
Baju selutut dengan warna merah muda sangat cocok untuk Maya, di tambah dengan payet-payet dalam gaun itu menambah kecantikan Maya. Kila tersenyum melihat penampilan Maya saat ini.
" Kamu cantik sekali Maya.. " ucapnya
" Terima kasih Kila.. semoga saja Tuan Mondy suka dengan bajunya " keluh Maya
" Pasti dia suka melihat penampilan mu sekarang, kamu harus Maklumi saja sikap dia yang memang selalu posesif dengan semua yang ia miliki termasuk kamu calon tunangannya "
" Hah, dari mana kamu tahu kalau aku calon tunangannya tuan Mondy " ucap Maya benar-benar kaget
" Semua keluarga besar Mondy sudah mengetahuinya, mungkin sebentar lagi Tante Laura akan membuatkan acara pertunangan mu dan Mondy dengan meriah.. " ucap Kila sambil tertawa
" Tapi.. tapi.. Aku.. " ucap Maya masih bingung dengan ucapan Kila
" Terima kasih sudah meluluhkan hati Mondy apalagi dengan sikap galaknya.. Tapi yang kamu harus tahu jika Mondy sebenarnya orangnya juga baik " ucap Kila sambil tersenyum
" Tapi.. tapi aku tidak.. " ucap Maya hendak menyangkal hubungannya dengan Mondy namun Kila malah memegang tangannya lalu menghampiri Mondy.
" Hey tunggu, aku harus menjelaskan sesuatu " ucap Maya namun ucapannya itu tidak di tanggapi oleh Kila sama sekali
" Bagaimana... " Tanya Kila sambil tersenyum
" Seleramu bagus Kila.. " ucap Mondy sambil tersenyum melihat wajah Maya yang tersenyum padanya.
" Apa-apaan ini.. bagaimana kalau yang di ucapkan Kila benar, aku harus bicarakan masalah ini dengan Tuan Mondy " batin Maya
" Sekarang Maya sangat cantik.. ish kenapa aku malah berpikir seperti itu.. tapi rasanya tidak rela mengajak dia ke pesta apalagi di sana banyak sekali laki-laki.. bagaimana kalau dia tergoda dengan laki-laki lain, masa ia dia akan tergoda dengan laki-laki lain sedangkan aku lebih tampan dari mereka " batin Mondy
Maya duduk di sofa bersama dengan Jeri, mereka menunggu Mondy berganti baju lalu setelah itu mereka akan segera pergi ke pesta. Maya di buat terpana akan ketampanan Mondy saat ini, pakaian formal seperti ini membuat ketampanan Mondy semakin bertambah.
" Tuan Mondy sangat tampan, ish sayangnya dia galak sekali " batin Maya
" Penampilan ku selalu tampan.. Maya pasti menyukai penampilan ku ini " batin Mondy sambil tersenyum
__ADS_1
" Bagaimana.. " tanya Mondy kepada semua orang yang ada disana
Baik Kila dan Jeri langsung mengatakan tampan sementara Maya sendiri memilih diam padahal kata tampan itu ia ingin mendengar dari mulut Maya sendiri.
" Kenapa diam saja, apa ada yang lebih tampan dari ku " batin Mondy
" Maya " bentak Mondy
" Ia Tuan... "
" Bagaimana penampilan ku?? " Tanyanya dengan tatapan tajam
" Em.. "
" Bilang saja dia tampan.. " ucap Kila sambil tersenyum melihat Maya gengsi untuk mengakui ketampanan Mondy, sedangkan Mondy sendiri tampak ingin sekali di puji di depan banyak orang oleh Maya.
Terlihat Kila gemas dengan sepasang kekasih di depannya itu, terlihat malu-malu kucing dan saling gengsi seperti pacaran anak sekolah saja pikirannya.
" Tuan Tampan.. " ucap Maya sambil tersenyum
" Lalu anda mau apa Tuan, aku tidak habis pikir " ucap Maya dalam hatinya bingung
" Em.. Tuan sangat mapan .. " ucap Maya melirik Kila yang sudah memberikan kode agar bicara seperti itu pada Mondy
Mondy yang baru saja di puji oleh Maya langsung tersipu malu membuat semua orang yang ada di sana tampak heran dengan sikap salah tingkahnya.
" Baru kali ini Mondy bersikap konyol seperti ini mana aura galakmu Hem.. nanti akan aku ceritakan hal ini pada Tante Laura pasti dia senang " batin Kila
" Tuan Mondy, aku gemas sekali pada anda.. belum pernah Tuan Mondy bersikap seperti ini sebelumnya " batin Jeri
" Apa ada yang salah dengan ucapan ku barusan, atau tuan Mondy salah minum obat " batin Maya
Dengan wajah berseri-seri Mondy langsung mengajak Jeri dan Maya untuk pergi dari sana, ia langsung naik mobil yang di kendarai oleh Jeri sedangkan Maya duduk di belakang sesuai perintah Mondy.
__ADS_1
Sepanjang perjalanan Mondy memperingatkan agar Maya agar tidak berbicara dengan orang asing apalagi seorang laki-laki, bahkan ia juga melarang Maya untuk dekat-dekat dengan seorang laki-laki di sana. Maya hanya boleh dekat dengan Mondy dan Jeri.
" Kamu mengerti apa yang aku katakan barusan?? " tanya Mondy
" Mengerti Tuan... " Ucap Maya yang tak ingin ambil pusing toh dia juga tidak akrab dengan siapapun selalu Jeri dan Mondy
" Bagus.. aku suka gadis penurut " ucap Modi sambil mengelus rambut panjang Maya
" Astaga Tuan Mondy... Apa tidak berlebihan jika dia melarang Maya untuk dekat dengan laki-laki lain " batin Jeri yang sedari tadi mendengarkan ucapan majikannya itu.
Tiga puluh menit kemudian mereka sampai di salah satu gedung yang besar yang ada di sana. Dari luar tampak penjagaan sangat ketat, bahkan ingin masuk kedalam gedung mereka harus menunjukkan kartu undangan. Bisa di pastikan jika banyak orang-orang penting di sana.
Maya melihat banyak orang yang keluar dari mobil mewah mereka masing-masing, para wanita tampak cantik dengan menggunakan Gaun yang mewah dan seksi sedangkan dirinya jauh kesan Seksi. Apalagi dengan drama pilih-pilih baju yang Mondy lakukan barusan.
" Pegang tangan ku "
" Baik Tuan.. "
" Jangan panggil aku Tuan, panggil aku sayang di hadapan orang banyak " bisik Mondy
" Tapi... "
" Ssttt jangan banyak protes " bisik Mondy kembali
Mau tidak mau Maya harus mengikuti perintah Mondy, apalagi di acara seperti ini mana mungkin dia menolaknya bisa-bisa jadi bahan tontonan banyak orang.
Maya menggandeng tangan Mondy, orang yang di gandeng tentunya sangat senang terlihat dari senyumannya saat ini, apalagi di depan banyak wartawan yang sangat penasaran akan sosok Maya.
Mereka masuk kedalam, suasana begitu ramai, untuk Maya yang baru pertama menghadiri pesta seperti ini dia sangat takjub, ia memperhatikan sekelilingnya dan sangat bagus di luar pikirannya tadi.
" Wah, Apa begini pesta orang kaya " batin Maya
.
__ADS_1
.
Bersambung...