
Kini mereka bertiga sudah sampai di kantor, Laura berjalan sambil menggandeng Suaminya sedangkan Maya berjalan di belakang mereka. Tampak semua mata tertuju pada mereka apalagi pada Maya tampak mereka ikut memberikan hormat. Benar-benar kehadiran Alex sangat berpengaruh di kantor ini meskipun sikap Alex baik dan ram pada karyawannya.
Merek tampak heran siapa sebenarnya sosok Maya yang masih tanda tanya sejak kemarin. dia keluar dari mobil sang pemilik perusahaan apa dia salah satu kerabat Alex atau Laura pikiran mereka.
" Pagi Tuan dan Nyonya " sapa mereka
" Pagi juga.. kalian lanjutkan bekerja " ucap Alex sambil tersenyum
Semua tampak pergi dari sana menuju ruangan masing-masing, sedangkan mereka bertiga masuk kedalam lift, raut wajah Laura tampak senang hari ini.
Sesampainya di ruangan Mondy, mereka masuk tapi tidak dengan Maya, ia membuatkan minuman terlebih dahulu untuk Laura, Alex dan Mondy setelah itu baru dia masuk kedalam ruangan itu.
Laura langsung duduk di sofa bersama dengan suaminya sedangkan Mondy masih fokus mengerjakan beberapa berkas di depannya.
" Mondy sayang... Mamah dan papah dari tadi disini " protes sang mamah dengan wajah kesal
" Eh ada mamah, maaf aku terlalu fokus hingga tidak tahu kalian ada disini " ucap Mondy sambil tersenyum
" Lihat Pah, mamah di cuekin Mondy, bagaimana dia mau punya pacar kalau sikapnya seperti ini " ucap Laura masih dengan wajah kesal
" Silahkan di minum Tuan dan Nyonya " ucap Maya sambil tersenyum masuk dengan membawa minuman untuk mereka
" Mah, Mondy baik-baik saja tanpa pacar "
" Kamu baik-baik saja tapi mamah tidak sayang "
" Apa benar Tuan Mondy tidak suka perempuan, apa memang ada yang tidak beres dengan Tuan Mondy " batin Maya
" Benar-benar ya Mondy itu, selalu saja begitu.. aku semakin khawatir padanya " batin Laura
__ADS_1
Maya segera menuju meja di mana sang majikannya berada, menyajikan Nasi goreng buatannya dengan segelas kopi. Ia berharap jika makanan yang ia buat bisa di terima oleh lidah Mondy.
" Silahkan Tuan.. " ucap Maya sambil tersenyum
" Tumben dia senyum padaku, apa jangan-jangan ada yang tidak beres dengan Dia " batin Mondy
" Apa ini.. " tanya Mondy melihat nasi goreng di depannya
" Itu nasi goreng Tuan.. "
" Mondy, kamu makan nasi goreng itu, Maya sudah capek-capek membuatkan sarapan untuk mu " ucap Laura
" Buatan dia... Aku yakin pasti tidak enak, lagian aku tidak menyuruhnya untuk membuatkan aku sarapan " cibir Mondy
" Maafkan saya Tuan, anggap saja ini sebagai permintaan maaf saya pada Tuan, silahkan di coba terlebih dahulu.. " ucap Maya yang kini wajahnya berubah jadi kesal
" Astaga Mondy, coba dulu sedikit baru kamu boleh berkomentar.. " protes sang mamah
" Baiklah mah... "
Dengan terpaksa Mondy memakan makanan yang ada di depannya, untuk pertama kalinya ia mencoba makanan yang di sebut nasi goreng, apalagi buatan Maya bukan buatan Restoran Bintang lima seperti biasanya.
Sendokan pertama meluncur di lidahnya, ia kaget karena rasanya tidak seburuk yang ia pikirkan apalagi saat ia mengunyahnya seakan dia tidak mau berhenti memakan nasi goreng itu.
" Emmm... "
Maya dan Laura tampak kaget karena ucapan dan sikap Mondy tidak sesuai dengan kenyataan. Baru saja dia menghina makanan Mondy tapi sekarang dia malah terus memakan makanan Mondy.
" Mondy, apa itu enak... " Tanya sang mamah dengan wajah ingin tertawa
__ADS_1
" Lain di mulut lain di lidah, dasar bos galak " batin Maya
Maya segera kembali ke mejanya, mengerjakan semua pekerjaan yang masih menumpuk di sana. Laura tersenyum Mondy terlihat lucu jika bersama dengan Maya. Laura akan sangat setuju jika Mondy bersama dengan Maya.
" Lihat Pah, anak papah lain di mulut lain di lidah " ucap Laura sambil tertawa
" Mamah tenang saja lambat lain mereka bisa saling suka satu sama lain " ucap Alex yang ternyata mendukung jika Mondy bersama dengan Maya
" Benar pah, dari benci jadi cinta " bisik Laura pada sang suami
Rasanya Mondy benar-benar kenyang saat nasi goreng buatan Maya sudah habis ia makan, entah kenapa membuat dia ketagihan. Ternyata ada makanan yang enak meskipun bukan dari restoran bintang lima pikiran Mondy sekarang.
" Mulai besok kamu harus buatkan aku nasi goreng setiap hari " ucap Mondy menatap tajam Maya yang sedang mengerjakan pekerjaannya
" Baik Tuan " ucapnya
" Dasar Mondy tadi dia menghina makanan Maya sekarang dia malah ketagihan " batin Laura
" Mondy terlalu banyak gengsi " batin Alex
" Hahahaha pasti dia ketagihan dengan masakan ku, dasar Bos galak... So so an gengsi " batin Maya
Maya kembali lagi bekerja sama halnya dengan Mondy, sedangkan Alex dan Laura memilih untuk meninggalkan mereka, dia pergi untuk menghabiskan waktu bersama berjalan-jalan meskipun usia mereka tidak muda lagi namun keromantisan mereka jangan di tanya lagi, tidak akan kalah dengan pasangan yang sedang pacaran.
.
.
Bersambung...
__ADS_1