Menaklukkan Hati CEO Galak

Menaklukkan Hati CEO Galak
Episode 24


__ADS_3

Selama pesta Mondy terus memegang tangan Maya, ia mengajaknya untuk berbicara dengan satu persatu pengusaha yang ada disana. Ya Mondy memang berbicara dengan mereka namun Maya hanya diam di samping mondy tidak berkutik sama sekali karena ia juga kurang paham dengan apa yang mereka bicarakan.


Sesekali Maya tersenyum ketika Mondy mengenalkan dirinya sebagai calon tunangan Mondy, saat ini entah apa yang di pikirkan Mondy ia justru terlihat bangga ketika dia mengenalkan Maya kepada orang lain, ia bahkan ingin seluruh dunia tahu jika Maya saat ini adalah calon tunangannya.


Kini saatnya mereka untuk pulang karena hari semakin malam dan Maya sepertinya meminum minuman beralkohol, Mondy kecolongan akan hal itu karena Maya pamit ke toilet namun ketika datang dari toilet pipinya jadi merah dan jalannya pun sempoyongan.


" Ada apa dengan mu,, Hem... " Tanya Mondy merangkul tubuh Maya karena tubuhnya hampir terjatuh


Mondy memapah tubuh Maya sampai ke dalam mobil, Mondy duduk di sebelah Maya sedangkan Jeri menjadi supir dan memegang kendali mobil Mondy.


" Kenapa diam... Cepat jalankan mobilnya " titah Mondy


" Tapi kita mau kemana?? " Tanyanya bingung sambil melihat Maya


" Pulang ke mansion.. jangan berani-berani melihat wajah Maya dalam satu menit.. akan ku colok Matamu kali ini " ucap Mondy kesal


" Maafkan saya Tuan, saya hanya khawatir dengan keadaan Maya " ucapnya langsung menundukkan kepalanya


" Maya kamu bilang... Mulai hari ini panggil dia Nona Maya,, dia tidak boleh akrab dengan mu.. " ucapnya membuat Jeri bingung sendiri bagaimana tidak pekerjaan mereka saling berhubungan bagaimana tidak boleh akrab


" Baik Tuan,, apa tidak sebaiknya Nona Maya di bawa ke apartemen anda saja.. kalau nyonya besar tahu keadaan nona Maya yang sedang mabuk berat pasti beliau sangat khawatir.. "


" Benar juga kamu Jeri.. ya sudah kita ke apartemen ku saja " ucap Mondy


Jeri segera melajukan mobilnya menuju apartemen Mondy, ia tidak harus capek-capek mengantar majikannya karena dirinya dan Mondy memiliki apartemen di satu gedung yang sama.


Hari ini benar-benar terasa lelah dan capek sekali bagi Jeri apalagi menghadapi sikap Mondy yang terkadang membuatnya geleng-geleng kepala karena tidak biasanya Mondy bersikap seperti itu.

__ADS_1


Tidak boleh menatap Maya, tidak boleh tersenyum, tidak boleh berbicara dengan maya dan tidak boleh akrab dengan Maya, padahal ia hanya berbicara seadanya saja yang paling banyak ia bicarakan tentang masalah pekerjaan kenapa Tuannya bisa berpikir seperti itu.


" Jeri.. apa kamu melihat siapa yang sudah membuat Maya mabuk " tanya Mondy karena jeri di tugaskan untuk menjaga Maya dari kejauhan


" Sepertinya Nona Jini Tuan, tadi saya melihat Nona Maya langkahnya di hadang oleh Nona Jini " ucapnya


" Lalu Kenapa kamu tidak mencegahnya.. aku bilang jagain Maya " ucapnya dengan nada kesal


" Maaf Tuan, saya di tugaskan untuk menjaga nona Maya dari kejauhan mana mungkin saja tahu jika nona akan di buat mabuk seperti ini " keluh Jeri


" Terlalu banyak alasan.. apa kamu sudah tidak bisa kerja dengan ku lagi " ancam Mondy


" Tidak Tuan, lain kali saya akan mencegah semua hal yang akan membahayakan nona Maya.. "


" Kerja bagus Jeri.. " ucap Mondy sambil tersenyum


Jeri melirik ke belakang, ia melihat majikannya berada dalam adegan romantis membuat dia tersenyum dan nanti ketika mereka sudah sampai di apartemen ia akan mengambil foto lalu mengirimkannya pada Nyonya besar, pasti dia akan di berikan bonus olehnya.


Tiga puluh menit kemudian mereka sudah sampai di gedung apartemen, jeri membangun majikannya dengan pelan-pelan takut terkena amarah karena sudah menganggu tidur nyenyak sang majikannya itu.


" Tuan.. tuan.. bangun.. "


" Tuan.. "


" Ada apa.. " ucap sini Mondy yang langsung bangun dan membuka matanya


" Kita sudah sampai di apartemen.. " ucap Jeri sambil tersenyum

__ADS_1


" Aku akan bangunkan Maya dulu " ucapnya langsung menatap wajah Maya yang masih terlelap dan tidak menunjukan akan bangun ketika Mondy mencoba membangunkannya.


" Tuan bagaimana kalau saya gendong nona Maya,, saya takut Tuan kecapean karena menggendong Nona Maya " ucap Jeri yang langsung di berikan tatapan tajam dari Mondy


" Kamu pikir aku laki-laki lemah, jangan harap kamu bisa mengambil kesempatan menyentuh seujung rambut calon tunangan ku.. kalau itu sampai terjadi mau aku potong tangan mu itu.. " bentak Mondy


" Maafkan saya Tuan " ucap Jeri langsung membuka pintu mobilnya.


" Ternyata Tuan sadis kalau sedang cemburu, aku jadi takut " batin Jer**i


" Menyusahkan saja.. " bisiknya pada Maya.


Mondy langsung menggendong tubuh Maya, ia segera menuju lift dan memencet lantai 20, lantai dimana apartemen miliknya dan Jeri berada. Apartemen Jeri dan Mondy memang bersebelahan agar memudahkan keduanya berinteraksi apalagi terkadang Mondy menginap di apartemen ini jika pekerjaannya banyak dan pulang tengah malam karena kalau dia pulang ke mansion tengah malam bisa di pastikan sang mamah akan marah besar.


Setelah tiba di apartemennya, Mondy segera masuk dan merebahkan tubuh Maya ke kamarnya. Tepatnya Kasur empuk miliknya yang selama ini sering ia tempati.


Mondy membersihkan tubuhnya terlebih dahulu lalu membaringkan badannya di kasur empuknya ia tidak sadar jika seseorang sedang tidur di sampingnya dengan berbalut selimut yang menutupi tubuhnya.


Mondy mengira jika yang di sampingnya adalah guling terasa hangat dan nyaman membuat tidurnya semakin terlelap. Malam semakin dingin tanpa sadar mereka tertidur di selimut yang sama dan saling berpelukan.


Bagaimana kalau mereka bangun tidur, pasti akan ada kehebohan disana?? Biarkan mereka tidur dengan nyenyak malam ini...


.


.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2