
Sesampainya di kantor mondy dan Maya kembali ke meja masing-masing mereka mulai fokus dengan pekerjaannya apalagi ini hari pertama syuting iklan yang akan di lakukan oleh Shela sebagai modelnya.
Mondy menuntut semua karyawannya untuk melakukan yang terbaik untuk kelancaran syuting ini. Ia juga akan pergi ke lokasi syuting guna melihat bagaimana hasil iklan tersebut.
Syuting akan di lakukan pukul sepuluh pagi dan akan di lakukan di sebuah taman yang tak jauh dari perusahaan miliknya. Sebelum ia pergi ke sana ia harus menyelesaikan terlebih dahulu pekerjaan yang sudah menunggunya.
Mondy memang sangat fokus dan profesional dalam bekerja tak salah jika hasil kerja kerasnya membuat perusahaan semakin maju dan berkembang pesat hingga banyak investor yang ingin bekerja sama dengan dirinya namun dirinya selalu selektif dalam menentukan investor yang akan bekerja sama dengan nya.
Waktu terasa cepat dan kini waktu sudah menunjukan pukul sepuluh kurang sepuluh menit. Jeri segera masuk kedalam ruangan Mondy untuk memberitahu jika syuting iklan akan segera di mulai.
" Tuan... Waktunya kita pergi ke tempat Syuting " ucap Jeri
" Ok.. kamu tunggu di mobil sebentar lagi saya akan menyusulmu " jawabnya
" Baik Tuan.. " ucapnya segera pergi dari ruangan Mondy
Mondy melihat Maya masih fokus pada pekerjaannya, ia segera menghampiri calon tunangannya itu.
" Sayang... " Panggil Mondy dengan lembut
" Astaga Sayang bikin kaget saja " ucap Maya sambil memegang dadanya
" Kamu itu terlalu fokus bekerja, mulai hari ini jangan fokus bekerja terus kamu hanya boleh fokus memperhatikan ku saja.. " keluh Mondy
" Astaga Tuan, masa ia saya harus memperhatikan Tuan terus nanti kesehatan jantung bagaimana nanti?? jantung saya tidak baik-baik saja kalau begitu terus " batin Maya
" Maafkan aku Sayang... Pekerjaan aku banyak sekali.. lihat ini " ucapnya menunjukan tumpukan map di sampingnya
" Sudah biarkan saja, kamu harus ikut dengan ku ke lokasi syuting iklan Shela.. kita harus mengamati jalannya syuting agar proyek ini bisa sukses " ucap Mondy sambil memegang tangan Maya
__ADS_1
" Tapi.. tapi.. " ucap Maya terpotong karena Mondy sudah menarik tangannya.
Mondy keluar dari perusahaan bersama dengan Maya. Semua mata memperhatikan mereka apalagi tangan Mondy yang tidak mau melepaskan tangan Maya. Bahkan Maya sudah meminta Mondy untuk melepaskan tangannya karena malu di perhatikan orang lain namun Mondy tidak peduli, ia hanya ingin menunjukan pada semua orang jika Maya adalah wanitanya.
" Ya ampun.. Rasanya malu sekali " batin Maya
Jeri segera melajukan mobilnya menuju taman yang tak jauh dari sana. Ia melihat hari ini majikannya itu terlihat bahagia bahkan tangan Maya pun enggan untuk ia lepaskan.
" Benar-benar ya Tuan Mondy sudah sangat mencintai nona Maya hingga pamer kemesraan seperti itu di depan banyak orang, tapi tidak apa-apa aku bahagia karena Nona Maya adalah wanita yang tepat dan baik bagi Tuan... " Batin Jeri
Kini mereka suda sampai di taman, Maya dan Mondy segera keluar dari mobil menuju tempat syuting tetep tangan Mondy tidak mau di lepas membuat Maya malu sendiri karena semua karyawannya memandangi dirinya.
" Pagi semuanya... " Sapa Mondy
" Pagi Tuan " ucap semua karyawannya
" Semoga hari ini syutingnya berjalan lancar, mohon kerjasamanya untuk semua orang disini agar syuting bisa berjalan dengan lancar dan proyek ini sukses di pasaran.. " ucap Mondy
" Baik Tuan " ucap mereka kompak
" Kalau begitu kalian bisa kembali bekerja dan melanjutkan pekerjaannya " ucap Mondy membuat semua karyawannya kembali menyiapkan keperluan untuk syuting.
Shela sedikit kesal karena Mondy barusan tidak menyapa dirinya bahkan sekarang ia malah membawa Maya kesini mana tangan mereka saling berpegangan seperti yang ingin menyebrang jalan.
" Cih, wanita kampung ini selalu saja menempel pada Mondy, punya guna-guna apa sih dia hingga membuat Mondy sepertinya suka sekali dengan dia " batin Shela
" Rasanya aku malu sekali hari ini, tuan kenapa lagi!! terus memegang tangan ku dari tadi " batin Maya
Shela segera berdiri di hadapan Mondy, ia ingin memperlihatkan penampilannya pada orang yang ia sukai.
__ADS_1
" Mondy bagaimana penampilan ku.. " tanya Shela
" Bagus... " Ucap Mondy dengan nada dingin namun beda halnya dengan Shela karena ia merasa senang dengan ucapan Mondy
" Kalau make up ku bagaimana?? " Tanya Shela antusias
" Lumayan " ucap Mondy membuat Shela senang karena Mondy mau menjawab pertanyaannya tidak seperti kemarin-kemarin yang cuek padanya.
" ish Mondy kenapa dia malah pergi.. Tapi tidak apa-apa dia barusan melihat penampilan ku apalagi dia bilang penampilan ku bagus " batin Shela
" Ya ampun Nona Shela sebagus apa penampilan dan riasan mu tidak akan membuat Tuan Mondy menyukaimu.. Karena di hatinya hanya ada nona Maya.. Bahkan ia tidak akan melirik mu sedikitpun" batin Jeri
Mondy segera membawa Maya jauh dari Shela, mereka duduk di kursi yang sudah di sediakan oleh Jeri. Kursi itu dekat dengan kursi sutradara agar mereka bisa mengamati gambarnya. Mondy selalu ingin sempurna dalam pekerjaannya agar hasilnya lebih memuaskan hal itu sudah di pahami jeri sebelumnya.
" Sayang apa sebaiknya tuan lepaskan saja tangan ku ini, rasanya pegal sekali.. " protes maya
" Sudah diam jangan banyak protes.. fokus pada pekerjaan kita dulu.. " ucap Mondy
" Pekerjaan kita.. bukannya itu pekerjaan Tuan.. " ingin sekali bicara seperti itu namun bisa-bisa ia di bentak di depan orang lain lebih baik dia diam saja.
Sutradara yang duduk di samping Mondy ia melihat kedekatan Mondy dan Maya membuatnya heran karena selama ini Mondy tidak pernah dekat dengan wanita lain selain Maya.
" Ternyata Tuan tidak salah pilih... Wanita ini terlihat sederhana namun baik hatinya.. semoga mereka berjodoh " batin sutradara
.
.
Bersambung...
__ADS_1