruangan Mondy.
" Masuk "
" Maaf Tuan, saya hanya ingin memberikan kiriman bunga ini untuk Nona Maya " ucap Jeri membuat Mondy menghentikan pekerjaannya lalu menatap tajam wajah Jeri
" Kamu cari Mati Jeri " bentak Mondy marah
" Maaf Tuan bukan dari saya Sumpah " ucap Jeri dengan wajah ketakutan
" Lalu dari siapa itu " bentak Mondy dengan wajah marah
" Saya tidak tahu Tuan.. kurir memberikannya pada salah satu karyawan resepsionis di bawah Tuan " ucapnya jujur
" Maya.. kamu tahu siapa yang mengirimkan bunga itu untuk mu " bentak Mondy
" Mana saya tahu Sayang " ucap Maya heran
__ADS_1
" Yaelah tuan, masa ia Nona Maya tahu siapa yang kirim bunga untuknya cari Mati itu namanya " batin Jeri
" Siapa yang berani mengirimkan bunga untuk maya... Apa dari laki-laki berengsek mantannya Maya yang jelek itu " batin Mondy
" Siapa yang kirim bunga?? " Batin Maya
Ketiganya tampak berpikir namun yang lebih emosi adalah Mondy. Bisa-bisanya laki-laki lain mengirimkan bunga kehadapannya ini membuatnya semakin terbakar cemburu.
" Berikan bunga itu padaku " titah Mondy
" Baik Tuan " ucap Jeri memberikan bunga bunga tersebut
Dengan wajah kesal Mondy melihat bunga tersebut, bunga mawar merah tercium wangi lalu ia melihat kertas kecil di sana. Ia segera membuka kertas tersebut.
" Bunga yang cantik untuk Nona Maya yang cantik "
Itulah isi tulisan di dalam kertas kecil itu membuat Mondy semakin marah, ia melepaskan bunga tersebut kehadapan Jeri.
" Buang bunga itu, aku tidak ingin melihat kiriman bunga seperti itu lagi di sini.. camkan itu " ucap Mondy dengan nada marah
" Apa isi tulisan dalam kertas yang Tuan baca, kenapa Tuan sampai marah seperti ini " batin Maya
" Ada yang mau cari masalah dengan Tuan " batin Jeri
" Baik Tuan "
" Kamu sekarang selidiki siapa yang berani mengirimkan bunga untuk maya " titah Mondy
" Baik Tuan secepatnya saya akan memberikan informasi yang Tuan minta " ucap Jeri pamit dan memilih pergi dari ruangan itu dari pada ia kena marah oleh majikannya itu.
.
.
Bersambung...
__ADS_1