Menaklukkan Hati CEO Galak

Menaklukkan Hati CEO Galak
Episode 19


__ADS_3

Mereka kembali ke kantor setelah makan siang itu selesai mereka tampak sibuk dengan pekerjaannya masing-masing membuat Jeri sedikit ragu tentang hubungan mereka.


Tok... Tok... Tok...


" Masuk " ucap Mondy


Jeri masuk kedalam ruangan Mondy, ia langsung mendekati sang majikan dan memberitahu jika nanti malam akan ada pesta yang di hadiri beberapa perusahaan. Meskipun Mondy tidak suka pergi ke pesta namun kali ini pestanya berbeda.


" Malas sekali untuk datang " lirih Mondy


" Tapi Tuan, ini kesempatan bagus untuk kita berkenalan dengan perusahaan-perusahaan besar di luar negeri " ucap Jeri


" Kamu benar... Apa aku harus mengajaknya " Ucap Mondy melirik Maya yang masih sibuk dengan pekerjaannya


" Tentu Tuan, kalau anda tidak mengajak Nona Maya, anda harus bersiap-siap di dekati para wanita genit " ucap Jeri sambil tersenyum


" Ish tidak mau, sudah... Kamu urus saja dia "


" Baik Tuan "


" Kamu harus jadikan dia Cinderella malam ini agar dia tidak membuatku malu di pesta nanti " ucap Mondy masih melihat Maya yang tengah sibuk


" Tuan tenang saja, tapi Apa Tuan tidak akan mengantar Nona Maya pergi ke butik dan mencari gaun untuk di pakai saat di pesta malam nanti "


" Hal yang paling menyebalkan adalah menemani wanita berbelanja seperti mamah, Jangan harap aku seperti papah yang selalu mengantar mamah kemanapun yang mamah mau... Aku pria yang punya harga diri " batin Mondy


" Lihat, Pekerjaan ku masih banyak, malas sekali aku harus menemaninya, lebih baik kamu yang temani dia "

__ADS_1


" Anda yakin Tuan?? "


" Biasanya seorang kekasih akan senang menemani kekasihnya berbelanja.. Kenapa Tuan Mondy berbeda?? Akh mungkin hanya perasaan ku saja " batin Jeri


" Ya, bawakan juga sekalian baju untuk ku pergi ke pesta.. kamu tahukan selera Ku ?? "


" Baik Tuan.. "


Mondy langsung memanggil Maya, ia menyuruh Maya untuk ikut bersama dengan jeri, ia juga harus patuh mengikuti semua perintah Jeri. Maya hanya bisa menurut tak bisa protes karena yang meminta semua hal itu majikannya.


" Pergi lah.. "


" Tuan yakin, Tapi pekerjaan saya masih banyak??? " ucap Maya


" Kerjakan besok saja.. kamu jangan banyak protes ikuti semua ucapan Jeri " titah Mondy


" Baik Tuan "


Maya sebenarnya malas mengikuti langsung jeri yang sekarang masuk kedalam salah satu salon, ia pernah pergi ke salon bersama Laura dan mereka menghabiskan waktu lama di sana.


Sepanjang perjalanan tadi Maya terus bertanya-tanya pada Jeri tentang tujuan mereka pergi dari kantor. Namun tak ada jawaban dari sama sekali, Asisten Mondy itu terlihat diam dan tak mau menjawab semua pertanyaan Maya.


" Kenapa harus pergi kesini lagi.. rasanya aku tidak mau jika harus masuk ke salon... membuang-buang waktu saja " Batin Maya


Jeri segera menemui pemilik salon, ia menginstruksi untuk membuat wanita di sampingnya terlihat sangat cantik bagaimana pun caranya.


Pemilik salon tersebut langsung memberikan perintah untuk segera mengdandani Maya. Tiga pekerja salon segera menghampiri Maya, menyuruhnya untuk duduk dan rileks.

__ADS_1


Dua jam sudah berlalu dan kini Maya pun sudah selesai, jeri benar-benar di buat pangling dengan riasan yang di kenakan Maya. Sungguh wajah cantiknya tidak bisa di tutupi lagi apalagi ketika memakai make up.


" Maya ternyata bisa cantik, pasti Tuan Mondy pasti senang melihat hal itu " batin Jeri


Terlihat wajah jeri tersenyum melihat wajah Maya berserta tatanan rambutnya, cantik dan elegan yang bisa ia lihat dalam riasan Maya. Jeri segera membayar salon yang sudah membuat Maya cantik. Setelah itu mereka pergi ke sebuah Butik yang tak jauh dari sana.


Jeri menduga jika pergi ke salon bisa menghabiskan waktu lama namun kali ini dugaannya salah.


Jeri dan Maya sudah masuk kedalam butik tersebut. Pelayan butik segera menghampiri Jeri saat ini. Ia menyuruh pelayan untuk memberikan gaun terbaru yang ada di butik tersebut. Butik itu milik Laura membuat pelayan sudah tahu tentang sosok Jeri saat ini.


" Mari Nona ikut saya " ucap salah satu pelayan


" Jeri.. " panggilan Maya


" Sebaiknya nona ikut saja pelayan itu dan jangan banyak protes agar pekerjaan saya cepat selesai " ucap Jeri sambil tersenyum


Jeri memberitahu Nyonya besar yaitu Laura tentang rencana Mondy yang akan membawa Maya ke sebuah pesta. Tentu saja hal itu membuat Laura segera menghubungi manager Butiknya untuk memberikan gaun yang bagus dan terbaru untuk calon menantunya itu.


Tampak semua orang menghormati Maya meskipun ada rasa canggung yang Maya rasakan saat ini ketika semua orang menunduk padanya bahkan sangat menghormatinya.


.


.


.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2